Menghilangkan Tahi Lalat Melalui Operasi

Tahi lalat adalah sekelompok sel kulit yang biasanya berwarna coklat atau hitam, yang dapat muncul di mana saja di tubuh Anda.  Kebanyakan tahi lalat adalah jinak, berarti mereka tidak bersifat kanker. Namun jika tidak suka dengan tampilannya atau rasanya, Anda dapat menghapus tahi lalat melalui operasi.

Tahi lalat pada umumnya muncul sebelum Anda menginjak usia 20 tahun. Anda disarankan untuk menemui dokter jika tahi lalat muncul kemudian dalam hidup Anda, atau jika tahi lalat mulai berubah ukuran, warna, atau bentuk. 

Operasi menghilangkan tahi lalat, baik untuk alasan kosmetik atau karena tahi lalat bersifat kanker, akan menghasilkan bekas luka. Namun, bekas luka yang dihasilkan dapat menghilang dengan sendirinya tergantung pada faktor-faktor seperti usia, jenis operasi dan lokasi tahi lalat Anda.

Tahi lalat biasanya dapat dihilangkan oleh dokter kulit dalam kunjungan biasa. Terdapat dua prosedur operasi utama yang digunakan untuk menghilangkan tahi lalat, yaitu:

  • Cukur eksisi

Untuk prosedur ini, dokter kulit Anda menggunakan alat tipis seperti pisau cukur untuk mengiris tahi lalat dengan hati-hati.  Perangkat dengan elektroda mungil di ujungnya dapat digunakan untuk melakukan bulu bedah elektro.

Bulu-bulu membantu meminimalkan penampilan eksisi dengan memadukan tepi luka dengan kulit di sekitarnya. Jahitan tidak diperlukan setelah prosedur ini dan tahi lalat biasanya diperiksa di bawah mikroskop setelah itu untuk memeriksa mengenai tanda-tanda kanker kulit.

  • Eksisi bedah

Prosedur ini lebih dalam daripada eksisi mencukur dan lebih mirip operasi tradisional.  Dokter kulit Anda akan memotong seluruh tahi lalat dan di bawahnya ke lapisan lemak subkutan, dan menjahit sayatan dengan tertutup. Tahi lalat kemudian akan diperiksa untuk sel kanker.

Waktu penyembuhan setelah pengangkatan atau operasi tahi lalat tergantung pada setiap individu. Orang yang lebih muda cenderung sembuh lebih cepat daripada orang dewasa yang lebih tua. Begitu juga, sayatan yang lebih besar akan membutuhkan waktu lebih lama untuk ditutup daripada yang lebih kecil.  Secara umum, bekas luka operasi tahi lalat membutuhkan setidaknya dua hingga tiga minggu untuk sembuh.

Pengangkatan tahi lalat adalah jenis operasi sederhana. Biasanya dokter Anda akan melakukannya di kantor, klinik, atau pusat rawat jalan rumah sakit.

Operasi tahi lalat pada umumnya akan meninggalkan bekas luka. Resiko terbesar setelah operasi adalah bahwa situs tahi lalat Anda dapat terinfeksi. Anda disarankan untuk mengikuti instruksi dokter dengan hati-hati untuk merawat luka sampai sembuh. Hal ini berarti menjaganya agar tetap bersih, lembab, dan tertutup.

Tahi lalat biasa tidak akan kembali setelah dihilangkan dan dioperasi sepenuhnya. Namun, mungkin terjadi dengan tahi lalat yang memiliki sel kanker. Sel-sel dapat menyebar jika tidak segera diobati. Awasi area tahi lalat setelah dihilangkan dan beritahu dokter jika Anda melihat adanya perubahan.

Cakaran Kucing & “Serangan” Hewan Lain yang Harus Diwaspadai

Ada tiga jenis hewan mamalia yang kerap hidup berdampingan dengan manusia, yakni kucing, anjing, dan tikus. Jika kucing dan anjing merupakan hewan peliharaan yang populer, tikus ada di sekitar kita lantaran lingkungan hidup tersebut ideal bagi mereka. Ketiganya bisa jadi “musuh dalam selimut” bagi kita. Contohnya kucing, meski lucu, cakaran kucing bisa jadi masalah, lho.

Terlebih jika kucing itu dikategorikan liar, dalam artian bukan hewan yang dipelihara manusia. Kemungkinannya untuk menularkan penyakit semakin besar. Jadi, kita tetap harus waspada terhadap kucing. Begitu pula dengan anjing dan tikus.

Berikut beberapa bahaya di balik tiga hewan yang ada di sekitar manusia tersebut:

  • Gigitan Anjing

Sudah bukan rahasia umum jika gigitan anjing harus selalu dihindari lantaran kemungkinan buruk yang bisa dialami oleh orang yang malang tersebut. Ya, hal itu lantaran anjing berpotensi besar menularkan virus rabies kepada manusia melalui gigitannya.

Rabis dan anjing ini sudah begitu melekat. Bahkan, rabies disebut pula sebagai penyakit anjing gila. Rabies merupakan virus akut yang menyerang sistem saraf pusat manusia atau mamalia.

Ketika seseorang tergigit anjing yang telah terinfeksi rabies, virus akan masuk ke pembuluh darah dan menyebar di dalam tubuh. Saat sudah mencapai otak, virus rabies akan menggandakan diri dengan cepat. Hal ini kemudian dapat menyebabkan peradangan berat pada otak dan saraf tulang belakang yang membahayakan kondisi pasien dan berpotensi besar menyebabkan kematian.

Penyebaran akan terjadi lebih cepat apabila pasien mengalami gigitan atau cakaran pada area leher atau kepala. Setelah virus rabies ini masuk melalui luka gigitan, maka selama 2 minggu virus tersebut tetap tinggal di tempat masuk dan di dekatnya, yang kemudian bergerak mencapai ujung-ujung serabut saraf posterior tanpa menunjukkan adanya perubahan fungsi saraf.

Umumnya, masa inkubasi virus rabies adalah sekitar 4 hingga 12 minggu setelah gigitan anjing yang terinfeksi virus. Ada beberapa faktor yang menyebabkan waktu munculnya gejala berlangsung lebih cepat atau lebih lambat. Orang yang terinfeksi virus rabies biasanya akan mengalami gejala berupa: linu dan kesemutan; gelisah; linglung; dan gejala umum seperti flu.

  • Cakaran Kucing

Meskipun terlihat sederhana, jika tidak ditangani dengan baik, cakaran kucing dapat menyebabkan infeksi yang disebabkan bakteri Bartonella henselae, Staphylococcus, Streptococcus, dan Pasteurella. Perawatan luka cakaran kucing harus dilakukan dengan benar untuk meminimalisir risikonya.

Di dalam dunia medis, penyakit akibat cakaran kucing dikenal sebagai “demam cakaran kucing”. Orang yang baru saja tercakar kucing, apalagi kucing liar, harus segera datang ke rumah sakit. Kalau bisa, sebelum cakaran kucing itu “berumur” 8 jam. Langkah ini diperlukan untuk mencegah datangnya infeksi.

Sama seperti penyakit pada umumnya, cakaran kucing akan menimbulkan berbagai macam gejala pada tubuh sang penderita. Beberapa gejala itu bahkan membutuhkan penanganan medis yang serius dan segera.

Tanda paling mudah untuk mendeteksi adanya infeksi setelah menerima cakaran kucing adalah demam. Kondisi itu memang sebuah mekanisme alami tubuh untuk mempertahankan diri dari serangan bakteri. Selain itu, gejala-gejala seperti pusing atau sakit kepala, kelelahan, benjolan merah, dan menurunnya nafsu makan juga mungkin dirasakan.

Untuk memperkecil risiko munculnya infeksi, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah menekan bagian luka cakaran kucing, hingga darahnya keluar. Hal ini dilakukan agar bakteri bisa dikeluarkan lewat darah.

Kemudian, bersihkan luka cakaran kucing dengan air bersih yang mengalir. Hentikan perdarahannya dengan kain bersih dan oleskan salep untuk luka, jika ada. Setelah itu, tutuplah luka dengan perban sampai Anda datang ke dokter untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

  • Kencing Tikus

Hampir semua orang sepakat bahwa tikus adalah hewan kotor dan menjijikan. Dia bisa membawa berbagai penyakit bagi manusia. Air kencingnya bahkan diklasifikasikan sebagai penyakit tersendiri. Kencing tikus atau dalam istlah medis disebut leptospirosis tidak bisa disepelekan, pada tahap atau kondisi tertentu, penyakit itu bisa mematikan.

Gejala awal dari leptospirosis ini menyerupai flu, yaitu demam tinggi, sakit kepala, menggigil, dan nyeri. Pada tahap lebih lanjut, muncul gejala berupa muntah, sakit kuning, nyeri perut, diare, dan ruam.

Gejala umumnya terjadi selama sepekan. Jika tidak diobati, infeksi dapat menyebabkan kerusakan ginjal, hati, meningitis, gangguan pernapasan hingga kematian. Kuman penyebab leptospira dapat hidup di air tawar selama lebih kurang 1 bulan. Bahkan leptospira juga bisa bertahan di tanah yang lembap, tanaman, maupun lumpur dalam waktu lama.

Kuman leptospira ini dapat ‘berenang’ di air sehingga bisa menginfeksi kaki manusia yang sedang terluka. Leptospira juga bisa menginfeksi seseorang melalui makanan atau minuman. Umumnya laporan orang yang terkena leptospirosis terjadi setelah banjir.

***

Itulah beberapa bahaya yang bisa diterima manusia jika tidak waspada terhadap hewan-hewan yang ada di sekitar kita. Menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat, serta memastikan hewan peliharaan seperti kucing dan anjing dalam kondisi baik menjadi suatu keharusan.

Jangan sampai anggota keluarga harus menderita lantaran cakaran kucing, gigitan anjing, maupun kencing tikus yang sebenarnya dapat dihindari jika kita peduli dengan lingkungan kita.

Kenali Jenis Vitamin K dan Manfaat Vitalnya bagi Kesehatan

Kenali Jenis Vitamin K dan Manfaat Vitalnya bagi Kesehatan

Apakah Anda familier dengan vitamin K? Seperti yang diketahui, terdapat berbagai macam vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh, seperti vitamin A, B, C, D, K, dan lain sebagainya. Anda mungkin sudah paham betul peran beberapa vitamin yang telah disebutkan. Namun, bagaimana dengan manfaat dari vitamin K untuk kesehatan?

Secara garis besar, peran utama vitamin K adalah membantu proses pembekuan darah agar dapat dilakukan dengan cepat dan mencegah terjadinya pendarahan secara berlebihan.

Mencukupi kebutuhan tubuh akan vitamin K

Vitamin K pada dasarnya terdiri atas beberapa kelompok senyawa, yaitu vitamin K1 dan K2. Beberapa jenis makanan yang kaya akan vitamin K1, antara lain, sayur-sayuran hijau. Sementara itu, Anda bisa mendapatkan kandungan vitamin K2 dari daging, keju, atau telur.

Selain dari beberapa contoh makanan yang kaya akan vitamin K, Anda juga dapat mengonsumsi sayuran dan buah tertentu, seperti bayam, brokoli, asparagus, dan kacang-kacangan. Sebagai variasi pilihan, Anda dapat mengonsumsi stroberi, hati ampela, atau telur.

Apa saja jenis vitamin K?

  • Vitamin K1

Vitamin K1 memiliki peran untuk mencegah pendarahan dan membantu proses pembekuan darah. Bagi beberapa orang yang memiliki risiko terkena cedera tinggi, seperti atlet, tentu kandungan vitamin K1 berperan penting untuk mencegah pendarahan berlebih yang berakibat kehabisan darah.

  • Vitamin K2 MK-4

Vitamin K2 jenis ini merupakan vitamin yang paling mudah diserap oleh tubuh. Salah satu fungsinya adalah untuk mencegah adanya penumpukan kalsium di seluruh organ tubuh dan pembuluh darah manusia. tidak hanya itu, vitamin ini memiliki sifat antioksidan yang berperan untuk mencegah pemicu terjadinya kanker.

  • Vitamin K2 MK-7

Jika vitamin K2 MK-4 memiliki sifat yang mudah diserap oleh tubuh, vitamin K2 MK-7 ini mudah diserap ke dalam tulang. Tidak heran jika vitamin ini memiliki peran utama untuk melindungi dan mencegah tulang dari keropos atau kelainan tulang lainnya.

Manfaat dan peran vitamin K di atas, hanyalah segelintir contoh dari beragam manfaat yang tidak disebutkan. Penting bagi Anda untuk tetap menjaga keseimbangan jumlah vitamin K agar kondisi tubuh selalu prima.

Sering Mengalami Migrain? Bisa Jadi Tanda Kekurangan Vitamin B2

Sering Mengalami Migrain? Bisa Jadi Tanda Kekurangan Vitamin B2

Apakah Anda sering mengalami sakit kepala sebelah? Sakit kepala sebelah atau yang dikenal dengan migrain ini umumnya disebabkan karena kekurangan vitamin dalam tubuh. Salah satu vitamin yang tidak boleh dianggap sepele adalah vitamin B2.

Seperti apa sebenarnya migrain itu dan bagaimana memenuhi kebutuhan vitamin B2 untuk tubuh dapat mencegah gejala migrain? Mari simak penjelasannya lebih lanjut di bawah ini!

Mengenal migrain atau sakit kepala sebelah

Sakit kepala yang dirasa sangat berat, seperti berdenyut di salah satu sisi kepala merupakan gejala dari migrain. Migrain biasanya diikuti dengan gejala lain, seperti mual, muntah, dan lebih sensitif terhadap cahaya terang.

Dalam beberapa kasus tertentu, seseorang yang menderita migrain akan merasa sangat kesakitan, sehingga mengganggu aktivitas sehari-sehari. Rasa sakit ini dapat berlangsung dalam waktu yang cukup lama, sekitar beberapa jam dan dapat terjadi secara berulang dalam beberapa hari ke depan.

Memang terdengar sederhana, hanya sakit kepala. Tetapi, jika dibiarkan dan tidak ditangani sesegera mungkin, migrain dapat memicu komplikasi lain yang lebih serius, seperti stroke. Seseorang yang menderita migrain memiliki risiko dua kali lebih tinggi terkena stroke. Tidak hanya itu, migrain juga berdampak pada kesehatan mental orang yang bersangkutan. Beberapa gangguan mental yang mungkin dapat terjadi, antara lain depresi, bipolar, gangguan panik, hingga kecemasan.

Hingga saat ini, penyebab migrain sebenarnya belum diketahui secara jelas. Namun, beberapa ahli memperkirakan bahwa terdapat faktor keturunan dan lingkungan yang berkontribusi memicu seseorang menderita migrain.

Cegah migrain dengan penuhi kebutuhan vitamin B2

Sebuah hasil studi menyebutkan bahwa dengan mengonsumsi suplemen 400 mg vitamin B2 setiap hari bagi penderita migrain, dapat mencegah serangan migrain selanjutnya. Konsumsi vitamin ini perlu dilakukan setidaknya selama tiga bulan berturut-turut secara rutin.

Fungsi vitamin B2 selain untuk mencegah migrain, ia juga berperan dalam mencegah penyakit mata, seperti katarak dan glaukoma.

Anda dapat memenuhi kebutuhan vitamin B2 dengan mengonsumsi makanan berikut:

  • Daging sapi
  • Produk kacang-kacangan, seperti tahu, tempe, susu kedelai
  • Susu rendah lemak dan produk sejenisnya, seperti yoghurt
  • Ikan salmon
  • Jamur
  • Bayam
  • Kacang almond
  • Alpukat
  • Telur
Manfaat Vaksin BCG bagi Tubuh yang Tak Boleh Dilewatkan

Manfaat Vaksin BCG bagi Tubuh yang Tak Boleh Dilewatkan

Penemuan vaksin BCG dimulai pada tahun 1905 yang diinisiasi oleh dua peneliti asal Prancis, Albert Calmette dan Camille Guerin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan vaksin yang dapat bekerja secara efektif dalam mengatasi tuberkulosis (TBC). Hasil dari penelitian tersebut ditemukan fakta bahwa infeksi bakteri bacillus dalam dosis yang kecil dan yang telah dilemahkan, memiliki efek yang protektif terhadap infeksi TB. Pada akhirnya, penelitian tersebut menghasilkan temuan vaksin BCG. Nama tersebut diambil dari nama kedua peneliti vaksin, yaitu Bacilli of Calmette and Guerin (BCG).

Apa saja manfaat atau kegunaan dari vaksin BCG?

Penggunaan vaksin BCG ditujukan baik untuk orang dewasa maupun anak-anak yang belum pernah terinfeksi TB. Vaksin ini sangat dianjurkan untuk mereka yang memiliki kontak dekat dengan penderita TB.

Pemberian vaksin BCG dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu secara intradermal dan intravesikal. Penggunaan vaksin ini tentu disesuaikan dengan tujuannya. Walaupun pada dasarnya vaksin BCG memiliki fungsi utama untuk mengatasi TB, namun vaksin ini juga dapat mengatasi dan mencegah gangguan pada kandung kemih.

Sebagai vaksin untuk mencegah TB, BCG akan diberikan secara intradermal dengan dosis 0.1 mL untuk orang dewasa dan 0.05 mL untuk anak yang berusia kurang dari 12 bulan dengan diinjeksikan secara perlahan pada otot deltoid. Pemberian dosis vaksin ini berbeda-beda untuk tiap orangnya. Maka dari itu, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk menggunakan vaksin BCG.

Sementara itu, vaksin BCG berguna sebagai profilaksis atau pencegah dan sekaligus terapi dari karsinoma in situ kandung kemih. Vaksin BCG akan diberikan sekali dalam seminggu dengan durasi enam minggu berturut-turut.

Apakah ibu hamil boleh mendapatkan vaksin BCG?

Vaksin BCG termasuk ke dalam kategori C. kategori ini digunakan untuk mendeskripsikan vaksin yang diujicobakan pada hewan dan menunjukkan efek buruk terhadap janin. Namun, hingga saat ini belum ada informasi lebih jelas tentang indikasinya terhadap janin manusia. Dengan begitu, penggunaan vaksin ini untuk ibu hamil membutuhkan pertimbangan matang-matang.

Beberapa efek dari penggunaan vaksin BCG yang telah diketahui yaitu, nyeri perut, mual, demam ringan, nyeri otot, dan diare. Pemberian vaksin BCG di dalam kandung kemih dapat meningkatkan risiko cedera dinding kemih, anemia, infeksi saluran kemih, dan inkontinensia urin.

Jika Anda mengalami gejala seperti yang disebutkan, segera hubungi dokter agar bisa mendapatkan penanganan yang tepat secara lebih dini.

Dampak Terapi Okupasi Bagi Perkembangan Anak dengan Autisme

Dampak Terapi Okupasi Bagi Perkembangan Anak dengan Autisme

Kesulitan untuk melakukan aktivitas sehari-hari sering ditemui oleh anak-anak dengan gangguan spektrum autisme. Gangguan ini dapat menyebabkan anak mengalami kesulitan dalam memahami peraturan sosial, ketidakpatuhan terhadap peraturan sosial yang berlaku, kurang fleksibel terhadap hal-hal baru, ketertarikan pada hal yang dikenal saja sehingga sulit untuk mendapatkan hal baru, perilaku repetitif, hingga gangguan aktivitas (hipo atau hiperaktif).

Terapi okupasi dan autisme

Meskipun hingga saat ini penyebab gangguan spektrum autisme belum diketahui, tetapi pada umumnya anak dengan gangguan autisme membutuhkan beberapa terapi seperti, terapi okupasi. Terapi okupasi bukanlah terapi yang berhubungan dengan pekerjaan, terapi ini bertujuan untuk membantu orang-orang dengan disabilitas fisik, sensorik atau kognitif dapat hidup dengan mandiri dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

Diharapkan anak-anak dengan gangguan spektrum autisme dapat bermain, bersekolah, dan melakukan kegiatan sehari-hari secara mandiri, sehingga kualitas hidup baik di sekolah dan di rumah meningkat. Berikut kemampuan yang dapat dicapai dengan terapi okupasi:

  • Merawat diri sendiri, seperti toilet training, memakai baju secara mandiri, menggosok gigi, dan menyisir rambut.
  • Kemampuan motorik halus seperti kemampuan memegang pensil untuk menulis
  • Kemampuan motorik kasar seperti berjalan atau mengendarai sepeda
  • Kemampuan persepsi dengan harapan anak dengan gangguan spektrum autisme dapat membedakan warna, bentuk, dan ukuran
  • Kepekaan terhadap tubuh sendiri dan hubungan antar anggota tubuh yang lain
  • Kemampuan visual untuk membantu dalam membaca dan menulis
  • Kemampuan untuk beradaptasi, bersosialisasi, menyelesaikan masalah, dan berkomunikasi.

Meningkatkan kemampuan anak dengan autisme melalui terapi okupasi

Meskipun terlihat sepele, ternyata dengan meningkatnya kemampuan tersebut pada anak dengan gangguan spektrum autisme dapat membantu mereka untuk membangun hubungan dengan orang lain, melatih konsentrasi, mengungkapkan perasaan dengan cara yang lebih tepat, bermain, dan dapat mengontrol diri sendiri. Sangat penting bagi para orang tua untuk memahami bahwa gangguan spektrum autisme memiliki variasi gejala yang berbeda mulai dari ringan hingga berat. Kebutuhan dan efek terapi okupasi juga akan berbeda-beda sesuai dengan spektrum gejala autisme yang timbul pada anak

Ini Dia Cara Mengobati Sinusitis Akut Secara Mandiri di Rumah

Ini Dia Cara Mengobati Sinusitis Akut Secara Mandiri di Rumah

Bagi penderita sinusitis, ketika gejala ini kembali mengganggu, tentu akan menimbulkan rasa tidak nyaman, sehingga tidak jarang menghambat aktivitas sehari-hari. Terlebih, jika yang dialami adalah sinusitis akut yang dapat berlangsung hingga dua minggu lamanya.

Beberapa kasus sinusitis akut membutuhkan bantuan dokter untuk mengatasinya. Namun, terdapat beberapa cara yang Anda dapat lakukan secara mandiri di rumah jika gejala sinusitis kembali menyerang. Simak informasi selengkapnya berikut ini!

Cara mengobati sinusitis akut di rumah:

  • Mengompres dengan air hangat

Cara ini dapat Anda lakukan dengan mencelupkan handuk ke dalam air hangat, memerasnya, dan kemudian menempelkan handuk tersebut ke area wajah yang menjadi titik lokasi sinus. Dengan cara ini, Anda dapat mengurangi rasa nyeri yang disebabkan oleh peradangan sinus. Anda dapat mandi dengan air hangat jika ingin mendapatkan manfaat ini secara maksimal.

  • Gunakan pelembab ruangan

Menggunakan pelembab ruangan dapat membantu Anda untuk meredakan hidung tersumbat dan dapat melembabkan rongga sinus yang mengalami peradangan.

  • Gunakan saline nasal spray

Saline nasal spray atau larutan garam atau saline normal, dapat membantu Anda untuk meredakan hidung yang tersumbat. Anda hanya butuh untuk menyemprotkannya ke dalam hidung beberapa kali sehari untuk memaksimalkan manfaat yang didapat.

  • Minum air sesuai dengan anjuran, 8 gelas sehari

Air adalah kebutuhan utama bagi manusia. Khusus untuk kasus sinusitis akut, tubuh Anda akan tetap terhidrasi, sehingga lendir yang tersumbat pada rongga akan menjadi lebih encer dan mudah dikeluarkan.

  • Meninggikan kepala ketika tidur

Cara ini dapat Anda lakukan dengan menggunakan beberapa buah bantal saat tidur agar posisi kepala sedikit lebih tinggi dibanding dengan posisi badan. Dengan begitu, aliran cairan dari sinus akan lebih mudah mengalir menuju hidung.

  • Melakukan irigasi hidung

Proses ini dilakukan dengan mengalirkan air ke dalam rongga hidung dengan botol khusus yang disebut neti pot. Tujuan dari proses ini untuk membersihkan rongga hidung dan sinus. Jika Anda baru pertama kali mencoba prosedur ini, akan lebih baik jika berkonsultasi dengan dokter terlebih dulu.

  • Istirahat yang cukup

Dengan mengistirahatkan diri, Anda akan memiliki lebih banyak waktu untuk memulihkan diri dari kondisi sakit yang dialami.

Selain cara di atas, Anda juga dapat membeli obat over the counter (OTC) yang didapat tanpa resep dokter untuk mengatasi sinusitis akut. Obat yang umumnya digunakan untuk mengatasi kondisi tersebut, yaitu:

  • Kortikosteroid nasal spray: obat semprot hidung dengan kandungan steroid untuk mengurangi peradangan pada sinus dan hidung.
  • Dekongestan OTC berguna untuk mengeringkan lendir.
  • Obat antinyeri berfungsi untuk mengurangi rasa nyeri pada area wajah atau titik sinus.
Fakta Tentang Penyakit Langka Sindrom Patau (Trisomi 13)

Fakta Tentang Penyakit Langka Sindrom Patau (Trisomi 13)

Sindrom patau adalah kelainan genetik langka yang hanya terjadi pada 1 dari 500 kelahiran. Penyakit ini disebabkan oleh tambahan salinan kromosom 13 pada beberapa atau sel tubuh. Pada kondisi normal, kromosom berjumlah 23 pasang atau 46 buah. Akan tetapi, pada penderita sindrom patau ini, jumlah kromosom berjumlah 47 buah karena kromosom 13 yang seharusnya berjumlah dua buah membelah menjadi tiga bagian. Oleh karena itu, penyakit ini dikenal juga sebagai trisomi 13.

Kelebihan satu kromosom saja, sangat mengganggu perkembangan janin di dalam tubuh. Tidak jarang janin akhirnya meninggal di dalam kandungan. Sedangkan bayi yang bisa selamat saat lahir biasanya memiliki berat badan yang rendah yang diikuti dengan berbagai macam masalah kesehatan lainnya. Namun, bayi dengan sindrom patau ini biasanya akan meninggal dunia sebelum mereka berusia 1 tahun.

Gejala bayi yang lahir dengan sindrom patau

  • Terdapat celah bibir dan langit-langit
  • Masalah dengan perkembangan saluran hidung
  • Mata kecil atau berukuran abnormal
  • Jarak antar mata terlalu dekat
  • Tidak ada 1 atau kedua mata
  • Ukuran kepala lebih kecil dari ukuran normal
  • Tidaknya ada kulit pada permukaan kulit
  • Malformasi telinga atau tuli
  • Tanda lahir timbul

Sindrom patau juga dapat menimbulkan masalah kesehatan lainnya, seperti:

  • Kecacatan perut, tepatnya saat daerah pertu tidak berkembang sepenuhnya di dalam rahim. Salah satu komplikasinya adalah bayi lahir dengan usus di luar tubuh, tertutup oleh membrane dan diketahui dengan exomphalosoromphalocoele
  • Kista daerah perut di ginjal
  • Pada bayi laki-laki, penis berukuran kecil yang tidak normal
  • Pada bayi perempuan, klitoris berukuran besar

Sayangnya, seperti kelainan bawaan lahir pada umumnya, tidak diketahui penyebab pastinya mengapa trisomy 13 bisa terjadi pada beberapa bayi. Selain itu, tidak ada langkah pencegahan dan pengobatan yang bisa dilakukan oleh orang tua terhadap sindrom patau. Dengan kata lain, orang tua hanya bisa berdoa agar bayinya bisa lahir tanpa masalah kesehatan bawaan, seperti sindrom patau ini.

Ini Perbedaan Antara Polip Rahim dan Polip Serviks

Ini Perbedaan Antara Polip Rahim dan Polip Serviks

Jangan keliru, polip rahim tidak sama dengan polip serviks. Keduanya sering tertukar atau bahkan dianggap sama. Polip merupakan pertumbuhan jaringan abnormal dan bentuknya seperti benjolan kecil dengan tekstur lunak. Polip bisa tumbuh di mana saja seperti hidung, perut, saluran telinga, usus besar, tenggorokan, rahim, dan juga serviks.

Beda polip rahim dan polip serviks

Polip rahim adalah benjolan lunak yang tumbuh di jaringan yang melapisi rahim (endometrium). Ukurannya juga berbeda-beda, bisa kecil hingga besar. Polip bukanlah kanker, sehingga terkadang penderitanya tidak merasakan apapun. Salah satu hal yang kerap dikaitkan dengan polip rahim adalah hormon. Itulah penyebab mengapa ada yang menyebut bahwa polip rahim bisa hilang dengan sendirinya seiring dengan berubahnya hormon dalam tubuh.

Wanita yang berisiko mengalami polip rahim adalah perempuan yang berada di usia 40-50 tahun dalam masa pra-menopause atau sudah mengalami menopause. Selain itu, penderita diabetes dan hipertensi juga berisiko mengalami polip rahim. Sementara itu, polip serviks tumbuh di saluran penghubung rahim dan vagina. Warnanya kemerahan, keabuan, atau keunguan. Bentuknya juga seperti batang tipis dengan panjang 1-2 cm. polip serviks ini bisa tumbuh tunggal atau berkelompok.

Berbeda dengan polip rahim, polip serviks bisa muncul karena kadar estrogen yang cukup tinggi atau pertumbuhannya tidak normal. Biasanya, polip serviks diderita wanita berusia diatas 20 tahu yang sudah pernah melahirkan. Gejala yang mungkin dirasakan adalah menstruasi dengan darah yang lebih banyak, keputihan berbau, hingga pendarahan usai berhubungan seks.

Apakah polip rahim dan polip serviks berbahaya bagi kehamilan?

Salah satu kekhawatiran bagi wanita ketika ada polip rahim ataupun polip serviks adalah pengaruhnya bagi kehamilan. Polip bisa saja menyebabkan keguguran, sulit hamil, atau perdarahan. Terlebih polip rahim bisa menghalangi sel telur yang telah dibuahi untuk menempel di rahim. Selain itu, polip serviks juga bisa menghalangi leher rahim.

Tidak ada salahnya untuk memeriksakan diri jika merasakan gejala yang tidak normal pada tubuh. Jika memang diketahui ada polip rahim atau polip serviks, dokter akan membantu proses pengobatannya

Waspada! Konsumsi Alkohol Berlebihan Bisa Terkena Avaskular Nekrosis

Waspada! Konsumsi Alkohol Berlebihan Bisa Terkena Avaskular Nekrosis

Avaskular nekrosis atau nekrosis tulang adalah terjadinya kematian sel-sel tulang akibat kurangnya suplai darah. Sama seperti sel-sel dan jaringan tubuh lainnya, tulang juga perlu suplai darah yang mengantarkan oksigen dan nutrisi supaya bisa tetap sehat. Jika suplai darah ke tulang terhambat atau berkurang, lama-lama sel-sel tulang akan mati dan tulang jadi keropos alias terjadi nekrosis.

Pada sebuah wawancara yang dimuat di ETHealthWorld, dr. Ameet Pispati, seorang ahli bedah ortopedi di sebuah rumah sakit di Mumbai, India, menyatakan keprihatinan soal pasien-pasien dengan usia di bawah 40 tahun yang datang dengan keluhan sakit di tulang panggul, sulit berjalan dan keterbatasan gerak untuk aktivitas sehari-hari. Pasien-pasien tersebut menderita avaskular nekrosis yang kebanyakan disebabkan oleh alkohol.

Sedangkan menurut dr. Ameet Pispati, banyak dari pasien usia mudanya yang memiliki kebiasaan mengonsumsi alkohol secara berlebihan, dan kebiasaan itulah yang jadi pangkal timbulnya penyakit pada tulang. Masuknya alkohol yang berlebihan ke dalam tubuh lama-lama akan meningkatkan kadar lemak dalam darah, lemak tersebut dapat menumpuk dan menghambat suplai darah ke tulang sehingga terjadi nekrosis tulang.

Selain konsumsi alkohol yang berlebihan, penyebab lainnya dari nekrosis tulang adalah penggunaan steroid dosis tinggi dalam jangka panjang, cedera tulang yang tidak ditangani dengan tepat, kebiasaan merokok, penyakit tertentu dan pengobatan medis tertentu seperti radiasi dan kemoterapi.

Oleh karena itu, tanpa perawatan medis mungkin saja kerusakan pembuluh darah tidak tertangani sehingga mengganggu suplai darah ke tulang dan menyebabkan nekrosis. Penyebab loan dari nekrosis tulang adalah penggunaan kortikosteroid dalam jangka panjang atau dengan dosis yang tinggi, konsumsi alkohol yang berlebihan, kondisi medis tertentu seperti mengidap penyakit anemia sel sabit, dan pengobatan medis misalnya kemoterapi dan radiasi. Gejala-gejala nekrosis tulang yang biasa terjadi adalah rasa sakit di tulang atau sendi.

Awalnya rasa sakit akan muncul saat ada tekanan pada tulang, lama kelamaan rasa sakit akan semakin parah dan muncul secara konstan sehingga mengganggu kemampuan gerak. Penanganan avaskular nekrosis juga ditentukan oleh dokter berdasarkan usia penderita, kondisi kesehatannya secara umum dan riwayat kesehatannya. Tingkat keparahan penyakit serta lokasi dan jumlah tulang yang terkena nekrosis juga menjadi pertimbangan dalam menentukan pengobatan nekrosis tulang. Tujuan pengobatan nekrosis tulang adalah untuk mencegah kerusakan yang lebih jauh pada tulang dan sendi.