Angka Kematian Bayi Indonesia Tinggi, Apa Tindakan Pemerintah?

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO), Indonesia termasuk sebagai salah satu dari 10 negara dengan angka kematian bayi tertinggi di dunia. Kondisi ini tentu memprihatinkan, karena semakin tingginya jumlah kematian bayi akan berdampak juga pada berkurangnya jumlah generasi baru yang dilahirkan.

Selain itu, tingginya angka ini juga menunjukkan kondisi kesehatan di Indonesia yang masih kurang maksimal. Lalu, apakah pemerintah Indonesia melakukan upaya khusus untuk mengatasi masalah ini?

Program untuk atasi angka kematian bayi yang tinggi

Pemerintah sudah melakukan berbagai macam kebijakan dan program untuk mengatasi angka kematian ibu dan bayi yang sampai saat ini masih cukup tinggi. Beberapa jenis program terbarunya meliputi:

  • Meningkatkan cakupan imunisasi

Imunisasi adalah salah satu upaya untuk mencegah bayi dari serangan penyakit. Program imunisasi memungkinkan tubuh bayi untuk membentuk antibodi terhadap jenis penyakit tertentu, sehingga menjadi lebih kebal terhadap penyakit tersebut.

Pemerintah memberikan program vaksinasi gratis bagi masyarakat. Jika sebelumnya total vaksinasi gratis yang diberikan adalah 11, kini pemerintah sudah meningkatkannya menjadi 14 vaksinasi, di antaranya termasuk vaksinasi PCV, HPV, dan Rotavirus untuk mencegah penyakit diare dan pneumonia.

Untuk memaksimalkan perlindungan terhadap bayi, Anda juga bisa memberikan imunisasi tambahan pada anak, meskipun imunisasi tambahan umumnya tidak tercakup dalam program vaksinasi gratis dari pemerintah. 

  • Meningkatkan Antenatal Care (ANC)

Antenatal Care adalah program pemeriksaan kehamilan yang tujuannya untuk memastikan kesehatan ibu dan bayi hingga bayi tumbuh dan berkembang nantinya. Guna mengatasi angka kematian bayi yang tinggi, pemerintah telah meningkatkan layanan ANC ini.

Sebelumnya, layanan ANC yang disediakan hanya 4, namun kini sudah ditingkatkan menjadi 6. Dua di antara 6 layanan ANC itu adalah layanan wajib untuk berkonsultasi dengan dokter. 

Ini menjadi upaya yang dianggap bisa membantu untuk memonitor serta mengontrol kondisi kesehatan calon bayi sejak masih dalam kandungan sang ibu. Dengan begitu, bayi bisa dipastikan dapat lahir dengan sehat dan mengurangi angka kematian bayi.

  • Meningkatkan infrastruktur USG di puskesmas

Saat ini, puskesmas-puskesmas di Indonesia juga telah dimaksimalkan dengan infrastruktur USG yang lebih komprehensif. Pemerintah berupaya untuk memastikan bahwa semua puskesmas  telah dilengkapi dengan layanan USG.

Hal ini dilakukan guna membantu para ibu hamil agar bisa melakukan pemeriksaan kesehatan bayi dengan mudah di puskesmas. 

Upaya-upaya di atas dilakukan oleh pemerintah guna memastikan bayi dapat lahir dalam kondisi sehat. Selain upaya di atas, masih ada beberapa jenis kebijakan dan program kesehatan lainnya yang ditujukan guna menjaga kesehatan ibu dan bayi dalam proses melahirkan.

Pentingnya memerhatikan angka kematian bayi

Perlu diperhatikan, tingginya angka kematian yang dialami oleh ibu dan bayi bukan hanya merupakan tanggung jawab pemerintah, tapi juga perlu diperhatikan oleh setiap keluarga. Sebagai orang tua, Anda harus memastikan bahwa kondisi bayi dalam kandungan sehat dan bisa dilahirkan dalam keadaan sehat juga. 

Ketika Anda mengabaikan pentingnya merawat diri selama masa kehamilan, kondisi kesehatan bayi Anda akan terancam. Ini memicu risiko kematian bayi setelah dilahirkan. 

Oleh sebab itu, pastikan Anda menjaga kesehatan diri dan juga bayi selama masa kehamilan. Caranya dengan rutin melakukan pemeriksaan ke dokter dan mengonsumsi makanan sehat serta pola hidup sehat. Dengan begitu, Anda bisa berkontribusi dalam mengurangi angka kematian bayi di Indonesia.

Praktis dan Mudah, Begini Langkah-langkah Cara Menyimpan ASI

Praktis dan Mudah, Begini Langkah-langkah Cara Menyimpan ASI

Terkadang, ASI perlu dikeluarkan untuk meredakan pembengkakan di payudara. Mungkin, seluruh ASI tersebut tidak bisa langsung diberikan pada sang bayi. Oleh sebab itu, Anda bisa mencoba mencari tahu cara menyimpan ASI setelah dikeluarkan. 

Langkah ini bisa menjadi salah satu cara efektif untuk menyimpan ASI dalam waktu yang lebih lama. Jadi, apabila nantinya Anda sudah tidak bisa lagi memproduksi ASI dalam jumlah cukup, Anda bisa menggunakan ASI yang sudah disimpan. 

Urutan cara menyimpan ASI

Untuk bisa menyimpan ASI, Anda perlu melalui beberapa tahap. Berikut ini tahap-tahap tersebut: 

  • Memilih wadah penyimpanan

Pertama-tama, Anda harus bijak memilih wadah penyimpanan ASI. Apakah Anda ingin menggunakan botol susu plastik, botol kaca, atau bentuk wadah lain?

Coba pikirkan berapa lama Anda ingin menyimpan ASI tersebut. Apabila ingin disimpan dalam waktu sampai dengan satu tahun, sebaiknya pilih wadah yang praktis dan mudah untuk disusun. 

Jadi, wadah berisi ASI tersebut tidak akan memakan tempat terlalu banyak di freezer Anda. Selain itu, pikirkan juga ketahanan bahan wadah ASI apabila disimpan di freezer dalam waktu yang lama.

  • Persiapan memompa payudara

Tahap kedua dalam cara menyimpan ASI adalah persiapan memompa payudara. Pompa payudara bisa dilakukan dengan dua cara, menggunakan tangan sendiri atau menggunakan pompa khusus yang disebut breast pump.

Jika memompa dengan tangan, pastikan tangan Anda dalam keadaan bersih. Cuci tangan dan payudara Anda menggunakan air dan sabun guna menghilangkan kuman dan bakteri. Ini penting supaya ASI yang disimpan nantinya tidak terkontaminasi dengan kuman dari kulit.

Apabila Anda memilih menggunakan breast pump, Anda mungkin perlu membelinya terlebih dahulu. 

  • Memompa payudara

Anda bisa memompa payudara Anda selama kurang lebih 10 menit di masing-masing sisi payudara. Kumpulkan ASI yang keluar ke wadah yang sudah Anda pilih.

Jangan isi wadah sampai penuh dengan ASI. Sebaiknya, sisakan ¼ ruang pada wadah ASI tersebut. Apabila sudah terisi ¾ botol, pindahlah ke botol berikutnya yang masih kosong. 

Setelah itu, pastikan Anda menutup wadah dengan benar. Jangan gunakan tutup botol berupa dot yang biasanya digunakan untuk memberikan susu pada bayi, karena bentuk tutup yang seperti ini tidak aman untuk menyimpan ASI dalam waktu lama. 

  • Menyimpan ASI di freezer

Cara menyimpan ASI yang paling tepat adalah penyimpanan di freezer. Berikan label pada wadah yang Anda gunakan untuk menandai tanggal dan waktu pengambilan ASI. Jadi, Anda bisa tahu durasi ASI yang disimpan.

Freezer yang ada pada lemari es umumnya bisa menyimpan ASI selama dua minggu. Namun, ASI bisa bertahan sampai dengan satu tahun apabila Anda membeli freezer khusus yang berdiri sendiri, terpisah dari lemari es.

Sebaiknya, atur suhu freezer di suhu yang sangat rendah, yang bisa membuat es krim menjadi sangat keras. Ini akan memberikan efek yang lebih baik untuk penyimpanan ASI dalam jangka panjang.

Akan lebih baik kalau Anda bisa berkonsultasi dengan dokter Anda mengenai cara penyimpanan ASI yang tepat. Dokter akan memberikan arahan mengenai pemilihan wadah, cara memompa, serta menentukan suhu freezer untuk menyimpan ASI. Anda juga bisa mencoba cara menyimpan ASI dengan membeli freezer khusus ASI. Freezer seperti ini cukup banyak dijual di pasaran dengan beragam harga.

Hati-hati, Ini Efek Samping Ibu Menyusui Berpuasa

Hati-hati, Ini Efek Samping Ibu Menyusui Berpuasa

Ibu hamil dan menyusui memang tidak diwajibkan untuk ikut berpuasa di bulan Ramadan. Tapi, boleh-boleh saja ibu menyusui berpuasa asal tetap menjaga kesehatan baik ibu dan juga sang anak.

Sebab, berpuasa dalam jangka waktu yang panjang seperti saat di bulan Ramadan bisa menyebabkan sejumlah efek samping. Kenali efek samping tersebut untuk mengantisipasi sebelum Anda ikut berpuasa.

Efek samping ibu menyusui berpuasa

Ada beberapa efek samping yang bisa terjadi saat ibu menyusui berpuasa, oleh karena itu diperbolehkan tidak ikut puasa saat bulan Ramadan. Ibu menyusui butuh asupan kalori yang banyak baik untuk dirinya maupun bayi yang ia susui.

Apa saja efek samping yang bisa terjadi? Berikut penjelasannya:

1. Efek samping pada bayi

Apabila Anda memutuskan untuk ikut berpuasa, tidak ada efek samping yang dapat terjadi pada bayi Anda. Sebab tubuh akan terus memproduksi ASI seperti biasanya, meskipun kemungkinan Anda bisa mengalami penurunan asupan kalori.

Saat tubuh membakar energi dari makanan terakhir Anda, ia akan beradaptasi dan menggunakan energi dari penyimpanan lainnya. Misal seperti dari penyimpanan gula darah, kemudian akan mengubah lemak jadi gula darah.

2. Efek samping pada produksi ASI

Produksi ASI memang bisa berisiko berkurang saat Anda memutuskan untuk berpuasa, namun tidak terlalu banyak. Kadar kandungan ASI bisa berubah, misalnya beberapa jenis vitamin dan mikronutrien lainnya. 

Bayi bisa beradaptasi terhadap perubahan ini. Namun tentu saja, bayi Anda bisa berisiko memperlambat penambahan berat badan bayi jika berpuasa sebulan penuh sehingga Anda benar-benar perlu memperhatikan asupan makanan Anda cukup dan bernutrisi. 

3. Efek samping pada ibu menyusui

Tubuh Anda bisa beradaptasi dengan baik selama berpuasa, namun tentu saja jika dilakukan dalam waktu yang lama tentu kadar gula darah Anda bisa berisiko jadi rendah. Gula darah rendah bisa menyebabkan masalah kesehatan serius bila tidak segera ditangani. 

Selain itu, Anda juga berisiko mengalami dehidrasi karena kekurangan cairan. Kenali gejala dehidrasi dan segera batalkan puasa jika mengalaminya, seperti rasa haus, warna urine gelap, pusing, serta lemas.

Oleh karena itu, sangat penting bagi Anda agar mengonsumsi makanan yang seimbang, dengan kalori yang cukup dan juga bernutrisi tinggi. Karena jika puasa menyebabkan perubahan kandungan nutrisi di dalam ASI, tentunya perubahan ini juga terjadi pada asupan nutrisi di dalam tubuh Anda.

Kemudian, jangan lupa perhatikan asupan cairan Anda. Asupan cairan yang cukup akan membantu memperlancar produksi ASI dan juga proses puasa Anda.

Anda bisa memperbanyak asupan cairan Anda saat sahur dan saat berbuka puasa. Ibu menyusui membutuhkan cairan yang lebih banyak untuk menjaga tubuh dan juga bayi agar tetap sehat. 

Dengan mempertimbangkan beberapa risiko di atas, tentunya sangat disarankan bagi ibu menyusui untuk tidak berpuasa. Terlebih lagi, Islam juga tidak mewajibkan puasa di bulan Ramadan bagi ibu menyusui.

Selain itu, sebaiknya Anda menunggu usia anak Anda sedikit lebih tua sehingga tidak terlalu bergantung pada ASI. Umumnya di atas usia 6 bulan pada saat bayi sudah mulai bisa mengonsumsi makanan pendamping ASI atau MPASI.

Konsultasikan dengan dokter kandungan Anda sebelum memutuskan untuk ikut berpuasa. Sehingga Anda mengetahui apa saja yang perlu diperhatikan oleh ibu menyusui berpuasa selama sebulan penuh agar tidak menimbulkan berbagai macam risiko dan masalah bagi kesehatan ibu serta bayi.

Bagaimana Cara Menyendawakan Bayi yang Benar dan Aman?

Bagaimana Cara Menyendawakan Bayi yang Benar dan Aman?

Anda adalah orang tua baru dan sudah membantu si kecil bersendawa sejak bulan pertama. Lalu, kapan Anda bisa berhenti membantu menyendawakan bayi? Apakah ada cara menyendawakan bayi yang perlu diperhatikan?

Pertanyaan ini wajar, banyak orang merasakan hal yang sama. Anda mungkin mengamati si kecil sudah mulai bersendawa dengan lebih mudah.

Masalahnya, sendawa pada setiap bayi berbeda-beda. Bahkan ada bayi yang tidak perlu bersendawa sama sekali, ada pula yang kesulitan bersendawa.

Nah jika sejak awal bayi Anda bisa bersendawa dengan lancar, seharusnya Anda tidak perlu menghadapi banyak masalah.

Lalu jika sendawa si kecil sudah lancar, kapan bisa berhenti menyendawakan bayi?

Apakah perlu menyendawakan si kecil?

Sendawa adalah salah satu dari banyak tugas orang tua sampai anak tumbuh jadi lebih mandiri. Orang dewasa dapat dengan mudah bersendawa sendiri, tapi bayi masih membutuhkan bantuan dari orang tua.

Anda seharusnya dapat mengenali apakah si kecil adalah tipe yang bisa makan tanpa sendawa atau harus bersendawa setiap kali selesai makan.

Perhatikan juga reaksi si kecil yang terlalu sering muntah atau kentut. Ada kemungkinan penyakit asam lambung, konsultasikan ke dokter.

Jika bayi Anda mengalami kondisi kolik dan tidak bisa bersendawa, fokuslah membantu bayi mendapatkan kenyamanan, jangan terlalu khawatir dengan sendawa si kecil.

Katakanlah bayi Anda cukup banyak bersendawa di siang hari, Anda tetap harus membantunya bersendawa setiap selesai makan malam. 

Usahakan membantu bayi bersendawa semaksimal mungkin, hal ini mungkin berdampak pada tidur yang lebih lelap.

Memang risiko tersedak saat gumoh cukup kecil, tapi coba tidak memberi makan si kecil secara berlebihan.

Berapa lama sekali sendawa bayi?

Sendawa bayi biasanya butuh waktu sampai satu atau dua menit. Terkadang sendawa terjadi setelah Anda mengangkat bayi ke atas dan terkadang Anda harus menunggu sebentar dan membantunya dengan tepukan lembut.

Selain itu, Anda juga bisa membiasakan si kecil untuk tertidur di tempat tidurnya, bukan saat menyusu. Jika Anda mengamati si kecil mulai mengantuk saat menyusu, hentikan proses makan, sendawakan selama satu menit, lalu tidurkan mereka.

Semakin awal Anda membentuk kebiasaan ini, akan semakin mudah Anda melakukannya lagi di kemudian hari.

Kapan bisa berhenti menyendawakan bayi?

Salah satu alasan Anda tidak bisa menemukan jawaban terbaik soal sendawa bayi adalah karena setiap anak kecil berbeda-beda. Setiap bayi unik dan kebutuhan pribadinya berbeda-beda.

Ketika si kecil makan, udara juga masuk ke saluran kerongkongan mereka. Udara ini bisa membuat si kecil merasa tidak nyaman karena gas yang tidak bisa keluar.

Kebutuhan sendawa disesuaikan dengan kondisi si kecil. Standarnya, si kecil dapat bersendawa setelah minum ASI atau susu formula sebanyak 2-3 ons, tapi angka ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan bayi.

Secara umum, Anda dapat berhenti menyendawakan bayi ketika dia mencapai usia 4-6 bulan.

Sendawa pada bayi

Cara menyendawakan bayi dapat dilakukan pada berbagai posisi gendong. Jika Anda merasa si kecil butuh bersendawa, coba ubah posisi gendongnya beberapa kali.

Anda juga tidak perlu khawatir dalam membantu bayi bersendawa. Beberapa bayi terbukti bisa bersendawa sendiri dengan mudah, ada juga kasus bayi yang tidak memproduksi banyak gas.

Anda juga tidak perlu khawatir jika si kecil terlalu sering bersendawa. Faktanya, sendawa justru meningkatkan jumlah gumoh yang sehat untuk si kecil.

Selain itu, jika si kecil tampak kesulitan bersendawa meski Anda sudah mencobanya, sebaiknya jangan terlalu dipaksa. Ada kemungkinan bayi Anda tidak perlu bersendawa saat itu juga.

Alih-alih, coba perhatikan tanda-tanda ketidaknyamanan pada si kecil. Seharusnya Anda dapat mengetahui kapan dia membutuhkan bantuan untuk sendawa.

Catatan

Bersendawa tampak sederhana, tapi sebenarnya penting bagi tubuh si kecil. Perhatikan cara menyendawakan bayi saat Anda ingin membantu si kecil. 

Jika bayi Anda dalam kondisi tertidur, sendawa mungkin membantu mereka melepas gas supaya bisa tidur lebih nyenyak. Catatan tambahan, Anda juga tidak perlu menyendawakan bayi yang sudah bisa sendiri.

Perawatan Alami untuk Atasi Cradle Cap pada Bayi

Perawatan Alami untuk Atasi Cradle Cap pada Bayi

Cradle cap adalah kondisi kulit berminyak dan bersisik yang kadang-kadang terjadi pada bayi di area kulit kepala, di lipatan tubuh, dan di dada. Meskipun cradle cap tampak tidak nyaman jika dilihat, tetapi biasanya hal itu tidak mengganggu bayi Anda. Cradle cap kerap dialami oleh bayi.

Cradle cap dapat terjadi karena sistem kekebalan bayi bereaksi berlebihan terhadap kehadiran jamur normal di kulit kepala yang menyebabkan peradangan. Namun, cradle cap tidak menular, tidak berbahaya dan bisa segera sembuh tanpa melakukan pengobatan.

Perawatan dan Pengobatan Cradle Cap

Cradle cap biasanya tidak memerlukan pengobatan khusus. Biasanya cradle cap bisa hilang dengan sendirinya. Tetapi jika Anda ingin menghilangkannya, ada beberapa metode aman yang dapat Anda lakukan di rumah.

Inilah cara merawat, mengobati dan menghilangkan cradle cap pada bayi.

1. Sikat Kulit Kepala Bayi

Sikatlah kulit kepala bayi dengan lembut untuk menghilangkan serpihan cradle cap di kepalanya. Tetaplah untuk berhati-hati agar tidak mencungkil atau menggaruk serpihan tersebut. Gunakan sikat yang memiliki bulu lembut agar tidak membuat bayi kesakitan.

Untuk menggunakan metode ini cobalah lakukan langkah sebagai berikut:

  • Lakukan gerakan ke satu arah, sikat perlahan area kulit kepala yang terkena untuk melonggarkan dan menghilangkan serpihan.
  • Lanjutkan menyisir rambut untuk menghilangkan serpihan dari setiap helai rambut bayi Anda.
  • Anda bisa melakukan cara ini pada rambut bayi yang masih basah atau sudah kering.
  • Sikatlah rambut bayi Anda sekali dalam sehari. Jika kulit kepala menjadi merah, lebih baik kurangi frekuensi menyikat rambut bayi.

Menyikat akan menghilangkan beberapa serpihan dan dapat meningkatkan kesehatan kulit kepala secara keseluruhan. Oleh karena itu, metode ini aman untuk Anda lakukan. 

2. Melembapkan Kulit Kepala

Menghidrasi kulit kepala bayi merupakan cara yang tepat untuk menghilangkan serpihan akibat cradle cap di kepalanya. Selain itu, menghidrasi kulit kepala juga sekaligus member nutrisi dan menyehatkan kulit kepala. Anda bisa menggunakan minyak nabati murni seperti minyak zaitun, kelapa, jojoba, dan almond untuk melembapkan atau menghidrasi kulit kepala. Apa pun minyak yang Anda pilih, cobalah aplikasikan sedikit demi sedikit pada kulit kepala bayi Anda terlebih dahulu untuk melihat apakah minyak tersebut menyebabkan bayi iritasi.

Untuk menggunakan metode ini, Anda bisa melakukan langkah-langkah sebagai berikut:

  • Oleskan minyak secara tipis-tipis ke kulit kepala bayi Anda. 
  • Pijat kulit kepala bayi menggunakan minyak dengan lembut selama sekitar satu menit. Jika bayi Anda masih memiliki titik lemah di kepalanya, berhati-hatilah di sekitar area tersebut.
  • Biarkan minyak tersebut meresap di kulit kepala bayi selama sekitar 15 menit.
  • Cuci minyak di kulit kepala dengan sampo bayi yang memiliki formula lembut.
  • Anda bisa menggunakan cara ini sekali dalam sehari. 

3. Cuci Rambut Bayi

Kebersihan rambut dan kulit kepala dapat mengurangi dan menghilangkan cradle cap. Anda bisa menggunakan sampo bayi untuk mengatasi cradle cap. Lebih baik, gunakan sampo antiketombe yang sesuai dengan rekomendasi dari dokter anak Anda. 

Untuk menggunakan metode ini, Anda bisa melakukan cara sebagai berikut:

  • Basahi rambut dan kulit kepala bayi terlebih dahulu.
  • Pijatkan sampo ke kulit kepala bayi.
  • Gunakan handuk bayi untuk menyabuni sampo dan dengan lembut gosok area yang terdapat cradle cap. Anda juga dapat mencoba menyikat kulit kepala bayi dengan lembut saat Anda keramas.
  • Bilas rambut bayi untuk menghilangkan semua sampo yang ada di kepala bayi.

Tanyakan kepada dokter anak Anda seberapa sering frekuensi mencuci rambut dan kulit kepala bayi yang diperbolehkan. Hal ini karena terlalu banyak keramas dapat membuat kulit kepala jadi kering dan bisa memperparah cradle cap. 

Keramas sangat efektif untuk menghilangkan serpihan cradle cap untuk sementara, dan sangat aman jika Anda menggunakan sampo bayi. Berhati-hatilah agar sabun tidak mengenai mata bayi Anda.

4. Oleskan Krim Resep

Dalam kasus ekstrim, dokter Anda dapat merekomendasikan penggunaan krim antijamur, hidrokortison, atau seng untuk bayi Anda. Ikuti instruksi dari penyedia layanan Anda saat menggunakannya.

5. Cobalah Menggunakan Minyak Esensial

Minyak esensial adalah obat herbal yang mengandung bahan aktif dari berbagai tumbuhan. Menggunakan minyak esensial yang mengandung sifat antimikroba dapat membantu melawan cradle cap yang disebabkan oleh. Minyak esensial yang mengandung sifat anti-inflamasi dapat digunakan untuk menenangkan kulit kepala bayi.

Saat memilih minyak esensial, pertimbangkan minyak esensial lemon atau geranium dan minyak pembawa seperti minyak jojoba atau minyak kelapa. Beberapa orang juga merekomendasikan minyak tea tree, tetapi minyak ini sebenarnya tidak terlalu aman jika digunakan untuk bayi kecil dan harus dihindari pada bayi di bawah 6 bulan.

Cradle cap biasanya tidak membutuhkan pengobatan karena dapat hilang sendiri, tetapi jika kulit kepala bayi Anda tampak merah, terlihat terinfeksi atau bayi tidak merasa nyaman, segera berkonsultasi kepada dokter Anda. Tak hanya itu, Anda juga harus segera menghubungi dokter jika cradle cap menyebar ke wajah atau tubuh bayi.

Bukan Milna goodmil Beras Merah Ayam, Tapi 6 Makanan Ini Harus Dihindari Untuk MPASI

Meski siap untuk mengonsumsi makanan padat, tentu saja makanan bayi 6 bulan berbeda dengan makanan untuk orang dewasa. Anda disarankan untuk mengolah makanan pendamping air susu ibu (MPASI) sendiri, agar dapat disesuaikan dengan nutrisi yang dibutuhkan bayi. Jika tidak sempat membuat sendiri, Anda bisa menggunakan makanan instan seperti milna goodmil beras merah ayam

Milna Goodmil Bubur Khusus Beras Merah Ayam 6+ - 120 g harga terbaik

Milna goodmil beras merah ayam ini meskipun merupakan makanan instan, kandungan nutrisi dan gizinya lengkap dan sesuai dengan kebutuhan kecil sesuai usianya. Milan goodmil beras merah ayam bebas kasein (protein susu), proteinnya berasal dari daging ayam murni atau protein soya (kedelai), mengandung 15 vitamin dan 8 mineral. Jadi, jangan khawatir untuk memberikan milna goodmil beras merah ayam ini untuk si kecil.

Pada usia 6 bulan, bayi sudah dapat menyangga kepalanya sendiri dan mulai tertarik dengan makanan yang dikonsumsi orang di dekatnya. Inilah saat yang direkomendasikan untuk memberikan makanan pendamping atau MPASI.

Selain buah dan sayuran, makanan bayi 6 bulan juga dapat dibuat dari beragam jenis makanan sehat lainnya. Beberapa pilihan makanan bayi 6 bulan.

  • Sereal, disarankan untuk memilih yang bebas gluten.
  • Buah dan sayuran yang dihaluskan, seperti alpukat, pisang, pir, kentang, wortel, brokoli, kol, bayam, apel, stroberi, wortel, anggur, tomat dan timun.
  • Daging yang dihaluskan, seperti ayam atau sapi.
  • Tahu yang dibuat menjadi bubur.
  • Kacang-kacangan yang dihaluskan, seperti edamame, kacang merah dan kacang hijau.

Bayi yang sedang tumbuh akan menunjukkan minat untuk mencoba makanan baru, dan wajar jika Anda ingin mengenalkan mereka pada rasa dan tekstur baru. Namun tidak semua makanan aman untuk bayi. Dikutip dari Family Education, berikut ini beberapa makanan yang harus dihindari selama tahun pertama kehidupan bayi.

  1. Susu sapi

Anda sebaiknya tetap memberikan ASI atau susu formula sampai usianya 1 tahun. Anak di usia 1 tahun tidak bisa mencerna enzim, dan protein dalam susu sapi, dan mineral tertentu di dalamnya bisa menyebabkan kerusakan pada ginjal bayi. Selain itu, tidak seperti ASI atau susu formula, susu sapi tidak memberikan semua nutrisi yang tepat untuk bayi yang sedang tumbuh.

  1. Jeruk

Hindari memberi jeruk dan jus jeruk pada bayi selama beberapa bulan pertama kehidupannya. Jeruk tinggi vitamin C dan asam, yang bisa menyebabkan sakit perut dan atau refluks asam pada bayi.

  1. Seafood

Alergen potensial lain bagi bayi adalah seafood, terutama kerang-kerangan. Oleh karena itu, jika Anda ingin memberi makan bayi dengan ikan, konsultasikan dahulu ke dokter. Sebaiknya hindari kerang-kerangan, seperti udang, kerang, atau kepiting kepada bayi.

  1. Gandum

Gandum bisa memicu alergi, sehingga sebaiknya tunggu sampai anak berusia satu, dua, atau tiga tahun sebelum memberikan gandum. Jika bayi sudah diperiksakan ke dokter dan yakin tidak akan mengalami reaksi alergi terhadap nasi, gandum, atau barley, Anda bisa mencoba mengenalkan gandum pada usia delapan atau sembilan bulan.

  1. Makanan dalam potongan besar

Bayi yang baru mulai MPASI sebaiknya diberikan makanan seukuran kacang polong untuk mencegah tersedak. Pastikan sayuran dipotong dadu dan dimasak dengan lembut. Selain itu, potong buah menjadi empat bagian agar tidak tersangkut di tenggorokan. Daging dan keju harus dipotong kecil-kecil atau diparut.

  1. Makanan lunak

Makanan seperti jelly, marshmallow, dan jenis makanan lunak lainnya tidak boleh diberikan ke bayi. Makanan ini bisa dengan mudah masuk ke tenggorokan bayi.

Itulah beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari di masa awal MPASI. Jika Anda tidak sempat membuat makanan untuk si kecil, Milna goodmil beras merah ayam bisa Anda pilih sebagai alternatif makanan untuk si kecil jika tidak sempat mengolah makanan sendiri. Selain itu, sebagai tahap pengenalan pertama pada bayi, milna goodmil beras merah ayam bisa menjadi solusi.

10 Rekomendasi Produk Kantong ASI

10 Rekomendasi Produk Kantong ASI

Air Susu Ibu (ASI) menjadi asupan nutrisi yang paling penting untuk anak terutama anak yang berusia 0 hingga 6 bulan. ASI merupakan asupan nutrisi yang membantu anak untuk mendapatkan tumbuh kembang dengan baik, karena fungsinya penting dan dibutuhkan oleh bayi setiap saat, maka biasanya para ibu menyusui membutuhkan kantong ASI.

Kantong untuk ASI dan botol ASI memiliki kekurangan dan kelebihan tersendiri, botol ASI dikatakan lebih melindungi ASI perah dari kontaminasi bakteri. Sementara itu, kantong untuk ASI memudahkan ibu menyusui dalam menyimpan ASI karena ukurannya yang relatif kecil dan fleksibel, terlepas dari itu keduanya merupakan barang yang wajib dimiliki oleh ibu yang berencana memerah ASI.

Rekomendasi Kantong Asi

  1. Baabaa Breastmilk Storage

Produk yang satu ini bisa berdiri tegak setelah diisi ASI, memudahkan untuk disimpan di dalam cooler bag. Kantong ini juga tidak mudah bocor dan cukup kaki, dilengkapi dengan double ziplock yang mudah ditekan. Membuat kantong ini aman dan terkunci rapat, plastiknya juga mudah disobek sehingga ibu tidak perlu repot menggunting.

  1. Gabag Kolibri Classic

Terbuat dari bahan food-grade yang aman dan sudah memiliki izin edar dari Kementrian Kesehatan, selain sudah aman produk berkapasitas 120 ml ini dijual dengan harga murah. Cocok digunakan untuk harian, selain itu juga didesain bening sehingga akan lebih mudah memeriksa kondisi ASI, produk ini juga memiliki double zipper sebagai penutupnya.

  1. Little Baby Breastmilk Bag with Thermal Sensor

Memiliki desain corong yang mencegah tumpah ketika dituangkan, kantong untuk ASI ini juga telah lulus inspeksi SGS dan bebas BPA sehingga aman untuk bayi. Kantong ini memiliki kapasitas 200 ml, cocok dipakai ketika bayi sudah mulai membutuhkan banyak ASI. Disarankan untuk mengeluarkan udara dalam plastik saat akan menutupnya agar higienis tetap terjaga.

  1. Philips Avent Kantong Penyimpanan ASI

Menyediakan kantong dengan kapasitas 180 ml dengan isi 25 lembar setiap pack-nya, bagian mulut kantong dibuat lebar agar memudahkan ibu dalam mengisi maupun menuangkan. Produk ini memiliki desain kokoh sehingga dapat disimpan dalam posisi berdiri. Dilengkapi dengan segel antirusak, memastikan jika kantong ini belum pernah disentuh sebelum digunakan pertama kali.

  1. BKA Kantong untuk ASI

Keunggulan produk ini adalah memiliki teknologi thermal sensor yang berfungsi mengetahui suhu ideal ASI. Apabila emotikan warna biru saja yang berubah menjadi putih ketika dihangatkan maka ASI berada dalam kondisi hangat sempurna, jika kedua emotikon berubah menjadi putih maka ASI masih terlalu panas.

  1. Malish Breast Milk Bags Indicator Transparent

Memiliki desain lucu dan berbeda setiap kemasannya, produk ini memiliki kapasitas 100 ml dan telah teruji aman serta bebas BPA. Apabila bayi masih belum membutuhkan ASI terlalu banyak, produk ini cocok untuk dimiliki. Dilengkapi dengan double track zipper yang menjadikannya kedap udara dalam menjaga ASI tetap segar.

  1. Momo Breastmilk Storage Bags

Memerlukan produk dengan kapasitas besar, merek ini tepat dijadikan pilihan dengan kapasitasnya 230 ml. Skala ukuran yang terdapat dalam kantong ASI ini sangat detail dan dijamin akurat, ibu tidak akan kebingungan dengan jumlah ASI meskipun tidak terisi secara maksimal di dalam kantong.

  1. Lansinoh Breastmilk Storage Bags

Produk ini diklaim terbuat dari bahan paling kuat, ibu menyusui bisa memilih jumlah isi dalam setiap pack-nya. Seperti 25 pcs, 50 pcs hingga 100 pcs. Kantong ini dapat dipipihkan sehingga hemat tempat dan memudahkan ibu menyusui menyimpan di dalam freezer.

  1. Pigeon Breast Milk Storage Bags

Menjadi merek yang sudah tak asing lagi di Indonesia, produk ini memiliki keunggulan pada corong yang ujungnya mempermudah ibu ketika mengisi atau menuangkan dalam kantong. Juga memiliki double zipper yang menjaga ASI tetap aman dan higienis.

  1. Tomme Tippe Express and Go Breast Milk Pouch

Menjadi produk yang diklaim memiliki fungsi paling lengkap, selain memompa dan menyimpan, ibu juga bisa meminumkan ASI langsung ke bayi menggunakan produk ini. Jadi tak perlu lagi merasa ASI akan mubazir.

Penyebab Sembelit yang Perlu Diwaspadai

penyebab sembelit

Frekuensi normal buang air besar (BAB) manusia memang tidak seragam. Kondisi tubuh dan apa yang mereka makan menjadi faktor pembeda. Namun, jika berpatokan dengan hasil studi ilmiah, normalnya orang BAB tiga kali setiap harinya. Artinya, bila frekuensi BAB seseorang di bawah itu, mereka dapat disebut mengalami sembelit. Menarik mengetahui berbagai kemungkinan penyebab sembelit.

Sembelit atau konstipasi merupakan sebuah gangguan atau masalah pada sistem pencernaan seseorang. Sebenarnya, sembelit tidak melulu soal jumlah atau frekuensi. Secara lebih luas, sembelit dapat dipahami sebagai kondisi di mana seseorang sulit untuk buang air besar. Seperti misalnya kondisi feses (kotoran) yang keras, juga dapat disebut sebagai salah satu manifestasi dari sembelit.

Biasanya, dunia medis mengkategorikan seseorang mengalami sembelit jika dalam satu pekan, dia hanya buang air besar kurang dari tiga kali. Umumnya, penyebab sembelit terjadi karena usus besar atau kolon menyerap terlalu banyak air dari feses. 

Ada banyak sekali hal yang menimbulkan kondisi tersebut. Akan tetapi, pola makan jadi salah satu penyebab utama. Tapi, Anda perlu mengetahui penyebab sembelit lain, yang mungkin, sering kali tak terdeteksi. Pasalnya, kondisi-kondisi yang akan disebut di bawah ini kerap tak disadari—makanya, kemungkinannya jadi semakin besar.

Kondisi yang dimaksud adalah kebiasaan seseorang sehari-hari, antara lain:

  • Terlalu lama dalam posisi duduk

Gaya hidup modern memungkinkan seseorang kurang bergerak. Kondisi ini disebut-sebut lebih buruk akibatnya dari penyebab sembelit lain, seperti misalnya kelebihan berat badan. Posisi duduk dalam waktu lama akan mengangkat usus besar seseorang. Lama kelamaan, kondisi ini akan menghambat BAB, dan akhirnya menyebabkan sembelit. 

Untuk menghindarinya, seseorang bisa beristirahat secara teratur untuk berdiri atau melakukan pergerakan lain. Anda bisa berjalan dan berjongkok agar kondisi pencernaan Anda tetap sehat. Sebab dua Gerakan tersebut sangat efektif untuk melancarkan buang air besar.

  • Makan dengan cepat

Banyak narasi yang menganjurkan seseorang untuk makan secara perlahan. Pasalnya, cara makan seperti itu punya banyak keuntungan, salah satunya terhindar dari sembelit. Makan terlalu cepat jadi kebiasaan yang bisa jadi penyebab sembelit karena mekanisme kerja pencernaan seseorang tak dapat mengimbangi intensitas makanan yang dimasukkan ke perut.

Mudahnya, jika seseorang makan dengan cepat, potongan makanan yang lebih besar tidak akan terurai atau diserap seluruhnya sebelum pindah ke usus besar. Selain itu, kebiasaan ini juga memicu sistem fight-or-flight Anda. Ketika Anda terburu-buru untuk menghabiskan makanan, tubuh Anda dapat mengartikannya sebagai tekanan.

  • Kerap menahan BAB

Kebelet atau perasaan ingin BAB di waktu dan situasi yang tidak tepat memang menjengkelkan. Kita kadang dipaksa untuk menunda atau menahan “panggilan alam” itu hingga mendapat kesempatan yang ideal. 

Masalahnya, kebiasaan seperti ini perlahan akan menimbulkan efek tertentu bagi kondisi pencernaan seseorang, salah satunya adalah sembelit. Pasalnya, apabila seseorang sering menahan BAB, usus besar dapat meregang sehingga seseorang tidak lagi mendapat dorongan teratur untuk buang air besar. Inilah yang pada akhirnya akan menyebabkan sembelit.

  • Mengonsumsi obat penghilang rasa sakit

Obat penghilang rasa sakit, apapun jenis atau bentuknya termasuk obat-obatan yang dijual bebas seperti Tylenol dan ibuprofen, serta obat resep seperti hidrokodon dan oxycontin, berpotensi besar menjadi penyebab sembelit. Pasalnya, obat-obatan ini mengikat reseptor yang sama di perut, mengumpulkan seluruh sistem pencernaan serta rasa sakit Anda.

Obat penghilang rasa sakit sebaiknya tidak digunakan lebih dari 30 hari jika memungkinkan. Selama waktu itu, Anda harus melakukan segala upaya untuk menyelesaikan cedera yang mendasarinya atau menemukan cara lain untuk mengobati rasa sakit. Sementara itu, gunakan pelunak feses setiap hari bersama dengan obat penghilang sakit.

***

Beberapa kebiasaan tersebut bisa dihindari atau setidak-tidaknya dikurangi. Sedikit upaya dari Anda untuk mengubah kebiasaan tersebut, bisa memiliki dampak besar bagi kondisi pencernaan Anda nantinya. Ada baiknya seseorang mulai memerhatikan kebiasaan-kebiasaan penyebab sembelit di atas secara serius jika tak ingin repot dengan urusan yang sebenarnya dapat dihindari ini. Perlu diingat pula bahwa sembelit memang terkesan sepele, tetapi andai dibiarkan berlarut-larut, bukan tidak mungkin ia akan berkembang menjadi penyakit yang lebih serius.

Tujuan dan Cara Memijat Payudara yang Benar

Tujuan dan Cara Memijat Payudara yang Benar

Pijat payudara disarankan untuk dilakukan para wanita saat usianya telah lebih dari 20 tahun. Pijat payudara sendiri memberikan berbagai manfaat bagi tubuh dan kesehatan seperti memperlancar ASI, merangsang aliran darah, mengidentifikasi kanker payudara, dan lain sebagainya. Pijat payudara yang disarankan dilakukan pada 7-10 hari setelah menstruasi dengan durasi pijat selama kurang lebih 7 menit. Untuk mendapatkan manfaat secara maksimal, Anda juga perlu menerapkan cara memijat payudara yang tepat. 

Tujuan memijat payudara

Memijat payudara dapat dilakukan untuk tujuan tertentu. Berikut ini merupakan beberapa tujuan menerapkan cara memijat payudara yang benar. 

  • Memperlancar produksi ASI pada ibu menyusui
  • Mengurangi nyeri akibat ASI menumpuk
  • Memperlancar aliran darah
  • Mencegah infeksi jaringan payudara
  • Mengidentifikasi kanker payudara secara mandiri
  • Merelaksasi otot payudara
  • Menyeimbangkan kondisi tubuh
  • Menstimulasi sistem limfatik 
  • Menjaga penampilan payudara
  • Memperbesar ukuran payudara

Cara memijat payudara

Anda perlu menerapkan cara memijat payudara dengan tepat dan tidak sembarangan. Selain itu, cara memijat payudara bisa berbeda tergantung tujuan yang ingin dicapai. Berikut ini merupakan beberapa cara memijat payudara tersebut. 

  1. Cara memijat payudara untuk ibu menyusui 

Memijat payudara dengan tepat pada ibu menyusui dapat membantu memperlancar produksi ASI, meningkatkan kualitas ASI, mengurangi nyeri akibat ASI menumpuk, hingga memperlancar aliran darah. Berikut ini merupakan tahapan cara memijat payudara untuk ibu menyusui. 

  • Pijat payudara satu per satu. 
  • Letakkan empat jari di bagian atas payudara, empat jari lainnya di bagian bawah payudara. 
  • Pijat lembut dengan gerakan melingkar.
  • Setelahnya pijat dengan jari telunjuk bagian belakang pangkal puting. Berikan tekanan lembut mengikuti ritme kecepatan jantung.
  1. Cara memijat payudara untuk mendeteksi kanker

Salah satu cara mendeteksi kanker payudara secara lebih dini dan mandiri adalah dengan memijatnya. Teknik pijatan tersebut disebut Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) dan telah cukup sering dikampanyekan. Saat melakukan SADARI berbagai identifikasi yang bisa ditemukan yaitu penebalan kulit, nyeri payudara, perubahan ukuran payudara, perubahan puting, serta adanya benjolan. Berikut ini cara melakukan SADARI. 

  • Letakkan tangan kanan di belakang kepala.
  • Pijat payudara kanan dengan tangan kiri.
  • Pijat seluruh bagian termasuk bagian payudara yang mengarah ke ketiak.
  • Pijat dengan gerakan melingkar dan berikan tekanan 3 jari.
  • Ulangi pijatan di payudara kiri dengan menggunakan tangan sebaliknya. 
  • Selain itu, amati adanya perubahan payudara seperti bentuk, tekstur, ukuran, atau warna puting dan payudara. Anda dapat menggunakan cermin untuk melakukan pengamatan ini.
  1. Cara memijat payudara untuk menstimulasi sistem limfatik

Sistem limfatik merupakan jaringan yang bertanggung jawab untuk membersihkan racun dari tubuh. Untuk menstimulasi saraf simpatik agar dapat bekerja dengan baik, Anda dapat melakukan pijatan dari area bawah lengan. Berikut ini cara memijatnya. 

  • Letakkan tangan kiri di payudara bagian kanan. 
  • Tangan mengepal dada dan ujung jari berada di ketiak. 
  • Pijat payudara dengan gerakan memutar. 
  • Pijat pula area payudara lain seperti bagian luar, dalam, atas bawah dari payudara.
  • Ulangi pijatan pada pada payudara sebelah kiri.

Hal lain yang perlu diperhatikan 

Selain memahami cara memijat payudara yang benar, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti: 

  • Cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir sebelum memijat payudara agar terbebas dari bakteri dan kuman. 
  • Gunakan losion atau minyak khusus seperti minyak zaitun agar lebih nyaman dan rileks. 
  • Konsultasi dengan dokter apabila setelah melakukan pijatan payudara Anda merasa sakit atau terdapat benjolan.

Itulah berbagai tujuan dan cara memijat payudara yang tepat. Meski terlihat sederhana, memijat payudara secara rutin akan memberikan Anda berbagai manfaat yang luar biasa. Apabila Anda ingin berkonsultasi lebih lanjut mengenai cara memijat payudara yang benar, tanyakan langsung pada dokter secara gratis melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Unduh aplikasi SehatQ sekarang juga di App Store atau Google Play.

Lengkapi Nutrisi Ibu Hamil dengan Konsumsi Makanan Sehat

Lengkapi Nutrisi Ibu Hamil dengan Konsumsi Makanan Sehat

Asupan nutrisi ibu hamil sangat penting untuk menjaga kesehatan janin. Oleh karena itu, ibu hamil wajib mengetahui berbagai makanan bernutrisi tinggi yang penting untuk pertumbuhan dan kesehatan kandungannya. Beberapa makanan berikut ini bisa menjadi sumber nutrisi tinggi di masa kehamilan.

Sama seperti langkah mengobati, makanan kaya zat besi juga bisa disantap untuk menghindarkan Anda dari anemia akibat kekurangan zat besi. Jenis makanannya meliputi daging merah, daging unggas, daging ikan, sayuran hijau seperti brokoli, sereal dan biji-bijian yang kaya akan zat besi, kacang-kacangan, serta telur merupakan nutrisi ibu hamil yang baik untuk mencegah anemia.

  1. Kacang-kacangan

Kacang-kacangan mengandung protein tinggi. Itulah sebabnya, kacang-kacangan menjadi makanan bernutrisi tinggi yang disarankan. Terutama bagi ibu hamil yang membutuhkan lebih banyak energi dari biasanya. Berbagai jenis kacang-kacangan seperti kedelai, polong, dan sejenisnya yang rendah kolesterol, aman dikonsumsi ibu hamil.

  1. Sereal

Sereal merupakan sarapan sehat yang dianjurkan bagi wanita hamil. Mengonsumsi sereal yang kaya akan serat bisa membantu sistem pencernaan calon ibu. Seperti yang kita ketahui, pada masa kehamilan, wanita seringkali mengalami gangguan sistem pencernaan.

  1. Brokoli

Sayuran hijau yang disarankan selain bayam adalah brokoli. Brokoli tidak hanya nikmat disantap, tetapi juga kaya akan kandungan antioksidan dan vitamin C. Mengonsumsi brokoli ketika hamil bisa membantu menjaga kondisi janin tetap aktif.

  1. Susu low fat

Susu tanpa lemak adalah nutrisi yang disarankan bagi wanita hamil. Kandungan kalsium di dalamnya efektif untuk pembentukan tulang pada janin, serta menjaga kondisi ibu hamil dari kelelahan.

  1. Daging

Konsumsi daging secara rutin ketika Anda berada di masa kehamilan. Daging termasuk makanan penting untuk memenuhi kebutuhan protein dalam pembentukan energi bagi ibu hamil. Pilih daging tanpa lemak yang diolah hingga matang, untuk menghindari gangguan pencernaan.

  1. Buah pisang

Pisang merupakan buah kaya manfaat yang disarankan untuk dikonsumsi saat hamil. Pisang kaya akan kandungan magnesium serta fosfor sebagai sumber energi bagi ibu serta janin. Anda bisa mengonsumsi pisang dengan mencampurkannya bersama yogurt atau memakannya langsung. Buah pisang juga memberikan rasa kenyang lebih lama.

  1. Keju

Makanan bernutrisi tinggi selanjutnya yang disarankan bagi ibu hamil adalah keju. Hampir setiap orang menyukai keju karena rasanya yang nikmat. Di samping itu, keju juga mengandung kalsium yang tinggi untuk membantu pembentukan dan penyempurnaan tulang pada ibu dan janin.

  1. Telur

Telur adalah makanan penuh gizi dan kaya protein. Telur bisa memenuhi kebutuhan tubuh akan asam amino selama kehamilan. Anda bisa mengolah telur menjadi menu yang tidak membosankan seperti omelet sayur. Selain itu, Anda dapat mengonsumsinya langsung setelah direbus.

  1. Oatmeal

Oatmeal merupakan makanan praktis yang kaya akan nutrisi. Kandungan karbohidrat kompleks di dalamnya mampu memberikan rasa kenyang cukup lama. Tidak hanya itu, oatmeal juga efektif membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah.
Itulah beberapa jenis makanan yang bisa menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi Anda selama masa kehamilan. Pastikan Anda memenuhi kebutuhan gizi si kecil sejak masih di dalam kandungan agar ia dapat tumbuh sehat sampai lahir. Suplemen dan susu nutrisi ibu hamil bisa Anda beli di toko SehatQ.com.