Nih 5 Cara Mudah Hilangkan Pantat Bau

Pantat bau cukup umum dialami oleh setiap orang. Lalu bagaimana cara menghilangkan pantat bau?

Pantat bau dapat berasal dari area pantat atau dari bagian anus. Bau tak sedap ini sebenarnya normal, khususnya sebelum membersihkan diri.

Bau tak sedap pada pantat terjadi karena area pantat selalu tertutup dan minim udara. Kondisi menjadi lembap dan mudah menyimpan bau.

Namun, jika Anda mulai merasa bau pantat terlalu ekstrem meski sudah mandi dengan bersih, ada beberapa kondisi yang perlu Anda perhatikan. 

Umumnya, pantat bau muncul ketika area ini berkeringat. Keringat yang becampur dengan bakteri biasanya dapat menimbulkan bau tidak sedap.

Selain keringat, berbagai kondisi kesehatan juga dapat memicu munculnya bau yang tidak normal pada area pantat.

Lalu bagaimana cara menghilangkan pantat bau?

Apa penyebab bau pantat?

  • Jenis keringat hiperhidrosis
  • Sindrom bau ikan
  • Jenis bakteri
  • Bau badan

Bau pantat tak sedap bisa muncul selama olahraga, setelah sepanjang hari duduk di depan meja kantor, setelah makan makanan pedas, bahkan ketika Anda di bawah stres ekstrem.

Selain lembap dan bau busuk, ada kemungkinan bakteri menumpuk di kulit pantat dan menyebabkan gatal-gatal kronis. Kombinasi tiga hal ini tentu bisa jadi masalah besar.

Ada pula penyebab-penyebab lain yang mungkin tidak Anda duga seperti faktor makanan, pakaian dalam kotor, dan tidak membilas area pantat dengan benar

Nah setelah Anda memahami penyebabnya, yuk simak beberapa cara mencegah pantat bau di bawah ini!

1. Pilih pakaian bersih, longgar, dan non-sintetis

Jangan terlalu sering mengenakan celana ketat. Kulit pantat juga butuh udara segar yang bagus untuk membuang keringat. Celana-celana dari bahan sintetis juga bisa memperburuk bau pantat.

Nah jika Anda terbiasa menggunakan legging atau celana olahraga, sebaiknya Anda beralih ke bahan kain yang lebih natural seperti linen atau katun.

Anda juga bisa mengurangi penggunaan celana ketat. Sesekali boleh, tapi bebaskan diri Anda ketika di rumah.

2. Mandi air dingin

Tampak sederhana, tapi solusi ini efektif. Anda sebaiknya Mandi dengan air dingin, bukan dengan air panas.

Air panas akan membuat Anda mudah berkeringat, dan keringat adalah salah satu penyebab utama pantat bau. Karena itu, mandi air dingin bisa jadi solusi dengan segala manfaatnya.

Jika Anda sudah terbiasa mandi air panas dan tidak kuat dengan air dingin. Usahakan area pantat saja yang dibilas dengan air dingin, sisa tubuh lainnya boleh air panas.

3. Jaga makanan

Sebagian makanan bakal membuat Anda lebih sering kentut. Ini tergantung pada reaksi tubuh Anda, berarti setiap manusia berbeda-beda.

Kenali tubuh Anda, mungkin Anda punya kondisi intoleransi laktosa dan glukosa. Jika demikian, Anda tidak bisa makan produk olahan susu sapi.

Nah Anda harus belajar mengenali kondisi tubuh Anda dan menjelaskannya kepada dokter.

4. Wax bulu pantat

Seharusnya bulu-bulu halus di area pantat membawa banyak manfaat alami. Namun, pada kondisi tertentu Anda mungkin perlu membersihkannya untuk sementara.

Bulu-bulu pantat ini bisa menjebak bakteri dan bau tak sedap. Anda bisa coba menghilangkannya untuk melihat dampak yang mungkin terjadi.

5. Coba bedak bayi

Anda pasti pernah menggunakan bedak bayi saat masih kecil, karena itu tidak ada salahnya mencoba lagi. Tenty Anda harus membatasi penggunaannya, cukup taburkan tipis di kedua sisi pantat.

Nah jika Anda merasakan gatal-gatal, coba gunakan bedak dengan bahan alami. Pilih yang mengandung cornstarch-based, umumnya aman bagi orang dewasa.

Demikian 5 cara mudah menghilangkan pantat bau. Anda bisa mencoba dan menyesuaikannya dengan kondisi diri Anda.

Namun, jika Anda merasa bau pantat terlalu ekstrem. Segera temui dokter untuk mencari solusi menghilangkan pantat bau karena faktor medis.

Hematuria: Gejala, Cara Mengatasi, dan Penyebab Kencing Berdarah

Hematuria: Gejala, Cara Mengatasi, dan Penyebab Kencing Berdarah

Siapa yang tidak panik saat melihat darah yang tercampur di dalam air seni? Kondisi tersebut disebut dengan hematuria. Darah yang ada di dalam urine dapat berjumlah sedikit maupun banyak. Faktanya, hanya dibutuhkan jumlah darah yang sedikit untuk bisa merubah warna air seni. 

Apa itu hematuria?

Apabila kandungan darah yang ada di urine sedikit, disebut dengan hematuria mikroskopik. Dikarenakan darah yang terkandung dalam urine hanya dapat dilihat di laboratorium menggunakan mikroskop.Sedangkan hematuria makroskopik merupakan kondisi dimana pendarahan dapat terlihat secara jelas ketika urine dikeluarkan.

Apa saja gejala hematuria?

Seseorang yang mengidap hematuria atau kencing berdarah biasanya mengalami berbagai gejala, seperti perubahan warna urine menjadi merah muda, kecoklatan atau kemerahan, sering, perih saat buang air kecil, dan susah buang air kecil, ataupun terlalu sering buang air kecil. 

Umumnya, kondisi ini bukanlah situasi yang serius. Namun apabila terjadi terus menerus dan menimbulkan rasa nyeri, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter. Hal ini dikarenakan kencing berdarah bisa menjadi salah satu gejala penyakit yang lebih berbahaya.

Apa saja penyebab kencing berdarah?

Penyebab kencing berdarah dipengaruhi oleh beberapa hal, antara lain infeksi saluran kemih, infeksi ginjal, batu ginjal, pembengkakan kelenjar prostat, kanker prostat, kanker kandung kemih, kanker ginjal, peradangan pada uretra, kelainan genetik, penggunaan obat-obatan maupun berolahraga secara berlebihan.

Bagaimana cara mengatasi hematuria?

Pertama, kita harus berkonsultasi dengan dokter untuk mencari penyebab hematuria. Biasanya, dokter akan menanyakan gejala-gejala yang dialami pasien. Contohnya, warna urine, frekuensi buang air kecil hingga ada atau tidaknya gumpalan darah dalam air seni.

Selanjutnya, dokter akan menanyakan beberapa hal seputar kesehatan lainnya, seperti penyakit yang pernah diidap pasien, pola makan, dan obat-obatan yang pernah dikonsumsi. Berikutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik sekaligus mengambil sampel urine untuk diperiksa lebih lanjut.

Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa pasien tersebut mengalami hematuria, maka dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Hal ini bertujuan untuk mengetahui penyebab hematuria. Pemeriksaan lanjutan ini dapat berupa pemeriksaan pemindaian, seperti MRI, USG, CT scan ataupun prosedur sistoskopi.

Bagaimana cara mengobati hematuria?

Umumnya, dokter akan berfokus terhadap penyakit yang diduga menjadi penyebab terjadinya kencing berdarah. Pengobatan medis dilakukan dengan beberapa cara, seperti pemberian obat agar pembengkakan mereda, memberikan antibiotik untuk infeksi saluran kemih dan terapi gelombang kejut.

Bagaimana cara mencegah hematuria?

Untuk meminimalisir resiko kemungkinan terkena penyakit hematuria, tentunya kita bisa menerapkan gaya hidup sehat. Pasalnya, rutinitas dan kebiasaan merupakan kunci utama dalam menjaga dan memelihara kesehatan. Berikut beberapa cara untuk mencegah hematuria, antara lain:

1. Menjaga Pola Makan

Menjaga pola makan yang sehat dan seimbang merupakan salah satu upaya untuk menjaga kesehatan tubuh. Gantilah menu makan sehari-hari dengan makanan dan minuman bernutrisi. Perbanyak konsumsi buah-buahan dan sayuran yang kaya vitamin, mineral dan antioksidan untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh. 

2. Minum Air Putih yang Cukup

Pastikan minum air putih minimal 2 liter sehari untuk memelihara kesehatan tubuh. Batasi juga mengonsumsi minuman beralkohol dan minuman berwarna lainnya. Apabila mengonsumsi jeni minuman ini terlalu sering, ginjal akan bekerja lebih keras. Jika hak tersebut terus terjadi dapat mengganggu fungsi ginjal dan meningkatkan risiko hematuria.

3. Terapkan Gaya Hidup Sehat

Selain dari segi pola makan, kita juga harus menjalani gaya hidup sehat. Seperti berolahraga secara rutin yang dapat membantu meningkatkan metabolisme dan menjaga organ tubuh agar selalu berfungsi dengan baik. Selain itu, hentikan kebiasaan merokok dan minum minuman beralkohol;

4. Mengurangi Asupan garam, Protein dan Makanan yang Mengandung Oksalat

Sebuah penelitian menyatakan bahwa kandungan oksalat yang berlebih dalam makanan, termasuk sodium, kalsium, potasium dan magnesium ternyata dapat meningkatkan risiko terkena batu ginjal. Seperti yang sudah kita ketahui batu ginjal merupakan salah satu penyebab kencing berdarah.

6 Cara Mencegah Gejala Kolesterol Tinggi

Mempunyai gejala kolesterol tinggi memang mengkhawatirkan karena ternyata itu adalah jalan pembuka Anda dapat terserang penyakit-penyakit kronis seperti penyakit jantung dan stroke.

Selain itu, kadar kolesterol tinggi di dalam darah membuat Anda merasakan kondisi yang sering tidak enak pada tubuh yang ditandai oleh mudah Lelah, cepat mengantuk, nyeri dada, dan sering mengalami kesemutan.

Karena itu, Anda perlu melakukan banyak pencegahan sehingga kolesterol dalam tubuh Anda menurun, dan Anda merasa kondisi tubuh normal kembali sehingga leluasa beraktivitas.

Seperti apa pencegahan yang perlu dilakukan? Yuk, simak bersama di bawah ini!

Konsumsi Makanan Sehat

Cara pertama yang perlu Anda lakukan untuk mencegah tingginya kolesterol dalam tubuh adalah dengan mengonsumsi makanan sehat.

Konsumsilah makanan-makanan yang baik seperti buah dan sayuran karena mengandung serat, vitamin, dan mineral.

Kemudian konsumsi juga tahu, tempe yang mengandung protein dan telur yang mengandung omega-3.

Hindari makanan-makanan yang tinggi lemak karena itulah yang memicu kadar kolesterol meninggi dalam tubuh.

Menurunkan berat badan

Kolesterol tinggi juga diakibatkan oleh berat badan yang berlebihan atau obesitas. Karena itu, Anda harus menurunkan berat badan Anda tersebut ke berat normal. Ketika berat turun, otomatis kolesterol dalam tubuh juga menurun.

Berolahragalah Secara Teratur

Olahraga merupakan cara yang cukup efektif menurunkan kolesterol karena dengan berolahraga lemak dalam tubuh terbakar yang ditandai oleh keluar banyaknya keringat.

Anda bisa melakukan banyak jenis olahraga mulai dari berlari hingga bermain sepak bola. Lakukanlah selama 30-60 menit setiap harinya.

Hentikan Kebiasaan Merokok

Merokok juga dapat menyebabkan kolesterol naik karena adanya penumpukan plak dalam pembuluh darah jantung. Hal ini akan berakibat pada Serangan jantung.

Kurangi Kebiasaan Minum Alkohol

Konsumsi alkohol secara berlebihan juga tidak baik karena alkohol sendiri yang dapat menyumbat pembuluh darah. Karena itu, kurangi kebiasaan konsumsi alkohol atau tidak sama sekali.

Selain cara-cara di atas Anda juga bisa melalukan cara lainnya untuk mencegah gejala kolesterol tinggi, yaitu dengan tes kolesterol yang berfungsi mengecek kadar kolesterol dalam tubuh Anda sehingga setelah tes Anda bisa melakukan pencegahan lanjutan yang disarankan.

Bagaimana Cara Mengeceknya?

Anda bisa mengeceknya dengan cara pergi ke rumah sakit, puskesmas, dan laboratorium klinik.  Ketika Anda berada di fasilitas-fasilitas layanan kesehatan tersebut, dokter akan meminta Anda melakukan sejumlah tes dan pemeriksaan.

Umumnya tes yang dilakukan adalah pengambilan sampel darah. Pada tahap ini dokter sebelumnya akan memberi tahu apakah Anda harus berpuasa atau tidak sebelum tes.

Sampel darah kemudian akan dianalisis di laboratorium untuk diketahui kadar kolesterol HDL, kolesterol LDL, dan trigliserida.

Laporan kemudian akan menunjukkan kadar kolesterol dalam miligram per desiliter darah atau md/dL. Kolesterol darah yang terilang tinggi adalah di atas 240 mg/dL.

Selanjutnya, dokter akan menganalisis hasil tersebut untuk menentukan risiko penyakit kardiovaskular dengan mempertimbangkan usia, jenis kelamin, riwayat keluarga, merokok, diabetes, dan tekanan darah.

Apakah Bisa Mengecek Kolesterol Sendiri?

Anda tentu saja bisa mengecek kadar kolesterol dalam tubuh Anda secara mandiri dengan membeli alat-alat pengecek kolesterol yang dijual secara offline maupun online. Namun, alat-alat ini tidak selalu bagus akurasinya jika dibandingkan dengan pemeriksaan di laboratorium.

Berapa harga tes kolesterol?

Biaya cek kolesterol untuk mencegah gejala tinggi kolesterol tergantung dari fasilitas kesehatan yang mengadakan. Biasanya biaya sekali pemeriksaan dimulai dari kisaran Rp 50.000 hingga Rp 1 jutaan.

Tahukah Anda, Apa Saja Penyebab Kaki Lemas?

Pernahkah Anda merasakan kaki lemas secara tiba-tiba? Sebaiknya Anda jangan menganggap remeh karena kondisi ini bisa saja mengindikasikan gangguan kesehatan tertentu. Tidak jarang, Anda pun menjadi sulit berdiri atau berjalan karena kaki terasa tidak bertenaga.

Kaki lemas dapat menandakan gejala stroke

Kaki lemas tidak selalu diakibatkan oleh seberapa keras atau seringnya Anda menggunakan kaki dalam beraktivitas. Walaupun terkadang berpengaruh, ada beberapa penyebab kaki lemas lainnya yang harus Anda waspadai.

Penyebab kaki lemas dapat bervariasi, mulai dari masalah ringan seperti nyeri otot hingga kondisi yang perlu diwaspadai seperti gejala stroke.

  1. Delayed Onset Muscle soreness (DOMS)

DOMS adalah nyeri otot yang umumnya terjadi sekitar 1-2 hari setelah memulai rutinitas olahraga baru, mengubah rutinitas olahraga yang biasa, atau meningkatkan durasi atau intensitas olahraga. Bukan hanya nyeri, kondisi ini juga bisa menyebabkan kaki lemas untuk sementara.

  1. Gejala stroke

Stroke terjadi ketika pasokan darah ke otak terputus sehingga pembuluh darah di otak pecah. Otak pada akhirnya mulai kehilangan oksigen dan nutrisi sehingga menyebabkan hilangnya sel-sel dan fungsi otak.  Kondisi ini bisa menyebabkan wajah, lengan, atau kaki lemas tiba-tiba. Anda juga mungkin hilang keseimbangan dan sulit berdiri atau berjalan. 

  1. Multiple sclerosis (MS)

Penyebab kaki lemas selanjutnya adalah multiple sclerosis (MS). Ini merupakan penyakit autoimun pada sistem saraf pusat yang bisa menimbulkan berbagai gejala, yaitu kaki lemas atau mati rasa, sulit berjalan, tremor, nyeri akut dan kronis, serta gangguan penglihatan. Gejala MS bisa kambuh sewaktu-waktu atau bahkan semakin parah.

  1. Skiatika

Skiatika adalah nyeri di punggung bawah yang bisa menjalar ke pinggul, bokong, dan kaki. Kondisi ini biasanya memengaruhi satu sisi tubuh yang terjadi akibat saraf terjepit di punggung bawah. Rasa nyerinya berkisar dari tumpul hingga tajam. Selain itu, bisa juga memburuk saat Anda duduk terlalu lama atau bersin. Skiatika juga bisa menyebabkan kaki tiba-tiba lemas atau mati rasa.

  1. Neuropati perifer

Neuropati perifer adalah kerusakan saraf pada sistem saraf tepi. Kondisi ini dapat terjadi akibat cedera, infeksi, dan sejumlah kondisi lainnya, termasuk diabetes dan hipotiroidisme. Gejala neuropati perifer biasanya dimulai dari mati rasa atau kesemutan di kaki, kemudian menyebar ke bagian tubuh lain. Selain itu, Anda juga bisa mengalami kaki lemas, nyeri yang memburuk di malam hari, sensasi terbakar atau membeku, rasa nyeri seperti tersengat listrik, hingga sulit berjalan.

  1. Trauma kaki

Cedera traumatis pada kaki atau area panggul dapat merusak otot, saraf, atau persendian hingga menyebabkan kaki lemas dan tak bertenaga. Kondisi ini dapat disebabkan oleh benturan yang sangat keras. Jika mengalami cedera kaki atau panggul yang cukup parah, Anda umumnya akan merasakan nyeri. Namun, jika tulang belakang atau saraf tulang belakang rusak parah, Anda mungkin tidak dapat merasakan rasa sakit secara normal.

  1. Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS)

Salah satu kemungkinan penyebab kaki lemas yang lebih langka adalah amyotrophic lateral sclerosis (ALS). ALS adalah kondisi neuron motorik yang mengontrol gerakan otot sukarela rusak dan berhenti berfungsi hingga menimbulkan berbagai masalah. 

Gejalanya muncul secara bertahap dan dapat bervariasi, di antaranya otot kaki atau lengan lemas, kekakuan otot, otot berkedut, sulit berbicara atau menelan, dan sering tersandung atau menjatuhkan barang.

  1. Sindrom Guillain Barré

Sindrom Guillain Barré merupakan kondisi saraf langka yang terjadi ketika sistem imunitas menyerang bagian dari sistem saraf tubuh. Gejala utama sindrom ini, yaitu lemas pada kedua sisi tubuh, seperti kedua kaki atau lengan.

Anda juga mungkin mengalami nyeri atau kesemutan di kaki, tekanan darah atau detak jantung tidak normal, sulit berjalan, dan sulit berbicara atau mengunyah. Gejalanya bisa muncul selama beberapa jam, hari, atau minggu.

Itulah 8 penyebab kaki lemas. Jika Anda mengalami kaki lemas, coba cari tahu terlebih dahulu penyebabnya. Setelah mengetahui penyebab kaki lemas yang Anda rasakan, barulah Anda berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Ketahui Gejala dan Penyebab dari Pipi Bengkak

Ketahui Gejala dan Penyebab dari Pipi Bengkak

Pipi bengkak bisa terjadi karena sejumlah alasan, mulai dari karena cedera ringan pada wajah, hingga infeksi atau masalah kesehatan mendasar yang justru lebih serius. Pipi bengkak juga bisa disebabkan karena cedera pada wajah, abses gigi, batu ludah, infeksi, dan tumor kelenjar ludah. 

Penyebab Pipi Bengkak

Ada berbagai masalah yang bisa menjadi penyebab satu atau kedua pipi bengkak. Berikut penyebab pipi bengkak yang perlu Anda ketahui, ada penyebab yang serius ada juga yang ringan.

Cedera Wajah

Cedera akibat jatuh atau terkena pukulan atau terbentur benda tumpul juga dapat merusak jaringan lunak dan tulang di wajah, yang dapat mengakibatkan pembengkakan dan nyeri pada wajah dan pipi. Cedera ringan sering sembuh dengan sendirinya, tetapi jika Anda khawatir cedera akan bisa menjadi parah, maka harus segera mencari pertolongan dari petugas medis.

Abses Gigi

Kerusakan gigi adalah suatu gangguan kesehatan mulut yang dapat terjadi ketika asam memecah lapisan email gigi. Pembusukan yang tidak diobati dapat menyebabkan infeksi di sekitar akar gigi. Jika infeksi gigi menjadi lebih parah dan menimbulkan kantung berisi nanah, yang disebut abses juga menyebabkan pipi bengkak.

Infeksi pada Kelenjar Ludah

Infeksi pada kelenjar ludah biasa disebut dengan nama gondongan. Pada umumnya, gondongan menimbulkan gejala seperti pipi bengkak, sakit kepala, demam, lelah, nyeri otot atau kedinginan, kehilangan nafsu makan

Muncul Batu Air Liur atau Sialolithiasis

Batu air liur atau ludah adalah endapan kalsium yang terbentuk di kelenjar ludah. Batu ludah paling sering terjadi pada orang yang berusia 30 hingga 60 tahun dan lebih sering terjadi pada laki-laki. Penyebab pasti dari batu saliva masih belum diketahui. Namun, batu air ludah juga dapat terbentuk ketika bakteri dan partikel makanan memasuki kelenjar ludah.

Jika seseorang tidak menerima pengobatan, batu saliva dapat menyumbat saluran saliva dan menyebabkan infeksi. Gejala kelenjar ludah yang terinfeksi dapat meliputi:

  • bengkak di satu pipi, yang terkadang terasa hangat
  • sensitivitas atau rasa sakit di daerah tersebut
  • kesulitan atau rasa sakit saat mengunyah atau berbicara
  • keluarnya cairan berbau busuk dari kelenjar yang terinfeksi
  • demam

Limfadenitis

Limfadenitis merupakan pembengkakan kelenjar getah bening yang merupakan respons terhada infeksi. Jika infeksi terjadi di kepala atau leher, dapat menyebabkan pipi bengkak, baik di salah satu atau kedua pipi sekaligus. 

Selulitis

Selulitis terjadi ketika lemak atau jaringan lunak di bawah kulit yang terkena infeksi bakteri. Selain menimbulkan pembengkakan wajah, gejala lain dari selulitis termasuk:

  • kulit terasa hangat
  • rasa sakit atau nyeri di daerah yang terkena infeksi
  • demam
  • panas dingin.

Perikoronitis

Perikoronitis adalah peradangan pada gusi di sekitar gigi yang baru muncul sebagian. Tumbuhnya geraham ketiga, atau gigi bungsu merupakan penyebab paling umum terjadinya pipi bengkak. Perikoronitis juga terkadang dapat menyebabkan rasa sakit yang hebat.

Hipotiroidisme

Hipotiroidisme mengacu pada kelenjar tiroid yang tidak mampu menghasilkan hormon secara cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Kenaikan berat badan dan bengkak di wajah adalah gejala umum dari hipotiroidisme. Gejala hipotiroidisme yang lain termasuk:

  • kelelahan
  • nyeri otot dan sendi
  • sensitivitas terhadap suhu dingin
  • Kurang berkeringat
  • periode menstruasi menjadi tidak teratur
  • sembelit
  • denyut jantung jadi lambat.

Sindrom Cushing

Sindrom Cushing terjadi karena kelenjar adrenal memproduksi hormon kortisol dalam jumlah yang terlalu banyak. Orang dengan sindrom Cushing mungkin mengalami kenaikan berat badan dan bengkak di wajah seperti pipi bengkak. Gejala dari sindrom Cushing yang lain termasuk:

  • peningkatan lemak di atau dekat pangkal leher
  • timbul massa lemak, atau punuk, di antara bahu
  • muncul stretch mark ungu di perut, payudara, pinggul, atau ketiak
  • kelemahan otot atau tulang.

Sindrom Sjogren

Sindrom Sjogren adalah penyakit autoimun kronis kondisi di mana sel darah putih menyerang kelenjar ludah dan air mata. Orang dengan sindrom Sjogren dapat mengalami pembengkakan pada kelenjar ludah, yang dapat membuat pipi bengkak. Gejala lain dari sindrom Sjogren meliputi :

  • kekeringan berlebihan pada mulut dan hidung
  • batuk kronis
  • kekeringan pada vagina
  • mata kering, gatal, atau terasa terbakar
  • mati rasa atau kesemutan di tangan dan kaki
  • kelelahan
  • pandangan menjadi kabur
  • kesulitan menelan atau berbicara.

Pipi bengkak baik di salah satu pipi atau keduanya sekaligus bisa mengubah penampilan Anda dan terkadang menimbulkan kekhawatiran. Akan tetapi, pipi bengkak tidak selalu menunjukkan masalah yang serius. Jika pipi bengkak mulai mengkhawatirkan, maka segeralah berkonsultasi kepada dokter agar bisa mendapatkan penanganan dan pengobatan yang tepat dan cepat.

Hati-hati, 2 Cara Mengatasi Serangan Jantung Berikut Justru Membahayakan

Hati-hati, 2 Cara Mengatasi Serangan Jantung Berikut Justru Membahayakan

Tahukah Anda, setiap 40 detik terdapat satu orang yang mengalami serangan jantung di Amerika Serikat. Penyakit ini juga merupakan ancaman terbesar di Indonesia bahkan di dunia. 

Fakta lainnya adalah meskipun dijuluki sebagai penyakit mematikan, banyak orang yang masih abai dalam melakukan pencegahan penyakit jantung. Padahal serangan jantung bisa terjadi dengan atau tanpa gejala. 

Lalu bagaimana cara mengatasi serangan jantung yang terjadi secara tiba-tiba?

Dua cara yang harus dihindari

Serangan jantung bisa menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan tepat. Langkah terbaik ketika mengalami serangan jantung adalah menelpon darurat medis dan meminum obat yang telah diresepkan. Duduk di lantai dengan menekuk lutut dan bersandar juga disarankan untuk mengurangi tekanan di dada.

Selain itu, tidak ada cara lain yang terbukti efektif membantu mengatasi serangan jantung. Justru cara cepat bisa membahayakan penderita penyakit jantung. 

Berikut dua cara mengatasi serangan jantung yang tidak direkomendasikan:

  1. Batuk CPR

Batuk CPR melibatkan bernapas dalam-dalam, kemudian batuk dengan kuat. Cara ini diklaim dapat meningkatkan tekanan darah dan membuat jantung kembali normal. 

Batuk CPR sebenarnya salah satu metode dalam tindakan darurat CPR (cardiopulmonary resuscitation) atau yang dikenal juga dengan Resusitasi Jantung Paru (RJP). Metode ini merupakan tindakan sementara dalam pengaturan seperti laboratorium katerisasi jantung dimana pasiennya sadar dan dipantau melalui mesin EKG. 

Pelajaran mengenai batuk CPR tidak diberikan di kursus CPR penyelamat darurat karena teknik ini tidak berguna dalam pengaturan pra-rumah sakit. Di hampir semua kasus darurat, pasien berada dalam keadaan tidak responsif, termasuk pasien serangan jantung.

Selain itu, batuk CPR terbukti tidak efektif dalam meringankan serangan jantung. Jika Anda lebih memilih melakukan batuk CPR dan menunda panggilan darurat, risiko ketidaksadaran dan kematian akan meningkat dengan cepat. 

  1. Air cabai rawit

Meminum segelas air cabai diklaim bertindak sebagai stimulan yang mampu meningkatkan detak jantung, mengalirkan darah ke seluruh tubuh, serta menyeimbangkan sirkulasi. Beberapa orang juga mengklaim air cabai dapat menghentikan pendarahan secara instan. 

Namun, tidak ada bukti ilmiah terkait manfaat tersebut. Ditambah lagi belum diketahui apakah capsaicin dalam cabai aman jika dikombinasikan dengan aspirin yang dikonsumsi selama serangan jantung terjadi.

Interaksi keduanya bisa saja menghasilkan reaksi yang membahayakan. Untuk itu lebih baik meminum obat yang sudah jelas khasiatnya dan diresepkan oleh dokter.

Hidup sehat tanpa penyakit jantung

Agar terhindar dari penyakit kardiovaskular dan kemungkinan serangan jantung, berikut 5 cara mudah yang bisa dicoba:

  1. Berhenti merokok

Rokok dan asap rokok mengandung lebih dari 7.000 bahan kimia yang dapat merusak jantung dan pembuluh darah. 

Semakin banyak dan lama Anda merokok, maka kerusakan jantung semakin parah. Perlu waktu yang sangat lama untuk mengembalikan kerusakan jantung akibat merokok. 

Beberapa kasus membutuhkan waktu 10 tahun atau lebih untuk memulihkan kerusakan, tapi beberapa kerusakan pada jantung mungkin tidak bisa dihilangkan.

  1. Diet kolesterol

Semakin banyak kolesterol jahat “LDL” dan trigliserida menumpuk dalam tubuh, Anda semakin berisiko tinggi terkena penyakit jantung. Mengurangi makanan tinggi kolesterol, seperti gorengan dan makanan cepat saji akan sangat membantu.

  1. Kelola tekanan darah

Tekanan darah tinggi dapat memicu serangan jantung mendadak. Menurunkan berat badan berlebih, rutin berolahraga, dan diet berbasis nabati membantu tekanan darah stabil.

  1. Tidur cukup

Orang dewasa yang tidur kurang dari enam jam per malam memiliki risiko 20 % lebih tinggi terkena serangan jantung. Mereka yang tidur lebih dari sembilan jam per malam juga berisiko tinggi terkena, yaitu 34 %. 

  1. Keloka stres

Stres adalah hal yang umum, namun stres berlebih dapat meningkatkan peradangan dalam tubuh yang akhirnya memicu tekanan darah tinggi, menyebabkan berkembangnya penyakit jantung. 

Meluangkan satu hari dalam seminggu untuk perawatan diri dapat menghilangkan stres dan membuat tubuh menjadi lebih tenang. 

Catatan

Itu tadi cara mengatasi serangan jantung yang tidak boleh dilakukan. Cara tersebut bisa dilakukan jika Anda terkena serangan jantung atau menghadapi seseorang yang mengalami serangan jantung. 

Akan lebih baik melakukan tindakan sesuai yang direkomendasikan oleh medis, karena cara cepat belum tentu tepat.

Pengobatan untuk Leukosit Esterase

Tes sel darah lengkap (CBC) sering kali mencakup pengukuran tingkat leukosit, atau sel darah putih (WBC). Tingkat leukosit yang lebih tinggi dalam aliran darah dapat mengindikasikan adanya infeksi. Ini karena leukosit adalah bagian dari sistem kekebalan, dan membantu melawan penyakit dan infeksi.

Leukosit dalam urin yang tinggi dapat disebabkan oleh infeksi atau obstruksi di saluran kemih

Leukosit juga dapat ditemukan dalam urinalisis, atau tes urine. Kadar sel darah putih yang tinggi dalam urin Anda juga menunjukkan bahwa Anda mengalami infeksi. Dalam kasus ini, tubuh Anda mencoba melawan infeksi di suatu tempat di saluran kemih Anda. Biasanya, itu berarti kandung kemih atau uretra, yang merupakan saluran yang membawa urin dari kandung kemih. Leukosit dalam urin juga bisa menandakan infeksi ginjal. 

Jumlah leukosit yang sangat tinggi dalam urin menunjukkan peradangan atau infeksi di sepanjang saluran kemih, seringkali di kandung kemih atau ginjal.

Ini akan ditampilkan dalam tes urine. Wanita selama kehamilan menerima pengujian untuk infeksi saluran kemih selama kunjungan prenatal pertama mereka, dan mereka mungkin memerlukan pengujian di waktu lain selama kehamilan mereka. Orang lain mungkin memerlukan pengujian berdasarkan kesehatan, gejala, atau riwayat infeksi berulang.

Dokter dapat melakukan tes dipstik, di mana strip kimiawi mendeteksi enzim yang disebut leukosit esterase yang menunjukkan adanya sel darah putih, biasanya terkait dengan infeksi. Tes dipstick juga menyoroti nitrit, yang merupakan produk limbah dari pemecahan bakteri tertentu.

Kehadiran nitrit dalam urin sangat spesifik untuk infeksi bakteri tertentu. Nitrit tidak terjadi pada semua jenis bakteri. Tidak adanya leukosit esterase dalam urin berarti urin tersebut kemungkinan tidak mengandung sel darah putih, sehingga kemungkinan besar tidak membawa agen infeksi.

Dokter atau teknisi laboratorium juga dapat melakukan kultur urin. Ini melibatkan pertumbuhan bakteri dari urin untuk mengidentifikasi penyebab infeksi.

Mengapa mereka muncul?

Infeksi atau penyumbatan pada saluran kemih atau kandung kemih dapat menyebabkan peningkatan jumlah leukosit dalam urin Anda.

Infeksi mungkin lebih parah jika Anda hamil, yang meningkatkan kemungkinan berkembangnya masalah seperti infeksi saluran kemih (ISK). Jika Anda sedang hamil dan mengalami infeksi pada saluran kemih, penting untuk mendapatkan perawatan karena dapat mempersulit kehamilan Anda.

Anda berisiko terkena infeksi bakteri di kandung kemih jika Anda menahan kencing terlalu lama sebelum buang air kecil. Menahan urine secara berulang dapat meregangkan kandung kemih terlalu banyak. Seiring waktu, hal itu membuat kandung kemih Anda cenderung tidak kosong sepenuhnya saat Anda pergi ke kamar mandi. Ketika urin tetap berada di kandung kemih, itu meningkatkan kemungkinan bakteri akan meningkat jumlahnya, yang dapat menyebabkan infeksi kandung kemih. Sistitis tanpa komplikasi adalah nama lain untuk infeksi saluran kemih yang terbatas pada kandung kemih pada orang sehat yang tidak hamil.

Batu ginjal, tumor di panggul, atau jenis penyumbatan lain di saluran kemih juga dapat menyebabkan lebih banyak leukosit muncul.

Infeksi saluran kemih

ISK dapat mempengaruhi saluran kemih bagian atas dan bawah, ginjal, kandung kemih, uretra, dan prostat.

Infeksi saluran kemih bagian bawah mungkin juga memiliki nama-nama spesifik ini:

  • sistitis, atau infeksi kandung kemih
  • uretritis, infeksi uretra, yaitu saluran yang membawa urin dari kandung kemih ke luar tubuh
  • prostatitis, yang melibatkan prostat

ISK atas dan bawah dapat menyebabkan leukosit dalam urin.

Gejala bervariasi dan sering tumpang tindih, tetapi mungkin termasuk:

  • buang air kecil lebih sering, dan sering merasa ingin buang air kecil
  • terbakar atau nyeri buang air kecil hanya mengeluarkan sedikit urin
  • kesulitan buang air kecil atau nyeri saat buang air kecil
  • keluarnya cairan atau urine keruh
  • darah dalam urin
  • nyeri atau tekanan perut bagian bawah

Gejala infeksi yang lebih serius dapat meliputi:

  • demam dan menggigil
  • nyeri pinggang atau punggung bawah
  • mual
  • muntah
  • merasa sangat sakit

Penting untuk segera mencari pertolongan medis jika salah satu dari gejala ini terjadi.

Pengobatan untuk infeksi saluran kemih

Jika Anda didiagnosis dengan semua jenis infeksi bakteri, kemungkinan besar dokter akan menyarankan Anda untuk minum antibiotik. Jika ini adalah pertama kalinya Anda menderita ISK atau jika Anda jarang terkena ISK, antibiotik jangka pendek adalah pilihan yang tepat.

Jika Anda mengalami ISK berulang, dokter Anda mungkin meresepkan antibiotik yang lebih lama dan pengujian lebih lanjut untuk melihat apakah ada alasan khusus untuk infeksi berulang. Untuk wanita, minum antibiotik setelah hubungan seksual dapat membantu, tetapi Anda hanya boleh minum obat resep seperti yang direkomendasikan oleh dokter Anda.

Selain antibiotik, meningkatkan asupan cairan dapat membantu mengatasi ISK. Minum lebih banyak air mungkin tampak tidak menarik jika nyeri saat buang air kecil, tetapi hal ini dapat membantu mempercepat proses penyembuhan.

5 Penyakit Bergejala Jari Tangan Bengkak dan Gatal

Apa yang Anda di pikiran Anda ketika mengalami jari tangan bengkak dan gatal?  Kebanyakan orang menganggap jari tangan bengkak dan gatal hanyalah respons tubuh akibat cuaca yang terlalu panas ataupun efek gigitan serangga. Hal tersebut tidak salah. Namun, Anda juga perlu mewaspadai jika rasa gatal dan bengkak yang dialami tangan Anda bersumber dari penyakit serius yang tengah menggerogoti tubuh Anda. 

Pasalnya, banyak penyakit yang cukup serius ternyata memiliki gejala jari tangan bengkak dan gatal. Ciri-ciri pembengkakan dan rasa gatal yang bersumber dari penyakit tertentu adalah kondisinya yang sulit mereda dan bersifat kambuhan. 

Berikut ini adalah beberapa jenis penyakit yang kerap menimbulkan gejala jari tangan bengkak dan gatal. Jika Anda memang memiliki riwayat di bawah ini dan belakangan menemui gejala pembengkakan dan rasa gatal di jari tangan, jangan ragu untuk kembali memeriksakan diri ke dokter. 

  1. Gangguan Ginjal 

Ginjal berfungsi membuang limbang dan cairan ekstra dari tubuh Anda. Jika kinerja ginjal tidak optimal, gejala jari tangan bengkak dan gatal akan sangat mudah menghampiri. Pasalnya, penumpukan cairan akan lebih mudah menyasar bagian jari-jari tangan, kaki, maupun sekitar mata. Cobalah untuk memeriksa kondisi ginjal Anda secara lebih menyeluruh untuk memastikan Anda tidak membutuhkan tindakan cuci darah ataupun transplantasi. 

  1. Penyakit Asam Urat 

Kadar asam urat yang dianjurkan bagi orang dewasa tidak lebih dari 7 miligram per desiliter. Jika lebih dari itu, Anda terkategori mengalami penyakit asam urat yang rentan menimbulkan rasa nyeri di bagian sendi hingga memicu pembengkakan. Pembengkakan karena asam urat yang berlebih mengkristal umumnya terjadi di bagian sendi gerak, entah di tangan maupun kaki. Jari-jari tangan pun rentan mengalaminya. Pembengkakan yang timbul akibat kristal asam urat ini tidak jarang disertai rasa gatal yang menyebalkan. 

  1. Psoriaris 

Psoriasis adalah kondisi yang membuat sel-sel kulit cepat menumpuk dan memicu pembengkakan. Penyakit ini juga membuat munculnya bercak dan sisik pada kulit yang terasa sangat gatal. Jari tangan bengkak dan gatal pun tidak jarang menjadi bagian gejala psoriaris yang tampak jelas. Ini karena psoriasis dapat memengaruhi berbagai area tubuh seseorang, terutama persendian, jari, dan kuku. Selain bengkak dan gatal, bagian tubuh yang tedampak psoriaris juga kerap mengalami peradangan hingga darah keluar. 

  1. Skleroderma 

Skleroderma merupakan salah satu jenis penyakit autoimun. Orang yang terkena penyakit ini akan mengalami pembentukan kolagen berlebih yang mengental dan mengeras di bagian kulit. Tidak jarang, penderita scleroderma akan mengalami jari tangan bengkak dan gatal hingga menggelembung seperti sosis pada tahap-tahap awal. Untuk tahap selanjutnya, organ yang terpapar sangat mudah terluka. Skleroderma merupakan penyakit yang tidak bisa sembuh, namun gejalanya dapat dikurangi dengan pengobatan yang tepat.

  1. Diabetes 

Tidak semua orang yang terkena diabetes akan mudah mengalami jari tangan bengkak dan gatal. Hanya penderita diabetes neuropatilah yang rentan mengalami gejala ini. Pasalnya, kadar gula darah yang tinggi membuat kerusakan saraf yang membuat tangan dan kaki maupun area lain yang memiliki banyak saraf tepi sensitif terhadap sentuhan. Kesensitifan inilah yang membuat jari tangan maupun bagian tubuh lainnya yang mengalami kerusakan saraf akan mudah merasa gatal dan mengalami pembengkakan. Mengontrol dan menurunkan gula darah menjadi kunci untuk meredakan gejala jari tangan bengkak dan gatal yang dipicu oleh diabetes jenis yang satu ini. 

Jika Anda merasa tidak memiliki salah satu jenis penyakit tersebut, tapi kerap mengalami jari tangan bengkak dan gatal, cobalah untuk melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh. Bisa jadi, Anda hanya tidak sadar sudah mengalami suatu penyakit di tubuh Anda.

Langkah Pengobatan untuk Mengatasi Telinga Berdarah

Pernahkah Anda mengalami telinga berdarah? Pendarahan yang terjadi di telinga bukanlah hal yang umum. Ini bisa saja menjadi tanda adanya kondisi medis tertentu yang terjadi pada telinga Anda.

Telinga sakit bisa disebabkan oleh penyakit telinga maupun efek dari kondisi lainnya

Untuk mengatasinya, Anda perlu terlebih dahulu mengetahui faktor penyebab pendarahan. Anda bisa melakukan pemeriksaan ke dokter, dan dokter bisa membantu memberikan diagnosa untuk penyebab kondisi Anda. 

Bagaimana telinga berdarah diobati? 

Pengobatan untuk pendarahan di telinga mungkin akan berbeda-beda untuk setiap pasien. Semuanya tergantung pada penyebab serta bagaimana tingkat keparahan kondisi Anda. 

Setelah dokter melakukan diagnosa, dokter bisa mengajukan metode pengobatan sesuai dengan penyebab. Berikut  ini beberapa upaya pengobatan untuk telinga berdarah: 

  • Antibiotik

Pengobatan dengan antibiotik merupakan salah satu cara pengobatan yang paling umum. Ini biasanya diberikan pada penderita pendarahan telinga yang disebabkan oleh infeksi. 

Antibiotik memang bisa bekerja dengan baik untuk menyembuhkan infeksi, baik itu infeksi bakteri maupun infeksi jamur. Akan tetapi, beberapa infeksi virus mungkin tidak mempan diobati hanya dengan antibiotik saja, sehingga memerlukan cara pengobatan yang lain. 

  • Obat pereda nyeri

Bagi sebagian orang, pendarahan di telinga juga bisa disertai dengan gejala lain berupa rasa tertekan dan nyeri di telinga. Jika hal ini terjadi, maka dokter bisa juga meresepkan obat pereda nyeri bagi Anda. 

Obat pereda nyeri bisa bekerja dengan efektif untuk mengatasi rasa sakit di telinga, kerusakan telinga, serta masalah tekanan pada telinga. Anda juga bisa menggunakan obat pereda nyeri yang dijual dengan bebas di apotek tanpa memerlukan resep dokter.

  • Kompres hangat

Jika Anda mengalami pendarahan telinga yang disertai dengan rasa sakit, salah satu cara untuk mengatasinya adalah menggunakan kompres hangat. Ini adalah cara pengobatan yang paling efektif jika Anda tidak bisa langsung mendapatkan perawatan dari dokter.

Gunakan kain lap khusus yang direndam ke dalam air hangat, kemudian tempelkan pada telinga yang sakit, berdarah, dan membengkak. Suhu panas dari kain hangat tersebut akan secara perlahan melegakan rasa nyeri dan ketidaknyamanan. 

Dalam beberapa kasus, telinga berdarah bisa sembuh tanpa memerlukan pengobatan tertentu. Akan tetapi, Anda tetap perlu memantau kondisi telinga Anda secara berkala dengan seksama.

Dokter mungkin akan meminta Anda untuk melaporkan perkembangan kondisi telinga secara rutin. Ini adalah cara pengobatan yang paling umum untuk pendarahan telinga akibat cedera di kepala. 

Apakah telinga berdarah berbahaya?

Cobalah untuk mengenali gejala dari pendarahan yang Anda alami. Beberapa gejala tambahan bisa mengindikasikan adanya kondisi medis tertentu yang lebih berbahaya. 

Umumnya, pendarahan yang Anda alami di telinga akan menimbulkan gejala tambahan yang cukup ringan. Gejala ini meliputi kelemahan wajah, demam, sakit kepala, kehilangan pendengaran, dan dengungan di telinga. Anda juga akan merasakan sakit atau nyeri pada telinga.

Namun, gejala-gejala tersebut biasanya bersifat sementara dan bisa membaik setelah diobati. Gejala tersebut juga cenderung tidak berbahaya selama dirawat dengan tepat. 

Akan tetapi, ada juga gejala lain yang lebih serius. Gejala-gejala berikut ini mungkin menandakan adanya kondisi medis yang mengancam jiwa:

  • Hidung berdarah
  • Kehilangan kesadaran
  • Pusing dan lesu
  • Tidak mampu melacak gerakan mata
  • Ukuran pupil tidak beraturan
  • Muntah-muntah

Jika mengalami gejala telinga berdarah di atas, sebaiknya segera kunjungi unit gawat darurat di rumah sakit terdekat. Anda perlu mendapatkan pertolongan medis sesegera mungkin.

Kontraktur Dupuytren Sebabkan Jari Tangan Bengkok Tanpa Nyeri

Meski tidak merasa sakit, namun kontraktur dupuytren bisa membuat jari tangan bengkok dan kurang nyaman. 

Kontraktur dupuytren merupakan kondisi yang dapat memengaruhi lapisan jaringan pada bagian bawah kulit telapak tangan. Hal ini terjadi karena simpul jaringan yang terbentuk di bawah kulit membuat tali tebal dan menarik satu atau lebih hingga membuat posisi jari tangan bengkok atau tertekuk.

Jari yang terkena biasanya tidak dapat diluruskan sepenuhnya, hingga mempersulit aktivitas sehari-hari seperti meletakkan tangan di saku, mengenakan sarung tangan, atau berjabat tangan. Kontraktur dupuytren umumnya menyerang dua jari manis dan kelingking. Penyakit ini juga kerap dialami oleh pria lanjut usia keturunan Eropa Utara. 

Gejala kontraktur dupuytren

Kontraktur dupuytren biasanya tidak dirasakan secara langsung, melainkan memiliki gejala yang timbul secara perlahan selama bertahun-tahun. Kondisi tersebut biasanya dimulai dengan penebalan kulit di telapak tangan. Selanjutnya, kulit di telapak tangan akan tampak lebih berkerut seperti memiliki lesung pipit. Kontraktur dupuytren akan menyebabkan timbulnya gumpalan jaringan di telapak tangan Anda. Benjolan ini mungkin sensitif terhadap sentuhan tetapi biasanya tidak terasa sakit.

Pada tahap selanjutnya kontraktur dupuytren, menyebabkan terbentuknya tali jaringan di bawah kulit telapak tangan dan dapat menjulur hingga ke jari-jari. Saat tali tersebut mulai mengencang, maka jari-jari akan tertarik ke arah telapak tangan dan terasa sangat kuat, hingga menyebabkan dua jari yang terletak paling jauh dari ibu jari terkena. Kontraktur dupuytren dapat terjadi di kedua tangan, namun biasanya kondisi lebih parah berada pada satu tangan saja.

Penyebab kontraktur dupuytren

Umumnya penyakit ini belum diketahui apa penyebabnya, bahkan tidak ada bukti spesifik bahwa cedera tangan atau pekerjaan yang melibatkan getaran pada tangan menyebabkan kondisi tersebut. Namun, beberapa orang dengan faktor risiko seperti ini mungkin lebih rentan terjangkit.

– Kontraktur dupuytren paling sering menyerang pria berusia 50 tahun ke atas.

– Orang-orang keturunan Eropa Utara berisiko lebih tinggi terkena penyakit ini.

– Kontraktur dupuytren bisa terjadi karena faktor genetik.

– Alkohol dan merokok dapat meningkatkan faktor risiko kontraktur dupuytren. Penyebabnya, karena adanya perubahan mikroskopis dalam pembuluh darah yang disebabkan oleh merokok. 

– Orang dengan diabetes memiliki peningkatan risiko kontraktur dupuytren lebih tinggi.

Pengobatan kontraktur dupuytren

Jika kondisi ini berkembang meski tidak menimbulkan rasa sakit dan hanya berdampak kecil pada kemampuan menggunakan tangan untuk tugas sehari-hari, mungkin Anda tidak memerlukan pengobatan. Sebaliknya, jika Anda merasakan ketidaknyamanan yang berlebih hingga memberikan rasa sakit sebaiknya segera lakukan pengobatan yang meliputi: 

Terapi tusuk jarum

Teknik ini menggunakan jarum. Alat tersebut akan dimasukkan melalui kulit, untuk menusuk dan memutuskan tali jaringan yang berkontraksi dengan jari. Keuntungan utama dari teknik tusuk jarum adalah tidak adanya sayatan, dapat dilakukan pada beberapa jari pada waktu yang bersamaan, dan biasanya hanya diperlukan sedikit terapi fisik setelahnya. 

Memperbaiki gaya hidup 

Jika Anda memiliki kontraktur dupuytren ringan, sebaiknya hindari kebiasaan menggenggam terlalu kuat pada perkakas. Selalu gunakan sarung tangan dengan bantalan tebal jika terpaksa harus menggenggam kuat.

Tingkat keparahan kontraktur dupuytren dapat bervariasi dan membuat Anda sulit atau tidak nyaman untuk melakukan fungsi tertentu menggunakan tangan. Jari tangan bengkok biasanya dapat membatasi kemampuan Anda untuk membuka, menggenggam benda besar atau memasukkan tangan ke tempat yang sempit. Oleh karena itu, jika kamu sudah merasa sangat tidak kondusif dengan kondisi ini, sebaiknya segera buat janji dengan dokter sebelum keadaan berlanjut lebih serius.