Antraks

Antraks adalah penyakit hewan ternak yang juga dapat menyerang hewan liar.

Antraks merupakan penyakit langka dimana penyakit tersebut terjadi akibat bakteri pembentuk spora Bacillus anthracis. Hewan ternak adalah sumber yang menyebabkan seseorang mengalami gangguan seperti ini. Tidak hanya terjadi pada manusia, antraks juga bisa menyerang hewan liar.

Antraks bisa menular ke manusia melalui kontak langsung atau tidak langsung dengan hewan yang sakit. Penularan biasanya terjadi dengan bakteri antraks masuk ke dalam tubuh melalui luka di bagian kulit, mengkonsumsi daging yang terkontaminasi dan kurang matang, atau menghirup spora antraks.

Gejala

Jika manusia terkena antraks melalui luka kulit (antraks kutaneus), maka gejala yang akan dialami adalah:

  • Timbul lecet, benjolan, atau gatal yang terlihat seperti gigitan serangga sehingga berubah menjadi luka yang tidak menimbulkan rasa nyeri.
  • Pembengkakan di sekitar luka.

Jika manusia terkena antraks akibat mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung spora seperti daging setengah matang yang terinfeksi (antraks gastrointestinal), maka gejala yang akan dialami adalah sebagai berikut:

  • Pembengkakan di bagian leher atau kelenjar sehingga menimbulkan rasa nyeri ketika menelan.
  • Demam.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Sakit kepala.
  • Sakit perut.
  • Mual
  • Muntah.
  • Diare berdarah berat.
  • Kemerahan di bagian wajah, termasuk bagian mata.
  • Pingsan.
  • Nyeri dan pembengkakan pada bagian perut.

Jika manusia menghirup spora antraks, maka gejala yang akan dialami adalah sebagai berikut:

  • Demam.
  • Merasa lelah.
  • Pegal.
  • Sakit tenggorokan.
  • Sesak nafas.
  • Batuk dengan mengeluarkan darah.
  • Mual.
  • Nyeri ketika menelan.
  • Perasaan tidak nyaman di bagian dada.
  • Merasa bingung.
  • Pusing.
  • Berkeringat.
  • Meningitis.
  • Mengalami syok atau penurunan tekanan darah yang berpotensi fatal.

Penyebab

Antraks terjadi akibat bakteri Bacillus anthracis. Bakteri tersebut membuat spora yang merupakan bentuk bakteri hidup dengan menggunakan cangkang pelindung. Spora tersebut bisa bertahan dalam waktu yang lama hingga bertahun-tahun.

Seseorang bisa terkena infeksi antraks jika spora masuk ke dalam tubuh dan melepaskan bakteri yang menimbulkan racun sehingga berpotensi mengalami gejala seperti di atas. Berikut adalah beberapa cara orang bisa terpapar:

  • Tidak sengaja menghirup spora.
  • Mengkonsumsi sesuatu yang tercemar spora antraks.
  • Kontak fisik dengan sesuatu yang sudah terkena spora sehingga dapat menyebar melalui kulit.
  • Menggunakan obat terlarang yang disebut sebagai injection anthrax.

Diagnosis

Jika Anda terkena antraks, Anda sebaiknya periksa diri ke dokter. Berikut adalah tes yang dapat dilakukan:

  • Tes darah

Tes darah dapat dilakukan untuk mengetahui jika terdapat bakteri di dalam darah pasien.

  • Sampel kulit

Sampel kulit dapat dilakukan jika pasien memiliki gejala kulit.

  • Tes pencitraan

Tes pencitraan berupa CT scan dan X-ray dapat dilakukan jika pasien menghirup antraks.

  • Pemeriksaan feses

Pemeriksaan feses dapat dilakukan jika terdapat bakteri antraks gastrointestinal.

  • Pemeriksaan cairan tulang belakang

Pemeriksaan cairan tulang belakang dapat dilakukan untuk mengidentifikasi meningitis yang disebabkan oleh antraks.

Pengobatan

Untuk mengobati antraks, Anda dapat menggunakan obat antibiotik seperti Penicilin G, amoksilin, ciprofloxacin, atau doxycycline.

Berkonsultasi Dengan Dokter

Jika Anda ingin berkonsultasi dengan dokter, ada baiknya jika Anda mempersiapkan diri melalui beberapa hal sebagai berikut:

  • Menuliskan gejala yang telah Anda alami.
  • Menuliskan obat yang telah Anda konsumsi.
  • Menuliskan pertanyaan yang ingin diajukan kepada dokter.

Selama Anda berkonsultasi, dokter akan menanyakan kepada Anda terkait dengan kondisi yang Anda alami seperti:

  • Kapan Anda mengalami gejala tersebut?
  • Apa yang membuat Anda mengalami gejala ini?
  • Apakah kondisi yang dialami membaik atau memburuk?

Kesimpulan

Itulah informasi mengenai antraks. Antraks merupakan penyakit yang serius dimana kondisi tersebut perlu segera ditangani. Jika Anda mengalami gangguan seperti ini, Anda dapat tanyakan masalah ini dengan dokter dan ikuti arahan dokter untuk membantu memulihkan diri.

Kuku Rapuh dan Kekuningan? Waspada Infeksi Jamur Kuku

Kuku Rapuh dan Kekuningan? Waspada Infeksi Jamur Kuku

Sebenarnya, jamur ada di tubuh bersama beberapa jenis bakteri yang disebut mikroflora normal tubuh. Ketika jamur tumbuh tidak terkendali, saat itulah jamur dapat memicu infeksi.

Jamur dapat menginfeksi bagian tubuh mana pun. Tidak terkecuali kuku. Ochomycosis merupakan jamur yang biasanya dapat menginfeksi kuku tangan atau kaki. Infeksi ini biasanya terjadi dalam waktu yang panjang. Di tahap awal terjadinya infeksi jamur kuku, Anda mungkin tidak akan menyadari perubahannya sama sekali.

Dari waktu ke waktu, Anda mungkin mulai melihat perubahan pada kuku yang terinfeksi. Kuku mulai terangkat dari dasar kuku, menimbulkan bau, serta menjadi lebih rapuh. Kadang, warna kuku pun berubah menjadi putih, kuning, coklat, bahkan hitam.

Infeksi jamur kuku ini dapat terjadi pada sebagian kuku, seluruh kuku, atau beberapa bagian kuku.

Inilah penyebab jamur berkembang di kuku

Terjadinya infeksi jamur kuku karena ada pertumbuhan jamur berlebihan di bawah kuku.  Jenis jamur yang banyak menyebabkan infeksi kuku biasanya dari kelompok dermatofita.

Jamur mudah berkembang di lingkungan yang hangat dan lembab. Jika kondisi kuku Anda demikian, jamur dapat berkembang dengan cepat hingga terjadi kelebihan populasi dan memicu infeksi.

Itulah sebabnya, infeksi jamur kuku lebih banyak terjadi pada kuku kaki daripada jari tangan. Sebab kaki sering berada dalam lingkungan yang hangat dan lembab, seperti saat memakai sepatu.

Infeksi ini juga dapat menular. Bila Anda kontak dengan mereka yang memiliki infeksi jamur kuku, Anda juga dapat mengalaminya. Ini juga alasan Anda perlu berhati-hati saat ingin melakukan manicure dan pedicure di salon. Tanyakanlah bagaimana proses disinfeksi untuk alat-alat yang digunakan.

Kondisi ini membuat Anda lebih berisiko terkena jamur kuku

Ada banyak faktor yang menyebabkan terjadinya infeksi jamur kuku. Setiap penyebab tentu memiliki solusi masing-masing. Meski rata-rata faktor penyebab infeksi tersebut dapat dihindari, namun beberapa faktor meningkatkan risiko seseorang mengalami infeksi jamur kuku.

Ada faktor-faktor risiko yang sulit dihindari, seperti usia. Mereka yang berusia lebih dari 65 tahun cenderung lebih mudah terinfeksi jamur kuku. Begitu juga orang-orang dengan sistem imun yang lemah.

Tapi, ada juga faktor risiko yang sifatnya sebetulnya eksternal dan sangat bisa dihindari. Sebagai contoh, kebiasaan memakai kuku palsu, berenang di kolam renang umum, serta kebiasaan menggunakan sepatu tertutup.

Di samping itu, penyakit atau cedera juga dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena jamur kuku. Penderita diabetes atau penyakit lain yang menyebabkan sirkulasi darah kurang baik misalnya, berisiko lebih tinggi mengalami infeksi ini. Cedera pada kuku atau pada kulit di sekitar kuku juga berisiko.

Jamur ini biasanya lebih banyak menginfeksi orang dewasa dibanding anak-anak. Sebab semakin bertambahnya usia, performa sistem sirkulasi semakin menurun. Kuku juga tumbuh lebih lambat dan cenderung menebal seiring berjalannya waktu.

Riwayat keluarga yang sering mengalami infeksi jamur kuku juga membuat seseorang lebih berisiko mengalami hal serupa. Tidak hanya itu, tampaknya gender juga memegang peranan di sini. Dari banyak kasus yang terjadi, infeksi ini lebih banyak ditemukan pada laki-laki daripada perempuan.

Lalu, bagaimana caranya untuk mengetahui bahwa Anda sedang mengalami infeksi jamur kuku?

Karena reaksinya yang kadang menyerupai infeksi lain, maka untuk memastikan ada atau tidaknya infeksi jamur kuku, Anda perlu memeriksakan diri ke dokter. Dokter biasanya akan mengirim sampel kuku ke laboratorium untuk dilakukan pemeriksaan. Jika terkonfirmasi adanya infeksi jamur pada kuku, maka dokter akan memberikan perawatan yang sesuai.

Menghilangkan Tahi Lalat Melalui Operasi

Tahi lalat adalah sekelompok sel kulit yang biasanya berwarna coklat atau hitam, yang dapat muncul di mana saja di tubuh Anda.  Kebanyakan tahi lalat adalah jinak, berarti mereka tidak bersifat kanker. Namun jika tidak suka dengan tampilannya atau rasanya, Anda dapat menghapus tahi lalat melalui operasi.

Tahi lalat pada umumnya muncul sebelum Anda menginjak usia 20 tahun. Anda disarankan untuk menemui dokter jika tahi lalat muncul kemudian dalam hidup Anda, atau jika tahi lalat mulai berubah ukuran, warna, atau bentuk. 

Operasi menghilangkan tahi lalat, baik untuk alasan kosmetik atau karena tahi lalat bersifat kanker, akan menghasilkan bekas luka. Namun, bekas luka yang dihasilkan dapat menghilang dengan sendirinya tergantung pada faktor-faktor seperti usia, jenis operasi dan lokasi tahi lalat Anda.

Tahi lalat biasanya dapat dihilangkan oleh dokter kulit dalam kunjungan biasa. Terdapat dua prosedur operasi utama yang digunakan untuk menghilangkan tahi lalat, yaitu:

  • Cukur eksisi

Untuk prosedur ini, dokter kulit Anda menggunakan alat tipis seperti pisau cukur untuk mengiris tahi lalat dengan hati-hati.  Perangkat dengan elektroda mungil di ujungnya dapat digunakan untuk melakukan bulu bedah elektro.

Bulu-bulu membantu meminimalkan penampilan eksisi dengan memadukan tepi luka dengan kulit di sekitarnya. Jahitan tidak diperlukan setelah prosedur ini dan tahi lalat biasanya diperiksa di bawah mikroskop setelah itu untuk memeriksa mengenai tanda-tanda kanker kulit.

  • Eksisi bedah

Prosedur ini lebih dalam daripada eksisi mencukur dan lebih mirip operasi tradisional.  Dokter kulit Anda akan memotong seluruh tahi lalat dan di bawahnya ke lapisan lemak subkutan, dan menjahit sayatan dengan tertutup. Tahi lalat kemudian akan diperiksa untuk sel kanker.

Waktu penyembuhan setelah pengangkatan atau operasi tahi lalat tergantung pada setiap individu. Orang yang lebih muda cenderung sembuh lebih cepat daripada orang dewasa yang lebih tua. Begitu juga, sayatan yang lebih besar akan membutuhkan waktu lebih lama untuk ditutup daripada yang lebih kecil.  Secara umum, bekas luka operasi tahi lalat membutuhkan setidaknya dua hingga tiga minggu untuk sembuh.

Pengangkatan tahi lalat adalah jenis operasi sederhana. Biasanya dokter Anda akan melakukannya di kantor, klinik, atau pusat rawat jalan rumah sakit.

Operasi tahi lalat pada umumnya akan meninggalkan bekas luka. Resiko terbesar setelah operasi adalah bahwa situs tahi lalat Anda dapat terinfeksi. Anda disarankan untuk mengikuti instruksi dokter dengan hati-hati untuk merawat luka sampai sembuh. Hal ini berarti menjaganya agar tetap bersih, lembab, dan tertutup.

Tahi lalat biasa tidak akan kembali setelah dihilangkan dan dioperasi sepenuhnya. Namun, mungkin terjadi dengan tahi lalat yang memiliki sel kanker. Sel-sel dapat menyebar jika tidak segera diobati. Awasi area tahi lalat setelah dihilangkan dan beritahu dokter jika Anda melihat adanya perubahan.

Cakaran Kucing & “Serangan” Hewan Lain yang Harus Diwaspadai

Ada tiga jenis hewan mamalia yang kerap hidup berdampingan dengan manusia, yakni kucing, anjing, dan tikus. Jika kucing dan anjing merupakan hewan peliharaan yang populer, tikus ada di sekitar kita lantaran lingkungan hidup tersebut ideal bagi mereka. Ketiganya bisa jadi “musuh dalam selimut” bagi kita. Contohnya kucing, meski lucu, cakaran kucing bisa jadi masalah, lho.

Terlebih jika kucing itu dikategorikan liar, dalam artian bukan hewan yang dipelihara manusia. Kemungkinannya untuk menularkan penyakit semakin besar. Jadi, kita tetap harus waspada terhadap kucing. Begitu pula dengan anjing dan tikus.

Berikut beberapa bahaya di balik tiga hewan yang ada di sekitar manusia tersebut:

  • Gigitan Anjing

Sudah bukan rahasia umum jika gigitan anjing harus selalu dihindari lantaran kemungkinan buruk yang bisa dialami oleh orang yang malang tersebut. Ya, hal itu lantaran anjing berpotensi besar menularkan virus rabies kepada manusia melalui gigitannya.

Rabis dan anjing ini sudah begitu melekat. Bahkan, rabies disebut pula sebagai penyakit anjing gila. Rabies merupakan virus akut yang menyerang sistem saraf pusat manusia atau mamalia.

Ketika seseorang tergigit anjing yang telah terinfeksi rabies, virus akan masuk ke pembuluh darah dan menyebar di dalam tubuh. Saat sudah mencapai otak, virus rabies akan menggandakan diri dengan cepat. Hal ini kemudian dapat menyebabkan peradangan berat pada otak dan saraf tulang belakang yang membahayakan kondisi pasien dan berpotensi besar menyebabkan kematian.

Penyebaran akan terjadi lebih cepat apabila pasien mengalami gigitan atau cakaran pada area leher atau kepala. Setelah virus rabies ini masuk melalui luka gigitan, maka selama 2 minggu virus tersebut tetap tinggal di tempat masuk dan di dekatnya, yang kemudian bergerak mencapai ujung-ujung serabut saraf posterior tanpa menunjukkan adanya perubahan fungsi saraf.

Umumnya, masa inkubasi virus rabies adalah sekitar 4 hingga 12 minggu setelah gigitan anjing yang terinfeksi virus. Ada beberapa faktor yang menyebabkan waktu munculnya gejala berlangsung lebih cepat atau lebih lambat. Orang yang terinfeksi virus rabies biasanya akan mengalami gejala berupa: linu dan kesemutan; gelisah; linglung; dan gejala umum seperti flu.

  • Cakaran Kucing

Meskipun terlihat sederhana, jika tidak ditangani dengan baik, cakaran kucing dapat menyebabkan infeksi yang disebabkan bakteri Bartonella henselae, Staphylococcus, Streptococcus, dan Pasteurella. Perawatan luka cakaran kucing harus dilakukan dengan benar untuk meminimalisir risikonya.

Di dalam dunia medis, penyakit akibat cakaran kucing dikenal sebagai “demam cakaran kucing”. Orang yang baru saja tercakar kucing, apalagi kucing liar, harus segera datang ke rumah sakit. Kalau bisa, sebelum cakaran kucing itu “berumur” 8 jam. Langkah ini diperlukan untuk mencegah datangnya infeksi.

Sama seperti penyakit pada umumnya, cakaran kucing akan menimbulkan berbagai macam gejala pada tubuh sang penderita. Beberapa gejala itu bahkan membutuhkan penanganan medis yang serius dan segera.

Tanda paling mudah untuk mendeteksi adanya infeksi setelah menerima cakaran kucing adalah demam. Kondisi itu memang sebuah mekanisme alami tubuh untuk mempertahankan diri dari serangan bakteri. Selain itu, gejala-gejala seperti pusing atau sakit kepala, kelelahan, benjolan merah, dan menurunnya nafsu makan juga mungkin dirasakan.

Untuk memperkecil risiko munculnya infeksi, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah menekan bagian luka cakaran kucing, hingga darahnya keluar. Hal ini dilakukan agar bakteri bisa dikeluarkan lewat darah.

Kemudian, bersihkan luka cakaran kucing dengan air bersih yang mengalir. Hentikan perdarahannya dengan kain bersih dan oleskan salep untuk luka, jika ada. Setelah itu, tutuplah luka dengan perban sampai Anda datang ke dokter untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

  • Kencing Tikus

Hampir semua orang sepakat bahwa tikus adalah hewan kotor dan menjijikan. Dia bisa membawa berbagai penyakit bagi manusia. Air kencingnya bahkan diklasifikasikan sebagai penyakit tersendiri. Kencing tikus atau dalam istlah medis disebut leptospirosis tidak bisa disepelekan, pada tahap atau kondisi tertentu, penyakit itu bisa mematikan.

Gejala awal dari leptospirosis ini menyerupai flu, yaitu demam tinggi, sakit kepala, menggigil, dan nyeri. Pada tahap lebih lanjut, muncul gejala berupa muntah, sakit kuning, nyeri perut, diare, dan ruam.

Gejala umumnya terjadi selama sepekan. Jika tidak diobati, infeksi dapat menyebabkan kerusakan ginjal, hati, meningitis, gangguan pernapasan hingga kematian. Kuman penyebab leptospira dapat hidup di air tawar selama lebih kurang 1 bulan. Bahkan leptospira juga bisa bertahan di tanah yang lembap, tanaman, maupun lumpur dalam waktu lama.

Kuman leptospira ini dapat ‘berenang’ di air sehingga bisa menginfeksi kaki manusia yang sedang terluka. Leptospira juga bisa menginfeksi seseorang melalui makanan atau minuman. Umumnya laporan orang yang terkena leptospirosis terjadi setelah banjir.

***

Itulah beberapa bahaya yang bisa diterima manusia jika tidak waspada terhadap hewan-hewan yang ada di sekitar kita. Menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat, serta memastikan hewan peliharaan seperti kucing dan anjing dalam kondisi baik menjadi suatu keharusan.

Jangan sampai anggota keluarga harus menderita lantaran cakaran kucing, gigitan anjing, maupun kencing tikus yang sebenarnya dapat dihindari jika kita peduli dengan lingkungan kita.

Sering Mengalami Migrain? Bisa Jadi Tanda Kekurangan Vitamin B2

Sering Mengalami Migrain? Bisa Jadi Tanda Kekurangan Vitamin B2

Apakah Anda sering mengalami sakit kepala sebelah? Sakit kepala sebelah atau yang dikenal dengan migrain ini umumnya disebabkan karena kekurangan vitamin dalam tubuh. Salah satu vitamin yang tidak boleh dianggap sepele adalah vitamin B2.

Seperti apa sebenarnya migrain itu dan bagaimana memenuhi kebutuhan vitamin B2 untuk tubuh dapat mencegah gejala migrain? Mari simak penjelasannya lebih lanjut di bawah ini!

Mengenal migrain atau sakit kepala sebelah

Sakit kepala yang dirasa sangat berat, seperti berdenyut di salah satu sisi kepala merupakan gejala dari migrain. Migrain biasanya diikuti dengan gejala lain, seperti mual, muntah, dan lebih sensitif terhadap cahaya terang.

Dalam beberapa kasus tertentu, seseorang yang menderita migrain akan merasa sangat kesakitan, sehingga mengganggu aktivitas sehari-sehari. Rasa sakit ini dapat berlangsung dalam waktu yang cukup lama, sekitar beberapa jam dan dapat terjadi secara berulang dalam beberapa hari ke depan.

Memang terdengar sederhana, hanya sakit kepala. Tetapi, jika dibiarkan dan tidak ditangani sesegera mungkin, migrain dapat memicu komplikasi lain yang lebih serius, seperti stroke. Seseorang yang menderita migrain memiliki risiko dua kali lebih tinggi terkena stroke. Tidak hanya itu, migrain juga berdampak pada kesehatan mental orang yang bersangkutan. Beberapa gangguan mental yang mungkin dapat terjadi, antara lain depresi, bipolar, gangguan panik, hingga kecemasan.

Hingga saat ini, penyebab migrain sebenarnya belum diketahui secara jelas. Namun, beberapa ahli memperkirakan bahwa terdapat faktor keturunan dan lingkungan yang berkontribusi memicu seseorang menderita migrain.

Cegah migrain dengan penuhi kebutuhan vitamin B2

Sebuah hasil studi menyebutkan bahwa dengan mengonsumsi suplemen 400 mg vitamin B2 setiap hari bagi penderita migrain, dapat mencegah serangan migrain selanjutnya. Konsumsi vitamin ini perlu dilakukan setidaknya selama tiga bulan berturut-turut secara rutin.

Fungsi vitamin B2 selain untuk mencegah migrain, ia juga berperan dalam mencegah penyakit mata, seperti katarak dan glaukoma.

Anda dapat memenuhi kebutuhan vitamin B2 dengan mengonsumsi makanan berikut:

  • Daging sapi
  • Produk kacang-kacangan, seperti tahu, tempe, susu kedelai
  • Susu rendah lemak dan produk sejenisnya, seperti yoghurt
  • Ikan salmon
  • Jamur
  • Bayam
  • Kacang almond
  • Alpukat
  • Telur
Manfaat Vaksin BCG bagi Tubuh yang Tak Boleh Dilewatkan

Manfaat Vaksin BCG bagi Tubuh yang Tak Boleh Dilewatkan

Penemuan vaksin BCG dimulai pada tahun 1905 yang diinisiasi oleh dua peneliti asal Prancis, Albert Calmette dan Camille Guerin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan vaksin yang dapat bekerja secara efektif dalam mengatasi tuberkulosis (TBC). Hasil dari penelitian tersebut ditemukan fakta bahwa infeksi bakteri bacillus dalam dosis yang kecil dan yang telah dilemahkan, memiliki efek yang protektif terhadap infeksi TB. Pada akhirnya, penelitian tersebut menghasilkan temuan vaksin BCG. Nama tersebut diambil dari nama kedua peneliti vaksin, yaitu Bacilli of Calmette and Guerin (BCG).

Apa saja manfaat atau kegunaan dari vaksin BCG?

Penggunaan vaksin BCG ditujukan baik untuk orang dewasa maupun anak-anak yang belum pernah terinfeksi TB. Vaksin ini sangat dianjurkan untuk mereka yang memiliki kontak dekat dengan penderita TB.

Pemberian vaksin BCG dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu secara intradermal dan intravesikal. Penggunaan vaksin ini tentu disesuaikan dengan tujuannya. Walaupun pada dasarnya vaksin BCG memiliki fungsi utama untuk mengatasi TB, namun vaksin ini juga dapat mengatasi dan mencegah gangguan pada kandung kemih.

Sebagai vaksin untuk mencegah TB, BCG akan diberikan secara intradermal dengan dosis 0.1 mL untuk orang dewasa dan 0.05 mL untuk anak yang berusia kurang dari 12 bulan dengan diinjeksikan secara perlahan pada otot deltoid. Pemberian dosis vaksin ini berbeda-beda untuk tiap orangnya. Maka dari itu, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk menggunakan vaksin BCG.

Sementara itu, vaksin BCG berguna sebagai profilaksis atau pencegah dan sekaligus terapi dari karsinoma in situ kandung kemih. Vaksin BCG akan diberikan sekali dalam seminggu dengan durasi enam minggu berturut-turut.

Apakah ibu hamil boleh mendapatkan vaksin BCG?

Vaksin BCG termasuk ke dalam kategori C. kategori ini digunakan untuk mendeskripsikan vaksin yang diujicobakan pada hewan dan menunjukkan efek buruk terhadap janin. Namun, hingga saat ini belum ada informasi lebih jelas tentang indikasinya terhadap janin manusia. Dengan begitu, penggunaan vaksin ini untuk ibu hamil membutuhkan pertimbangan matang-matang.

Beberapa efek dari penggunaan vaksin BCG yang telah diketahui yaitu, nyeri perut, mual, demam ringan, nyeri otot, dan diare. Pemberian vaksin BCG di dalam kandung kemih dapat meningkatkan risiko cedera dinding kemih, anemia, infeksi saluran kemih, dan inkontinensia urin.

Jika Anda mengalami gejala seperti yang disebutkan, segera hubungi dokter agar bisa mendapatkan penanganan yang tepat secara lebih dini.

Ini Dia Cara Mengobati Sinusitis Akut Secara Mandiri di Rumah

Ini Dia Cara Mengobati Sinusitis Akut Secara Mandiri di Rumah

Bagi penderita sinusitis, ketika gejala ini kembali mengganggu, tentu akan menimbulkan rasa tidak nyaman, sehingga tidak jarang menghambat aktivitas sehari-hari. Terlebih, jika yang dialami adalah sinusitis akut yang dapat berlangsung hingga dua minggu lamanya.

Beberapa kasus sinusitis akut membutuhkan bantuan dokter untuk mengatasinya. Namun, terdapat beberapa cara yang Anda dapat lakukan secara mandiri di rumah jika gejala sinusitis kembali menyerang. Simak informasi selengkapnya berikut ini!

Cara mengobati sinusitis akut di rumah:

  • Mengompres dengan air hangat

Cara ini dapat Anda lakukan dengan mencelupkan handuk ke dalam air hangat, memerasnya, dan kemudian menempelkan handuk tersebut ke area wajah yang menjadi titik lokasi sinus. Dengan cara ini, Anda dapat mengurangi rasa nyeri yang disebabkan oleh peradangan sinus. Anda dapat mandi dengan air hangat jika ingin mendapatkan manfaat ini secara maksimal.

  • Gunakan pelembab ruangan

Menggunakan pelembab ruangan dapat membantu Anda untuk meredakan hidung tersumbat dan dapat melembabkan rongga sinus yang mengalami peradangan.

  • Gunakan saline nasal spray

Saline nasal spray atau larutan garam atau saline normal, dapat membantu Anda untuk meredakan hidung yang tersumbat. Anda hanya butuh untuk menyemprotkannya ke dalam hidung beberapa kali sehari untuk memaksimalkan manfaat yang didapat.

  • Minum air sesuai dengan anjuran, 8 gelas sehari

Air adalah kebutuhan utama bagi manusia. Khusus untuk kasus sinusitis akut, tubuh Anda akan tetap terhidrasi, sehingga lendir yang tersumbat pada rongga akan menjadi lebih encer dan mudah dikeluarkan.

  • Meninggikan kepala ketika tidur

Cara ini dapat Anda lakukan dengan menggunakan beberapa buah bantal saat tidur agar posisi kepala sedikit lebih tinggi dibanding dengan posisi badan. Dengan begitu, aliran cairan dari sinus akan lebih mudah mengalir menuju hidung.

  • Melakukan irigasi hidung

Proses ini dilakukan dengan mengalirkan air ke dalam rongga hidung dengan botol khusus yang disebut neti pot. Tujuan dari proses ini untuk membersihkan rongga hidung dan sinus. Jika Anda baru pertama kali mencoba prosedur ini, akan lebih baik jika berkonsultasi dengan dokter terlebih dulu.

  • Istirahat yang cukup

Dengan mengistirahatkan diri, Anda akan memiliki lebih banyak waktu untuk memulihkan diri dari kondisi sakit yang dialami.

Selain cara di atas, Anda juga dapat membeli obat over the counter (OTC) yang didapat tanpa resep dokter untuk mengatasi sinusitis akut. Obat yang umumnya digunakan untuk mengatasi kondisi tersebut, yaitu:

  • Kortikosteroid nasal spray: obat semprot hidung dengan kandungan steroid untuk mengurangi peradangan pada sinus dan hidung.
  • Dekongestan OTC berguna untuk mengeringkan lendir.
  • Obat antinyeri berfungsi untuk mengurangi rasa nyeri pada area wajah atau titik sinus.
Fakta Tentang Penyakit Langka Sindrom Patau (Trisomi 13)

Fakta Tentang Penyakit Langka Sindrom Patau (Trisomi 13)

Sindrom patau adalah kelainan genetik langka yang hanya terjadi pada 1 dari 500 kelahiran. Penyakit ini disebabkan oleh tambahan salinan kromosom 13 pada beberapa atau sel tubuh. Pada kondisi normal, kromosom berjumlah 23 pasang atau 46 buah. Akan tetapi, pada penderita sindrom patau ini, jumlah kromosom berjumlah 47 buah karena kromosom 13 yang seharusnya berjumlah dua buah membelah menjadi tiga bagian. Oleh karena itu, penyakit ini dikenal juga sebagai trisomi 13.

Kelebihan satu kromosom saja, sangat mengganggu perkembangan janin di dalam tubuh. Tidak jarang janin akhirnya meninggal di dalam kandungan. Sedangkan bayi yang bisa selamat saat lahir biasanya memiliki berat badan yang rendah yang diikuti dengan berbagai macam masalah kesehatan lainnya. Namun, bayi dengan sindrom patau ini biasanya akan meninggal dunia sebelum mereka berusia 1 tahun.

Gejala bayi yang lahir dengan sindrom patau

  • Terdapat celah bibir dan langit-langit
  • Masalah dengan perkembangan saluran hidung
  • Mata kecil atau berukuran abnormal
  • Jarak antar mata terlalu dekat
  • Tidak ada 1 atau kedua mata
  • Ukuran kepala lebih kecil dari ukuran normal
  • Tidaknya ada kulit pada permukaan kulit
  • Malformasi telinga atau tuli
  • Tanda lahir timbul

Sindrom patau juga dapat menimbulkan masalah kesehatan lainnya, seperti:

  • Kecacatan perut, tepatnya saat daerah pertu tidak berkembang sepenuhnya di dalam rahim. Salah satu komplikasinya adalah bayi lahir dengan usus di luar tubuh, tertutup oleh membrane dan diketahui dengan exomphalosoromphalocoele
  • Kista daerah perut di ginjal
  • Pada bayi laki-laki, penis berukuran kecil yang tidak normal
  • Pada bayi perempuan, klitoris berukuran besar

Sayangnya, seperti kelainan bawaan lahir pada umumnya, tidak diketahui penyebab pastinya mengapa trisomy 13 bisa terjadi pada beberapa bayi. Selain itu, tidak ada langkah pencegahan dan pengobatan yang bisa dilakukan oleh orang tua terhadap sindrom patau. Dengan kata lain, orang tua hanya bisa berdoa agar bayinya bisa lahir tanpa masalah kesehatan bawaan, seperti sindrom patau ini.

Ini Perbedaan Antara Polip Rahim dan Polip Serviks

Ini Perbedaan Antara Polip Rahim dan Polip Serviks

Jangan keliru, polip rahim tidak sama dengan polip serviks. Keduanya sering tertukar atau bahkan dianggap sama. Polip merupakan pertumbuhan jaringan abnormal dan bentuknya seperti benjolan kecil dengan tekstur lunak. Polip bisa tumbuh di mana saja seperti hidung, perut, saluran telinga, usus besar, tenggorokan, rahim, dan juga serviks.

Beda polip rahim dan polip serviks

Polip rahim adalah benjolan lunak yang tumbuh di jaringan yang melapisi rahim (endometrium). Ukurannya juga berbeda-beda, bisa kecil hingga besar. Polip bukanlah kanker, sehingga terkadang penderitanya tidak merasakan apapun. Salah satu hal yang kerap dikaitkan dengan polip rahim adalah hormon. Itulah penyebab mengapa ada yang menyebut bahwa polip rahim bisa hilang dengan sendirinya seiring dengan berubahnya hormon dalam tubuh.

Wanita yang berisiko mengalami polip rahim adalah perempuan yang berada di usia 40-50 tahun dalam masa pra-menopause atau sudah mengalami menopause. Selain itu, penderita diabetes dan hipertensi juga berisiko mengalami polip rahim. Sementara itu, polip serviks tumbuh di saluran penghubung rahim dan vagina. Warnanya kemerahan, keabuan, atau keunguan. Bentuknya juga seperti batang tipis dengan panjang 1-2 cm. polip serviks ini bisa tumbuh tunggal atau berkelompok.

Berbeda dengan polip rahim, polip serviks bisa muncul karena kadar estrogen yang cukup tinggi atau pertumbuhannya tidak normal. Biasanya, polip serviks diderita wanita berusia diatas 20 tahu yang sudah pernah melahirkan. Gejala yang mungkin dirasakan adalah menstruasi dengan darah yang lebih banyak, keputihan berbau, hingga pendarahan usai berhubungan seks.

Apakah polip rahim dan polip serviks berbahaya bagi kehamilan?

Salah satu kekhawatiran bagi wanita ketika ada polip rahim ataupun polip serviks adalah pengaruhnya bagi kehamilan. Polip bisa saja menyebabkan keguguran, sulit hamil, atau perdarahan. Terlebih polip rahim bisa menghalangi sel telur yang telah dibuahi untuk menempel di rahim. Selain itu, polip serviks juga bisa menghalangi leher rahim.

Tidak ada salahnya untuk memeriksakan diri jika merasakan gejala yang tidak normal pada tubuh. Jika memang diketahui ada polip rahim atau polip serviks, dokter akan membantu proses pengobatannya

Waspada! Konsumsi Alkohol Berlebihan Bisa Terkena Avaskular Nekrosis

Waspada! Konsumsi Alkohol Berlebihan Bisa Terkena Avaskular Nekrosis

Avaskular nekrosis atau nekrosis tulang adalah terjadinya kematian sel-sel tulang akibat kurangnya suplai darah. Sama seperti sel-sel dan jaringan tubuh lainnya, tulang juga perlu suplai darah yang mengantarkan oksigen dan nutrisi supaya bisa tetap sehat. Jika suplai darah ke tulang terhambat atau berkurang, lama-lama sel-sel tulang akan mati dan tulang jadi keropos alias terjadi nekrosis.

Pada sebuah wawancara yang dimuat di ETHealthWorld, dr. Ameet Pispati, seorang ahli bedah ortopedi di sebuah rumah sakit di Mumbai, India, menyatakan keprihatinan soal pasien-pasien dengan usia di bawah 40 tahun yang datang dengan keluhan sakit di tulang panggul, sulit berjalan dan keterbatasan gerak untuk aktivitas sehari-hari. Pasien-pasien tersebut menderita avaskular nekrosis yang kebanyakan disebabkan oleh alkohol.

Sedangkan menurut dr. Ameet Pispati, banyak dari pasien usia mudanya yang memiliki kebiasaan mengonsumsi alkohol secara berlebihan, dan kebiasaan itulah yang jadi pangkal timbulnya penyakit pada tulang. Masuknya alkohol yang berlebihan ke dalam tubuh lama-lama akan meningkatkan kadar lemak dalam darah, lemak tersebut dapat menumpuk dan menghambat suplai darah ke tulang sehingga terjadi nekrosis tulang.

Selain konsumsi alkohol yang berlebihan, penyebab lainnya dari nekrosis tulang adalah penggunaan steroid dosis tinggi dalam jangka panjang, cedera tulang yang tidak ditangani dengan tepat, kebiasaan merokok, penyakit tertentu dan pengobatan medis tertentu seperti radiasi dan kemoterapi.

Oleh karena itu, tanpa perawatan medis mungkin saja kerusakan pembuluh darah tidak tertangani sehingga mengganggu suplai darah ke tulang dan menyebabkan nekrosis. Penyebab loan dari nekrosis tulang adalah penggunaan kortikosteroid dalam jangka panjang atau dengan dosis yang tinggi, konsumsi alkohol yang berlebihan, kondisi medis tertentu seperti mengidap penyakit anemia sel sabit, dan pengobatan medis misalnya kemoterapi dan radiasi. Gejala-gejala nekrosis tulang yang biasa terjadi adalah rasa sakit di tulang atau sendi.

Awalnya rasa sakit akan muncul saat ada tekanan pada tulang, lama kelamaan rasa sakit akan semakin parah dan muncul secara konstan sehingga mengganggu kemampuan gerak. Penanganan avaskular nekrosis juga ditentukan oleh dokter berdasarkan usia penderita, kondisi kesehatannya secara umum dan riwayat kesehatannya. Tingkat keparahan penyakit serta lokasi dan jumlah tulang yang terkena nekrosis juga menjadi pertimbangan dalam menentukan pengobatan nekrosis tulang. Tujuan pengobatan nekrosis tulang adalah untuk mencegah kerusakan yang lebih jauh pada tulang dan sendi.