5 Cara Deteksi Kondisi Tukak Duodenum

 Tukak duodenum

Tukak lambung merupakan peradangan dinding lambung yang bisa menyebabkan terjadinya luka, disebut juga tukak duodenum. Beberapa kasus kondisi ini bisa menyebabkan gangguan sistem pencernaan yang terjadi pada usus, khususnya usus halus atau kerongkongan yang letaknya berada di dekat lambung.

Keadaan ini muncul ketika dinding lambung dan usus halus terkikis sehingga ada yang mengenai jaringan lebih dalam. Jika penderita kondisi ini tidak mendapatkan perawatan yang tepat, maka lambung bisa mengalami nyeri yang berkepanjangan dan tidak diketahui akan berlangsung berapa lama, selain itu bisa menimbulkan kerusakan organ cerna.

Tes Deteksi Tukak Duodenum

Kondisi ini sering disebut dengan tukak lambung karena memang memiliki gejala yang nyaris sama, yang membedakan hanyalah kapan dan dimana gejala ini muncul. Gejala kondisi ini mengikuti pola, nyeri yang biasanya hilang pada saat bangun tidur dan muncul pada pertengahan pagi hari. Mengkonsumsi susu atau makan dan mengkonsumsi obat antasida bisa untuk meredakan sakit.

Setelah itu biasanya rasa nyeri akan muncul kembali pada 2 sampai 3 jam kemudian, rasa sakit yang muncul bisa menyebabkan penderita terbangun di malam hari. Kondisi ini memang umum dialami, biasanya rasa sakit terasa lebih dari satu kali dalam satu hari. Periode munculnya kondisi selama beberapa minggu dan sulit hilang jika tanpa melakukan perawatan dengan pemeriksaan berikut ini.

  1. Pemeriksaan Tinja

Tujuan dilakukan pemeriksaan tinja adalah untuk mengetahui adanya perdarahan pada saluran cerna, dokter kemudian akan meminta pemeriksaan darah samar dengan mengambil sampel tinja si penderita.

  1. Foto Rontgen

Foto rontgen kerongkongan, lambung dan usus 12 jari, tujuan pemeriksaan ini adalah untuk memperlihatkan kondisi beberapa organ tersebut dengan bantuan sinar-x. Ketika pemeriksaan, pasien akan diminta menelan cairan khusus yang mengandung barium agar luka terlihat jelas.

  1. Gastroskopi

Dilakukan dengan menggunakan selang kecil yang memiliki kamera, kemudian dimasukkan melalui kerongkongan hingga ke usus 12 jari. Hal ini dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi saluran pencernaan dan bahkan jika diperlukan dokter akan mengambil sampel jaringan untuk dianalisis.

  1. Tes Darah

Untuk menentukan kondisi ini, terutama memastikan karena infeksi bakteri H.pylori adalah dengan memeriksa antibodi. Antibodi yang muncul dalam darah karena infeksi bakteri ini, untuk itu diperlukan pemeriksaan darah.

  1. Tes Napas Urea

Selain menggunakan tes darah, memastikan kondisi ini karena infeksi bakteri juga dapat dilakukan dengan tes napas. Tujuan tes ini untuk mengetahui apakah ada gas karbondioksida tertentu pada hembusan napas, jika terdapat bakteri.

Pencegahan Tukak Duodenum

  • Melakukan aktivitas fisik secara rutin dengan membatasi mengkonsumsi alkohol dan rokok dan menerapkan pola tidur yang baik.
  • Menghindari asupan makanan setidaknya tiga jam sebelum tidur, setidaknya selama tiga jam sebelum itu.
  • Hindari asupan makanan yang bisa memicu timbulnya gejala seperti makanan pedas, makanan asam, kopi, coklat dan lainnya.
  • Konsumsi makanan dengan frekuensi yang lebih sering dan dalam porsi lebih kecil, setidaknya jika ingin mengatasi kondisi ini

Gejala yang paling umum terjadi pada tukak duodenum adalah munculnya rasa panas dan sakit di sekitar daerah pusar dan tulang dada. Penderita mungkin juga akan merasakan beberapa keluhan lain dari keadaan ini, terutama di awal kemunculannya, berikut beberapa gejala dari kondisi ini.

  • Perut terasa begah, kembung dan sering bersendawa.
  • Intoleransi makanan berlemak.
  • Terasa mual dan mengalami heartburn atau sensasi perih di ulu hati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *