Efek Samping Ibu Hamil Makan Jengkol

Jiringa atau lebih dikenal dengan sebutan jengkol merupakan salah satu makanan tradisional yang populer di Indonesia. Jengkol sering dijadikan makanan pendamping pokok (lauk) dan memiliki cita rasa yang unik dan khas. Meskipun jengkol memiliki aroma yang kurang sedap, nyatanya masih banyak yang suka mengonsumsinya bahkan ibu hamil makan jengkol.

Mengenal Tanaman Jengkol 

Jengkol memiliki nama ilmiah Archidendron pauciforum yang tumbuh di wilayah Asia Tenggara. Jengkol termasuk dalam golongan polong-polongan (fabaceae). Selain itu, bentuk buah jengkol bulat dan gepeng. 

Secara umum, tanaman jengkol terdiri dari 2 varietas, yaitu varietas kecil dan varietas besar. 

  • Varietas kecil (jengkol emprit): varietas ini memiliki buah yang berbentuk kecil dan bulat. Selain itu, daunnya juga berbentuk bulat menyerupai buah duku. 
  • Varietas besar: varietas ini memiliki bentuk buah yang bulat dan cenderung pipih. Selain itu, daunnya juga lebih lebar dan panjang dibanding varietas jengkol kecil. 

Manfaat Mengonsumsi Jengkol 

Saat hamil, para ibu seringkali merasakan “ngidam”, baik itu makanan manis seperti kue, maupun makanan ngidam makanan rumahan, seperti jengkol. Selain memiliki rasa yang nikmat, jengkol juga memiliki gizi yang tinggi. Dalam 100 gram jengkol menyumbang 140 kalori dengan nutrisi:

  • lemak 0,5 gram
  • sodium : 19 mg
  • fosfor 40 mg
  • kolesterol 0 mg
  • serat 4,2 gram
  • kalsium 47 mg
  • karbohidrat 23,54 gram
  • potasium 437 mg
  • protein 14, 26 gram
  • zat besi 3, 32 gra,
  • gula 2, 7 gram
  • vitamin B6
  • vitamin B1
  • vitamin A 20 IU
  • vitamin C 0,5 mg

Manfaat Mengonsumsi Jengkol untuk Ibu Hamil

Buah jengkol kaya akan nutrisi yang dibutuhkan untuk tubuh. Adapun beberapa manfaat yang akan didapatkan yaitu:

  1. Mencegah anemia karena kaya akan zat besi.
  2. Mencegah pengeroposan tulang, memperkuat tulang dan gigi pada ibu hamil karena kaya akan kalsium  fosfor, protein.
  3. Mampu menangkal radikal bebas karena kaya akan vitamin A dan C yang berfungsi sebagai antioksidan.
  4. Mencegah konstipasi selama kehamilan karena kaya akan serat
  5. Kandungan asam aminonya baik untuk mencegah diabetes
  6. Rendah lemak sehingga baik untuk kesehatan jantung
  7. Mencegah bayi lahir cacat karena kaya akan asam amino, protein, kalsium, dan zat besi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin
  8. Baik untuk perkembangan janin karena kaya akan asam folat (vitamin B6) sehingga mampu mencegah cacat tabung saraf
  9. Menambah energi karena mengandung karbohidrat dan potassium
  10. Baik untuk mempertahankan massa otot selama kehamilan karena kaya akan protein.

Efek Samping Mengonsumsi Jengkol

Selain kaya akan manfaat, ternyata mengonsumsi jengkol berlebihan juga tidak baik untuk kesehatan tubuh. Hal ini karena jengkol mengandung senyawa asam jengkolat yang berisiko dapat menimbulkan keracunan. Asam jengkolat mengandung unsur sulfur sehingga menghasilkan bau yang kurang sedap.

Selain itu, jengkol mentah atau setengah matang juga dapat meningkatkan efek keracunan karena kadar djenkolic acid yang tinggi. Adapun efek samping yang dirasakan yaitu:

  • kaki kram
  • muntah terus-menerus
  • pusing
  • nyeri saat buang air kecil
  • bau mulut
  • air kemih berwarna merah pekat karena senyawa asam jengkolat
  • gangguan ginjal
  • gangguan hati

Untuk mengurangi kadar djenkolic acid, Anda perlu memasak jengkol dengan cara yang benar, yaitu sebagai berikut:

  • Pastikan Anda memasak jengkol hingga benar-benar matang. Anda dapat merebus jengkol terlebih dahulu hingga benar-benar empuk dan bau tidak sedapnya hilang. Setelah itu, Anda dapat mengolah jengkol yang sudah matang menjadi menu makanan yang nikmat yang aman dikonsumsi
  • Hindari mengonsumsi jengkol saat perut kosong
  • Jangan mengonsumsi jengkol mentah karena kandungan djenkolic acid-nya tinggi
  • Membatasi jumlah konsumsi jengkol, terlebih jika Anda memiliki gangguan pada ginjal
  • Konsumsi banyak air putih setelah mengonsumsi jengkol.
Inilah yang Perlu Diperhatikan Melahirkan Normal di Rumah

Inilah yang Perlu Diperhatikan Melahirkan Normal di Rumah

Kehamilan dan persalinan adalah peristiwa kehidupan alami dan sebagian besar wanita akan melahirkan secara alami. Jika Anda memiliki kehamilan langsung dan Anda serta bayinya baik-baik saja, Anda mungkin memilih untuk melahirkan normal di rumah.

Namun, jika ada risiko atau komplikasi selama kehamilan Anda, melahirkan di rumah mungkin bukan pilihan yang aman untuk Anda atau bayi Anda.

Jika Anda melahirkan normal di rumah, Anda harus didukung oleh bidan terdaftar, dokter kandungan yang akan menemani Anda selama proses persalinan. Jika Anda memerlukan bantuan atau persalinan Anda tidak berjalan sebagaimana mestinya, bidan Anda akan mengatur agar Anda dipindahkan ke rumah sakit.

Keamanan dan keselamatan bumil

Wanita sehat yang telah dinilai ‘berisiko rendah’ ​​dapat ditawari pilihan di mana mereka ingin melahirkan, tergantung pada pilihan apa yang tersedia. Jika Anda memilih untuk melahirkan di rumah, penting bagi Anda untuk meminta informasi kepada bidan atau dokter Anda tentang apa yang akan terjadi jika Anda perlu dipindahkan ke rumah sakit selama persalinan, dan berapa lama waktu yang dibutuhkan. Jika ada yang tidak beres selama persalinan Anda, itu bisa lebih buruk bagi Anda atau bayi Anda daripada jika Anda berada di rumah sakit dengan akses ke perawatan khusus.

Ada beberapa kerugian yang harus Anda pikirkan jika Anda mempertimbangkan untuk melahirkan di rumah, termasuk:

  • Anda mungkin perlu dipindahkan ke rumah sakit jika ada komplikasi selama persalinan, kelahiran atau sesudahnya
  • epidural tidak tersedia di rumah
  • Dokter atau bidan Anda mungkin menyarankan Anda melahirkan di rumah sakit. Misalnya, jika Anda mengharapkan anak kembar, jika bayi Anda sungsang atau Anda pernah menjalani operasi caesar sebelumnya – bidan atau dokter Anda akan menjelaskan mengapa menurut mereka melahirkan di rumah sakit  bisa lebih aman bagi Anda serta bayi.

Keuntungan melahirkan di rumah antara lain:

  • Berada di lingkungan yang membuat Anda lebih santai serta dapat mengatasinya.
  • Anda mungkin tidak perlu mengganggu persalinan Anda untuk pergi ke rumah sakit
  • Anda tidak perlu meninggalkan anak-anak Anda yang lain, jika Anda punya
  • Anda tidak harus berpisah dari pasangan Anda setelah melahirkan
  • Anda lebih mungkin dirawat oleh bidan atau dokter yang telah Anda kenal selama kehamilan Anda

Ini adalah kehamilan pertama saya. Bisakah saya melahirkan di rumah?

Jika ini adalah bayi pertama Anda dan Anda mengalami kehamilan berisiko rendah tanpa komplikasi, Anda mungkin disarankan untuk melahirkan dengan bidan. Hal ini karena:

  • Anda cenderung tidak memerlukan intervensi (seperti ventouse atau forsep, operasi caesar atau episiotomi) jika Anda berencana untuk melahirkan di unit yang dipimpin bidan dibandingkan dengan rumah sakit
  • kemungkinan bayi Anda mengalami masalah medis yang serius (yang sangat rendah) sedikit lebih tinggi jika Anda berencana untuk melahirkan di rumah, daripada di unit yang dipimpin bidan atau rumah sakit.

Apakah saya memenuhi syarat untuk melahirkan di rumah?

Semakin banyak informasi kesehatan yang dapat Anda berikan kepada bidan, semakin baik saran yang dapat mereka berikan kepada Anda.

Anda dapat merencanakan melahirkan normal di rumah Anda jika semua hal berikut ini berlaku untuk Anda:

  • Anda tinggal di daerah tangkapan air
  • Rumah Anda memiliki akses yang aman, mudah, dan telekomunikasi yang andal: sambungan telepon rumah atau telepon seluler
  • Anda memenuhi syarat Medicare*
  • Anda sedang mengandung 1 (satu) bayi
  • Anda tidak memiliki alasan medis yang akan menghalangi Anda untuk melahirkan di rumah
  • Anda menghadiri janji perawatan kehamilan reguler dan memulai perawatan dengan bidan sebelum 34 minggu
  • Anda akan melahirkan setelah 37 minggu dan sebelum 42 minggu
  • Bayi Anda tertunduk sebelum persalinan dimulai
  • Anda telah membayar sewa oksigen rumah
  • Anda dan tim pendukung Anda telah diberitahu tentang program dan batasannya, Anda memiliki kesempatan untuk mendiskusikannya dengan bidan Anda dan telah menandatangani formulir persetujuan untuk rencana kelahiran di rumah.
  • Anda dapat berubah pikiran kapan saja dan memilih untuk tidak melahirkan di rumah dan datang ke pusat bersalin atau rumah sakit lain.

Mempersiapkan kelahiran di rumah

Kebanyakan rumah adalah tempat yang cocok untuk melahirkan. Banyak wanita menggunakan air untuk menghilangkan rasa sakit selama persalinan dan Anda dapat memilih untuk menggunakan kolam kelahiran, yang dapat disewa atau dibeli. Anda perlu mempertimbangkan kemudahan akses ke air panas yang mengalir.

Apa yang terjadi setelah lahir?

Setelah bayi Anda lahir, bidan akan menemani Anda sampai plasenta Anda lahir dan mereka yakin Anda dan bayi Anda baik-baik saja. Bidan akan mengunjungi Anda lagi di rumah keesokan harinya dan secara teratur selama beberapa minggu ke depan. Anda perlu membawa bayi Anda ke rumah sakit untuk imunisasi dan pemeriksaan pendengaran bayi baru lahir. Itulah yang perlu diperhatikan melahirkan normal di rumah.

Yang Terjadi Setelah Perkembangan Janin 31 Minggu

Yang Terjadi Setelah Perkembangan Janin 31 Minggu

Selama kehamilan memasuki usia tujuh bulan, maka janin akan mengalami berbagai perkembangan, baik dalam pekan ke-29 sampai minggu ke-32. Sebagai informasi, dari minggu ke-29 sampai ke-32, umumnya perubahan itu terletak pada berat tubuh dan panjang. Selain itu, pada otak dan tulang juga mengalami perkembangan. Praktis, perubahan tiap pekan berbeda-beda. Misalnya, perkembangan janin 31 minggu berat badan sekitar 1,5 kg. Sementara pekan ke-32 beratnya sekitar 1,7 kg.

Perkembangan janin 31 minggu juga terjadi pada ukuran panjangnya. Dalam fase ini, biasanya jabang bayi punya panjang tubuh sekitar 41 cm. Jika dibandingkan dengan pekan sebelumnya, maka janin dapat dikatakan lebih panjang 1 cm karena pada minggu ke-30 panjang si buah hati mencapai 40 cm.

Dalam perkembangan janin 31 minggu, kepala si buah hati juga sudah lebih ideal lantaran ukurannya telah menyesuaikan dengan tubuh. Di samping itu, sumsum tulang juga telah memproduksi sel darah merah. Lebih lanjut, pada minggu ke-31, janin juga sudah lebih stabil geraknya dan otak serta indra perasa telah cukup matang.

Lantas, apa saja perubahan yang terjadi setelah masa perkembangan janin 31 minggu dilewati? Nah pada minggu ke-32, berbagai sumber perihal kehamilan menjelaskan kalau ukuran panjang janin telah berubah. Jika pada pekan ke-31 panjangnya sekitar 41 cm, maka minggu ke-32 diperkirakan memiliki panjang 42,5 cm. 

Untuk berat badannya sendiri juga sudah berkembang sebagaimana dicontohkan di awal tulisan ini. Selain itu, perkembangan janin fase pekan ke-32 juga meliput bagian tubuhnya. Pasalnya, saat janin 32 minggu rambut kepala, bulu mata, dan alis tumbuhnya sudah menyesuaikan dengan perkembangan si jabang bayi. Di sisi lain, rambut halus di tubuh janin juga sudah mulai menipis. 

Setelah perkembangan janin 31 minggu dilewati, ibu hamil kemungkinan juga bakal lebih sedikit merasakan gerak janin. Pasalnya, oleh beberapa sumber dikatakan pada minggu ke-32 durasi tidur janin juga semakin bertambah antara 10 sampai 40 menit daripada pekan sebelumnya. Oleh sebab itu, jika ibu hamil merasa janin lebih sedikit bergerak pada minggu ke-32, maka hal itu tak perlu dikhawatirkan. 

Namun demikian, perkembangan si jabang bayi tidak berhenti sampai di situ. Sebabnya, janin yang memasuki pekan ke-32, posisi kepalanya sudah mulai berpindah ke bawah. Kendati demikian, jika perkembangan itu belum terjadi, maka ibu hamil juga disarankan tidak khawatir karena dalam fase ini posisi janin sejatinya dapat berubah sewaktu-waktu. 

Adapun perkembangan lain setelah minggu ke-31 adalah kondisi si jabang bayi yang sudah bisa menelan, mengisap, dan bernapas. Perkembangan selanjutnya ialah bahwa janin minggu ke-32 sudah bisa pula melakukan gerakan seperti menendang atau memukul, selain dari sistem pencernaan yang jauh lebih baik berkembangnya daripada pekan sebelumnya. 

Demikianlah perubahan yang terjadi usai perkembangan janin 31 minggu. Tentu kita telah mengetahui adanya beberapa hal perbedaan yang dialami si jabang bayi pada pekan ke-31 dan minggu ke-32. Pada intinya, perubahan yang dialami oleh janin ialah lebih maju daripada minggu sebelumnya. 

Namun demikian, masih ada yang perlu diperhatikan oleh ibu hamil saat kandungan memasuki pekan ke-32. Untuk menjaga kesehatan, selama pekan ini diharapkan agar ibu hamil menjaga asupan air mineral dan makanan yang kaya karbohidrat dan protein. Makanan ini tak harus makanan berat karena bisa juga makanan ringan. 

Akhir kata, itulah yang terjadi setelah perkembangan janin 31 minggu. Semoga artikel ringkas ini bisa berguna bagi pembaca. Namun, agar informasi yang anda dapatkan lebih jelas, maka amat disarankan untuk konsultasi langsung dengan dokter kandungan.

Beberapa Penyakit yang Bisa Muncul Akibat Makan Pedas

Bagi Anda yang penikmat makanan pedas, mungkin akan merasa nafsu makan berkurang ketika makanan yang Anda makan tidak memiliki rasa pedas sama sekali. Hal ini disebabkan karena makanan pedas memiliki capsaicin yang terdapat pada cabai, yang berkhasiat untuk penambah nafsu makan.

Selain memiliki manfaat untuk menambah nafsu makan, ternyata makanan pedas juga dapat memberikan manfaat lain untuk tubuh, beberapa diantaranya seperti di bawah ini.

Ibu hamil makan pedas tidak dilarang meski sebaiknya tidak dihindari lebih dahulu

Makanan pedas mampu membuat panjang umur

Menurut sebuah studi besar tahun 2015 oleh Harvard and China National Center for Disease Control and Prevention, makan makanan pedas dipercaya mampu menurunkan tingkat kematian sebesar 14%. Hal ini bisa diwujudkan ketika Anda mengkonsumsinya selama sehari sekali dalam enam hari atau seminggu.

Makanan pedas membantu mempercepat metabolisme

Jika Anda menambahkan rempah-rempah tertentu seperti kayu manis, kunyit, jinten, jahe, paprika, cabai, dan lain-lain. ke dalam makanan, Anda dapat mencapai tingkat metabolisme yang tinggi. Ini tidak akan membawa hasil yang instan, tetapi seiring berjalannya waktu, perubahan signifikan dalam metabolisme tubuh Anda bisa terlihat.

Makanan pedas untuk kesehatan jantung yang lebih baik

Mengkonsumsi makanan pedas dapat mengurangi resiko serangan jantung dan stroke, karena capsaicin yang terkandung di dalam cabai akan menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL). Selain itu, capsaicin tersebut juga akan meningkatkan kadar kolesterol baik (KDL) di dalam tubuh.

Makanan pedas mencegah penyakit kanker dan tumor

Capsaicin yang terkandung di dalam cabai juga ternyata memiliki manfaat baik untuk mengaktifkan reseptor sel yang ada di dalam lapisan usus. Hal ini bermanfaat untuk menurunkan resiko pertumbuhan tumor di tubuh karena reaksi yang diciptakan dan mematikan reseptor yang over-reaktif.

Meskipun memiliki manfaat yang cukup baik untuk kesehatan tubuh, ternyata mengkonsumsi makanan pedas dapat memberikan dampak yang kurang baik juga untuk kesehatan. Terutama jika Anda mengkonsumsi makanan pedas berlebihan.

Inilah akibat makan makanan pedas yang dapat memunculkan penyakit sehingga berdampak buruk untuk kesehatan:

  1. Penyakit maag akut

Gastritis atau yang lebih dikenal dengan istilah maag merupakan kondisi dimana lapisan pelindung di lambung mengalami peradangan atau pembengkakan. Kondisi ini umumnya terjadi akibat adanya infeksi bakteri sehingga menyebabkan lambung mengalami luka.

Kondisi maag ini dapat menyebabkan rasa tidak nyaman yang membuat sensasi nyeri atau perih di bagian perut. Hal tersebut terjadi karena pencernaan mengalami gangguan yang disebabkan dari kondisi perut yang kesulitan untuk mencerna makanan.

  1. Insomnia

Jarang diketahui, ternyata makanan pedas bisa berdampak dalam menimbulkan insomnia. Insomnia merupakan gangguan tidur dimana membuat penderitanya menjadi kesulitan untuk tidur terutama di malam hari.

Hal ini terjadi karena makanan pedas mampu meningkatkan suhu tubuh yang berdampak pada meningkatnya waktu untuk terjaga, hingga menyebabkan seseorang menjadi kesulitan untuk merasa ngantuk dan tidur di malam hari.

  1. Diare

Ini merupakan salah satu penyakit akibat makan pedas yang paling terkenal dan mungkin telah dialami oleh semua orang yang memiliki hobi untuk menyantap makanan pedas. Diare merupakan penyakit yang membuat seseorang menjadi sering buang air besar dalam rentang waktu yang cukup cepat.

Kondisi ini akan menimbulkan rasa tidak nyaman untuk penderitanya karena feses yang dikeluarkan umumnya memiliki tekstur yang encer.

  1. Sakit tenggorokan

Akibat makan pedas juga dapat berdampak pada sakit tenggorokan yang menyebabkan suara menjadi serak. Hal ini terjadi karena ketika makan makanan pedas, pita suara Anda terangsang dan membuat suara menjadi serak.

  1. Refluks asam

Makanan pedas dapat menyebabkan refluks asam untuk beberapa orang. Ini adalah kondisi dimana aliran dari isi lambung kembali ke kerongkongan dan menyebabkan rasa panas yang tidak nyaman dengan rasa panas seperti terbakar di saluran kerongkongan tersebut

Selain menyebabkan rasa tidak nyaman di kerongkongan, refluks asam juga dapat  memicu GERD dan luka pada kerongkongan yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Makanan pedas memang memiliki manfaat baik dan buruk bagi kesehatan, maka dari itu Anda harus mempertimbangkan hal-hal tersebut sebelum menyantap makanan pedas dan cobalah untuk mengkonsumsinya dengan porsi yang tidak berlebihan.

Hindari makan makanan yang terlalu pedas jika Anda memiliki masalah pada sistem pencernaan untuk menghindari munculnya masalah baru yang lebih serius.

Jika Anda ingin berkonsultasi mengenai masalah pencernaan dan lainnya, tanyakan saja langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.

Kontrol Kondisi Janin di Dalam Rahim dengan Pemeriksaan Cardiotocography

Kontrol Kondisi Janin di Dalam Rahim dengan Pemeriksaan Cardiotocography

Ibu hamil mungkin tidak asing dengan istilah cardiotocography. Pemeriksaan cardiotocography atau CTG merupakan pemeriksaan untuk mengukur detak jantung janin di dalam kandungan serta melihat apakah janin telah mendapatkan oksigen yang cukup dari plasenta. 

Anda dapat memantau ada atau tidaknya gangguan kesehatan janin sebelum masa persalinan dengan pemeriksaan cardiotocography, sehingga dokter dapat merencanakan penanganan yang tepat. Disarankan juga bagi ibu hamil untuk menjalani pemeriksaan ini bersamaan dengan pemeriksaan lain untuk mendeteksi kondisi tertentu yang dialami ibu hamil seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan lainnya.

Kondisi yang Disarankan untuk Melakukan Pemeriksaan Cardiotocography

Pemeriksaan cardiotocography dianjurkan untuk dilakukan oleh semua ibu hamil. Namun, terdapat beberapa kondisi tertentu dimana pemeriksaan ini harus segera dilakukan. Kondisi-kondisi tersebut diantaranya:

  • Terdapat gangguan plasenta yang menghambat proses penyebaran darah ke janin
  • Pergerakan janin berkurang atau bahkan berhenti sama sekali
  • Berat badan janin di bawah berat normal
  • Ibu hamil mengalami demam tinggi
  • Mengalami infeksi hepatitis B dan C atau HIV
  • Ketuban pecah sebelum waktunya
  • Ibu hamil menderita penyakit lain yang membahayakan kondisi janin
  • Kehamilan kembar
  • Ibu hamil mengalami perdarahan saat persalinan
  • Ibu hami mempunyai riwayat kematian janin di dalam kandungan pada trimester kedua pada kehamilan sebelumnya

Prosedur Pemeriksaan Cardiotocography 

Pada dasarnya, pemeriksaan ini tidak jauh berbeda dengan pemeriksaan ultrasonografi atau USG. Prosedur dari pemeriksaan cardiotocography adalah sebagai berikut:

  • Posisi ibu hamil disarankan duduk di kursi atau tidur di atas kasur periksa dengan posisi menyamping
  • Pemeriksaan dilakukan dengan alat pemantau, namun sebelumnya dokter akan mengoleskan gel di perut ibu hamil agar alat yang digunakan dapat menempel
  • Alat pemantau yang berbentuk dua piringan akan tersambung dengan tali elastis sebagai pemantau detak jantung janin
  • Salah satu piringan berfungsi untuk memonitor detak jantung dan satunya lagi berfungsi untuk mengukur tekanan dalam perut ibu hamil

Pemeriksaan ini akan memakan waktu sekitar 20 hingga 60 menit. Selain mengetahui detak jantung bayi, dokter juga dapat akan mengetahui seberapa baik janin dapat menerima oksigen di dalam rahim. Pemeriksaan cardiotocography juga akan menunjukkan respon janin di dalam kandungan terhadap kontraksi yang terjadi pada perut ibu.

Hasil Pemeriksaan Cardiotocography 

Alat yang digunakan untuk pemeriksaan cardiotocography akan mengeluarkan hasil reaktif atau non reaktif. Jika hasil menunjukkan detak jantung meningkat dengan jumlah yang diinginkan, maka hasil tersebut dapat dikatakan reaktif. Apabila hasil yang didapatkan adalah hal sebaliknya, maka dapat dikatakan non reaktif.

Untuk detak jantung janin yang normal akan berkisar antara 110 -160 kali/menit. Untuk hasil non reaktif, hasil yang didapatkan adalah sebagai berikut:

  • Jumlah detak jantung kurang dari 110 kali/menit
  • Jumlah detak jantung lebih dari 160 kali/menit
  • Irama detak jantung tidak normal
  • Detak jantung janin tidak mengalami peningkatan ketika bergerak atau saat kontraksi

Anda tidak perlu langsung khawatir jika hasil pemeriksaan menunjukkan non-reaktif, hal ini bisa saja disebabkan karena dikarenakan janin sedang tidur nyenyak saat pemeriksaan. Dokter kemungkinan akan mencoba kembali setelah membuat Anda bergerak atau membangunkan janin menggunakan stimulator akustik janin.

Jika hasil tidak normal karena janin tidak mendapatkan oksigen dalam jumlah yang cukup, dokter bisa melakukan cara-cara berikut:

  • Mengubah posisi ibu hamil
  • Memberikan cairan infus
  • Memberikan oksigen
  • Memberikan obat untuk merelaksasikan rahim sehingga mengurangi kontraksi

Jika setelah melakukan beberapa cara dan mengulangi pemeriksaan cardiotocography namun hasil masih non reaktif, dokter mungkin akan menyarankan persalinan dini. Pastikan Anda selalu melakukan pengecekan pada kondisi janin untuk memastikan janin tetap sehat dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Perbedaan Stillbirth dengan Keguguran

Sudah menjadi harapan semua calon orang tua, khususnya para ibu untuk memiliki kehamilan yang sehat. Meski begitu dalam masa kehamilan, ada beragam masalah yang dapat timbul seperti risiko terjadinya keguguran dan stillbirth. Bisa dibilang terdengar asing, stillbirth adalah kematian bayi yang masih di dalam kandungan biasanya muncul pada minggu ke-20 masa kehamilan.

Tidak semua kematian janin yang ada di dalam kandungan disebut dengan keguguran, hal ini tak lepas dari adanya dua kemungkinan buruk yang bisa terjadi selama masa-masa kehamilan, bisa itu keguguran dan IUFD atau Intrauterine Fetal Death. Banyak orang yang masih salah mengartikan kedua kemungkinan ini pada saat janin mendadak tidak bernyawa.

Beda Stillbirth dan Keguguran

Stillbirth adalah kematian janin sebelum dilahirkan, janin yang meninggal di dalam kandungan terjadi ketika usia kehamilan sudah berada di atas 20 minggu. Pada umumnya dalam kasus ini tidak bisa dicegah karena terjadi di dalam kandungan. Meski begitu risikonya masih bisa dikurangi dengan memahami berbagai faktor pemicu dan langkah pencegahan yang tepat.

Perlu diketahui bahwa stillbirth bisa terjadi pada ibu hamil yang usia kandungannya sudah memasuki trimester kedua akhir hingga trimester ketiga. Pada fase ini biasanya organ tubuh pada janin sedang tumbuh ke arah yang lebih sempurna, kondisi ini juga termasuk salah satu masalah kehamilan yang cukup menakutkan karena menyebabkan kematian pada janin dalam kandungan.

Sementara itu keguguran merupakan kematian janin dalam kandungan sebelum usia kehamilan mencapai 20 minggu. Kondisi ini bisa terjadi pada trimester pertama hingga pertengahan trimester kedua kehamilan. Kondisi ini disebut juga abortus spontan, sering terjadi karena janin di dalam kandungan tidak berkembang secara normal.

Pada umumnya keguguran bisa terjadi pada ibu hamil dengan memperlihatkan tanda-tanda atau juga gejala yang berupa munculnya cairan, darah atau jaringan yang keluar dari vagina. Selama fase ini berlangsung, perempuan akan mengalami nyeri pada bagian perut hingga area punggung bawah ibu hamil.

Faktor Pemicu Stillbirth dan Keguguran

Stillbirth dapat terjadi ketika ibu hamil memiliki riwayat yang sama pada kehamilan sebelumnya atau pernah melahirkan secara prematur. Selain itu, kondisi ini bisa muncul sewaktu-waktu di usia kehamilan 20 minggu ke atas karena berbagai faktor. Berikut beberapa faktor yang bisa memengaruhi seseorang mengalami stillbirth.

  • Fungsi plasenta tidak bekerja dengan baik dan seperti seharusnya.
  • Usia kehamilan yang telah melewati batas waktu normal pada umumnya.
  • Muncul masalah pada kondisi kesehatan selama masa kehamilan.
  • Memiliki gaya hidup yang kurang sehat saat masa-masa kehamilan.
  • Mengalami gawat janin yang bisa terjadi karena tidak ada pasokan oksigen cukup.
  • Adanya kelainan kromosom pada janin, sehingga pertumbuhan terhenti.

Faktor lain yang bisa menyebabkan stillbirth adalah janin di dalam kandungan terlilit oleh tali pusar, gerakan bayi yang aktif bisa berpotensi menimbulkan permasalahan ini sehingga menyebabkan asupan nutrisi dan oksigen menjadi terhenti. Selama masa kehamilan, ibu sangat disarankan memiliki waktu istirahat yang cukup dan berkualitas dan jangan sampai tubuh merasa kelelahan.

Sama halnya seperti keguguran yang menjadi momok menakutkan bagi para ibu hamil, sehingga membuat mereka berusaha terus menjaga janin di dalam kandungan. Berikut ini terdapat beberapa faktor pemicu keguguran yang bisa muncul selama masa kehamilan.

  • Pola hidup yang tidak sehat.
  • Mengalami stres atau depresi saat hamil.
  • Berada di lingkungan yang tercemar terhadap asap rokok.
  • Munculnya masalah yang terjadi pada perkembangan janin, termasuk gangguan terkait plasenta.