Tips Orang Tua untuk Anak yang Belajar Berhitung

Tips Orang Tua untuk Anak yang Belajar Berhitung

Belajar berhitung bagi anak tidak bisa dilakukan secara cepat dan membuat anak langsung bisa. Belajar berhitung harus dilakukan secara bertahap dan perlahan. Selain itu belajar berhitung bagi anak harus dilakukan dengan menyenangkan agar tidak menjadi beban. 

Tips mendampingi anak belajar berhitung

Berikut ini ada beberapa tips untuk orang tua yang sedang mengajari anak belajar berhitung, di antaranya yaitu:

Kenalkan Konsep Berhitung

Ajarkan konsep berhitung yang tepat pada anak sejak dini. Hal ini akan menghindarkan anak dari kasus menghafal. Menurut Chua Chin Loong, co-founder dan Head of Curriculum at Seriously Addictive Mathematics, berhitung dengan cara mengingat atau menghafal justru menimbulkan masalah pada anak kelak. Mengenalkan konsep berhitung bisa dimulai dengan menghitung jumlah kancing baju anak, menghitung jari-jari tangannya ketika sedang mandi, menghitung jumlah mobil di parkiran, dan sebagainya. Buatlah kegiatan menghitung menjadi suatu yang menyenangkan.

Gunakan Contoh Pasti

Dari pada sekedar menulis atau menunjukan angka-angka pada anak, lebih baik tunjukan dengan real object sesuai dengan jumlah yang diinginkan. Misalnya, orang tua ingin ajarkan konsep 3 tambah 2, gunakan lima buah apel atau lima keping lego atau benda-benda apa pun yang sudah lebih dikenal anak. Ambil 3 buah apel di atas meja, minta anak untuk menghitungnya. Lalu ambil 2 buah apel lainnya dan letakan di samping 3 apel tadi. Kemudian minta anak menghitung jumlahnya secara keseluruhan. Cara ini membuat anak belajar berhitung dengan mudah.

Membuat Progress Berkala

Setelah anak belajar pertambahan menggunakan metode apel, saatnya orang tua kenalkan konsep hitung pengurangan. Metode yang digunakan masih bisa menggunakan benda-benda yang ada di sekitarnya. Anda bisa menggunakan buah apel lagi, susun menyamping 5 buah apel. Lalu tanyakan terlebih dahulu pada anak, ada beberapa buah apel yang ada di atas meja. Jika anak berhasil menghitungnya, minta dia untuk ambil 2 buah apel. Letakan buah apel di meja yang lain. Tanyakan kembali, ada berapa buah apel yang tersisa. Sambil anda melakukan ini, coba tuliskan angka 5 di atas kertas saat anak berhasil menghitung buah apel. Lalu tuliskan angka 2 setelah ia mengambil 2 buah apel, dan tuliskan angka 3 ketika ia berhasil menjawab berapa buah apel yang tersisa.

Hindari Memaksa Terlalu Cepat

Sebaiknya ajarkan anak sesuai dengan tahap perkembangan dan tahap belajarnya. Jangan terburu-buru mengajarkan berhitung yang abstrak, karena yang cepat belum tentu tepat. Jangan ajarkan anak ke tahap yang lebih advance jika ia belum paham dengan konsep dasarnya. Amati dan nilai kemampuan dan pemahaman anak. Jika diperlukan, kembali ke tahap awal. Meski hal ini terlihat buang-buang waktu dan energi, tidak apa. Fokus Anda adalah agar anak memiliki kemampuan berhitung yang baik.

Kemampuan berhitung memang penting, tapi bukan segalanya. Masih ada banyak lagi kemampuan anak yang perlu diasah, misalnya kemampuan berbahasa, kemampuan bersosialisasi, dan sebagainya. Pengalaman fisik dan pengalaman matematis logis sangat penting dalam mengembangkan pengetahuan anak. Anak tak hanya butuh kemampuan berhitung, tapi juga pengalaman fisik, yang ia dapat dari bermain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *