6 Manfaat yang Didapat Jika Kamu Menjadi Morning Person

6 Manfaat yang Didapat Jika Kamu Menjadi Morning Person

Sebagian orang pasti akan bangun telat jika begadang semalaman, tapi beberapa diantaranya akan tetap bangun pagi dan lanjut beraktivitas meski tidur selarut apapun. Jika Anda termasuk kategori yang kedua, bisa dibilang Anda merupakan morning person

Petuah “bangun telat, rezeki dipatok ayam” mungkin berlaku untuk orang yang suka bangun pagi. Pasalnya penelitian membuktikan morning person memiliki banyak manfaat mulai dari kesehatan fisik dan mental. 

Kenapa seseorang bisa menjadi morning person?

Sebenarnya tubuh manusia didesain untuk selalu bangun pagi. Jam biologis mengatur kapan tubuh harus beraktivitas dan beristirahat. Siklus ini diatur oleh hormon dan dipengaruhi oleh cahaya matahari atau cahaya terang di lingkungan sekitar Anda.

Cahaya pagi atau terang memberi sinyal tubuh untuk bangun dan beraktivitas. Sementara ketika malam hari atau tidak cukup cahaya, menandakan waktunya tubuh untuk beristirahat. Itu sebabnya kecenderungan alami manusia adalah tidur di malam hari dan terjaga di siang hari.

Meski morning person dapat bangun pagi secara otomatis meski tidur larut, mereka lebih cenderung tidur di awal waktu. 

Keuntungan menjadi morning person

Karena sifat alami tubuh adalah bangung di pagi hari, berikut beberapa manfaat yang bisa dirasakan jika menjadi morning person:

  1. Mencegah obesitas

Menurut penelitian yang dilakukan Universitas Northwestern, paparan cahaya dapat memengaruhi berat badan Anda. Dalam penelitian tersebut dikatakan bahwa orang yang lebih sering terpapar cahaya di pagi hari memiliki indeks massa tubuh (BMI) yang lebih rendah daripada orang yang bangun di siang hari. 

Menariknya lagi, peran cahaya terhadap berat badan tidak tergantung pada seberapa aktif atau banyak kalori yang mereka makan. Tapi cahaya matahari bertugas menyinkronkan jam tubuh internal, mendukung proses metabolisme, dan mengatur keseimbangan energi. 

Ketika tubuh tidak mendapat cukup cahaya terang, proses metabolisme akan terganggu sehingga berakhir pada penambahan berat badan. 

  1. Lebih waspada

Otak dirancang untuk lebih waspada dan fokus di pagi hari. Maka itu morning person akan lebih waspada daripada orang dengan kecenderungan bangun siang. Hal ini terbukti dari sebuah penelitian di Spanyol bahwa orang tipe malam (night owl) memiliki kinerja lebih buruk dalam simulasi mengemudi di pagi hari.

Selain itu, orang tipe pagi cenderung lebih berorientasi pada detail dan teliti sehingga mereka bisa mengemudi dengan baik di pagi atau malam hari.

  1. Proaktif

Orang yang bangun pagi selalu dikaitkan dengan rajin. Hal ini benar adanya karena morning person cenderung bertanggung jawab atau kegiatan mereka di hari itu dan memikirkan tujuan jangka panjang mereka. 

Dalam hal kesuksesan, orang tipe pagi memegang kartu penting karena proaktivitas yang mereka tunjukkan berkaitan dengan kinerja kerja yang lebih baik, dan kesuksesan karier yang lebih besar. 

  1. Morning person lebih bahagia

Survei yang dilakukan oleh Universitas Toronto terhadap 700 orang dewasa menemukan bahwa morning person memiliki perasaan bahagia 25% lebih tinggi daripada night owl

Paparan cahaya pagi matahari membantu meringankan stres, meningkatkan energi, dan mengurangi risiko depresi. 

  1. Prestasi yang lebih baik

Sebuah studi tahun 2013 terhadap siswa di lima sekolah menengah di Jerman menemukan bahwa siswa night owl memiliki nilai dan prestasi akademis yang lebih rendah daripada siswa tipe pagi. 

Hasil penelitian tersebut didukung oleh penelitian lainnya, dimana orang yang bangun pagi memiliki IPK keseluruhan yang lebih tinggi dibandingkan teman-teman mereka yang suka bangun terlambat.

Daniel J. Taylor, PhD, profesor psikologi di University of North Texas di Denton, mengatakan siswa yang tidur lebih awal mungkin cenderung tidak melakukan aktivitas lain yang dapat menghambat kinerja akademis.

  1. Kadar gula darah yang sehat 

Begadang memiliki dampak buruk bagi kesehatan Anda, salah satunya kadar gula darah. Orang yang suka tidur larut malam memiliki kadar gula darah, trigliserida, dan kolesterol LDL yang lebih tinggi daripada morning person

Catatan

Karena otak morning person telah terbiasa bangun lebih awal di pagi hari, tidur larut malam atau tidak mendapat cukup waktu tidur bisa menjadi masalah. Mungkin beberapa kali tidak masalah, tapi penting untuk menjaga jadwal tidur yang konsisten. Jika Anda hendak menjadi morning person, coba sesuaikan waktu tidur dan bangun Anda secara perlahan dengan menetapkan target yang bisa Anda capai. Misalnya, mempercepat waktu tidur dan bangun satu jam dari kebiasaan tidur Anda. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *