4 Cara Mengatasi Kelumpuhan Pita Suara

4 Cara Mengatasi Kelumpuhan Pita Suara

Kelumpuhan pita suara adalah sautu kondisi kesehatan yang mempengaruhi dua lipatan jaringan di kotak suara Anda yang disebut pita suara. Nah, lipatan tersebut sangat penting untuk mempuan Anda dalam berbicara, bernapas, dan menelan.

Lalu, bagaimana jika pita suara Anda mengalami kelumpuhan? Apa yang kira-kira akan terjadi dan bagaimana cara mengatasinya? Berikut beberapa cara yang bisa Anda coba untuk mengatasi kelumpuhan pita suara Anda atau kenalan Anda.

Gejala kelumpuhan pita suara

Gejala pita suara yang mengalami kelumpuhan bisa sangat bervariasi berdasarkan penyebabnya dan apakah salah satu dari kedua pita suara Anda terpengaruh. Anda mungkin akan mengalami satu atau lebih dari gejala berikut:

  • Suara serak atau kehilangan kemampuan berbicara
  • Kesulitan menelan
  • Kesulitan bernapas
  • Ketidakmampuan untuk menaikkan volume suara Anda
  • Perubahan suara Anda
  • Sering tersendak saat makan atau minum
  • Napas berisik

Jika Anda melihat gejala-gejala tersebut atau Anda mendeteksi adanya perubahan signifikan pada pola bicara dan kualitas suara Anda, hubungi dokter THT untuk evaluasi.

Penyebab kelumpuhan pita suara

Kelumpuhan pita suara biasanya dipicu oleh kejadian medis atau kondisi kesehatan lainnya. seperti:

  • Cedera dada atau leher
  • Stroke
  • Tumor, baik jinak atau ganas
  • Peradangan atau jaringan parut pada sendi pita suara karena ketegangan atau infeksi
  • Kondisi neurologis, seperti MS, penyakit Parkinson, atau miastenia gravis

Cara mengatasi kelumpuhan pita suara

Kelumpuhan pita suara perlu didiagnosis dan dirawat oleh seorang profesional medis. Tidak ada perawatan di rumah yang bisa Anda lakukan untuk kondisi ini. Berikut beberapa perawatan yang bisa Anda lakukan.

  1. Terapi suara

Terkadang kelumpuhan pada pita suara sembuh dengan sendirinya dalam waktu satu tahun. Untuk alasan ini, dokter mungkin merekomendasikan terapi suara untuk mencoba memulihkan komunikasi saraf otak dan laring Anda sebelum merekomendasikan operasi.

Ahli patologi wicara bahasa bersertifikat membantu dalam perawatan ini. Terapi suara bertujuan untuk meningakatkan fungsi pita suara Anda melalui latihan berulang sederhana yang melatih kembali pita suara. Latihan bertujuan untuk mengubah cara Anda menggunakan suara dan intsruksi tentang berbagai cara bernapas.

Jika gejala kelumpuhan pita suara tidak sepenuhnya pulih dengan sendirinya, maka perawatan bedah mungkin ditawarkan untuk meningkatkan kemampuan Anda berbicara dan menelan. Pilihan pembedahan meliputi

  • Injeksi massal

Kelumpuhan saraf ke pita suara Anda mungkin akan membuat otot pita suara Anda tipis dan lemah. Untuk menambah masa pita suara yang lumpuh, ahli laringologi dapat menyuntikkan pita suara Anda dengan zat seperti lemak tubuh, kolagen, atau bahan pengisi lain yang disetujui.

Massa tambahan ini membawa pita suara yang terpengaruh lebih dekat ke tengah kota suara Anda sehingga pita suara yang berfungsi dan bergerak dapat membuat kontak lebih dekat dengan pita suara yang lumpuh saat Anda berbicara, menelan atau batuk.

  • Reposisi pita suara

Dlaam prosedur ini, seorang ahli bedah memindahkan jendela jaringan Anda dari luar kotak suara Anda ke dalam, mendorong pita suara yang lumpuh ke tengah kotak suara Anda. Hal ini memungkinkan pita suara Anda yang tidak rusak bergetar lebih baik terhadap pasangannya yang lumpuh.

  • Trakeotomi

Jika kedua pita suara Anda lumpuh dan diposisikan berdekatan, aliran udara Anda akan berkurang. Dalam situasi ini, Anda akan mengalami banyak kesulitan bernapas dan memerlukan prosedur pembedahan yang disebut trakeotomi.

Dalam trakeotomi, sayatan dibuat di depan leher Anda dan lubang dibuat langsung ke pipa angina (trakea). Sebuah tabung pernapasan dimasukkan, memungkinkan udara melewati pita suara yang tidak bisa bergerak.

Mengobati kelumpuhan pita suara tidak selalu membuat pita suara Anda kembali seperti sebelumnya. Karena penyebab kelumpuhan melibatkan kerusakan saraf atau kondisi kesehatan yang progresif mengoreksi kelumpuan itu sendiri mungkin sulit dilakukan. Namun, gejala kelumpuhan biasanya dapat diobati meski tidak bisa cepat. Segera buat janji dengan dokter jika gejala kelumpuhan Anda alami.

Komplikasi Ini Mengintai Penderita Ketoasidosis Alkoholik

Komplikasi Ini Mengintai Penderita Ketoasidosis Alkoholik

Mengonsumsi alkohol secara berlebihan dan dalam jangka waktu yang panjang bisa menyebabkan Anda terkena ketoasidosis alkoholik. Ini merupakan kondisi ketika terjadi penumpukan zat asam atau keton dalam darah sehingga penyerapan glukosa menjadi tidak maksimal. Penyerapan glukosa yang minim akan membuat Anda lemas karena tidak terjadi produksi energi yang memadai bagi tubuh Anda. 

Namun, bahaya mengalami tidak hanya tubuh yang kehilangan energinya. Jika tidak ditangani dengan tepat dan terlalu lama didiamkan, ketoasidosis alkoholik bisa mengancam nyawa Anda. Berbagai komplikasi penyakit serius siap mengancam 

Berikut ini adalah beberapa komplikasi yang umum dialami oleh para penderita ketoasidosis yang mengabaikan penanganan awal. Tentu Anda tidak tertarik mengalami salah satu masalah kesehatan di bawah ini, bukan?

  1. Pendarahan Gastrointestinal 

Pendarahan gastrointestinal dikenal juga sebagai pendarahan saluran cerna. Pendarahan dapat terjadi mulai dari bagian kerongkongan Anda, lambung, usus, sampai dubur. Ketika mengalami pendarahan gastrointestinal, tekanan darah tiba-tiba bisa menurun dengan drastis diikuti dengan kondisi jantung berdebar lebih dari 100 kali per menit. Pada saat itu, Anda sangat rentan mengalami penurunan kesadaran sehingga harus segera ditangani oleh tim medis. 

  1. Psikosis 

Pernahkan Anda mengalami halusinasi sesaat setelah mengonsumsi alkohol terlalu banyak? Orang mengenalnya dengan istilah mabuk. Bahkan efek halusinasi ini sangat mungkin menimpa Anda, meskipun sedang tidak meminum alkohol. Efek alkohol berupa ketoasidosis alkoholik sangat rentan menimbulkan komplikasi masalah mental berupa halusinasi. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai psikosis di mana Anda akan kesulitan membedakan kenyataan dan imajinasi. Ketika mengalami komplikasi ini, Anda tidak membutuhkan terapi obat, melainkan juga psikoterapi dari tenaga medis yang tepat.

  1. Pankreatitis 

Pankreatitis dapat terjadi pada penderita ketoasidosis alkoholik apabila membiarkan masalah kesehatannya tersebut tidak tertangani bertahun-tahun. Pankreatitis merupakan kondisi peradangan dalam pankreas. Peradangan tersebut membuat pankreas tidak mampu memproduksi dan menyalurkan enzim saluran pencernaan maupun hormone insulin. Dampak lanjutannya, penderita pankreatitis akan sangat rentan mengalami gangguan pencernaan maupun diabetes. Gejala awal dari pankreatitis kerap tidak disadari penderitanya karena hanya rasa sakit tiba-tiba di perut bagian tengah sehingga kebanyakan penyakit ini baru tertangani ketika masuk tahap akut. 

  1. Radang Paru-paru 

Kebanyakan penyebab radang paru-paru adalah infeksi bakteri Streptococcus dan Haemophilus influenzae. Namun, ketoasidosis alkoholik ternyata juga dapat menjadi pemicu munculnya masalah ini. Radang paru-paru sendiri merupakan infeksi yang menyerang alveoli atau kantong udara paru-paru, sehingga alveoli dipenuhi cairan. Kondisi tersebut membuat persediaan oksigen menjadi berkurang dan membuat penderitanya mengalami gangguan pernapasan. Batuk yang disertai dahak dan lendir berwarna kuning atau hijau menjadi gejala yang paling sering dijumpai pada penderita radang paru-paru. 

  1. Ensefalopati 

Komplikasi yang tak kalah seriusnya dari ketoasidosis alkoholik adalah kondisi ensefalopati. Ini merupakan kondisi ketika fungsi dan struktur otak mengalami kelainan sehingga berpengaruh pada kondisi mental penderitanya. Tidak jarang pula, penderita ensefalopati akan mengalami gangguan koordinasi gerak serta ketidakmampuan berkonsentrasi. Beberapa kondisi ensefalopati bersifat sementara, namun tidak jarang pula yang bersifat permanen. 

  1. Koma 

Tingkat tidak sadarkan diri ada bermacam-macam, mulai dari pingsan sampai koma. Koma merupakan tingkatan tidak sadarkan diri paling berbahaya karena sangat mudah merenggut nyawa penderitanya. Penderita koma akan mengalami kondisi tidak sadar di mana ia tidak akan mampu mengeluarkan suara, membuat gerakan, bahkan sekadar membuka mata. Umumnya, kondisi koma akan dialami dalam jangka waktu agak lama bagi penderitanya. Meskipun demikian, orang yang mengalami koma masih bisa bernapas dan jantungnya masih berdetak, meskipun kerap mesti diberi alat bantu.

*** 

Supaya tidak mengalami berbagai komplikasi di atas, segera konsultasikan keadaan Anda apabila mendapati gejala ketoasidosis alkoholik. Sebagai upaya pencegahan agar tidak terkena ketoasidosis alkoholik, mulai sekarang kurangi pengonsumsian minuman dan makanan beralkohol Anda, ya!

Minoxidil Obat Rambut Rontok, Inilah Ragam Efek sampinya

Obat minoxidil digunakan untuk mengurangi rambut rontok, baik pada laki-laki maupun perempuan yang megalami kebotakan. Pertumbuhan rambut akan terlihat setelah obat rutin digunakan selama beberapa bulan. Obat rambut rontok ini harus dibeli menggunakan resep dokter dan tersedia dalam bentuk cair, busa, serta sampo. Sama seperti obat lainnya, minoxidil memiliki beberapa efek samping, serta gunakan dosis yan disarankan dokter. 

Efek samping

Terdapat efek samping minoxidil secara umum yang mungkin tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Akan tetapi, sebaiknya Anda segera pergi ke dokter jika berlangsung dalam waktu yang lama, bahkan semakin parah. Berikut ini efek samping minoxidil secara umum:

  • Gatal-gatal
  • Ruam kulit 

Pada dasarnya, reaksi paling umum yang terjadi pada penggunaan obat luar yaitu dermatitis kontak dan alergi kulit. Beberapa kasus alergi pada obat luar disebabkan karena kandungan nonaktif propilen glikol yang ditemukan pada obat bersifat galenik. Sifat galenik yaitu pengobatan yang mengoptimalkan daya serapnya ke tubuh. 

Sedangkan efek samping yang jarang muncul, diantaranya: 

  • Jerawat di bagian kulit yang diaplikasikan 
  • Kulit kepala terasa terbakar
  • Pertumbuhan rambut di wajah
  • Peningkatan jumlah rambut rontok
  • Peradangan atau nyeri bagian akar rambut
  • Kulit wajah memerah atau bengkak

Sebuah studi menunujukkan, peningkatan jumlah rambut rontok bisa terjadi selama penggunaan minoxidil. Hal ini disebabkan karena rambut sedang mengalami penyesuaian saat perawatan. 

Untuk mencegah timbulnya komplikasi lain, segera hubungi dokter jika muncul efek samping seperti di atas. Tubuh akan bereaksi jika jumlah minodozil digunakan dalam dosis berlebihan. Berikut ini tanda dan gejalanya:

  • Pandangan buram atau berubah
  • Sakit dada
  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Pingsan
  • Detang jantung tidak beraturan atau semakin cepat
  • Kulit panas dan kemerahan
  • Kepala terasa berat
  • Mati rasa atau bahkan geli di bagian tangan, kaki, wajah
  • Peningkatan berat badan secara cepat

Anda harus mengonsumsi dosis sesuai dengan yang diberikan dokter untuk meminimalisir timbulnya efek samping. 

Dosis

Minoxidil diberikan dengan dosis yang berbeda-beda sesuai dengan kondisi penderita dan perkiraan berapa lama Anda akan menggunakan obat ini. Selain mengacu saran dari dokter, sebaiknya Anda juga membaca label kemasan terlebih dahulu. Informasi berikut merupakan dosis rata-rata untuk pertumbuhan rambut:

Minoxidil bentuk cairan

  • Dewasa: oleskan 1 mL ke kulit kepala 2x sehari
  • Anak-anak: penggunaan dan dosis harus sesuai petunjuk dokter

Minoxidil bentuk busa

  • Dewasa: oleskan setengah tutup botol ke kulit kepala 2x sehari
  • Anak-anak: penggunaan dan dosis harus sesuai petunjuk dokter

Apabila Anda melwatkan penggunaanya, segera oleskan sesaat setelah mengingatnya. Akan tetapi, jika dirasa waktu dengan jadwal seharusnya terlalu jauh, maka lupakan jadwal yang terlewat dan lanjut ke jadwal setelahnya. 

Bolehkan memberikan minoxidil untuk ibu hamil? 

Food and Drug Administration (FDA) mengklasifikasikan minoxidil sebagai obat tipe C. Artinya, penelitian pernah dilakukan ke hewan dan hasilnya menunjukkan efek buruk terhadap janin hewan. Akan tetapi, belum ada penelitian ke manusia dengan metode yang terkontrol dan memadai. 

Untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan, sebaiknya ibu hamil sebaiknya diberi peringatan mengenai efek sampingnya terhadap janin. Belum ada jaminan kesehatan bahwa minoxidil aman untuk janin. Pasalnya, minoxidildapat diserap ke dalam sistem peredaran darah ibu melalui kulit kepala ibu hamil. Obat tersebut kemudian dapat berpindah dan memengaruhi janin.

Attapulgite

Attapulgite

Attapulgite merupakan jenis obat yang dapat digunakan untuk mengatasi diare. Obat tersebut dapat bekerja dengan menyerap air sehingga tinja akan tampak padat.

Obat attapulgite dikategorikan sebagai obat bebas dimana obat tersebut tidak membutuhkan resep dokter. Obat attapulgite tersedia dalam

kemasan tablet dan dapat digunakan oleh orang dewasa dan anak-anak yang berusia di atas 6 tahun.

Dosis Obat Attapulgite

Jika Anda ingin menggunakan obat attapulgite untuk mengatasi diare, Anda dapat melakukannya. Namun, dosis yang diberikan harus sesuai anjuran dokter, karena kondisi yang dialami setiap pasien berbeda. Oleh karena itu, Anda disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Berikut adalah dosis yang digunakan pasien yang mengalami diare:

  • Dewasa dan anak yang berusia di atas 12 tahun

Jika pasien berada di usia tersebut, maka dosisnya adalah sebanyak 2 tablet setelah buang air besar. Jumlah maksimal tablet yang dapat digunakan adalah 12 tablet dalam 24 jam.

  • Anak yang berusia di antara 6 hingga 12 tahun

Jika pasien berada di usia tersebut, maka dosisnya adalah sebanyak 1 tablet setelah buang air besar. Jumlah maksimal tablet yang dapat digunakan adalah 6 tablet dalam 24 jam.

Efek Samping Obat Attapulgite

Sama seperti obat lain, obat attapulgite dapat menimbulkan efek samping pada tubuh. Efek samping yang bisa terjadi adalah sebagai berikut: sakit kepala, kembung, nyeri perut, sembelit, dan mual. Jika kondisi pasien memburuk, pasien dihimbau untuk menghubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Hal-hal Lain Tentang Obat Attapulgite

Selain efek samping di atas, jika kondisi Anda memburuk dan ingin bertemu dengan dokter, Anda perlu beritahu dokter jika Anda pernah mengalami kondisi berikut:

  • Asma.
  • Gangguan ginjal.
  • Obstruksi usus.
  • Hipersensitivitas.

Untuk informasi lebih lanjut tentang kondisi apa saja yang tidak dapat diatasi dengan obat attapulgite, Anda dapat melihatnya di kemasan obat tersebut.

Kondisi lain bisa terjadi pada pasien jika mereka mengkonsumsi obat attapulgite dengan obat lain. Jika pasien ingin menggunakan obat attapulgite dengan obat lain, pasien dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Dokter mungkin akan menggantikan dosis obat attapulgite jika pasien perlu menggunakannya secara bersamaan dengan obat lain.

Jika pasien mengkonsumsi obat attapulgite dengan obat lain, pasien bisa mengalami kondisi seperti menimbulkan efek antikolinergik karena menggunakan obat attapulgite dengan obat antihistamin, antipsikotik, antidepresan, dan obat anti Parkinson.

Jika Kondisi Anda Memburuk

Jika kondisi Anda memburuk, Anda sebaiknya hubungi dokter. Sebelum bertemu dengan dokter, Anda dapat mempersiapkan diri dengan beberapa hal sebagai berikut:

  • Daftar pertanyaan yang ingin Anda ajukan ke dokter.
  • Daftar gejala yang Anda alami.
  • Daftar riwayat medis (jika diperlukan).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter dapat menanyakan kondisi Anda seperti:

  • Kapan gejala tersebut terjadi?
  • Berapa lama kondisi tersebut terjadi?
  • Apakah Anda memiliki riwayat medis?

Setelah mengetahui kondisi Anda, dokter dapat menentukan pengobatan yang lebih cocok terhadap kondisi Anda.

Cara-cara untuk Mencegah Diare

Selain menentukan pengobatan yang lebih cocok, Anda juga dianjurkan untuk melakukan hal-hal di bawah untuk mencegah diare:

  • Mencegah dehidrasi

Salah satu cara untuk mengatasi diare adalah mengkonsumsi air putih secara rutin. Dehidrasi tidak hanya menyebabkan kekurangan cairan di dalam tubuh, namun juga dapat menimbulkan risiko yang lebih besar terhadap diare.

  • Mengkonsumsi makanan yang sehat

Anda juga sebaiknya mengkonsumsi makanan yang sehat, namun tidak mengkonsumsi makanan yang dapat membuat Anda mengalami diare seperti makanan pedas. Anda bisa mengkonsumsi makanan-makanan probiotik seperti sup miso, tempe, dan yogurt.

Kesimpulan

Obat attapulgite dapat mengatasi diare. Meskipun demikian, obat tersebut dapat memicu efek samping. Oleh karena itu, jika Anda ingin menggunakan obat attapulgite atau memperoleh informasi lebih lanjut tentang obat tersebut atau diare, Anda bisa tanyakan persoalan tersebut ke dokter.

Apa Itu Miom? Ini Penjelasannya

Apa Itu Miom? Ini Penjelasannya

Uterine fibroid atau juga miom merupakan benjolan tumor jinak yang tumbuh di dalam rahim, benjolan uterus ini dapat tumbuh di dinding rahim bagian dalam maupun bagian luar. Tanda miom keluar bergantung pada ukuran, lokasi dan berapa jumlah yang muncul pada rahim. Miom ini dapat tumbuh besar dan menyebabkan nyeri dan perdarahan hebat pada saat menstruasi.

Penyakit miom atau tumor jinak ini terdiri dari jaringan otot, kondisi ini terbentuk di dalam rahim pada bagian bawah. Kondisi ini disebut juga dengan fibroid, leiomioma, leiomiomata atau fibromioma. Miom dapat muncul sebagai satu miom atau sekelompok berbentuk kecil, ukuran fibroid yang muncul berkisar mulai 1 mm hingga 20 cm.

Tanda Miom Keluar

Penyakit miom merupakan kondisi yang umum terjadi, sekitar 75 persen perempuan akan mengalami fibroid pada saat tertentu. Perempuan yang lebih mungkin mengalami gejala miom pada usia produktif yakni berusia 16 hingga 50 tahun. Pada kebanyakan kasus, penyakit ini tidak memunculkan gejala, namun terdapat beberapa tanda yang harus diwaspadai seperti berikut.

  • Periode menstruasi sangat panjang dan berat, tidak seperti biasanya.
  • Merasakan nyeri pada bagian belakang kaki.
  • Muncul rasa nyeri atau tekanan pada panggul.
  • Merasakan nyeri selama berhubungan intim.
  • Sering buang air kecil karena tekanan miom pada kantung kemih.
  • Sembelit, kembung hingga perut membesar.

Jangan merasa cemas atau khawatir jika mengalami beberapa kondisi di atas, sebalikya disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Tak perlu malu menanyakan ke dokter terkait apa yang harus dilakukan, karena setiap tubuh berfungsi berbeda satu sama lain. Sangat disarankan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter guna mendapat solusi terbaik.

Penyebab Miom

Kondisi yang menyebabkan munculnya miom belum diketahui dengan pasti, meskipun terdapat beberapa hal yang bisa meningkatkan risiko munculnya miom. Salah satunya adanya peningkatan hormon estrogen, misalnya siklus menstruasi atau kehamilan. 

Sementara itu faktor yang bisa menurunkan risiko terjadinya miom adalah riwayat melahirkan, perempuan yang pernah menjalani persalinan memiliki risiko lebih rendah untuk menderita miom. Selain itu, penyakit ini diduga terkait dengan kadar estrogen di dalam tubuh wanita, estrogen merupakan hormon reproduksi perempuan yang diproduksi indung telur.

Fibroid berkembang dari usia sekitar 16 tahun hingga 50 tahun, pada tingkat estrogen dalam tubuh perempuan sedang berada pada titik tertinggi. Meski demikian, biasanya pertumbuhan fibroid akan mengalami penurunan ketika tingkat estrogen rendah, bisa seperti menopause. Menurut dugaan berbagai peneliti, berikut beberapa penyebab penyakit miom.

  • Kelebihan Berat Badan

Perempuan dengan kelebihan berat badan atau obesitas kerap kali mengalami penyakit miom, inilah yang membuat para ahli menduga jika obesitas merupakan salah satu faktor penyebab miom.

  • Faktor Genetik

Faktor genetik juga disebut sebagai penyebab munculnya miom, perlu diwaspadai jika seseorang memiliki kakek nenek, orang tua dan saudara kandung dengan riwayat penyakit ini. Maka, seseorang itu berisiko tinggi terkena penyakit miom di kemudian hari.

  • Kelainan Menstruasi

Menstruasi juga bisa menjadi penyebab, munculnya tanda miom keluar dapat dilihat dari pola pertumbuhan penyakit miom yang sangat bervariasi pada pasien. Penyakit ini bisa tumbuh dengan lambat atau cepat, bisa juga tetap berukuran sama sejak kali pertama kali muncul.

Beberapa fibroid bisa mengalami tumbuhan yang cepat dan beberapa mungkin menyusut dengan sendirinya. Banyak juga fibroid yang muncul selama kehamilan menyusut atau hilang dengan sendirinya setelah kehamilan karena rahim kembali ke ukuran normal.

Penis Bengkok, Perlukah Diluruskan? Simak Penjelasan Berikut Ini!

Penis bengkok mungkin dialami oleh beberapa pria terutama ketika sedang ereksi. Bengkok yang dialami ini sebenarnya tergolong normal dan tidak akan menyebabkan bahaya bagi kesehatan tubuh. Meski demikian, beberapa orang merasa kurang percaya diri dengan kondisi penis bengkok sehingga mencari cara untuk meluruskannya. Apakah bisa penis bengkok diluruskan? Sebaiknya simak penjelasan lebih lengkap berikut ini.

Berbahayakah penis bengkok?

Penis bengkok merupakan kondisi yang tidak berbahaya selama tidak muncul rasa sakit atau mengganggu aktivitas seksual Anda. Pasalnya, terdapat penyakit bernama peyronie yang menyebabkan penis bengkok perlu diatasi. Orang yang menderita peyronie akan mengalami beberapa gejala, di antaranya: 

  • Penis bengkok ke atas, bawah, atau samping
  • Rasa sakit saat pertama kali berhubungan seksual
  • Rasa sakit ketika ereksi terjadi
  • Bentuk penis menyerupai jam pasir dan terlihat cacat
  • Ukuran dan ketebalan penis berkurang
  • Area tertentu mengalami penebalan atau plak

Apabila Anda mengalami berbagai tanda tersebut, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter guna memastikan apakah memang mengalami peyronie atau adanya gangguan medis lainnya. Penyakit peyronie perlu ditangani segera dan dengan tepat sebab bisa mengganggu keseharian akibat rasa sakit yang dimunculkan. 

Cara meluruskan penis bengkok

Kondisi penis bengkok akibat penyakit peyronie tentu perlu untuk diluruskan sebagai tindakan pengobatan. Cara meluruskan penis bengok ada bermacam-macam. Berikut beberapa cara yang bisa diusahakan untuk mengatasi peyronie. 

  1. Lithrotipsy

Tindakan pertama yang bisa dilakukan untuk meluruskan penis adalah lithrotipsy. Cara ini tidak membutuhkan pembedahan berupa operasi. Prosedur lithrotipsy akan menggunakan gelombang kejut untuk membuat penis bengkok menjadi lurus. Sayangnya, cara ini memiliki tingkat efektivitas yang rendah sehingga hanya sedikit saja yang berhasil menggunakan lithrotipsy untuk meluruskan penisnya. 

  1. Penggunaan obat tertentu

Untuk penyakit peyronie tahap awal (belum terlalu parah), penyembuhan menggunakan obat-obatan dapat dilakukan. Cara meluruskan penis bengkok menggunakan obat bisa menjadi efektif jika penggunaannya tepat guna dan tepat waktu. Pada fase awal peyronie, pembengkokan penis belum sepenuhnya stabil sehingga dapat diluruskan menggunakan pemberian obat. 

  1. Pompa sedot penis

Cara meluruskan penis bengkok lainnya yang dapat dicoba yaitu menggunakan perawatan pompa sedot penis. Prosedur yang dilakukan yaitu menggunakan tabung khusus. Penis akan dimasukan melalui cincin dasar tabung yang di dalamnya terdapat ruang vakum untuk memompa penis. Sayangnya, cara ini ckup berisiko sebab tekanan yang dihasilkan ketika proses peregangan di dalam tabung dapat menyebabkan terjadinya fibrosis. Hal tersebut dapat memperparah kondisi penis yang bengkok. 

  1. Tindakan bedah

Apabila berbagai cara telah dilakukan namun tetap belum berhasil, dokter biasanya akan menyarankan tindakan berupa pembedahan atau operasi. Cara ini akan digunakan untuk meluruskan penis karena peyronie yang tergolong parah. Tindakan operasi ini bisa berupa penanaman alat tertentu untuk meluruskan penis. Selain itu, operasi bisa juga membantu menghilangkan area penis yang berseberangan dengan plak sehingga pembengkakan penis dapat diatasi. Ada juga metode operasi berupa pemotongan plak dan memasang sebagian kecil kulit atau pembuluh darah sehingga penis dapat diluruskan. 

Tindakan berupa cara meluruskan penis bengkok sebaiknya dilakukan dengan pengawasan dokter. Hindari menggunakan berbagai cara tradisional yang belum terbukti secara medis sebab bisa menimbulkan risiko tertentu seperti kerusakan penis atau cedera. Anda dapat mengonsultasikan masalah  penis dan kesehatan medis lainnya melalui aplikasi SehatQ. Konsultasi dapat dilakukan secara online dan tentunya akan ditangani oleh dokter terpercaya.  

Cara Bedakan Pusing Vertigo dan Darah Rendah

Cara Bedakan Pusing Vertigo dan Darah Rendah

Pusing menjadi salah satu kondisi yang membuat seseorang merasa tak nyaman, baik saat beraktivitas maupun dalam keadaan santai. Salah satu sensasi yang terasa ketika seseorang pusing biasanya badan terasa melayang tak karuan, kliyengan, sakit kepala hingga ingin pingsan. Banyak yang mengira pusing adalah penyakit yang bisa diatasi dengan obat.

Padahal pusing merupakan salah satu gejala dari gangguan kesehatan yang dialami seseorang, meski umum terjadi sebaiknya tidak menyepelekan jika mengalami pusing. Pusing bisa menjadi pertanda penyakit yang cukup serius dalam tubuh, seperti penyakit vertigo dan darah rendah yang kerap kali disamakan meskipun ternyata berbeda.

Beda Pusing Vertigo dan Darah Rendah

Secara umum pusing yang dialami seseorang muncul secara perlahan dan tiba-tiba, pusing bisa muncul lebih parah ketika seseorang juga melakukan aktivitas sehari-hari, seperti berdiri, berjalan, berbaring hingga menggerakan kepala. Sangat disarankan untuk tidak mengonsumsi obat-obatan sebelum mengetahui apa yang dialami sebenarnya.

Sama halnya dengan vertigo dan darah rendah, pusing yang disebabkan kedua penyakit ini sangat berbeda. Sangat penting untuk mengetahui perbedaan sensasi pusing yang disebabkan oleh kedua penyakit ini, berikut penjelasan singkatnya.

  • Vertigo

Terbagi menjadi dua yakni sentral dan perifer, vertigo sentral muncul karena adanya kelainan di otak kecil yang disebabkan karena stroke, tumor otak atau gangguan lainnya. Sementara vertigo perifer muncul karena gangguan di organ vestibular di telinga, seperti pada penyakit meniere atau gangguan pendengaran.

Secara umum pusing yang muncul karena vertigo membuat si penderita merasakan sensasi kepala berputar, badan terasa melayang. Sensasi ni bisa disertai gejala lain, seperti mual, muntah, berkeringat, pergerakan bola mata tidak sesuai hingga gangguan pendengaran.

  • Darah Rendah

Seseorang bisa dikatakan mengalami darah rendah atau hipotensi jika memiliki tekanan darah rendah di bawah 90/60 mmHg. Biasanya ditandai dengan sensasi pusing dan tentu berbeda dengan yang dirasakan penderita vertigo, pusing yang dirasakan terasa seperti kliyengan.

Kondisi ini juga disertai dengan gejala lain seperti lemas, pandangan buram, konsentrasi berkurang, tubuh terasa tidak stabil hingga mengalami sesak napas. Gejala yang muncul memang sedikit mirip dengan vertigo, tetapi tak lantas membuat keduanya sama.

Perlu diketahui jika tidak hanya diakibatkan kedua penyakit di atas, pusing yang dirasakan seseorang bisa merupakan tanda penyakit lain pada tubuh. Seperti gangguan pada telinga, masalah peredaran darah, gangguan saraf, penyakit anemia atau kekurangan darah, kekurangan gula dalam darah, gangguan kecemasan hingga dehidrasi karena cuaca panas.

Mudahnya membedakan pusing vertigo dengan darah rendah adalah orang yang mengalami vertigo cenderung merasakan sensasi badan terasa melayang dan berputar-putar karena adanya gangguan keseimbangan di dalam telinga dalam. Sementara, tekanan darah rendah bisa menyebabkan pusing tetapi bukan merupakan alasan munculnya vertigo.

Pemeriksaan untuk Memastikan

Seseorang yang mengalami beberapa gejala kedua penyakit di atas disarankan untuk segera melakukan pemeriksaan di rumah sakit terdekat. Pemeriksaan yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui penyebab pusing yang muncul, bisa dengan pemeriksaan keseimbangan, MRI  atau CT Scan hingga tes darah.

Seperti yang dijelaskan sedikit di atas bahwa pusing merupakan tanda munculnya penyakit selain vertigo atau karena tekanan darah, tentu jika seseorang sudah melakukan pemeriksaan maka akan lebih mudah untuk mengambil langkah penanganan atau pencegahan. Dalam hal ini sesuai dengan apa yang diinstruksikan oleh dokter spesialis saat berkonsultasi.

Vaksin Corona Oxford Diproduksi, Akankah Pandemi Segera Usai?

Vaksin Corona Oxford Diproduksi, Akankah Pandemi Segera Usai?

Pandemi Covid-19 telah berlangsung dalam waktu yang cukup lama. Sebagai upaya mengatasi penyebaran virus, berbagai negara telah melakukan uji coba untuk mengembangkan vaksin. Salah satu vaksin yang dianggap paling menjanjikan adalah vaksin corona Oxford. 

Vaksin corona Oxford dikembangkan oleh para peneliti dari University of Oxford di Inggris, yang bekerja sama dengan perusahaan farmasi AstraZeneca. Berdasarkan hasil uji klinis, suntikan dari vaksin ini mampu membentuk antibodi dan sel T yang membantu dalam melawan virus corona. 

Cara kerja vaksin corona Oxford

Vaksin ini sebenarnya diberi nama ChAdOx1 nCoV-19. Dibandingkan dengan proses pengembangan vaksin yang pernah dilakukan sebelumnya, durasi pengembangan vaksin ini tergolong sangat cepat.

Selain itu, vaksin ini juga dikenal sebagai vaksin vektor virus. Para peneliti memanfaatkan jenis virus lain sebagai wahana untuk menghimpun data genetik Covid-19. 

Vaksin corona Oxford menggunakan adenovirus dari simpanse yang dilemahkan, menyebabkan flu biasa pada simpanse. Kode genetik pada virus tersebut diubah agar tidak berkembang biak pada manusia.

Para peneliti mengembangkan vaksin dengan mentransfer instruksi genetik untuk “protein lonjakan” virus corona, yaitu protein yang digunakan untuk menyerang sel manusia. Melalui virus yang direkayasa ini, sistem kekebalan tubuh akan dipicu untuk melawan virus corona ketika seseorang terinfeksi. 

Dengan kata lain, vaksin tersebut akan meniru virus corona, melatih sistem kekebalan tubuh untuk bereaksi dan mempelajari cara untuk menyerang virus yang masuk saat seseorang terinfeksi. 

Pembentukan antibodi dan sel T oleh vaksin corona Oxford

Vaksin corona Oxford berkontribusi dalam membentuk antibodi dan sel T untuk melawan virus corona. Antibodi merupakan protein kecil yang dibuat oleh sistem kekebalan tubuh yang menempel pada permukaan virus.

Sementara, sel T adalah sejenis sel darah putih yang membantu dalam mengoordinasikan sistem kekebalan dan mampu mengenali sel tubuh mana saja yang telah terinfeksi dan menghancurkannya. 

Tingkat sel T akan memuncak kira-kira 14 hari setelah menerima suntikan vaksin. Sementara, tingkat antibodi akan meningkat selama kurang lebih 28 hari setelah vaksinasi. Akan tetapi, belum ada penelitian yang bisa menunjukkan berapa lama vaksin tersebut bisa bertahan di dalam tubuh Anda. 

Berdasarkan hasil uji klinis, telah terbukti bahwa 90 persen peserta uji klinis berhasil mengalami perkembangan antibodi di dalam tubuhnya setelah satu dosis vaksinasi. 

Hanya sepuluh orang dari seluruh peserta uji klinis yang mendapatkan vaksin dengan dua dosis. Kesepuluh orang itu menunjukkan adanya perkembangan antibodi penetral yang efektif dalam menonaktifkan virus corona. 

Amankah penggunaan vaksin corona Oxford untuk semua orang?

Karena baru dikembangkan untuk pertama kalinya, banyak orang meragukan efektivitas vaksin ini. Salah satu keraguan yang umum muncul adalah adanya resiko dan efek samping setelah menerima vaksinasi.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, vaksin ini aman untuk digunakan. Secara keseluruhan, tidak ada efek samping berbahaya yang ditimbulkan. Akan tetapi, sekitar 17 persen peserta uji klinis mengalami demam dan lebih dari 6-10 peserta mengalami efek samping berupa sakit kepala.

Meski begitu, efek samping ini bisa dikelola dengan mudah melalui konsumsi parasetamol. 

Sejauh ini, berdasarkan hasil uji klinis, para peneliti dari Oxford cukup optimis terhadap keberhasilan vaksin corona Oxford dalam mengatasi penyebaran virus yang tak kunjung selesai. Namun, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk bisa benar-benar memastikan bahwa vaksin ini sepenuhnya efektif dalam mengelola pandemi

Segera Diedarkan, Segini Perkiraan Harga Vaksin Corona di Indonesia

Segera Diedarkan, Segini Perkiraan Harga Vaksin Corona di Indonesia

Vaksin menjadi satu-satunya harapan untuk menekan pandemi corona di seluruh dunia. Kabar baiknya, WHO telah menerima lebih dari 100 kandidat vaksin Covid-19 yang sedang diuji coba. 

Pemerintah sendiri akan segera menyediakan vaksin corona di Indonesia, yang direncanakan tersedia pada bulan November mendatang.

Jenis vaksin corona di Indonesia dan perkiraan harganya

Indonesia bekerja sama dengan beberapa produsen baik luar negeri maupun dalam negeri untuk membantu menekan angka penyebaran Covid-19 yang terus menanjak naik. 

Berikut ini 3 vaksin corona yang siap diedarkan di Indonesia beserta perkiraan harganya:

  1. CoronaVac

CoronaVac merupakan vaksin yang dikembangkan oleh perusahaan biofarmasi asal China, Sinovac. Jenis vaksin ini menggunakan versi tidak aktif dari virus yang kemudian disuntikkan ke tubuh manusia.

Vaksin ini telah melewati fase I dan II yang telah dilangsungkan di China, dan ribuan orang tengah menjadi relawan uji coba vaksin CoronaVac fase III di Indonesia, Brazil, dan Indonesia.

Berita terbaru menyebutkan Brazil baru saja selesai melewati uji coba fase III dan pemerintah setempat mengatakan sejauh ini Sinovac menjadi vaksin corona teraman yang pernah diuji coba di Brazil.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, harga vaksin CoronaVac diperkirakan berkisar antara US$10-US$20 atau sekitar Rp 148 ribu hingga Rp 296 ribu rupiah.

Sinovac menjanjikan akan mengirim kurang lebih 3 juta dosis vaksin single dose hingga akhir bulan Desember 2020, dengan pengiriman pertama pada November minggu pertama sebanyak 1,5 juta dosis vaksin, dan sisanya dikirim pada Desember awal.

  1. Vaksin G42 atau Sinopharm

Vaksin G42 merupakan vaksin coronavirus yang dikembangkan oleh Grup Farmasi Nasional China, Sinopharm. Sama seperti CoronaVac, vaksin ini memanfaatkan virus corona yang sudah dilemahkan atau inactivated virus.  

Vaksin ini telah melewati dua tahap uji klinis dengan hasil yang cukup baik atau tidak ditemukan dampak negatif pada para relawan. 

Menurut Ketua China National Pharmaceutical Group (Sinopharm), Liu Jingzhen, dua kali suntikan vaksin sinopharm akan dibiayai kurang dari 1.000 yuan, atau di Indonesia sekitar Rp 2,1 juta.

Ia menambahkan, Sinopharm siap mengirim 15 juta dosis vaksin dual dose, dan pengiriman pertama pada bulan November 2020 sebanyak 5 juta dosis.

  1. Cansino (Ad5-nCoV)

Vaksin covid yang satu ini dikembangkan oleh perusahaan biofarmasi spesialis vaksin di China, CanSino Biologics Inc bersama dengan tim yang dipimpin pakar penyakit menular dari militer China, Chen Wei.

Cansino merupakan jenis vaksin hasil rekayasa genetika adenovirus tipe 5 replikasi. Pada uji coba hewan, vaksin ini dapat menginduksi kekebalan tubuh hewan dan menghasilkan respon imun yang kuat.

Uji klinis vaksin Cansino dilakukan di Arab Saudi dengan menggandeng 5.000 sukarelawan. 

Cansino akan mengirimkan kurang lebih 100.000 vaksin single dose pada November 2020, dan sekitar 15 hingga 20 juta dosis pada tahun 2021. Sementara itu belum ada pengumuman resmi berapa kisaran harga vaksin ini. 

Vaksin corona buatan Indonesia

Kandidat vaksin corona di Indonesia tak hanya berasal dari produsen luar dan kerjasama internasional. Pemerintah Indonesia juga sedang menyiapkan vaksin corona hasil karya anak bangsa.

Vaksin ini dikembangkan oleh Lembaga Biomolekuler Eijkman (LBME) dan diberi nama vaksin Merah Putih. 

Berbeda dengan ketiga vaksin di atas, vaksin buatan Indonesia menggunakan metode rekombinan, dimana hanya bagian tertentu virus yang diambil kemudian direplikasi dan dijadikan antigen.

Vaksin Merah Putih diperkirakan rampung pada pertengahan tahun 2021. Adapun hingga kini belum dipastikan berapa biaya untuk suntik vaksin Merah Putih.

Selagi menunggu vaksin corona di Indonesia rampung dan diresmikan, terus terapkan protokol kesehatan demi mencegah penularan virus corona.

Jika ada pertanyaan seputar virus Covid-19, Anda bisa langsung berkonsultasi dengan dokter berpengalaman di aplikasi layanan kesehatan SehatQ dengan mengunduhnya secara gratis di App Store atau Google Play Store.

Waspada, Ensefalitis Virus Bisa Sebabkan Kerusakan Otak Permanen!

Ensefalitis atau radang otak adalah peradangan yang terjadi pada jaringan otak, di mana kondisi tersebut dapat menyebabkan gangguan saraf. Sedangkan, ensefalitis virus adalah peradangan otak yang disebabkan oleh virus.

Beberapa penyakit yang disebabkan oleh virus, seperti campak dan rubella juga dapat berkembang hingga menjadi radang otak. Mikro-organisme lain, seperti bakteri, jamur, dan parasit mampu memicu ensefalitis. Tetapi virus, terutama kelompok yang dikenal sebagai enterovirus adalah penyebab utamanya. Namun, apakah virus tersebut dapat menyebabkan kerusakan pada otak secara permanen?

Benarkah ensefalitis virus sebabkan kerusakan otak secara permanen?

Jadi, begitu berada di dalam darah, virus tersebut akan bermigrasi ke otak tempat di mana mereka akan berkembang biak. Tubuh akan memperhatikan invasi dan meningkatkan respon sistem kekebalan tubuh kita. Jika virus berkembang biak di otak, hal ini bisa menyebabkan otak membengkak. Kombinasi infeksi dan respon imun menciptakan gejala khas ensefalitis virus.

Komplikasi yang paling potensial dan paling serius dari kondisi ini adalah kerusakan otak secara permanen. Jadi, benar adanya jika esenfalitis virus bisa sebabkan kerusakan permanen pada otak. Anak-anak berusia di bawah satu tahun dan orang dewasa berusia di atas 55 tahun lebih rentan terhadap komplikasi yang mengancam jiwa ini.

Gejala ensefalitis virus

Beberapa orang yang mengalami ensefalitis virus akan mengalami beberapa gejala sebagai berikut:

  • Suhu tinggi
  • Sakit kepala
  • Kepekaan terhadap cahaya (fotofobia)
  • Malaise umum
  • Leher kaku
  • Punggung kaku
  • Muntah
  • Perubahan kepribadian
  • Kebingungan
  • Kehilangan ingatan
  • Kejang
  • Kelumpuhan
  • Koma

Beberapa jenis virus yang menyebabkan ensefalitis, diantaranya:

  • Enterovirus, seperti coxsackievirus, poliovirus, dan echovirus
  • Virus herpes simpleks
  • Virus varicella zoster
  • Virus Epstein-Barr
  • Sitomegalovirus
  • Adenovirus
  • Rubella
  • Campak
  • Virus Murray Valley encephalitis (MVE) dan virus Kunjin
  • Virus ensefalitis Jepang

Cara penularan virus

Virus tersebut dapat menyebar dengan berbagai cara, dan beberapa lebih menular daripada yang lainnya. Nah, berikut beberapa cara penularan virus, di antaranya:

  • Batuk atau bersin dari orang yang terinfeksi, yang melepaskan virus ke udara, kemudian dihirup oleh orang lain
  • Serangga yang terinfeksi (seperti nyamuk atau kutu) dan hewan, yang dapat mentransfer beberapa virus langsung ke aliran darah melalui gigitannya
  • Makan makanan atau minuman yang terkontaminasi
  • Transfer beberapa virus dapat terjadi melalui sentuhan pada orang yang terinfeksi
  • Terdapat bukti yang menunjukkan bahwa beberapa kasus ensefalitis virus disebabkan oleh infeksi virus yang tidak aktif (seperti virus herpes simpleks) menjadi aktif kembali.

Komplikasi

Bayi, orang tua, dan orang dengan kekebalan tubuh yang berkurang berisiko tinggi mengalami komplikasi ensefalitis virus ini. Beberapa komplikasi tersebut antara lain:

  • Tekanan darah rendah (hipotensi)
  • Kadar oksigen rendah dalam darah (hipoksemia)
  • Perdarahan di dalam otak (perdarahan intraserebral)
  • Kerusakan otak permanen
  • Kematian

Infeksi dan respon sistem kekebalan tubuh

Begitu virus mendapatkan akses ke aliran darah, mereka dapat berkembang biak dan menyebar ke bagian tubuh lain, termasuk ke sumsum tulang belakang dan otak (sistem saraf pusat). Akses ke otak adalah melalui darah atau saraf. Setelah menembus sawar darah-otak, virus akan menyelinap ke dalam sel otak. Kondisi ini tentu akan sangat mengganggu, merusak dan pada akhirnya menghancurkan sel-sel otak yang terinfeksi.

Virus tertentu memiliki preferensi untuk area otak yang berbeda. Misalnya, virus herpes simpleks suka menargetkan lobus temporal yang treletak di dekat setiap telinga. Sel-sel sistem kekebalan bergegas ke otak dan mulai menyerang virus. Hal ini akan menyebabkan pembengkakan otak (celebral edema). Baik infeksi dan upaya tubuh untuk melawan infeksi bertanggung jawab atas gejala ensefalitis virus.

Pengobatan

Tidak seperti bakteri, virus lebih sulit untuk diobati. Obat antivirus hanya bekerja pada beberapa jenis virus saja. Perawatan bertujuan untuk mengurangi keparahan gejala dan berikut beberapa perawatan yang biasanya diberikan pada penderita ensefalitis virus:

  • Obat antivirus, diberikan secara inravena, jika virus diketahui rentan terhadap pengobatan dengan pbat antivirus (seperti virus herpes simpleks)
  • Pemberian obat intravena untuk membantu mengurangi pembengkakan otak
  • Obat pereda nyeri
  • Obat untuk mencegah muntah
  • Obat untuk mencegah kejang (antikonvulsan)
  • Obat untuk menurunkan demam, seperti paracetamol
  • Cairan untuk mencegah dehidrasi, tapi jangan terlalu banyak karena ini bisa memperburuk edema serebral (pembengkakakn otak).

Jadi, jika Anda mengalami beberapa gejala di atas atau bahkan makin memburuk, segera lakukan perawatan terkait dengan ensefalitis virus. Sakit kepala parah, demam, dan kesadaran yang berubah membutuhkan perawatan segera.