Beberapa Penyakit yang Bisa Muncul Akibat Makan Pedas

Bagi Anda yang penikmat makanan pedas, mungkin akan merasa nafsu makan berkurang ketika makanan yang Anda makan tidak memiliki rasa pedas sama sekali. Hal ini disebabkan karena makanan pedas memiliki capsaicin yang terdapat pada cabai, yang berkhasiat untuk penambah nafsu makan.

Selain memiliki manfaat untuk menambah nafsu makan, ternyata makanan pedas juga dapat memberikan manfaat lain untuk tubuh, beberapa diantaranya seperti di bawah ini.

Ibu hamil makan pedas tidak dilarang meski sebaiknya tidak dihindari lebih dahulu

Makanan pedas mampu membuat panjang umur

Menurut sebuah studi besar tahun 2015 oleh Harvard and China National Center for Disease Control and Prevention, makan makanan pedas dipercaya mampu menurunkan tingkat kematian sebesar 14%. Hal ini bisa diwujudkan ketika Anda mengkonsumsinya selama sehari sekali dalam enam hari atau seminggu.

Makanan pedas membantu mempercepat metabolisme

Jika Anda menambahkan rempah-rempah tertentu seperti kayu manis, kunyit, jinten, jahe, paprika, cabai, dan lain-lain. ke dalam makanan, Anda dapat mencapai tingkat metabolisme yang tinggi. Ini tidak akan membawa hasil yang instan, tetapi seiring berjalannya waktu, perubahan signifikan dalam metabolisme tubuh Anda bisa terlihat.

Makanan pedas untuk kesehatan jantung yang lebih baik

Mengkonsumsi makanan pedas dapat mengurangi resiko serangan jantung dan stroke, karena capsaicin yang terkandung di dalam cabai akan menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL). Selain itu, capsaicin tersebut juga akan meningkatkan kadar kolesterol baik (KDL) di dalam tubuh.

Makanan pedas mencegah penyakit kanker dan tumor

Capsaicin yang terkandung di dalam cabai juga ternyata memiliki manfaat baik untuk mengaktifkan reseptor sel yang ada di dalam lapisan usus. Hal ini bermanfaat untuk menurunkan resiko pertumbuhan tumor di tubuh karena reaksi yang diciptakan dan mematikan reseptor yang over-reaktif.

Meskipun memiliki manfaat yang cukup baik untuk kesehatan tubuh, ternyata mengkonsumsi makanan pedas dapat memberikan dampak yang kurang baik juga untuk kesehatan. Terutama jika Anda mengkonsumsi makanan pedas berlebihan.

Inilah akibat makan makanan pedas yang dapat memunculkan penyakit sehingga berdampak buruk untuk kesehatan:

  1. Penyakit maag akut

Gastritis atau yang lebih dikenal dengan istilah maag merupakan kondisi dimana lapisan pelindung di lambung mengalami peradangan atau pembengkakan. Kondisi ini umumnya terjadi akibat adanya infeksi bakteri sehingga menyebabkan lambung mengalami luka.

Kondisi maag ini dapat menyebabkan rasa tidak nyaman yang membuat sensasi nyeri atau perih di bagian perut. Hal tersebut terjadi karena pencernaan mengalami gangguan yang disebabkan dari kondisi perut yang kesulitan untuk mencerna makanan.

  1. Insomnia

Jarang diketahui, ternyata makanan pedas bisa berdampak dalam menimbulkan insomnia. Insomnia merupakan gangguan tidur dimana membuat penderitanya menjadi kesulitan untuk tidur terutama di malam hari.

Hal ini terjadi karena makanan pedas mampu meningkatkan suhu tubuh yang berdampak pada meningkatnya waktu untuk terjaga, hingga menyebabkan seseorang menjadi kesulitan untuk merasa ngantuk dan tidur di malam hari.

  1. Diare

Ini merupakan salah satu penyakit akibat makan pedas yang paling terkenal dan mungkin telah dialami oleh semua orang yang memiliki hobi untuk menyantap makanan pedas. Diare merupakan penyakit yang membuat seseorang menjadi sering buang air besar dalam rentang waktu yang cukup cepat.

Kondisi ini akan menimbulkan rasa tidak nyaman untuk penderitanya karena feses yang dikeluarkan umumnya memiliki tekstur yang encer.

  1. Sakit tenggorokan

Akibat makan pedas juga dapat berdampak pada sakit tenggorokan yang menyebabkan suara menjadi serak. Hal ini terjadi karena ketika makan makanan pedas, pita suara Anda terangsang dan membuat suara menjadi serak.

  1. Refluks asam

Makanan pedas dapat menyebabkan refluks asam untuk beberapa orang. Ini adalah kondisi dimana aliran dari isi lambung kembali ke kerongkongan dan menyebabkan rasa panas yang tidak nyaman dengan rasa panas seperti terbakar di saluran kerongkongan tersebut

Selain menyebabkan rasa tidak nyaman di kerongkongan, refluks asam juga dapat  memicu GERD dan luka pada kerongkongan yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Makanan pedas memang memiliki manfaat baik dan buruk bagi kesehatan, maka dari itu Anda harus mempertimbangkan hal-hal tersebut sebelum menyantap makanan pedas dan cobalah untuk mengkonsumsinya dengan porsi yang tidak berlebihan.

Hindari makan makanan yang terlalu pedas jika Anda memiliki masalah pada sistem pencernaan untuk menghindari munculnya masalah baru yang lebih serius.

Jika Anda ingin berkonsultasi mengenai masalah pencernaan dan lainnya, tanyakan saja langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.

Kontrol Kondisi Janin di Dalam Rahim dengan Pemeriksaan Cardiotocography

Kontrol Kondisi Janin di Dalam Rahim dengan Pemeriksaan Cardiotocography

Ibu hamil mungkin tidak asing dengan istilah cardiotocography. Pemeriksaan cardiotocography atau CTG merupakan pemeriksaan untuk mengukur detak jantung janin di dalam kandungan serta melihat apakah janin telah mendapatkan oksigen yang cukup dari plasenta. 

Anda dapat memantau ada atau tidaknya gangguan kesehatan janin sebelum masa persalinan dengan pemeriksaan cardiotocography, sehingga dokter dapat merencanakan penanganan yang tepat. Disarankan juga bagi ibu hamil untuk menjalani pemeriksaan ini bersamaan dengan pemeriksaan lain untuk mendeteksi kondisi tertentu yang dialami ibu hamil seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan lainnya.

Kondisi yang Disarankan untuk Melakukan Pemeriksaan Cardiotocography

Pemeriksaan cardiotocography dianjurkan untuk dilakukan oleh semua ibu hamil. Namun, terdapat beberapa kondisi tertentu dimana pemeriksaan ini harus segera dilakukan. Kondisi-kondisi tersebut diantaranya:

  • Terdapat gangguan plasenta yang menghambat proses penyebaran darah ke janin
  • Pergerakan janin berkurang atau bahkan berhenti sama sekali
  • Berat badan janin di bawah berat normal
  • Ibu hamil mengalami demam tinggi
  • Mengalami infeksi hepatitis B dan C atau HIV
  • Ketuban pecah sebelum waktunya
  • Ibu hamil menderita penyakit lain yang membahayakan kondisi janin
  • Kehamilan kembar
  • Ibu hamil mengalami perdarahan saat persalinan
  • Ibu hami mempunyai riwayat kematian janin di dalam kandungan pada trimester kedua pada kehamilan sebelumnya

Prosedur Pemeriksaan Cardiotocography 

Pada dasarnya, pemeriksaan ini tidak jauh berbeda dengan pemeriksaan ultrasonografi atau USG. Prosedur dari pemeriksaan cardiotocography adalah sebagai berikut:

  • Posisi ibu hamil disarankan duduk di kursi atau tidur di atas kasur periksa dengan posisi menyamping
  • Pemeriksaan dilakukan dengan alat pemantau, namun sebelumnya dokter akan mengoleskan gel di perut ibu hamil agar alat yang digunakan dapat menempel
  • Alat pemantau yang berbentuk dua piringan akan tersambung dengan tali elastis sebagai pemantau detak jantung janin
  • Salah satu piringan berfungsi untuk memonitor detak jantung dan satunya lagi berfungsi untuk mengukur tekanan dalam perut ibu hamil

Pemeriksaan ini akan memakan waktu sekitar 20 hingga 60 menit. Selain mengetahui detak jantung bayi, dokter juga dapat akan mengetahui seberapa baik janin dapat menerima oksigen di dalam rahim. Pemeriksaan cardiotocography juga akan menunjukkan respon janin di dalam kandungan terhadap kontraksi yang terjadi pada perut ibu.

Hasil Pemeriksaan Cardiotocography 

Alat yang digunakan untuk pemeriksaan cardiotocography akan mengeluarkan hasil reaktif atau non reaktif. Jika hasil menunjukkan detak jantung meningkat dengan jumlah yang diinginkan, maka hasil tersebut dapat dikatakan reaktif. Apabila hasil yang didapatkan adalah hal sebaliknya, maka dapat dikatakan non reaktif.

Untuk detak jantung janin yang normal akan berkisar antara 110 -160 kali/menit. Untuk hasil non reaktif, hasil yang didapatkan adalah sebagai berikut:

  • Jumlah detak jantung kurang dari 110 kali/menit
  • Jumlah detak jantung lebih dari 160 kali/menit
  • Irama detak jantung tidak normal
  • Detak jantung janin tidak mengalami peningkatan ketika bergerak atau saat kontraksi

Anda tidak perlu langsung khawatir jika hasil pemeriksaan menunjukkan non-reaktif, hal ini bisa saja disebabkan karena dikarenakan janin sedang tidur nyenyak saat pemeriksaan. Dokter kemungkinan akan mencoba kembali setelah membuat Anda bergerak atau membangunkan janin menggunakan stimulator akustik janin.

Jika hasil tidak normal karena janin tidak mendapatkan oksigen dalam jumlah yang cukup, dokter bisa melakukan cara-cara berikut:

  • Mengubah posisi ibu hamil
  • Memberikan cairan infus
  • Memberikan oksigen
  • Memberikan obat untuk merelaksasikan rahim sehingga mengurangi kontraksi

Jika setelah melakukan beberapa cara dan mengulangi pemeriksaan cardiotocography namun hasil masih non reaktif, dokter mungkin akan menyarankan persalinan dini. Pastikan Anda selalu melakukan pengecekan pada kondisi janin untuk memastikan janin tetap sehat dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Perbedaan Stillbirth dengan Keguguran

Sudah menjadi harapan semua calon orang tua, khususnya para ibu untuk memiliki kehamilan yang sehat. Meski begitu dalam masa kehamilan, ada beragam masalah yang dapat timbul seperti risiko terjadinya keguguran dan stillbirth. Bisa dibilang terdengar asing, stillbirth adalah kematian bayi yang masih di dalam kandungan biasanya muncul pada minggu ke-20 masa kehamilan.

Tidak semua kematian janin yang ada di dalam kandungan disebut dengan keguguran, hal ini tak lepas dari adanya dua kemungkinan buruk yang bisa terjadi selama masa-masa kehamilan, bisa itu keguguran dan IUFD atau Intrauterine Fetal Death. Banyak orang yang masih salah mengartikan kedua kemungkinan ini pada saat janin mendadak tidak bernyawa.

Beda Stillbirth dan Keguguran

Stillbirth adalah kematian janin sebelum dilahirkan, janin yang meninggal di dalam kandungan terjadi ketika usia kehamilan sudah berada di atas 20 minggu. Pada umumnya dalam kasus ini tidak bisa dicegah karena terjadi di dalam kandungan. Meski begitu risikonya masih bisa dikurangi dengan memahami berbagai faktor pemicu dan langkah pencegahan yang tepat.

Perlu diketahui bahwa stillbirth bisa terjadi pada ibu hamil yang usia kandungannya sudah memasuki trimester kedua akhir hingga trimester ketiga. Pada fase ini biasanya organ tubuh pada janin sedang tumbuh ke arah yang lebih sempurna, kondisi ini juga termasuk salah satu masalah kehamilan yang cukup menakutkan karena menyebabkan kematian pada janin dalam kandungan.

Sementara itu keguguran merupakan kematian janin dalam kandungan sebelum usia kehamilan mencapai 20 minggu. Kondisi ini bisa terjadi pada trimester pertama hingga pertengahan trimester kedua kehamilan. Kondisi ini disebut juga abortus spontan, sering terjadi karena janin di dalam kandungan tidak berkembang secara normal.

Pada umumnya keguguran bisa terjadi pada ibu hamil dengan memperlihatkan tanda-tanda atau juga gejala yang berupa munculnya cairan, darah atau jaringan yang keluar dari vagina. Selama fase ini berlangsung, perempuan akan mengalami nyeri pada bagian perut hingga area punggung bawah ibu hamil.

Faktor Pemicu Stillbirth dan Keguguran

Stillbirth dapat terjadi ketika ibu hamil memiliki riwayat yang sama pada kehamilan sebelumnya atau pernah melahirkan secara prematur. Selain itu, kondisi ini bisa muncul sewaktu-waktu di usia kehamilan 20 minggu ke atas karena berbagai faktor. Berikut beberapa faktor yang bisa memengaruhi seseorang mengalami stillbirth.

  • Fungsi plasenta tidak bekerja dengan baik dan seperti seharusnya.
  • Usia kehamilan yang telah melewati batas waktu normal pada umumnya.
  • Muncul masalah pada kondisi kesehatan selama masa kehamilan.
  • Memiliki gaya hidup yang kurang sehat saat masa-masa kehamilan.
  • Mengalami gawat janin yang bisa terjadi karena tidak ada pasokan oksigen cukup.
  • Adanya kelainan kromosom pada janin, sehingga pertumbuhan terhenti.

Faktor lain yang bisa menyebabkan stillbirth adalah janin di dalam kandungan terlilit oleh tali pusar, gerakan bayi yang aktif bisa berpotensi menimbulkan permasalahan ini sehingga menyebabkan asupan nutrisi dan oksigen menjadi terhenti. Selama masa kehamilan, ibu sangat disarankan memiliki waktu istirahat yang cukup dan berkualitas dan jangan sampai tubuh merasa kelelahan.

Sama halnya seperti keguguran yang menjadi momok menakutkan bagi para ibu hamil, sehingga membuat mereka berusaha terus menjaga janin di dalam kandungan. Berikut ini terdapat beberapa faktor pemicu keguguran yang bisa muncul selama masa kehamilan.

  • Pola hidup yang tidak sehat.
  • Mengalami stres atau depresi saat hamil.
  • Berada di lingkungan yang tercemar terhadap asap rokok.
  • Munculnya masalah yang terjadi pada perkembangan janin, termasuk gangguan terkait plasenta.