Sering Mengalami Migrain? Bisa Jadi Tanda Kekurangan Vitamin B2

Sering Mengalami Migrain? Bisa Jadi Tanda Kekurangan Vitamin B2

Apakah Anda sering mengalami sakit kepala sebelah? Sakit kepala sebelah atau yang dikenal dengan migrain ini umumnya disebabkan karena kekurangan vitamin dalam tubuh. Salah satu vitamin yang tidak boleh dianggap sepele adalah vitamin B2.

Seperti apa sebenarnya migrain itu dan bagaimana memenuhi kebutuhan vitamin B2 untuk tubuh dapat mencegah gejala migrain? Mari simak penjelasannya lebih lanjut di bawah ini!

Mengenal migrain atau sakit kepala sebelah

Sakit kepala yang dirasa sangat berat, seperti berdenyut di salah satu sisi kepala merupakan gejala dari migrain. Migrain biasanya diikuti dengan gejala lain, seperti mual, muntah, dan lebih sensitif terhadap cahaya terang.

Dalam beberapa kasus tertentu, seseorang yang menderita migrain akan merasa sangat kesakitan, sehingga mengganggu aktivitas sehari-sehari. Rasa sakit ini dapat berlangsung dalam waktu yang cukup lama, sekitar beberapa jam dan dapat terjadi secara berulang dalam beberapa hari ke depan.

Memang terdengar sederhana, hanya sakit kepala. Tetapi, jika dibiarkan dan tidak ditangani sesegera mungkin, migrain dapat memicu komplikasi lain yang lebih serius, seperti stroke. Seseorang yang menderita migrain memiliki risiko dua kali lebih tinggi terkena stroke. Tidak hanya itu, migrain juga berdampak pada kesehatan mental orang yang bersangkutan. Beberapa gangguan mental yang mungkin dapat terjadi, antara lain depresi, bipolar, gangguan panik, hingga kecemasan.

Hingga saat ini, penyebab migrain sebenarnya belum diketahui secara jelas. Namun, beberapa ahli memperkirakan bahwa terdapat faktor keturunan dan lingkungan yang berkontribusi memicu seseorang menderita migrain.

Cegah migrain dengan penuhi kebutuhan vitamin B2

Sebuah hasil studi menyebutkan bahwa dengan mengonsumsi suplemen 400 mg vitamin B2 setiap hari bagi penderita migrain, dapat mencegah serangan migrain selanjutnya. Konsumsi vitamin ini perlu dilakukan setidaknya selama tiga bulan berturut-turut secara rutin.

Fungsi vitamin B2 selain untuk mencegah migrain, ia juga berperan dalam mencegah penyakit mata, seperti katarak dan glaukoma.

Anda dapat memenuhi kebutuhan vitamin B2 dengan mengonsumsi makanan berikut:

  • Daging sapi
  • Produk kacang-kacangan, seperti tahu, tempe, susu kedelai
  • Susu rendah lemak dan produk sejenisnya, seperti yoghurt
  • Ikan salmon
  • Jamur
  • Bayam
  • Kacang almond
  • Alpukat
  • Telur
Manfaat Vaksin BCG bagi Tubuh yang Tak Boleh Dilewatkan

Manfaat Vaksin BCG bagi Tubuh yang Tak Boleh Dilewatkan

Penemuan vaksin BCG dimulai pada tahun 1905 yang diinisiasi oleh dua peneliti asal Prancis, Albert Calmette dan Camille Guerin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan vaksin yang dapat bekerja secara efektif dalam mengatasi tuberkulosis (TBC). Hasil dari penelitian tersebut ditemukan fakta bahwa infeksi bakteri bacillus dalam dosis yang kecil dan yang telah dilemahkan, memiliki efek yang protektif terhadap infeksi TB. Pada akhirnya, penelitian tersebut menghasilkan temuan vaksin BCG. Nama tersebut diambil dari nama kedua peneliti vaksin, yaitu Bacilli of Calmette and Guerin (BCG).

Apa saja manfaat atau kegunaan dari vaksin BCG?

Penggunaan vaksin BCG ditujukan baik untuk orang dewasa maupun anak-anak yang belum pernah terinfeksi TB. Vaksin ini sangat dianjurkan untuk mereka yang memiliki kontak dekat dengan penderita TB.

Pemberian vaksin BCG dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu secara intradermal dan intravesikal. Penggunaan vaksin ini tentu disesuaikan dengan tujuannya. Walaupun pada dasarnya vaksin BCG memiliki fungsi utama untuk mengatasi TB, namun vaksin ini juga dapat mengatasi dan mencegah gangguan pada kandung kemih.

Sebagai vaksin untuk mencegah TB, BCG akan diberikan secara intradermal dengan dosis 0.1 mL untuk orang dewasa dan 0.05 mL untuk anak yang berusia kurang dari 12 bulan dengan diinjeksikan secara perlahan pada otot deltoid. Pemberian dosis vaksin ini berbeda-beda untuk tiap orangnya. Maka dari itu, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk menggunakan vaksin BCG.

Sementara itu, vaksin BCG berguna sebagai profilaksis atau pencegah dan sekaligus terapi dari karsinoma in situ kandung kemih. Vaksin BCG akan diberikan sekali dalam seminggu dengan durasi enam minggu berturut-turut.

Apakah ibu hamil boleh mendapatkan vaksin BCG?

Vaksin BCG termasuk ke dalam kategori C. kategori ini digunakan untuk mendeskripsikan vaksin yang diujicobakan pada hewan dan menunjukkan efek buruk terhadap janin. Namun, hingga saat ini belum ada informasi lebih jelas tentang indikasinya terhadap janin manusia. Dengan begitu, penggunaan vaksin ini untuk ibu hamil membutuhkan pertimbangan matang-matang.

Beberapa efek dari penggunaan vaksin BCG yang telah diketahui yaitu, nyeri perut, mual, demam ringan, nyeri otot, dan diare. Pemberian vaksin BCG di dalam kandung kemih dapat meningkatkan risiko cedera dinding kemih, anemia, infeksi saluran kemih, dan inkontinensia urin.

Jika Anda mengalami gejala seperti yang disebutkan, segera hubungi dokter agar bisa mendapatkan penanganan yang tepat secara lebih dini.

Ini Dia Cara Mengobati Sinusitis Akut Secara Mandiri di Rumah

Ini Dia Cara Mengobati Sinusitis Akut Secara Mandiri di Rumah

Bagi penderita sinusitis, ketika gejala ini kembali mengganggu, tentu akan menimbulkan rasa tidak nyaman, sehingga tidak jarang menghambat aktivitas sehari-hari. Terlebih, jika yang dialami adalah sinusitis akut yang dapat berlangsung hingga dua minggu lamanya.

Beberapa kasus sinusitis akut membutuhkan bantuan dokter untuk mengatasinya. Namun, terdapat beberapa cara yang Anda dapat lakukan secara mandiri di rumah jika gejala sinusitis kembali menyerang. Simak informasi selengkapnya berikut ini!

Cara mengobati sinusitis akut di rumah:

  • Mengompres dengan air hangat

Cara ini dapat Anda lakukan dengan mencelupkan handuk ke dalam air hangat, memerasnya, dan kemudian menempelkan handuk tersebut ke area wajah yang menjadi titik lokasi sinus. Dengan cara ini, Anda dapat mengurangi rasa nyeri yang disebabkan oleh peradangan sinus. Anda dapat mandi dengan air hangat jika ingin mendapatkan manfaat ini secara maksimal.

  • Gunakan pelembab ruangan

Menggunakan pelembab ruangan dapat membantu Anda untuk meredakan hidung tersumbat dan dapat melembabkan rongga sinus yang mengalami peradangan.

  • Gunakan saline nasal spray

Saline nasal spray atau larutan garam atau saline normal, dapat membantu Anda untuk meredakan hidung yang tersumbat. Anda hanya butuh untuk menyemprotkannya ke dalam hidung beberapa kali sehari untuk memaksimalkan manfaat yang didapat.

  • Minum air sesuai dengan anjuran, 8 gelas sehari

Air adalah kebutuhan utama bagi manusia. Khusus untuk kasus sinusitis akut, tubuh Anda akan tetap terhidrasi, sehingga lendir yang tersumbat pada rongga akan menjadi lebih encer dan mudah dikeluarkan.

  • Meninggikan kepala ketika tidur

Cara ini dapat Anda lakukan dengan menggunakan beberapa buah bantal saat tidur agar posisi kepala sedikit lebih tinggi dibanding dengan posisi badan. Dengan begitu, aliran cairan dari sinus akan lebih mudah mengalir menuju hidung.

  • Melakukan irigasi hidung

Proses ini dilakukan dengan mengalirkan air ke dalam rongga hidung dengan botol khusus yang disebut neti pot. Tujuan dari proses ini untuk membersihkan rongga hidung dan sinus. Jika Anda baru pertama kali mencoba prosedur ini, akan lebih baik jika berkonsultasi dengan dokter terlebih dulu.

  • Istirahat yang cukup

Dengan mengistirahatkan diri, Anda akan memiliki lebih banyak waktu untuk memulihkan diri dari kondisi sakit yang dialami.

Selain cara di atas, Anda juga dapat membeli obat over the counter (OTC) yang didapat tanpa resep dokter untuk mengatasi sinusitis akut. Obat yang umumnya digunakan untuk mengatasi kondisi tersebut, yaitu:

  • Kortikosteroid nasal spray: obat semprot hidung dengan kandungan steroid untuk mengurangi peradangan pada sinus dan hidung.
  • Dekongestan OTC berguna untuk mengeringkan lendir.
  • Obat antinyeri berfungsi untuk mengurangi rasa nyeri pada area wajah atau titik sinus.
Fakta Tentang Penyakit Langka Sindrom Patau (Trisomi 13)

Fakta Tentang Penyakit Langka Sindrom Patau (Trisomi 13)

Sindrom patau adalah kelainan genetik langka yang hanya terjadi pada 1 dari 500 kelahiran. Penyakit ini disebabkan oleh tambahan salinan kromosom 13 pada beberapa atau sel tubuh. Pada kondisi normal, kromosom berjumlah 23 pasang atau 46 buah. Akan tetapi, pada penderita sindrom patau ini, jumlah kromosom berjumlah 47 buah karena kromosom 13 yang seharusnya berjumlah dua buah membelah menjadi tiga bagian. Oleh karena itu, penyakit ini dikenal juga sebagai trisomi 13.

Kelebihan satu kromosom saja, sangat mengganggu perkembangan janin di dalam tubuh. Tidak jarang janin akhirnya meninggal di dalam kandungan. Sedangkan bayi yang bisa selamat saat lahir biasanya memiliki berat badan yang rendah yang diikuti dengan berbagai macam masalah kesehatan lainnya. Namun, bayi dengan sindrom patau ini biasanya akan meninggal dunia sebelum mereka berusia 1 tahun.

Gejala bayi yang lahir dengan sindrom patau

  • Terdapat celah bibir dan langit-langit
  • Masalah dengan perkembangan saluran hidung
  • Mata kecil atau berukuran abnormal
  • Jarak antar mata terlalu dekat
  • Tidak ada 1 atau kedua mata
  • Ukuran kepala lebih kecil dari ukuran normal
  • Tidaknya ada kulit pada permukaan kulit
  • Malformasi telinga atau tuli
  • Tanda lahir timbul

Sindrom patau juga dapat menimbulkan masalah kesehatan lainnya, seperti:

  • Kecacatan perut, tepatnya saat daerah pertu tidak berkembang sepenuhnya di dalam rahim. Salah satu komplikasinya adalah bayi lahir dengan usus di luar tubuh, tertutup oleh membrane dan diketahui dengan exomphalosoromphalocoele
  • Kista daerah perut di ginjal
  • Pada bayi laki-laki, penis berukuran kecil yang tidak normal
  • Pada bayi perempuan, klitoris berukuran besar

Sayangnya, seperti kelainan bawaan lahir pada umumnya, tidak diketahui penyebab pastinya mengapa trisomy 13 bisa terjadi pada beberapa bayi. Selain itu, tidak ada langkah pencegahan dan pengobatan yang bisa dilakukan oleh orang tua terhadap sindrom patau. Dengan kata lain, orang tua hanya bisa berdoa agar bayinya bisa lahir tanpa masalah kesehatan bawaan, seperti sindrom patau ini.

Ini Perbedaan Antara Polip Rahim dan Polip Serviks

Ini Perbedaan Antara Polip Rahim dan Polip Serviks

Jangan keliru, polip rahim tidak sama dengan polip serviks. Keduanya sering tertukar atau bahkan dianggap sama. Polip merupakan pertumbuhan jaringan abnormal dan bentuknya seperti benjolan kecil dengan tekstur lunak. Polip bisa tumbuh di mana saja seperti hidung, perut, saluran telinga, usus besar, tenggorokan, rahim, dan juga serviks.

Beda polip rahim dan polip serviks

Polip rahim adalah benjolan lunak yang tumbuh di jaringan yang melapisi rahim (endometrium). Ukurannya juga berbeda-beda, bisa kecil hingga besar. Polip bukanlah kanker, sehingga terkadang penderitanya tidak merasakan apapun. Salah satu hal yang kerap dikaitkan dengan polip rahim adalah hormon. Itulah penyebab mengapa ada yang menyebut bahwa polip rahim bisa hilang dengan sendirinya seiring dengan berubahnya hormon dalam tubuh.

Wanita yang berisiko mengalami polip rahim adalah perempuan yang berada di usia 40-50 tahun dalam masa pra-menopause atau sudah mengalami menopause. Selain itu, penderita diabetes dan hipertensi juga berisiko mengalami polip rahim. Sementara itu, polip serviks tumbuh di saluran penghubung rahim dan vagina. Warnanya kemerahan, keabuan, atau keunguan. Bentuknya juga seperti batang tipis dengan panjang 1-2 cm. polip serviks ini bisa tumbuh tunggal atau berkelompok.

Berbeda dengan polip rahim, polip serviks bisa muncul karena kadar estrogen yang cukup tinggi atau pertumbuhannya tidak normal. Biasanya, polip serviks diderita wanita berusia diatas 20 tahu yang sudah pernah melahirkan. Gejala yang mungkin dirasakan adalah menstruasi dengan darah yang lebih banyak, keputihan berbau, hingga pendarahan usai berhubungan seks.

Apakah polip rahim dan polip serviks berbahaya bagi kehamilan?

Salah satu kekhawatiran bagi wanita ketika ada polip rahim ataupun polip serviks adalah pengaruhnya bagi kehamilan. Polip bisa saja menyebabkan keguguran, sulit hamil, atau perdarahan. Terlebih polip rahim bisa menghalangi sel telur yang telah dibuahi untuk menempel di rahim. Selain itu, polip serviks juga bisa menghalangi leher rahim.

Tidak ada salahnya untuk memeriksakan diri jika merasakan gejala yang tidak normal pada tubuh. Jika memang diketahui ada polip rahim atau polip serviks, dokter akan membantu proses pengobatannya

Waspada! Konsumsi Alkohol Berlebihan Bisa Terkena Avaskular Nekrosis

Waspada! Konsumsi Alkohol Berlebihan Bisa Terkena Avaskular Nekrosis

Avaskular nekrosis atau nekrosis tulang adalah terjadinya kematian sel-sel tulang akibat kurangnya suplai darah. Sama seperti sel-sel dan jaringan tubuh lainnya, tulang juga perlu suplai darah yang mengantarkan oksigen dan nutrisi supaya bisa tetap sehat. Jika suplai darah ke tulang terhambat atau berkurang, lama-lama sel-sel tulang akan mati dan tulang jadi keropos alias terjadi nekrosis.

Pada sebuah wawancara yang dimuat di ETHealthWorld, dr. Ameet Pispati, seorang ahli bedah ortopedi di sebuah rumah sakit di Mumbai, India, menyatakan keprihatinan soal pasien-pasien dengan usia di bawah 40 tahun yang datang dengan keluhan sakit di tulang panggul, sulit berjalan dan keterbatasan gerak untuk aktivitas sehari-hari. Pasien-pasien tersebut menderita avaskular nekrosis yang kebanyakan disebabkan oleh alkohol.

Sedangkan menurut dr. Ameet Pispati, banyak dari pasien usia mudanya yang memiliki kebiasaan mengonsumsi alkohol secara berlebihan, dan kebiasaan itulah yang jadi pangkal timbulnya penyakit pada tulang. Masuknya alkohol yang berlebihan ke dalam tubuh lama-lama akan meningkatkan kadar lemak dalam darah, lemak tersebut dapat menumpuk dan menghambat suplai darah ke tulang sehingga terjadi nekrosis tulang.

Selain konsumsi alkohol yang berlebihan, penyebab lainnya dari nekrosis tulang adalah penggunaan steroid dosis tinggi dalam jangka panjang, cedera tulang yang tidak ditangani dengan tepat, kebiasaan merokok, penyakit tertentu dan pengobatan medis tertentu seperti radiasi dan kemoterapi.

Oleh karena itu, tanpa perawatan medis mungkin saja kerusakan pembuluh darah tidak tertangani sehingga mengganggu suplai darah ke tulang dan menyebabkan nekrosis. Penyebab loan dari nekrosis tulang adalah penggunaan kortikosteroid dalam jangka panjang atau dengan dosis yang tinggi, konsumsi alkohol yang berlebihan, kondisi medis tertentu seperti mengidap penyakit anemia sel sabit, dan pengobatan medis misalnya kemoterapi dan radiasi. Gejala-gejala nekrosis tulang yang biasa terjadi adalah rasa sakit di tulang atau sendi.

Awalnya rasa sakit akan muncul saat ada tekanan pada tulang, lama kelamaan rasa sakit akan semakin parah dan muncul secara konstan sehingga mengganggu kemampuan gerak. Penanganan avaskular nekrosis juga ditentukan oleh dokter berdasarkan usia penderita, kondisi kesehatannya secara umum dan riwayat kesehatannya. Tingkat keparahan penyakit serta lokasi dan jumlah tulang yang terkena nekrosis juga menjadi pertimbangan dalam menentukan pengobatan nekrosis tulang. Tujuan pengobatan nekrosis tulang adalah untuk mencegah kerusakan yang lebih jauh pada tulang dan sendi.

Berencana Hamil dalam Waktu Dekat? Perhatikan Faktor Risiko Anak Terkena Hipospadia

Berencana Hamil dalam Waktu Dekat? Perhatikan Faktor Risiko Anak Terkena Hipospadia

Merencanakan kehamilan membutuhkan pertimbangan dan persiapan yang matang. Mengumpulkan informasi lengkap dari berbagai sumber tentu perlu dilakukan agar kehamilan dapat berjalan dengan lancar dan janin senantiasa sehat hingga dilahirkan nanti.

Seorang ibu perlu memerhatikan persiapan kehamilan, seperti mengetahui berbagai risiko penyakit atau gangguan ketikan kehamilan. Dengan begitu, calon buah hati dapat terhindar dari cacat atau kelainan bawaan dari lahir, seperti hipospadia. Apa sebenarnya hipospadia ini dan seberapa genting kondisinya? Mari simak informasi berikut untuk mendapatkan penjelasan lengkapnya!

Mengenal lebih dekat tentang hipospadia

Hipospadia adalah suatu kondisi kelainan atau cacat pada bayi laki-laki dikarenakan uretra tidak berkembang secara sempurna. Uretra adalah saluran untuk buang air kecil yang juga berfungsi sebagai saluran untuk mengeluarkan air mani ketika dewasa nanti.

Kondisi ini menyebabkan dislokasi atau salah tempat bukaan uretra pada bayi laki-laki. Dalam kondisi normal, bukaan uretra berada pada bagian ujung kelamin. Namun, pada bayi laki-laki yang mengalami hipospadia, saluran ini terletak pada bagian bawah kelamin.

Sebenarnya, kondisi hipospadia cukup lazim terjadi. Namun, jika tidak ditangani dengan tepat, ia dapat berdampak pada kebiasaan membuang air kecil yang harus dilakukan dengan posisi duduk. Selain itu, hipospadia juga meningkatkan risiko kesulitan dalam berhubungan seksual.

Penanganan hipospadia akan berbeda antarsatu pasien dengan lainnya, berdasarkan pada tingkat keparahan kondisi tersebut. Ada beberapa kasus yang tidak memerlukan prosedur medis, namun beberapa lainnya diharuskan untuk ditangani dengan operasi khusus oleh dokter bedah.

Apa yang menyebabkan hipospadia?

Hipospadia terjadi akibat hormon yang seharusnya dapat merangsang pembentukan uretra dan kulit khatan tidak dapat bekerja secara optimal. Hal ini juga dapat dipicu oleh faktor keturunan dan lingkungan. Selain itu, terdapat juga faktor lain yang meningkatkan risiko anak lahir dengan hipospadia, antara lain:

  • hamil saat berusia 35 tahun ke atas
  • terkena paparan senyawa kimia tertentu, seperti pestisida ketika sedang mengandung
  • kebiasaan merokok atau menjadi perokok aktif selama mengandung
  • diabetes
  • berat badan berlebih ketika hamil
  • menggunakan prosedur tertentu agar dapat hamil, seperti prosedur bayi tabung.

Sebagai langkah pencegahan, ibu hamil perlu untuk memenuhi kebutuhan asam folat sebanyak 400-800 mikrogram setiap hari dan rutin melakukan kontrol kehamilan.

Kenali Gejala Hepatitis B dengan Saksama Sebelum Bertambah Parah

Kenali Gejala Hepatitis B dengan Saksama Sebelum Bertambah Parah

Di antara beberapa jenis penyakit hepatitis, tipe hepatitis B dianggap paling berbahaya bagi kesehatan. Pasalnya, penyakit ini dapat menyebabkan infeksi kronis yang berujung pada risiko terkena kanker hati. Sayangnya, tidak semua orang dapat menyadari dan mendeteksi gejala hepatitis B, walau ternyata mereka telah terinfeksi. Memang, gejala penyakit ini cenderung dapat dikenali ketika penyakit sudah memasuki fase parah.

Penyakit hepatitis pada dasarnya adalah kondisi peradangan pada organ hati yang disebabkan oleh infeksi virus. Namun, jenis hepatitis tertentu ada yang diakibatkan oleh faktor autoimun, yaitu kondisi di mana sistem kekebalan tubuh berbalik menyerang sel-sel pada organ hati yang sehat.

Tipe hepatitis tertentu dapat sembuh tanpa perlu melakukan prosedur medis tertentu. Namun, untuk kasus tertentu, hepatitis dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan parut di organ hati, sehingga memicu kondisi gagal hati atau bahkan kanker hati.

Penyakit hepatitis B yang disebabkan oleh virus hepatitis B ditularkan melalui darah dari penderita. Contoh umum dari proses penularan ini terjadi ketika ibu yang sedang mengandung dan terinfeksi hepatitis B yang kemudian dapat menularkan penyakit tersebut pada janin yang dikandung.

Cara penularan lain dari penyakit hepatitis B adalah melalui hubungan seksual lebih dari satu pasangan dan penggunaan jarum suntik secara berulang dan bersamaan. Bagi orang dewasa yang terinfeksi hepatitis B, sistem pertahanan tubuh akan membantu untuk melawan infeksi dan memulihkan kondisi kesehatan tubuh secara perlahan. Namun, jika penyakit ini menyerang anak-anak, kemungkinan terburuk adalah penyakit hepatitis B tersebut dapat berkembang menjadi sirosis hati dan kanker hati.

Gejala hepatitis B sulit untuk dideteksi jika tingkat infeksi masih dikatakan ringan. Beberapa gejala baru akan muncul ketika telah memasuki fase parah, seperti terganggunya fungsi organ tubuh tertentu atau bahkan baru muncul ketika dilakukan pemeriksaan kesehatan. Gejala hepatitis B tahap lanjut yang telah diketahui sejauh ini, yaitu perubahan warna pada kulit dan mata menjadi kekuningan, pembengkakan pada pergelangan kaki, dan adanya darah pada feses atau ketika muntah. Selain itu, penderita hepatitis B akan merasakan sakit pada otot dan persendian, hilangnya nafsu makan, dan cenderung merasa lelah dan lesu.

Hingga saat ini penyakit hepatitis telah merenggut 1.4 juta nyawa di seluruh dunia setiap tahunnya. Kondisi ini menjadikan penyakit hepatitis sebagai penyebab kematian terbanyak di dunia, setelah tuberkulosis.