Hati-hati, 2 Cara Mengatasi Serangan Jantung Berikut Justru Membahayakan

Hati-hati, 2 Cara Mengatasi Serangan Jantung Berikut Justru Membahayakan

Tahukah Anda, setiap 40 detik terdapat satu orang yang mengalami serangan jantung di Amerika Serikat. Penyakit ini juga merupakan ancaman terbesar di Indonesia bahkan di dunia. 

Fakta lainnya adalah meskipun dijuluki sebagai penyakit mematikan, banyak orang yang masih abai dalam melakukan pencegahan penyakit jantung. Padahal serangan jantung bisa terjadi dengan atau tanpa gejala. 

Lalu bagaimana cara mengatasi serangan jantung yang terjadi secara tiba-tiba?

Dua cara yang harus dihindari

Serangan jantung bisa menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan tepat. Langkah terbaik ketika mengalami serangan jantung adalah menelpon darurat medis dan meminum obat yang telah diresepkan. Duduk di lantai dengan menekuk lutut dan bersandar juga disarankan untuk mengurangi tekanan di dada.

Selain itu, tidak ada cara lain yang terbukti efektif membantu mengatasi serangan jantung. Justru cara cepat bisa membahayakan penderita penyakit jantung. 

Berikut dua cara mengatasi serangan jantung yang tidak direkomendasikan:

  1. Batuk CPR

Batuk CPR melibatkan bernapas dalam-dalam, kemudian batuk dengan kuat. Cara ini diklaim dapat meningkatkan tekanan darah dan membuat jantung kembali normal. 

Batuk CPR sebenarnya salah satu metode dalam tindakan darurat CPR (cardiopulmonary resuscitation) atau yang dikenal juga dengan Resusitasi Jantung Paru (RJP). Metode ini merupakan tindakan sementara dalam pengaturan seperti laboratorium katerisasi jantung dimana pasiennya sadar dan dipantau melalui mesin EKG. 

Pelajaran mengenai batuk CPR tidak diberikan di kursus CPR penyelamat darurat karena teknik ini tidak berguna dalam pengaturan pra-rumah sakit. Di hampir semua kasus darurat, pasien berada dalam keadaan tidak responsif, termasuk pasien serangan jantung.

Selain itu, batuk CPR terbukti tidak efektif dalam meringankan serangan jantung. Jika Anda lebih memilih melakukan batuk CPR dan menunda panggilan darurat, risiko ketidaksadaran dan kematian akan meningkat dengan cepat. 

  1. Air cabai rawit

Meminum segelas air cabai diklaim bertindak sebagai stimulan yang mampu meningkatkan detak jantung, mengalirkan darah ke seluruh tubuh, serta menyeimbangkan sirkulasi. Beberapa orang juga mengklaim air cabai dapat menghentikan pendarahan secara instan. 

Namun, tidak ada bukti ilmiah terkait manfaat tersebut. Ditambah lagi belum diketahui apakah capsaicin dalam cabai aman jika dikombinasikan dengan aspirin yang dikonsumsi selama serangan jantung terjadi.

Interaksi keduanya bisa saja menghasilkan reaksi yang membahayakan. Untuk itu lebih baik meminum obat yang sudah jelas khasiatnya dan diresepkan oleh dokter.

Hidup sehat tanpa penyakit jantung

Agar terhindar dari penyakit kardiovaskular dan kemungkinan serangan jantung, berikut 5 cara mudah yang bisa dicoba:

  1. Berhenti merokok

Rokok dan asap rokok mengandung lebih dari 7.000 bahan kimia yang dapat merusak jantung dan pembuluh darah. 

Semakin banyak dan lama Anda merokok, maka kerusakan jantung semakin parah. Perlu waktu yang sangat lama untuk mengembalikan kerusakan jantung akibat merokok. 

Beberapa kasus membutuhkan waktu 10 tahun atau lebih untuk memulihkan kerusakan, tapi beberapa kerusakan pada jantung mungkin tidak bisa dihilangkan.

  1. Diet kolesterol

Semakin banyak kolesterol jahat “LDL” dan trigliserida menumpuk dalam tubuh, Anda semakin berisiko tinggi terkena penyakit jantung. Mengurangi makanan tinggi kolesterol, seperti gorengan dan makanan cepat saji akan sangat membantu.

  1. Kelola tekanan darah

Tekanan darah tinggi dapat memicu serangan jantung mendadak. Menurunkan berat badan berlebih, rutin berolahraga, dan diet berbasis nabati membantu tekanan darah stabil.

  1. Tidur cukup

Orang dewasa yang tidur kurang dari enam jam per malam memiliki risiko 20 % lebih tinggi terkena serangan jantung. Mereka yang tidur lebih dari sembilan jam per malam juga berisiko tinggi terkena, yaitu 34 %. 

  1. Keloka stres

Stres adalah hal yang umum, namun stres berlebih dapat meningkatkan peradangan dalam tubuh yang akhirnya memicu tekanan darah tinggi, menyebabkan berkembangnya penyakit jantung. 

Meluangkan satu hari dalam seminggu untuk perawatan diri dapat menghilangkan stres dan membuat tubuh menjadi lebih tenang. 

Catatan

Itu tadi cara mengatasi serangan jantung yang tidak boleh dilakukan. Cara tersebut bisa dilakukan jika Anda terkena serangan jantung atau menghadapi seseorang yang mengalami serangan jantung. 

Akan lebih baik melakukan tindakan sesuai yang direkomendasikan oleh medis, karena cara cepat belum tentu tepat.

Pengobatan untuk Leukosit Esterase

Tes sel darah lengkap (CBC) sering kali mencakup pengukuran tingkat leukosit, atau sel darah putih (WBC). Tingkat leukosit yang lebih tinggi dalam aliran darah dapat mengindikasikan adanya infeksi. Ini karena leukosit adalah bagian dari sistem kekebalan, dan membantu melawan penyakit dan infeksi.

Leukosit dalam urin yang tinggi dapat disebabkan oleh infeksi atau obstruksi di saluran kemih

Leukosit juga dapat ditemukan dalam urinalisis, atau tes urine. Kadar sel darah putih yang tinggi dalam urin Anda juga menunjukkan bahwa Anda mengalami infeksi. Dalam kasus ini, tubuh Anda mencoba melawan infeksi di suatu tempat di saluran kemih Anda. Biasanya, itu berarti kandung kemih atau uretra, yang merupakan saluran yang membawa urin dari kandung kemih. Leukosit dalam urin juga bisa menandakan infeksi ginjal. 

Jumlah leukosit yang sangat tinggi dalam urin menunjukkan peradangan atau infeksi di sepanjang saluran kemih, seringkali di kandung kemih atau ginjal.

Ini akan ditampilkan dalam tes urine. Wanita selama kehamilan menerima pengujian untuk infeksi saluran kemih selama kunjungan prenatal pertama mereka, dan mereka mungkin memerlukan pengujian di waktu lain selama kehamilan mereka. Orang lain mungkin memerlukan pengujian berdasarkan kesehatan, gejala, atau riwayat infeksi berulang.

Dokter dapat melakukan tes dipstik, di mana strip kimiawi mendeteksi enzim yang disebut leukosit esterase yang menunjukkan adanya sel darah putih, biasanya terkait dengan infeksi. Tes dipstick juga menyoroti nitrit, yang merupakan produk limbah dari pemecahan bakteri tertentu.

Kehadiran nitrit dalam urin sangat spesifik untuk infeksi bakteri tertentu. Nitrit tidak terjadi pada semua jenis bakteri. Tidak adanya leukosit esterase dalam urin berarti urin tersebut kemungkinan tidak mengandung sel darah putih, sehingga kemungkinan besar tidak membawa agen infeksi.

Dokter atau teknisi laboratorium juga dapat melakukan kultur urin. Ini melibatkan pertumbuhan bakteri dari urin untuk mengidentifikasi penyebab infeksi.

Mengapa mereka muncul?

Infeksi atau penyumbatan pada saluran kemih atau kandung kemih dapat menyebabkan peningkatan jumlah leukosit dalam urin Anda.

Infeksi mungkin lebih parah jika Anda hamil, yang meningkatkan kemungkinan berkembangnya masalah seperti infeksi saluran kemih (ISK). Jika Anda sedang hamil dan mengalami infeksi pada saluran kemih, penting untuk mendapatkan perawatan karena dapat mempersulit kehamilan Anda.

Anda berisiko terkena infeksi bakteri di kandung kemih jika Anda menahan kencing terlalu lama sebelum buang air kecil. Menahan urine secara berulang dapat meregangkan kandung kemih terlalu banyak. Seiring waktu, hal itu membuat kandung kemih Anda cenderung tidak kosong sepenuhnya saat Anda pergi ke kamar mandi. Ketika urin tetap berada di kandung kemih, itu meningkatkan kemungkinan bakteri akan meningkat jumlahnya, yang dapat menyebabkan infeksi kandung kemih. Sistitis tanpa komplikasi adalah nama lain untuk infeksi saluran kemih yang terbatas pada kandung kemih pada orang sehat yang tidak hamil.

Batu ginjal, tumor di panggul, atau jenis penyumbatan lain di saluran kemih juga dapat menyebabkan lebih banyak leukosit muncul.

Infeksi saluran kemih

ISK dapat mempengaruhi saluran kemih bagian atas dan bawah, ginjal, kandung kemih, uretra, dan prostat.

Infeksi saluran kemih bagian bawah mungkin juga memiliki nama-nama spesifik ini:

  • sistitis, atau infeksi kandung kemih
  • uretritis, infeksi uretra, yaitu saluran yang membawa urin dari kandung kemih ke luar tubuh
  • prostatitis, yang melibatkan prostat

ISK atas dan bawah dapat menyebabkan leukosit dalam urin.

Gejala bervariasi dan sering tumpang tindih, tetapi mungkin termasuk:

  • buang air kecil lebih sering, dan sering merasa ingin buang air kecil
  • terbakar atau nyeri buang air kecil hanya mengeluarkan sedikit urin
  • kesulitan buang air kecil atau nyeri saat buang air kecil
  • keluarnya cairan atau urine keruh
  • darah dalam urin
  • nyeri atau tekanan perut bagian bawah

Gejala infeksi yang lebih serius dapat meliputi:

  • demam dan menggigil
  • nyeri pinggang atau punggung bawah
  • mual
  • muntah
  • merasa sangat sakit

Penting untuk segera mencari pertolongan medis jika salah satu dari gejala ini terjadi.

Pengobatan untuk infeksi saluran kemih

Jika Anda didiagnosis dengan semua jenis infeksi bakteri, kemungkinan besar dokter akan menyarankan Anda untuk minum antibiotik. Jika ini adalah pertama kalinya Anda menderita ISK atau jika Anda jarang terkena ISK, antibiotik jangka pendek adalah pilihan yang tepat.

Jika Anda mengalami ISK berulang, dokter Anda mungkin meresepkan antibiotik yang lebih lama dan pengujian lebih lanjut untuk melihat apakah ada alasan khusus untuk infeksi berulang. Untuk wanita, minum antibiotik setelah hubungan seksual dapat membantu, tetapi Anda hanya boleh minum obat resep seperti yang direkomendasikan oleh dokter Anda.

Selain antibiotik, meningkatkan asupan cairan dapat membantu mengatasi ISK. Minum lebih banyak air mungkin tampak tidak menarik jika nyeri saat buang air kecil, tetapi hal ini dapat membantu mempercepat proses penyembuhan.

5 Penyakit Bergejala Jari Tangan Bengkak dan Gatal

Apa yang Anda di pikiran Anda ketika mengalami jari tangan bengkak dan gatal?  Kebanyakan orang menganggap jari tangan bengkak dan gatal hanyalah respons tubuh akibat cuaca yang terlalu panas ataupun efek gigitan serangga. Hal tersebut tidak salah. Namun, Anda juga perlu mewaspadai jika rasa gatal dan bengkak yang dialami tangan Anda bersumber dari penyakit serius yang tengah menggerogoti tubuh Anda. 

Pasalnya, banyak penyakit yang cukup serius ternyata memiliki gejala jari tangan bengkak dan gatal. Ciri-ciri pembengkakan dan rasa gatal yang bersumber dari penyakit tertentu adalah kondisinya yang sulit mereda dan bersifat kambuhan. 

Berikut ini adalah beberapa jenis penyakit yang kerap menimbulkan gejala jari tangan bengkak dan gatal. Jika Anda memang memiliki riwayat di bawah ini dan belakangan menemui gejala pembengkakan dan rasa gatal di jari tangan, jangan ragu untuk kembali memeriksakan diri ke dokter. 

  1. Gangguan Ginjal 

Ginjal berfungsi membuang limbang dan cairan ekstra dari tubuh Anda. Jika kinerja ginjal tidak optimal, gejala jari tangan bengkak dan gatal akan sangat mudah menghampiri. Pasalnya, penumpukan cairan akan lebih mudah menyasar bagian jari-jari tangan, kaki, maupun sekitar mata. Cobalah untuk memeriksa kondisi ginjal Anda secara lebih menyeluruh untuk memastikan Anda tidak membutuhkan tindakan cuci darah ataupun transplantasi. 

  1. Penyakit Asam Urat 

Kadar asam urat yang dianjurkan bagi orang dewasa tidak lebih dari 7 miligram per desiliter. Jika lebih dari itu, Anda terkategori mengalami penyakit asam urat yang rentan menimbulkan rasa nyeri di bagian sendi hingga memicu pembengkakan. Pembengkakan karena asam urat yang berlebih mengkristal umumnya terjadi di bagian sendi gerak, entah di tangan maupun kaki. Jari-jari tangan pun rentan mengalaminya. Pembengkakan yang timbul akibat kristal asam urat ini tidak jarang disertai rasa gatal yang menyebalkan. 

  1. Psoriaris 

Psoriasis adalah kondisi yang membuat sel-sel kulit cepat menumpuk dan memicu pembengkakan. Penyakit ini juga membuat munculnya bercak dan sisik pada kulit yang terasa sangat gatal. Jari tangan bengkak dan gatal pun tidak jarang menjadi bagian gejala psoriaris yang tampak jelas. Ini karena psoriasis dapat memengaruhi berbagai area tubuh seseorang, terutama persendian, jari, dan kuku. Selain bengkak dan gatal, bagian tubuh yang tedampak psoriaris juga kerap mengalami peradangan hingga darah keluar. 

  1. Skleroderma 

Skleroderma merupakan salah satu jenis penyakit autoimun. Orang yang terkena penyakit ini akan mengalami pembentukan kolagen berlebih yang mengental dan mengeras di bagian kulit. Tidak jarang, penderita scleroderma akan mengalami jari tangan bengkak dan gatal hingga menggelembung seperti sosis pada tahap-tahap awal. Untuk tahap selanjutnya, organ yang terpapar sangat mudah terluka. Skleroderma merupakan penyakit yang tidak bisa sembuh, namun gejalanya dapat dikurangi dengan pengobatan yang tepat.

  1. Diabetes 

Tidak semua orang yang terkena diabetes akan mudah mengalami jari tangan bengkak dan gatal. Hanya penderita diabetes neuropatilah yang rentan mengalami gejala ini. Pasalnya, kadar gula darah yang tinggi membuat kerusakan saraf yang membuat tangan dan kaki maupun area lain yang memiliki banyak saraf tepi sensitif terhadap sentuhan. Kesensitifan inilah yang membuat jari tangan maupun bagian tubuh lainnya yang mengalami kerusakan saraf akan mudah merasa gatal dan mengalami pembengkakan. Mengontrol dan menurunkan gula darah menjadi kunci untuk meredakan gejala jari tangan bengkak dan gatal yang dipicu oleh diabetes jenis yang satu ini. 

Jika Anda merasa tidak memiliki salah satu jenis penyakit tersebut, tapi kerap mengalami jari tangan bengkak dan gatal, cobalah untuk melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh. Bisa jadi, Anda hanya tidak sadar sudah mengalami suatu penyakit di tubuh Anda.

Langkah Pengobatan untuk Mengatasi Telinga Berdarah

Pernahkah Anda mengalami telinga berdarah? Pendarahan yang terjadi di telinga bukanlah hal yang umum. Ini bisa saja menjadi tanda adanya kondisi medis tertentu yang terjadi pada telinga Anda.

Telinga sakit bisa disebabkan oleh penyakit telinga maupun efek dari kondisi lainnya

Untuk mengatasinya, Anda perlu terlebih dahulu mengetahui faktor penyebab pendarahan. Anda bisa melakukan pemeriksaan ke dokter, dan dokter bisa membantu memberikan diagnosa untuk penyebab kondisi Anda. 

Bagaimana telinga berdarah diobati? 

Pengobatan untuk pendarahan di telinga mungkin akan berbeda-beda untuk setiap pasien. Semuanya tergantung pada penyebab serta bagaimana tingkat keparahan kondisi Anda. 

Setelah dokter melakukan diagnosa, dokter bisa mengajukan metode pengobatan sesuai dengan penyebab. Berikut  ini beberapa upaya pengobatan untuk telinga berdarah: 

  • Antibiotik

Pengobatan dengan antibiotik merupakan salah satu cara pengobatan yang paling umum. Ini biasanya diberikan pada penderita pendarahan telinga yang disebabkan oleh infeksi. 

Antibiotik memang bisa bekerja dengan baik untuk menyembuhkan infeksi, baik itu infeksi bakteri maupun infeksi jamur. Akan tetapi, beberapa infeksi virus mungkin tidak mempan diobati hanya dengan antibiotik saja, sehingga memerlukan cara pengobatan yang lain. 

  • Obat pereda nyeri

Bagi sebagian orang, pendarahan di telinga juga bisa disertai dengan gejala lain berupa rasa tertekan dan nyeri di telinga. Jika hal ini terjadi, maka dokter bisa juga meresepkan obat pereda nyeri bagi Anda. 

Obat pereda nyeri bisa bekerja dengan efektif untuk mengatasi rasa sakit di telinga, kerusakan telinga, serta masalah tekanan pada telinga. Anda juga bisa menggunakan obat pereda nyeri yang dijual dengan bebas di apotek tanpa memerlukan resep dokter.

  • Kompres hangat

Jika Anda mengalami pendarahan telinga yang disertai dengan rasa sakit, salah satu cara untuk mengatasinya adalah menggunakan kompres hangat. Ini adalah cara pengobatan yang paling efektif jika Anda tidak bisa langsung mendapatkan perawatan dari dokter.

Gunakan kain lap khusus yang direndam ke dalam air hangat, kemudian tempelkan pada telinga yang sakit, berdarah, dan membengkak. Suhu panas dari kain hangat tersebut akan secara perlahan melegakan rasa nyeri dan ketidaknyamanan. 

Dalam beberapa kasus, telinga berdarah bisa sembuh tanpa memerlukan pengobatan tertentu. Akan tetapi, Anda tetap perlu memantau kondisi telinga Anda secara berkala dengan seksama.

Dokter mungkin akan meminta Anda untuk melaporkan perkembangan kondisi telinga secara rutin. Ini adalah cara pengobatan yang paling umum untuk pendarahan telinga akibat cedera di kepala. 

Apakah telinga berdarah berbahaya?

Cobalah untuk mengenali gejala dari pendarahan yang Anda alami. Beberapa gejala tambahan bisa mengindikasikan adanya kondisi medis tertentu yang lebih berbahaya. 

Umumnya, pendarahan yang Anda alami di telinga akan menimbulkan gejala tambahan yang cukup ringan. Gejala ini meliputi kelemahan wajah, demam, sakit kepala, kehilangan pendengaran, dan dengungan di telinga. Anda juga akan merasakan sakit atau nyeri pada telinga.

Namun, gejala-gejala tersebut biasanya bersifat sementara dan bisa membaik setelah diobati. Gejala tersebut juga cenderung tidak berbahaya selama dirawat dengan tepat. 

Akan tetapi, ada juga gejala lain yang lebih serius. Gejala-gejala berikut ini mungkin menandakan adanya kondisi medis yang mengancam jiwa:

  • Hidung berdarah
  • Kehilangan kesadaran
  • Pusing dan lesu
  • Tidak mampu melacak gerakan mata
  • Ukuran pupil tidak beraturan
  • Muntah-muntah

Jika mengalami gejala telinga berdarah di atas, sebaiknya segera kunjungi unit gawat darurat di rumah sakit terdekat. Anda perlu mendapatkan pertolongan medis sesegera mungkin.

Kontraktur Dupuytren Sebabkan Jari Tangan Bengkok Tanpa Nyeri

Meski tidak merasa sakit, namun kontraktur dupuytren bisa membuat jari tangan bengkok dan kurang nyaman. 

Kontraktur dupuytren merupakan kondisi yang dapat memengaruhi lapisan jaringan pada bagian bawah kulit telapak tangan. Hal ini terjadi karena simpul jaringan yang terbentuk di bawah kulit membuat tali tebal dan menarik satu atau lebih hingga membuat posisi jari tangan bengkok atau tertekuk.

Jari yang terkena biasanya tidak dapat diluruskan sepenuhnya, hingga mempersulit aktivitas sehari-hari seperti meletakkan tangan di saku, mengenakan sarung tangan, atau berjabat tangan. Kontraktur dupuytren umumnya menyerang dua jari manis dan kelingking. Penyakit ini juga kerap dialami oleh pria lanjut usia keturunan Eropa Utara. 

Gejala kontraktur dupuytren

Kontraktur dupuytren biasanya tidak dirasakan secara langsung, melainkan memiliki gejala yang timbul secara perlahan selama bertahun-tahun. Kondisi tersebut biasanya dimulai dengan penebalan kulit di telapak tangan. Selanjutnya, kulit di telapak tangan akan tampak lebih berkerut seperti memiliki lesung pipit. Kontraktur dupuytren akan menyebabkan timbulnya gumpalan jaringan di telapak tangan Anda. Benjolan ini mungkin sensitif terhadap sentuhan tetapi biasanya tidak terasa sakit.

Pada tahap selanjutnya kontraktur dupuytren, menyebabkan terbentuknya tali jaringan di bawah kulit telapak tangan dan dapat menjulur hingga ke jari-jari. Saat tali tersebut mulai mengencang, maka jari-jari akan tertarik ke arah telapak tangan dan terasa sangat kuat, hingga menyebabkan dua jari yang terletak paling jauh dari ibu jari terkena. Kontraktur dupuytren dapat terjadi di kedua tangan, namun biasanya kondisi lebih parah berada pada satu tangan saja.

Penyebab kontraktur dupuytren

Umumnya penyakit ini belum diketahui apa penyebabnya, bahkan tidak ada bukti spesifik bahwa cedera tangan atau pekerjaan yang melibatkan getaran pada tangan menyebabkan kondisi tersebut. Namun, beberapa orang dengan faktor risiko seperti ini mungkin lebih rentan terjangkit.

– Kontraktur dupuytren paling sering menyerang pria berusia 50 tahun ke atas.

– Orang-orang keturunan Eropa Utara berisiko lebih tinggi terkena penyakit ini.

– Kontraktur dupuytren bisa terjadi karena faktor genetik.

– Alkohol dan merokok dapat meningkatkan faktor risiko kontraktur dupuytren. Penyebabnya, karena adanya perubahan mikroskopis dalam pembuluh darah yang disebabkan oleh merokok. 

– Orang dengan diabetes memiliki peningkatan risiko kontraktur dupuytren lebih tinggi.

Pengobatan kontraktur dupuytren

Jika kondisi ini berkembang meski tidak menimbulkan rasa sakit dan hanya berdampak kecil pada kemampuan menggunakan tangan untuk tugas sehari-hari, mungkin Anda tidak memerlukan pengobatan. Sebaliknya, jika Anda merasakan ketidaknyamanan yang berlebih hingga memberikan rasa sakit sebaiknya segera lakukan pengobatan yang meliputi: 

Terapi tusuk jarum

Teknik ini menggunakan jarum. Alat tersebut akan dimasukkan melalui kulit, untuk menusuk dan memutuskan tali jaringan yang berkontraksi dengan jari. Keuntungan utama dari teknik tusuk jarum adalah tidak adanya sayatan, dapat dilakukan pada beberapa jari pada waktu yang bersamaan, dan biasanya hanya diperlukan sedikit terapi fisik setelahnya. 

Memperbaiki gaya hidup 

Jika Anda memiliki kontraktur dupuytren ringan, sebaiknya hindari kebiasaan menggenggam terlalu kuat pada perkakas. Selalu gunakan sarung tangan dengan bantalan tebal jika terpaksa harus menggenggam kuat.

Tingkat keparahan kontraktur dupuytren dapat bervariasi dan membuat Anda sulit atau tidak nyaman untuk melakukan fungsi tertentu menggunakan tangan. Jari tangan bengkok biasanya dapat membatasi kemampuan Anda untuk membuka, menggenggam benda besar atau memasukkan tangan ke tempat yang sempit. Oleh karena itu, jika kamu sudah merasa sangat tidak kondusif dengan kondisi ini, sebaiknya segera buat janji dengan dokter sebelum keadaan berlanjut lebih serius.

Diapil 12 Kapsul untuk Diabetes, Bagaimana Efektivitasnya?

Ada banyak cara yang bisa dilakukan guna meringankan gejala diabetes. Salah satunya adalah menggunakan obat herbal tradisional seperti Dami Sariwana Diapil 12 Kapsul.

Anda mungkin bertanya-tanya, bagaimana obat herbal bisa mengatasi diabetes? Karena terbuat dari bahan alami, obat herbal mengobati gejala diabetes secara alami juga. Anda bisa merasakan manfaat signifikan dari menggunakan bahan-bahan herbal untuk diabetes.

Cara kerja obat herbal dalam mengobati diabetes

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, obat herbal bekerja dengan bahan-bahan alami yang ada di dalamnya. Anda bisa memilih untuk menggunakan obat herbal, suplemen, maupun keduanya di saat yang bersamaan.

Akan tetapi, perlu diingat bahwa obat jenis apa pun, termasuk obat herbal sekalipun, tidak bisa menggantikan insulin. Karena itu, bagi Anda yang perlu menjalani terapi insulin untuk mengatasi diabetes, jangan bergantung sepenuhnya hanya kepada obat herbal saja. 

Jika ingin menggunakan obat herbal untuk mengatasi diabetes, perhatikan hal-hal berikut ini:

1. Bukan pengganti obat medis

Perlu diketahui juga bahwa tidak ada suplemen yang mampu memperbaiki pankreas yang berhenti memproduksi insulin. Sebaliknya, suplemen dan obat-obatan herbal seperti Diapil 12 Kapsul dimaksudkan untuk bekerja secara sinergis dengan rencana perawatan lainnya yang lebih komprehensif.

Dengan kata lain, sebagai penderita diabetes, Anda tetap memerlukan pengobatan medis dari dokter. Penggunaan obat herbal akan meningkatkan efektivitas pengobatan menjadi lebih cepat. 

2. Bekerja dengan memberikan nutrisi

Ketika seseorang mengalami diabetes, tubuhnya akan kekurangan berbagai macam nutrisi. Di sinilah obat herbal bisa memberikan bantuan. 

Obat herbal untuk diabetes bisa digunakan untuk menggantikan nutrisi yang hilang, menurunkan kadar glukosa, menurunkan resistensi insulin, serta mengurangi peradangan pada tubuh yang merupakan komplikasi dari diabetes.

Perhatian saat meminum obat herbal Diapil 12 Kapsul

Ketika akan meminum obat apapun, termasuk obat herbal Dami Sariwana Diapil 12 Kapsul, ada beberapa hal yang perlu Anda beri perhatian khusus. Berikut ini hal-hal tersebut:

1. Diminum hanya jika benar-benar menderita diabetes

Obat herbal bukan ditujukan untuk orang-orang yang ingin melakukan upaya pencegahan dari diabetes. Karena itu, Anda tidak boleh meminumnya jika belum benar-benar yakin bahwa Anda adalah penderita diabetes.

Jika Anda sudah didiagnosa oleh dokter sebagai penderita diabetes, barulah Anda boleh menggunakan obat herbal ini sebagai alternatif pengobatan tambahan. 

3. Tidak bisa menggantikan obat

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, obat herbal bekerja dengan sinergis bersamaan dengan perawatan medis. Anda tidak dianjurkan untuk bergantung sepenuhnya pada penggunaan obat herbal untuk mengatasi diabetes Anda. 

Selalu konsultasikan pada dokter sebelum menggunakan obat herbal. Dokter bisa memberikan arahan mengenai cara menggunakan obat herbal untuk diabetes yang baik dan benar. 

4. Efek samping dan risiko

Setiap jenis obat pasti memiliki efek samping. Hal ini juga berlaku pada obat herbal. Hanya saja, efek samping yang kemungkinan akan dialami oleh pengguna tentu berbeda-beda.

Salah satu efek samping yang mungkin timbul adalah reaksi alergi. Selain itu, bisa saja obat herbal melumpuhkan kemampuan obat dari dokter untuk mengobati gejala diabetes Anda. Efek samping dan risiko seperti ini harus selalu Anda waspadai.

Meskipun terbuat dari bahan alami, selalu usahakan untuk menggunakan obat herbal dengan bijak. Jika gejala diabetes yang Anda alami cenderung ringan, Anda mungkin bisa menggunakan Diapil 12 Kapsul untuk salah satu cara penyembuhan. 

Tanya Dokter Paru, Mulai dari Asma Hingga Pneumonia

Dokter spesialis paru merupakan salah satu spesialisasi dokter yang berfokus pada kesehatan sistem pernapasan. Ahli paru merawat segala sesuatu mulai dari asma hingga tuberkulosis. Jadi, kira-kira tanya dokter paru apa saja yang terkait dengan spesialisasinya? Simak terus artikel berikut ya, untuk mengetahui apa saja kita-kira hal yang terkait dengan dokter paru. 

Apa itu ahli paru?

Dokter spesialis paru adalah dokter yang mendiagnosa dan memperlakukan penyakit pada sistem pernapasan, paru-paru, dan organ lain yang membantu Anda bernapas. Untuk beberapa penyakit jangka pendek yang memengaruhi paru-paru Anda, seperti flu atau pneumonia, Anda mungkin bisa mendapatkan semua perawatan yang Anda butuhkan dari dokter biasa. Tetapi jika batuk, sesak napas, atau gejala lainnya tidak kunjung membaik, Anda mungkin perlu menemui ahli paru. 

Sistem pernapasan

Sistem pernapasan termasuk organ yang membantu Anda bernapas. Tiga bagian utama dari sistem ini adalah saluran napas, paru-paru, dan otot pernapasan. Jalan napas meliputi:

  • Hidung 
  • Mulut
  • Tekak
  • Pangkal tenggorokan
  • Batang tenggorokan
  • Bronkus
  • Bronkiolus
  • Alveoli

Anda mengunakan beberapa otot selama pernapasan. Yang paling menonjol adalah diagfragma. Otot-otot lain dikategorikan dalam kelompok, termasuk:

  • Otot intercostal, yang membantu menghirup
  • Otot aksesori, yang membantu pernapasan tetapi tidak memainkan peran utama
  • Otot pernapasan, yang membatu pernapasan yang kuat atau aktif

Kondisi seperti apakah yang ditangani dokter paru?

Seorang ahli atau spesialis paru dapat mengobati berbagai macam masalah paru-paru diantaranya:

  • Asma. Penyakit yang meradang dan menyempitkan saluran udara Anda dan membuat Anda sulit bernapas. 
  • Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Sekelompok penyakit paru-paru yang mencakup emfisema dan bronkitis kronis. 
  • Custic fibrosis. Penyakit yang disebabkan oleh perubahan pada gen Anda yang membuat lendir lengket menumpuk di paru-paru Anda. 
  • Emfisema. Yang merusak kantung udara di paru-paru Anda. 
  • Penyakit paru-paru interstisial. Sekelompok kondisi yang melukai dan membuat paru-paru Anda kaku. 
  • Kanker paru-paru. Sejenis kanker yang dimulai di paru-paru. 
  • Apnea tidur obstruktif. Yang menyebabkan jeda berulang dalam pernapasan saat Anda tidur.
  • Hipertensi pulmonal. Atau tekanan darah tinggi di arteri paru-paru Anda. 
  • Tuberkolosis. Infeksi bakteri pada paru-paru. 
  • Bronkiektasis. Yang merusak saluran udara Anda sehingga melebar dan menjadi lembek atau bekas luka. 
  • Bronkitis. Yaitu saluran udara Anda meradang, dengan batuk dan lendir berlebih. Ini dapat menyebabkan infeksi. 
  • Pneumonia. Infeksi yang membuat kantung udara (alveoli) di paru-paru meradang dan berisi nanah. 
  • Pneumonia Covid-19. Yang dapat menyebabkan masalah pernapasan parah dan gagal napas. 

Prosedur apa yang digunakan dokter paru?

Umumnya, sebelum melakukan tindakan Anda dapat tanya dokter paru apa prosedur yang perlu Anda lakukan untuk menentukan sebuah diagnosis paru-paru. Nah, dokter paru biasanya akan melakukan uji dan tes beberapa hal berikut untuk mendiagnosis terkait penyakit atau masalah pada paru-paru. Ini mungkin termasuk:

  • CT scan untuk mendapatkan gambaran detail dari tulang, otot, organ lemak, dan pembuluh darah di dada Anda. 
  • Fluoroskopi dada, tes sinar X untuk melihat seberapa baik paru-paru Anda dapat berfungsi
  • USG dada untuk memeriksa organ dan struktur dada lainnya
  • Biopsy pleura untuk mengambil sampel jaringan kecil dari pleura, yang merupakan membrane yang mengelilingi paru-paru Anda
  • Tes fungsi paru, tes pernapasan untuk melihat seberapa baik paru-paru Anda bekerja
  • Tes oksimetri nadi untuk menentukan tingkat saturasi oksigen dalam darah Anda
  • Thoracentesis untuk mengeluarkan dan mengambil sampel cairan dari sekitar paru-paru Anda 
  • Tabung dada untuk mengeluarkan udara atau cairan dari sekitar paru-paru Anda
  • Bronkoskopi untuk memeriksa jalan napas Anda dan menentukan apakah Anda memiliki masalah pada trakea, saluran udara bagian bawah, tenggorokan atau laring
  • Studi tidur untuk membantu mendiagnosis gangguan tidur, seperti sleep apnea

Namun, dalam kasus penyakit dan kondisi paru-paru yang lebih serius, dokter paru dapat merujuk Anda ke ahli bedah thorax untuk prosedur seperti lobektomi untuk mengangkat sebagian dari paru-paru yang sakit atau transplantasi paru-paru. Sebelum itu, biasanya dokter paru akan membicarakan hal tersebut dengan keluarga pasien terlebih dahulu. Anda dapat tanya dokter paru tentang apa pun, mulai dari risiko, prosedur pelaksanaan, hingga pemulihan. 

10 Penyebab Benjolan di Kepala Penis Serta Cara Mengatasinya

Benjolan di penis sangat ditakuti sebagai gejala kanker atau infeksi menular seksual. Tapi seringkali benjolan di area tersebut bukanlah kondisi yang berbahaya. 

Benjolan kecil di alat kelamin adalah hal yang sangat umum terjadi dan disebabkan oleh banyak hal, misalnya papula penis mutiara. Benjolan di kepala penis juga bisa jadi bagian dari anatomi normal penis Anda.  

Kenali penyebab benjolan di penis, mulai dari dari jerawat, kutil, kista, hingga kanker.

  

Artikel berikut akan menjelaskan berbagai penyebab benjolan di penis.

Penyebab timbulnya benjolan di penis

  1. Kelenjar Tyson

Kelenjar Tyson adalah kelenjar sebaceous kecil yang terbentuk di kedua sisi frenulum (lipatan jaringan ikat di bawah penis). Mereka muncul sebagai benjolan kecil berwarna kuning atau putih di kulup.

Kelenjar Tyson merupakan struktur normal pada penis pria dan tidak berbahaya, sehingga tidak diperlukan perawatan medis.

  1. Bintik Fordyce

Bintik Fordyce adalah benjolan kecil berwarna putih kekuningan yang terbentuk di kepala, batang, atau kulup penis. Kondisi ini terjadi akibat kelenjar sebaceous yang membesar. 

Bintik Fordyce tidak berbahaya dan tidak perlu perawatan medis. Tapi Anda bisa menghilangkannya dengan terapi laser serta perawatan topikal dan oral.

  1. Papula penis mutiara

Papula penis mutiara (PPP) merupakan kondisi yang sangat umum dan bukan masalah medis. PPP akan menyebabkan benjolan di penis yang sekilas terlihat seperti kutil kelamin dan moluskum kontagiosum.

PPP tidak perlu ditangani, tapi Anda bisa menghilangkannya melalui operasi.

  1. Kutil kelamin

Infeksi menular seksual yang paling umum adalah kutil kelamin, yang disebabkan oleh human papilloma virus (HPV). Kutil kelamin bisa muncul sebagai kutil tunggal atau kumpulan kutil yang terlihat seperti kembang kol.

Kutil kelamin bisa hilang dengan sendirinya, namun virus akan menetap sehingga dapat menyebabkan kekambuhan di masa mendatang. Dokter akan meresepkan obat topikal untuk meredakan gejala. Jika kutil tidak kunjung sembuh, maka diperlukan operasi pengangkatan.

  1. Moluskum kontagiosum

Moluskum kontagiosum merupakan penyakit menular yang tidak berbahaya. Kondisi ini ditandai dengan terbentuknya benjolan bulat di kulit tubuh manapun (alat kelamin, wajah, leher, atau lainnya) yang terkadang gatal namun tidak menyebabkan sakit.

Penyakit ini disebabkan oleh virus dan paling sering terjadi pada anak-anak akibat berbagi handuk dengan orang yang terinfeksi. Pada remaja dan dewasa, moluskum kontagiosum dapat ditularkan melalui kontak seksual, sehingga termasuk ke dalam penyakit infeksi menular seksual.

Dalam waktu 6-12 bulan, virus biasanya hilang dengan sendirinya. Namun dokter lebih menganjurkan mendapat perawatan, seperti cryosurgery dan topikal, karena mudah menular. 

  1. Psoriasis

Sepertiga hingga dua pertiga penderita psoriasis juga mengalami psoriasis genital. Terdapat dua jenis psoriasis genital, yaitu psoriasis terbalik dan psoriasis plak. 

Psoriasis terbalik menyebabkan kulit di area genital memerah dan kencang, disertai sakit dan gatal. Sedangkan psoriasis plak ditandai dengan benjolan merah kecil di penis.

Psoriasis genital dapat diobati dengan krim kortikosteroid, penggunaan pelembab OTC ringan dan bebas pewangi, atau obat oral dan suntik. 

  1. Lichen sclerosus

Pria yang tidak disunat rentan terkena lichen sclerosus. Dan penderita lichen sclerosus berisiko tinggi mengembangkan kanker kulit di area yang terkena. 

Lichen sclerosus ditandai dengan bercak tipis di daerah genital atau anus. Bercak bisa datar atau berupa benjolan serta terasa nyeri dan gatal, terutama saat berhubungan intim.

Steroid topikal atau obat pengatur kekebalan digunakan untuk mengatasi kondisi tersebut. Pasien dengan kasus yang parah dan belum disunat dianjurkan untuk operasi pengangkatan kulup (sunat).

  1. Herpes genital

Seseorang yang terinfeksi mulanya akan merasa sakit atau gatal di penis, dan diikuti terbentuknya benjolan kecil di penis yang berwarna kemerahan atau lepuh putih. Benjolan yang pecah akan meninggalkan bekas keropeng. Gejala seperti flu dan pembengkakan kelenjar getah bening juga sering terjadi.

Dokter akan memberikan obat antivirus untuk mengurangi gejala dan keparahan serta mempercepat penyembuhan luka. Anda juga dianjurkan untuk menjaga area genital tetap bersih dan kering.

  1. Kanker penis

Kanker penis sangat jarang terjadi terutama pada anak-anak. Kondisi ini ditandai dengan perubahan kulit penis, biasanya di ujung atau kulup. Gejala lainnya meliputi:

  • Benjolan di penis atau kulup
  • Perubahan warna atau ketebalan kulit
  • Pertumbuhan datar berwarna coklat kebiruan
  • Ruam kemerahan di bawah kulup
  • Keluarnya cairan berbau atau berdarah

Semakin cepat penyakit terdeteksi, maka semakin mudah pula pengobatan yang diterima. Pengobatan utama kanker penis adalah pembedahan, atau bisa juga diganti atau dikombinasikan dengan terapi radiasi. 

Kemoterapi dan perawatan lokal juga umum dianjurkan dokter. 

  1. Sifilis

Sifilis adalah infeksi bakteri yang didapat melalui aktivitas seksual. Gejala awalnya adalah terdapat luka kecil yang disebut chancre yang sekitar 3 minggu setelah terpapar. Penderita bisa mengembangkan satu chancre atau lebih.

Sifilis terjadi secara bertahap dan apabila tidak segera diobati akan menyebabkan komplikasi serius. Biasanya dokter akan menyuntikkan antibiotik penicilin untuk menghentikan perkembangannya.

Sebagian besar benjolan di penis tidak berbahaya. Tapi jika Anda ragu, Anda bisa menanyakannya kepada dokter melalui aplikasi SehatQ.

5 Penyebab Kencing Berbusa, Salah Satunya Akibat Dehidrasi

Pernahkah Anda mengalami kencing berbusa? Biasanya urine berbusa ini terjadi ketika ketika kencangnya kecepatan semburan aliran buang air kecil tersebut. Jika diibaratkan, sama halnya ketika air dari keran yang dibuka maksimal, maka air yang turun akan berbusa. 

Kencing berbusa tanda gangguan ginjal

Jika kondisi ini terjadi, sebenarnya hal yang normal dan Anda tidak perlu khawatir. Namun, jika kencing Anda berbusa padahal semburan buang air kecil perlahan-lahan dan seringkali terjadi, maka bisa jadi ini adalah tanda masalah kesehatan tertentu.

Kencing Berbusa Jadi Tanda Masalah 

Tentu jika Anda mengalami kondisi urine yang berbusa terus-menerus, bahkan kondisinya semakin memburuk dari waktu ke waktu, maka hal ini tentu menjadi hal yang perlu diwaspadai.

Anda juga perlu memperhatikan kondisi kesehatan tertentu yang berisiko menyebabkan kencing berbusa. Ada pula gejala-gejala atau keluhan lain yang juga terjadi secara bersamaan, seperti:

  • Merasakan mual dan muntah
  • Terjadi pembengkakan tangan, kaki, wajah, serta perut. Ini merupakan tanda kerusakan ginjal
  • Merasa lesu dan lemas
  • Hilangnya nafsu makan
  • Kesulitan untuk tidur
  • Pada pria biasanya mengalami orgasme namun tidak mengeluarkan air mani
  • Warna urine berubah menjadi lebih gelap
  • Mengalami masalah ketidaksuburan

Jika gejala atau keluhan di atas menyertai kondisi urine berbusa yang dialami, maka perlu diwaspadai.

Penyebab Kencing Berbusa

Urine yang memiliki masalah biasanya berkaitan dengan proses pembuangan oleh ginjal yang juga bermasalah. Oleh karena itu, ada beberapa penyebab kencing berbusa ini, yaitu:

  1. Gangguan Ginjal

Salah satu yang bisa menyebabkan kencing berbusa adalah karena adanya kandungan protein di dalam air seni. Harusnya, ginjal dapat menyaring kelebihan air dan juga zat sisa dari darah menjadi urine. Akan tetapi, substansi seperti protein ini tidak ikut tersaring di ginjal. 

Namun, jika ginjal mengalami masalah, protein akan bocor dan masuk ke urine yang disebut proteinuria. Orang yang menderita masalah proteinuria ini adalah orang yang mengalami gangguan ginjal kronis. Gejala seseorang mengalami gangguan ginjal ini yaitu kulit gatal, mual, berkeringat, napas pendek, sering buang air kecil, serta mengalami kelelahan tanpa sebab.

  1. Dehidrasi

Jika urine berwarna pekat dan gelap, akan terlihat buih daru kencing yang dikeluarkan, Hal ini biasanya terjadi apabila seseorang mengalami dehidrasi atau kurang cairan. 

  1. Diabetes

Penderita diabetes juga akan mengalami gejala kencing berbusa ini. Diabetes yang tak terkontrol lagi akan menyebabkan molekul glukosa di tubuh. Glukosa ini seperti kandungan protein.

Saat ginjal gagal menyaring substansi ini, maka glukosa akan ikut keluar bersama urine sebagai buah. Tidak hanya ditandai dengan kencing berbuih, biasanya penderita diabetes juga mengalami mulut kering dan merasa haus, pandangan buram, kelelahan, sering buang air kecil, dan akan muncul rasa lapar tiba-tiba.

  1. Mengonsumsi Obat Tertentu

Seseorang yang mengonsumsi obat-obatan tertentu seperti phenazopyridine juga mengalami kencing berbusa. Obat-obatan tersebut umumnya digunakan untuk meredakan nyeri yang terjadi karena infeksi saluran kemih. Kandungan dalam obat-obatan tersebut menyebabkan urine berubah warna menjadi oranye. Kadang, kandungan obat ini juga bereaksi menjadi busa saat terkena air.

  1. Ejakulasi Retrograde

Meski jarang terjadi, ejakulasi retrograde ini bisa memicu terjadinya kencing berbuih. Air mani pada penderita ini akan kembali ke kandung kemih dan tidak dikeluarkan oleh penis. 

Kondisi ejakulasi retrograde ini juga bisa disebabkan oleh konsumsi obat untuk menurunkan tekanan darah tinggi, pernah menjalani prosedur operasi di area uretra atau prostat, atau mengonsumsi obat untuk mengatasi pembesaran prostat.

Apapun yang menjadi penyebab kencing berbusa yang dialami, sebaiknya segera periksakan ke dokter. Tapi, seharusnya Anda tidak perlu khawatir jika urine berbusa memudar sendiri sebelum terkena air. Karena hal tersebut tidak masalah yang perlu dikhawatirkan.

Benarkah Primary Aldosteronism Menjadi Penyebab Hipertensi?

Tekanan darah tinggi atau yang juga disebut hipertensi adalah kondisi di mana darah di dalam tubuh meningkat. Hipertensi seringkali menjadi penyebab utama penyakit jantung, stroke, dan gagal jantung. Pun, tekanan darah tinggi sering disebut sebagai silent killer atau pembunuh senyap. 

Banyak hal yang menyebabkan hipertensi. Primary aldosteronism pun disebut sebagai salah satu penyebab dari tekanan darah tinggi. Apa sih sebenarnya kondisi primary aldosteronism. Yuk, kenal lebih jelas apa itu Primary aldosteronism!  

Apa itu primary aldosteronism?

Primary aldosteronism adalah kondisi di mana terjadi kelainan hormon yang menyebabkan peningkatan tekanan darah. Kondisi ini terjadi ketika kelenjar adrenal menghasilkan terlalu banyak hormon aldosterone, yang disebabkan oleh gangguan pada kelenjar adrenal. Aldosterone adalah hormon yang mengontrol kadar garam dan kalium dalam darah. 

Karena kelainan hormon tersebutlah yang membuat terjadinya hipertensi, jadi memang benar bahwa primary aldosteronism mempengaruhi terjadinya tekanan darah tinggi. Meskipun begitu, hanya 1 dari 100 orang atau kurang dari semua kasus tekanan darah tinggi yang disebabkan oleh primary aldosteronism.

Apa gejala yang sering terjadi pada primary aldosteronism?

Gejala yang paling sering terjadi adalah, pasien memiliki tekanan darah lebih tinggi dari biasanya. Tes darah membantu untuk mengetahui apakah tekanan darah tinggi berasal dari primary aldosteronism atau sesuatu yang lainnya. Pengobatan biasa untuk tekanan darah tinggi umumnya tidak membantu mengobati primary aldosteronism.

Kadar elektrolit abnormal yang sering terlihat dengan terlalu banyak aldosterone menyebabkan tanda-tanda seperti:

  • Kekurangan kekuatan otot
  • Sering buang air kecil
  • Pengosongan malam hari
  • Sakit kepala
  • Meningkatkan rasa haus
  • Masalah penglihatan
  • Kelumpuhan yang datang dan pergi
  • Otot berkedut dan kram

Tingkat keparahan mungkin tergantung pada derajat kelainan elektrolit. 

Penyebab terjadinya primary aldosteronism

Pada kebanyakan kasus, primary aldosteronism penyebab terjadinya karena turunan. Primary aldosteronism disebabkan oleh tumor pada kelenjar adrenal (adenoma kortikal jinak). Ini mungkin disebabkan oleh pertumbuhan yang aneh di kedua kelenjar adrenal (dikenal sebagai hyperplasia adrenal bilateral). Kedua, masalah kesehatan tersebut menyebabkan terlalu banyak aldosterone yang dilepaskan. 

Terkadang kelebihan aldosterone disebabkan oleh masalah kesehatan lain yang menurunkan aliran darah ke ginjal. Sebagai contoh:

  • Kehilangan cairan 
  • Penyempitan arteri ginjal
  • Gagal jantung
  • Syok
  • Penyakit hati
  • Kehamilan 
  • Beberapa tumor ginjal

Lalu bagaimana dengan pengobatannya?

Perawatan yang tepat utuk primary aldosteronism akan tergantung pada penyebabnya. Meskipun hipertensi sering kambuh setelah adrenalektomi unilateral pada pasien dengan aldosteronisme primer sekunder akibat aldosteronoma adrenal, angka kesembuhan hipertensi rata-rata 19% setelah adrenalektomi unilateral atau bahkan bilateral pada pasien medis dengan hiperplasia adrenal idiopatik. 

Hiperaldosteronisme primer yang disebabkan oleh tumor paling sering diobati dengan pengangkatan kelenjar adrenal. Ingatlah bahwa pengambilan sampel vena adrenal adalah wajib sebelum kelenjar adrenal dengan massa diangkat, karena pada sepertiga pasien, masalah ini dapat berasal dari kedua atau sebaliknya kelenjar adrenal. Operasi hampir selalu dilakukan laparoskopi. 

  • Hiperplasia bilateral diobati dengan diuretik yang membantu mengelola penumpukan cairan di dalam tubuh. 
  • Hiperaldosteronisme sekunder paling sering diobati dengan obat-obatan. 

Penting untuk diketahui bahwa operasi adrenal itu sangat kompleks. Ini membantu untuk memilih seorang ahli bedah yang memiliki pengalaman signifikan dengan operasi di area sekitar ginjal dan kelenjar adrenal. Bicaralah dengan beberapa ahli bedah sebelum Anda memilih satu untuk diajak bekerjasama. 

Setelah perawatan

Kebanyakan pasien akan mengalami pemulihan yang cepat dan lancar dari operasi. Tekanan darah tinggi meningkat pesat pada 80 dari 100 menjadi 90 dari 100 kasus. Tetapi bahkan setelah operasi, Anda mungkin masih memiliki tekanan darah Anda kembali normal. Alasan tersebut tidak sepenuhnya diketahui mengapa, mungkin akibat kerusakan ginjal dari hiperaldosteronisme primer.