Dampak Terapi Okupasi Bagi Perkembangan Anak dengan Autisme

Dampak Terapi Okupasi Bagi Perkembangan Anak dengan Autisme

Kesulitan untuk melakukan aktivitas sehari-hari sering ditemui oleh anak-anak dengan gangguan spektrum autisme. Gangguan ini dapat menyebabkan anak mengalami kesulitan dalam memahami peraturan sosial, ketidakpatuhan terhadap peraturan sosial yang berlaku, kurang fleksibel terhadap hal-hal baru, ketertarikan pada hal yang dikenal saja sehingga sulit untuk mendapatkan hal baru, perilaku repetitif, hingga gangguan aktivitas (hipo atau hiperaktif).

Terapi okupasi dan autisme

Meskipun hingga saat ini penyebab gangguan spektrum autisme belum diketahui, tetapi pada umumnya anak dengan gangguan autisme membutuhkan beberapa terapi seperti, terapi okupasi. Terapi okupasi bukanlah terapi yang berhubungan dengan pekerjaan, terapi ini bertujuan untuk membantu orang-orang dengan disabilitas fisik, sensorik atau kognitif dapat hidup dengan mandiri dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

Diharapkan anak-anak dengan gangguan spektrum autisme dapat bermain, bersekolah, dan melakukan kegiatan sehari-hari secara mandiri, sehingga kualitas hidup baik di sekolah dan di rumah meningkat. Berikut kemampuan yang dapat dicapai dengan terapi okupasi:

  • Merawat diri sendiri, seperti toilet training, memakai baju secara mandiri, menggosok gigi, dan menyisir rambut.
  • Kemampuan motorik halus seperti kemampuan memegang pensil untuk menulis
  • Kemampuan motorik kasar seperti berjalan atau mengendarai sepeda
  • Kemampuan persepsi dengan harapan anak dengan gangguan spektrum autisme dapat membedakan warna, bentuk, dan ukuran
  • Kepekaan terhadap tubuh sendiri dan hubungan antar anggota tubuh yang lain
  • Kemampuan visual untuk membantu dalam membaca dan menulis
  • Kemampuan untuk beradaptasi, bersosialisasi, menyelesaikan masalah, dan berkomunikasi.

Meningkatkan kemampuan anak dengan autisme melalui terapi okupasi

Meskipun terlihat sepele, ternyata dengan meningkatnya kemampuan tersebut pada anak dengan gangguan spektrum autisme dapat membantu mereka untuk membangun hubungan dengan orang lain, melatih konsentrasi, mengungkapkan perasaan dengan cara yang lebih tepat, bermain, dan dapat mengontrol diri sendiri. Sangat penting bagi para orang tua untuk memahami bahwa gangguan spektrum autisme memiliki variasi gejala yang berbeda mulai dari ringan hingga berat. Kebutuhan dan efek terapi okupasi juga akan berbeda-beda sesuai dengan spektrum gejala autisme yang timbul pada anak