Benarkah Klaim Manfaat Kayu Manis untuk Diet?

Benarkah Klaim Manfaat Kayu Manis untuk Diet?

Ketika kita membicarakan seputar menurunkan berat badan, banyak orang mencari-cari cara instan dan cepat. Meskipun kita tahu bahwa olahraga dan diet yang sehat merupakan cara terbaik dalam menurunkan berat badan, kita terus mencari-cari alternatif lain yang terbukti mumpuni. Salah satu trend menurunkan berat badan yang paling populer saat ini adalah menggunakan kayu manis dan madu dalam diet sehari-hari Anda. Orang-orang mencampur kombinasi keduanya dalam teh, menggunakannya sebagai topping makanan lain, atau bahkan mengonsumsinya langsung. Yang menjadi pertanyaan berikutnya adalah benarkah klaim manfaat kayu manis untuk diet dan madu dapat menurunkan berat badan?

Kayu manis yang memiliki aroma dan rasa unik telah digunakan selama ribuan tahun di banyak peradaban. Mesir Kuno menggunakannya untuk mengawetkan mayat, dan pada masa Kerajaan Romawi, harga kayu manis 15 kali lipat lebih mahal dibandingkan dengan perak. 

Manfaat kayu manis untuk diet dan kesehatan pun didukung oleh sains. Penelitian menunjukkan bahwa kayu manis memiliki sifat anti bakteri, dan anti parasite. Kayu manis juga mengandung antioksidan, sehingga dapat mendukung pemulihan luka atau cedera dan dapat menurunkan tekanan darah dan kolesterol. 

Sementara itu, madu sering dihubungkan dengan cinta, vitalitas, dan kesehatan. Faktanya, madu memang benar-benar memiliki sifat penyembuhan. Namun, kebanyakan dari manfaat kesehatan tersebut hanya bisa didapatkan dari madu mentah dan tidak dipasteurisasi. Selain itu, untuk mendapatkan manfaat kesehatan yang optimal, sangat penting untuk menjaga madu dalam bentuk yang paling murni. 

Memanaskan madu akan mengubah kandungan di dalamnya. Madu adalah agen anti bakteri saat dioleskan ke kulit. Karena kekentalannya, pH yang rendah, dan hidrogen peroksida yang diproduksi oleh enzimnya, madu dapat mencegah infeksi bakteri. Faktanya, penelitian menunjukkan bahwa madu sangat efektif dalam merawat infeksi luka dan luka bakar. 

Penelitian tentang kayu manis dan madu

Penelitian yang mendukung klaim kombinasi manfaat kayu manis untuk diet dan madu sangat sedikit. Akan tetapi, beberapa studi menunjukkan hasil yang cukup menjanjikan. Misalnya, sebuah studi tahun 2017 menemukan bahwa senyawa cinnamaldehyde dapat mengaktifkan thermogenesis. 

Pada saat termogenesis, tubuh menciptakan panas dan membakar kalori dalam prosesnya. Selain itu, sebuah studi tahun 2011 menemukan bahwa mengganti sukrosa dengan madu dapat membantu mencegah pertambahan berat badan. Studi lain tahun 2010 juga menunjukkan bahwa madu dapat mengaktifkan hormon yang menekan nafsu makan. Akan tetapi, saat ini tidak ada bukti yang menyimpulkan bahwa kombinasi manfaat kayu manis untuk diet dan madu dapat membantu Anda dalam menurunkan berat badan. 

Hati-hati konsumsi kayu manis dan madu

Salah satu jenis kayu manis yang umum dijumpai, Cassia cinnamon, mengandung jumlah coumarin yang cukup banyak. Ditemukan di banyak tanaman, kumarin dapat digunakan untuk merawat edema atau retensi air. 

Federal Institute for Risk Assessment dari Jerman melaporkan bahwa dosis kecil coumarin, apabila dikonsumsi selama lebih dari 2 minggu, dapat menyebabkan kerusakan hati. Selain itu, orang-orang yang sudah memiliki penyakit hati bahwa memiliki risiko lebih tinggi menderita kerusakan hati. Namun, hal ini bukan berarti Anda harus menghindari kayu manis. 

Jika Anda mengonsumsi kayu manis dan madu setiap harinya, pastika Anda memilih kayu manis Ceylon yang mengandung konsentrasi coumarin dalam jumlah yang lebih rendah. Meskipun klaim kombinasi manfaat kayu manis untuk diet dan madu masih belum terbukti dalam menurunkan berat badan secara ilmiah, Anda masih bisa mendapatkan manfaat kesehatan lainnya dari konsumsi keduanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *