Praktis dan Mudah, Begini Langkah-langkah Cara Menyimpan ASI

Praktis dan Mudah, Begini Langkah-langkah Cara Menyimpan ASI

Terkadang, ASI perlu dikeluarkan untuk meredakan pembengkakan di payudara. Mungkin, seluruh ASI tersebut tidak bisa langsung diberikan pada sang bayi. Oleh sebab itu, Anda bisa mencoba mencari tahu cara menyimpan ASI setelah dikeluarkan. 

Langkah ini bisa menjadi salah satu cara efektif untuk menyimpan ASI dalam waktu yang lebih lama. Jadi, apabila nantinya Anda sudah tidak bisa lagi memproduksi ASI dalam jumlah cukup, Anda bisa menggunakan ASI yang sudah disimpan. 

Urutan cara menyimpan ASI

Untuk bisa menyimpan ASI, Anda perlu melalui beberapa tahap. Berikut ini tahap-tahap tersebut: 

  • Memilih wadah penyimpanan

Pertama-tama, Anda harus bijak memilih wadah penyimpanan ASI. Apakah Anda ingin menggunakan botol susu plastik, botol kaca, atau bentuk wadah lain?

Coba pikirkan berapa lama Anda ingin menyimpan ASI tersebut. Apabila ingin disimpan dalam waktu sampai dengan satu tahun, sebaiknya pilih wadah yang praktis dan mudah untuk disusun. 

Jadi, wadah berisi ASI tersebut tidak akan memakan tempat terlalu banyak di freezer Anda. Selain itu, pikirkan juga ketahanan bahan wadah ASI apabila disimpan di freezer dalam waktu yang lama.

  • Persiapan memompa payudara

Tahap kedua dalam cara menyimpan ASI adalah persiapan memompa payudara. Pompa payudara bisa dilakukan dengan dua cara, menggunakan tangan sendiri atau menggunakan pompa khusus yang disebut breast pump.

Jika memompa dengan tangan, pastikan tangan Anda dalam keadaan bersih. Cuci tangan dan payudara Anda menggunakan air dan sabun guna menghilangkan kuman dan bakteri. Ini penting supaya ASI yang disimpan nantinya tidak terkontaminasi dengan kuman dari kulit.

Apabila Anda memilih menggunakan breast pump, Anda mungkin perlu membelinya terlebih dahulu. 

  • Memompa payudara

Anda bisa memompa payudara Anda selama kurang lebih 10 menit di masing-masing sisi payudara. Kumpulkan ASI yang keluar ke wadah yang sudah Anda pilih.

Jangan isi wadah sampai penuh dengan ASI. Sebaiknya, sisakan ¼ ruang pada wadah ASI tersebut. Apabila sudah terisi ¾ botol, pindahlah ke botol berikutnya yang masih kosong. 

Setelah itu, pastikan Anda menutup wadah dengan benar. Jangan gunakan tutup botol berupa dot yang biasanya digunakan untuk memberikan susu pada bayi, karena bentuk tutup yang seperti ini tidak aman untuk menyimpan ASI dalam waktu lama. 

  • Menyimpan ASI di freezer

Cara menyimpan ASI yang paling tepat adalah penyimpanan di freezer. Berikan label pada wadah yang Anda gunakan untuk menandai tanggal dan waktu pengambilan ASI. Jadi, Anda bisa tahu durasi ASI yang disimpan.

Freezer yang ada pada lemari es umumnya bisa menyimpan ASI selama dua minggu. Namun, ASI bisa bertahan sampai dengan satu tahun apabila Anda membeli freezer khusus yang berdiri sendiri, terpisah dari lemari es.

Sebaiknya, atur suhu freezer di suhu yang sangat rendah, yang bisa membuat es krim menjadi sangat keras. Ini akan memberikan efek yang lebih baik untuk penyimpanan ASI dalam jangka panjang.

Akan lebih baik kalau Anda bisa berkonsultasi dengan dokter Anda mengenai cara penyimpanan ASI yang tepat. Dokter akan memberikan arahan mengenai pemilihan wadah, cara memompa, serta menentukan suhu freezer untuk menyimpan ASI. Anda juga bisa mencoba cara menyimpan ASI dengan membeli freezer khusus ASI. Freezer seperti ini cukup banyak dijual di pasaran dengan beragam harga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *