Bahaya Dampak Negatif Gadget pada Anak, Begini Penanganannya

Bahaya Dampak Negatif Gadget pada Anak, Begini Penanganannya

“Hindari dampak negatif gadget dengan mengedukasi anak sejak dini. Batasi waktu penggunaan secara wajar sesuai kebutuhan mereka.”

Dampak negatif gadget bisa dialami kepada siapa saja yang menggunakannya secara tidak tepat atau berlebihan. Terutama pada anak-anak yang sering menggunakan gadget tanpa pengawasan dan kontrol dari orang tua.  

Untuk menghindari dampak negatifnya, orang tua perlu menerapkan beberapa strategi yang tepat untuk mengenalkan penggunaan gawai kepada anak. Sebab, gadget merupakan salah satu alat pembelajaran bagi anak.

Pengenalan tersebut berfungsi agar pola tumbuh kembang anak dalam berbagai aspek tidak terganggu. Karena itu, menjaga hal-hal dalam jumlah sedang dan membatasi jam penggunaan gawai, sangat membantu orang tua dalam kesejahteraan anak-anak. Dengan begitu, timbullah perilaku baik dalam diri anak. 

Hindari dampak negatifnya, gunakan gadget sesuai kebutuhan

Terdapat beberapa panduan terkait cara terbaik bagi orang tua untuk memperkenalkan penggunaan ponsel kepada anak-anak berikut ini.

Kenalkan penggunaan gadget setelah prasekolah

Menurut World Health Organization (WHO), sangat masuk akal bahwa orang tua bisa memperkenalkan penggunaan gadget dengan benar saat anak mereka memulai prasekolah. Sebab, dengan pengenalan dan penggunaan gadget yang sesuai kebutuhan, aktivitas anak akan berjalan lancar. Biasanya, pada tahap awal, anak dapat menghadapi risiko pengembangan kecenderungan dan perilaku yang merugikan.

Saring konten yang mendidik dan menarik 

Dalam penerapan penggunaan gadget pada anak, penting bagi orang tua untuk menyaring konten-konten yang menarik dan berkualitas. Terutama, konten yang mendidik untuk anak. Sebab, hal tersebut akan Karena itu, orang tua harus memperhatikan konten apa saja yang dikonsumsi anak mereka. 

Aktifkan langkah-langkah penyaringan bimbingan orang tua

Terdapat banyak alat elektronik atau gawai yang dikemas dengan opsi bimbingan orang tua. Karena itu orang tua harus memanfaatkannya untuk pembelajaran anak. 

Tak dimungkiri, penggunaan gadget dapat mengekspos anak-anak ke konten yang tidak pantas. Itu sebabnya, orang tua harus proaktif dalam melindungi anak-anak mereka dalam ruang digital. 

Menerapkan batas waktu pemakaian

Saat anak-anak menggunakan gadget, batasi waktu pemakaiannya. Hal itu bertujuan untuk mengurangi kemungkinan mereka dalam mengembangkan ketergantungan yang tidak sehat.
 

Selain itu, orang tua juga bisa menjadi kreatif tentang kapan anak-anak dapat menggunakan ponsel mereka. Apabila tetap konsisten dengan batasan yang dimiliki, anak akan lebih memungkinkan untuk membangun hubungan yang sehat pula dengan teknologi. 

Kapan penggunaan gadget yang tepat sesuai usia anak?

Penggunaan gadget yang berlebih bisa mengakibatkan berbagai dampak terhadap fisik maupun mental anak. American Academy of Pediatrics (APA) merekomendasikan waktu penggunaan gadget sesuai kebutuhan anak sebagai berikut.

  • Balita usia di bawah 18 bulan harus menghindari penggunaan gadget yang berlebih, terutama menghadap layar gadget terus-menerus.
  • Balita usia 18 hingga 24 bulan, orang tua dan pengasuh dapat menawarkan program yang berkualitas dan mendampingi anak saat menonton program tersebut.
  • Pada usia 2–5 tahun, penggunaan gadget harus dibatasi satu jam per hari untuk program berkualitas. Tentunya, dampingi anak Anda saat menggunakan gadget.
  • Pada anak usia 6 tahun ke atas, penggunaan gadget harus dibatasi. Jenis konten yang diakses pin harus sesuai kebutuhan usia mereka, tentunya yang mendidikan. 

Rekomendasi waktu dalam penggunaan gadget tersebut bertujuan untuk mengontrol serta membiasakan anak untuk tidak kecanduan gadget. Sebab, dampak negatif gadget bisa memengaruhi aktivitas anak. Sebagaimana halnya setiap teknologi atau alat di luar sana, ponsel adalah pedang bermata dua yang kecanggihannya sangat luar biasa. Dengan penerapan penggunaan gadget sesuai kebutuhan, anak bisa menjalani aktivitas lain untuk meningkatkan aktivitas belajar, pengembangan keterampilan, olahraga yang rutin, hingga istirahat yang cukup.

Tips Orang Tua untuk Anak yang Belajar Berhitung

Tips Orang Tua untuk Anak yang Belajar Berhitung

Belajar berhitung bagi anak tidak bisa dilakukan secara cepat dan membuat anak langsung bisa. Belajar berhitung harus dilakukan secara bertahap dan perlahan. Selain itu belajar berhitung bagi anak harus dilakukan dengan menyenangkan agar tidak menjadi beban. 

Tips mendampingi anak belajar berhitung

Berikut ini ada beberapa tips untuk orang tua yang sedang mengajari anak belajar berhitung, di antaranya yaitu:

Kenalkan Konsep Berhitung

Ajarkan konsep berhitung yang tepat pada anak sejak dini. Hal ini akan menghindarkan anak dari kasus menghafal. Menurut Chua Chin Loong, co-founder dan Head of Curriculum at Seriously Addictive Mathematics, berhitung dengan cara mengingat atau menghafal justru menimbulkan masalah pada anak kelak. Mengenalkan konsep berhitung bisa dimulai dengan menghitung jumlah kancing baju anak, menghitung jari-jari tangannya ketika sedang mandi, menghitung jumlah mobil di parkiran, dan sebagainya. Buatlah kegiatan menghitung menjadi suatu yang menyenangkan.

Gunakan Contoh Pasti

Dari pada sekedar menulis atau menunjukan angka-angka pada anak, lebih baik tunjukan dengan real object sesuai dengan jumlah yang diinginkan. Misalnya, orang tua ingin ajarkan konsep 3 tambah 2, gunakan lima buah apel atau lima keping lego atau benda-benda apa pun yang sudah lebih dikenal anak. Ambil 3 buah apel di atas meja, minta anak untuk menghitungnya. Lalu ambil 2 buah apel lainnya dan letakan di samping 3 apel tadi. Kemudian minta anak menghitung jumlahnya secara keseluruhan. Cara ini membuat anak belajar berhitung dengan mudah.

Membuat Progress Berkala

Setelah anak belajar pertambahan menggunakan metode apel, saatnya orang tua kenalkan konsep hitung pengurangan. Metode yang digunakan masih bisa menggunakan benda-benda yang ada di sekitarnya. Anda bisa menggunakan buah apel lagi, susun menyamping 5 buah apel. Lalu tanyakan terlebih dahulu pada anak, ada beberapa buah apel yang ada di atas meja. Jika anak berhasil menghitungnya, minta dia untuk ambil 2 buah apel. Letakan buah apel di meja yang lain. Tanyakan kembali, ada berapa buah apel yang tersisa. Sambil anda melakukan ini, coba tuliskan angka 5 di atas kertas saat anak berhasil menghitung buah apel. Lalu tuliskan angka 2 setelah ia mengambil 2 buah apel, dan tuliskan angka 3 ketika ia berhasil menjawab berapa buah apel yang tersisa.

Hindari Memaksa Terlalu Cepat

Sebaiknya ajarkan anak sesuai dengan tahap perkembangan dan tahap belajarnya. Jangan terburu-buru mengajarkan berhitung yang abstrak, karena yang cepat belum tentu tepat. Jangan ajarkan anak ke tahap yang lebih advance jika ia belum paham dengan konsep dasarnya. Amati dan nilai kemampuan dan pemahaman anak. Jika diperlukan, kembali ke tahap awal. Meski hal ini terlihat buang-buang waktu dan energi, tidak apa. Fokus Anda adalah agar anak memiliki kemampuan berhitung yang baik.

Kemampuan berhitung memang penting, tapi bukan segalanya. Masih ada banyak lagi kemampuan anak yang perlu diasah, misalnya kemampuan berbahasa, kemampuan bersosialisasi, dan sebagainya. Pengalaman fisik dan pengalaman matematis logis sangat penting dalam mengembangkan pengetahuan anak. Anak tak hanya butuh kemampuan berhitung, tapi juga pengalaman fisik, yang ia dapat dari bermain.

10 Kado untuk Anak yang Sesuai Minatnya

Saat tiba hari spesial, Anda tentu ingin memberikan kado terbaik untuk anak. Tak jarang, Anda akan memberikan banyak hadiah agar si kecil bisa memilih sesuka mereka.

Perlu diketahui, orang dewasa harus bijak dalam memilih kado untuk anak. Sebab, anak kecil memiliki pemahaman yang berbeda di setiap tahapan usianya. Artinya pula mainan, barang, atau apapun yang kamu berikan harus dapat menyesuaikan.

Jika Anda membutuhkan ide kado untuk anak, berikut ini rekomendasi yang sesuai dengan minat si kecil.

Kado untuk anak yang senang membaca: buku cerita bergambar 

Jika anak terlihat tertarik terhadap bacaan, Anda bisa mencari buku yang memiliki banyak gambar dibandingkan cerita. Buku juga cocok jika budget yang dimiliki terbatas. 

Untuk anak-anak, berikan board book supaya tidak mudah sobek karena terkadang anak kecil masih belum bisa mengontrol tenaganya. Berikan buku yang berisi pengenalan berbagai macam benda, hewan, buah karena di umur ini mereka sedang belajar mengenali berbagai hal dan belajar banyak kosakata baru. 

Kado untuk anak yang merindukan taman bermain: tenda bermain

Pandemi Covid-19 telah membatasi si kecil untuk bermain di dunia luar. Jika sebelum pandemi anak Anda senang bermain ke taman, mungkin hadiah tenda bermain bisa jadi pilihan yang tepat. 

Jika perlu, lengkapi tenda bermain ini dengan bola-bola agar suasana bermain lebih ceria. 

Kado untuk anak imajinatif: karpet mainan 3D

Karpet mainan tiga dimensi menjadi kado yang tepat untuk melatih imajinasi anak. Bentuk mainannya pun beragam, kota mini, rumah pantai, pertanian, rumah bermain, dan lalu lintas. Pilih yang paling disenangi si kecil.

Karpet mainan 3D ini pun praktis karena dapat digulung dan disimpan saat tidak digunakan. Jangan lupa untuk melengkapinya dengan mobil-mobilan mini agar semakin menyenangkan. 

Kado untuk anak yang senang menggambar: satu set krayon

Selain menyenangkan, menggambar juga dapat melatih motorik halus si kecil. Jika si kecil sedang dalam tahap senang menggambar, maka Anda bisa menghadiahkan krayon untuk belajar menggambar.

Belilah krayon yang bahannya aman untuk anak kecil. Karena anak umur 1 tahun masih suka memakan barang-barang yang dipegangnya. 

Kado untuk anak yang menyukai alami: teropong mainan

Anak-anak biasanya penasaran dengan banyak hal, terutama yang berbau alam. Anda bisa menghadiahi si kecil teropong yang bisa menunjukkan burung, lebah, dan alam. Teropong yang ringan dan berwarna-warni ini mudah digunakan oleh anak-anak, dan dilengkapi dengan tali leher sehingga tidak akan terlalu sering jatuh.

Pasangkan mereka dengan buku stiker burung dan lihat berapa banyak hewan yang dapat mereka identifikasi. 

Kado untuk anak yang senang bepergian: skuter anak

Skuter selalu menjadi hadiah liburan yang populer. Selain menyenangkan, bermain skuter juga dapat Skuter untuk anak yang berusia 3 tahun hingga 7 tahun biasanya memiliki 3-4 roda untuk memberi keamanan tanpa perlu khawatir jatuh. 

Selain menyenangkan, bermain skuter juga bisa mengasah keseimbangan diri dan membiasakan koordinasi sejumlah indera, seperti penglihatan dan sentuhan.

Kado untuk anak yang gemar bernyanyi: mikrofon nirkabel

Anak Anda sedang senang-senangnya bernyanyi? Jika iya, sebuah mikrofon nirkabel menjadi hadiah terbaik yang akan ia terima. Saat ini ada banyak mikrofon nirkabel dengan bluetooth sehingga mereka dapat menampilkan lagu karaoke terbaiknya langsung di rumah. 

Kado untuk anak perempuan yang senang bersih-bersih: mainan alat pembersih rumah

Jika si kecil senang ‘mengganggu’ Anda saat membersihkan rumah, maka mainan alat pembersih rumah bisa jadi ide kado anak yang tepat. Manfaatkan ini untuk membantu Anda membersihkan sementara mereka bersenang-senang.

Set alat pembersih rumah ini termasuk sapu, pel, dan kemoceng sehingga mereka memiliki semua alat yang mereka butuhkan untuk melakukan pekerjaan rumah. Menarik, bukan? 

Kado untuk anak yang baru bisa belajar: sepatu prewalker

Umur 1 tahun adalah umur dimana si Kecil baru belajar berjalan. Maka hadiah sepatu tentu menjadi kado yang paling berguna untuk mereka.

Cari sepatu yang paling nyaman dengan sol yang masih lentur, tidak keras dan kaku. Karena saat baru belajar berjalan kaki si Kecil masih butuh penyesuaian dengan tanah yang dipijaknya. 

Kado untuk anak yang pecinta musik: mainan alat musik 

Benda-benda yang dapat mengeluarkan suara merupakan pilihan yang baik sebagai kado untuk anak yang senang mendengarkan musik. Beberapa contohnya adalah:

  • Piano kayu mini
  • Gambang (xylophone) kayu
  • Perlengkapan drum

Anak-anak juga dapat belajar mengenai sebab akibat saat bermain dengan benda tersebut. Misalnya, saat menekan tombol mainan, mereka akan menyadari suara yang muncul dan tombol yang berbeda menghasilkan suara berbeda. Benda yang dapat bergemerincing saat digoyangkan juga dapat menarik perhatian dan membuatnya senang.

Demikian ide kado untuk anak sesuai dengan minatnya. Dari semua rekomendasi tadi, pastikan Anda memilih mainan yang aman untuk si kecil, ya!

Bina Keluarga Balita untuk Perkembangan Anak

Tahun-tahun awal kehidupan seorang anak sangat penting untuk kesehatan dan perkembangannya. Oleh karena itu Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memiliki program yang disebut kelompok Bina Keluarga Balita atau BKB, sebagai  upaya pencegahan stunting.

Perkembangan yang sehat berarti bahwa anak-anak dengan segala kemampuan, termasuk mereka yang berkebutuhan perawatan kesehatan khusus, dapat bertumbuh dimana kebutuhan sosial, emosional dan pendidikannya terpenuhi. Memiliki rumah yang aman dan penuh kasih sayang dan menghabiskan waktu bersama keluarga seperti bermain, bernyanyi, membaca, dan berbicara sangat penting. Nutrisi yang tepat, olahraga, dan tidur juga dapat membuat perbedaan besar.

Untuk mendukung perkembangan tersebut, Bina Keluarga Balita memiliki kegiatan yang khusus untuk membina tumbuh kembang anak melalui pola asuh yang benar berdasarkan kelompok umur. Kegiatan ini pun dialkukan oleh sejumlah kader yang berada di tingkat RW.

Dengan adanya program BKB, orang tua dan anggota keluarga lainnya diharapkan bisa meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran dalam membina tumbuh kembang anak yang berusia balita. Sebenarnya kelompok Bina Keluarga Balita dapat membantu Ibu dan anggota keluarga lainnya untuk mendidik anak, namun selain itu terdapat manfaat lainnya yang dapat Ibu dan anak bisa petik, antara lain:

  • Untuk dapat mengurus dan merawat anak balita serta pandai membagi waktu dan mengasuh anak
  • Untuk Memperluas wawasan dan pengetahuan tentang pola asuh anak yang benar
  • Untuk meningkatkan keterampilan dalam hal mengasuh dan mendidik anak balita
  • Supaya lebih terarah dalam cara pembinaan anak
  • Agar mampu mencurahkan perhatian dan kasih yang kuat terhadap anak sehingga tercipta ikatan batin yang antara otang tua dan anak.
  • Agar mampu membentuk anak yang berkualitas.

Manfaat bagi anak adalah:

  • Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
  • Berkepribadian luhur
  • Tumbuh dan berkembang secara optimal
  • Cerdas, trampil, dan sehat
  • Memiliki dasar kepribadian yang kuat guna perkembangan selanjutnya.

Mengasuh anak memiliki berbagai bentuk dan cara. Namun, beberapa praktik pengasuhan yang positif berhasil dengan baik di berbagai keluarga dan dalam lingkungan yang berbeda ketika memberikan pengasuhan yang dibutuhkan anak-anak agar bahagia dan sehat, dan untuk tumbuh dan berkembang dengan baik. Berikut cara-cara agar orang tua dapat mendukung perkembangan sehat anak mereka:

  • Menangani anak-anak dengan cara yang bisa diprediksi
  • Menunjukkan kehangatan dan kepekaan
  • Memiliki rutinitas dan aturan rumah tangga
  • Berbagi buku dan berbicara dengan anak-anak
  • Mendukung kesehatan dan keselamatan
  • Menggunakan disiplin yang tepat tanpa kekerasan

Sangat penting untuk setiap keluarga terutama yang baru memiliki anak pertama untuk mengikuti kelompok Bina Keluarga Balita, karena kegiatan ini bertujuan untuk membantu mengatasi masalah dalam tumbuh kembang anak. Sehingga nantinya anak Anda akan memiliki sikap yang positif dan berguna bagi keluarga.