5 Cara Hilangkan Biang Keringat di Wajah Pada Orang Dewasa

5 Cara Hilangkan Biang Keringat di Wajah Pada Orang Dewasa

Biang keringat pada bayi muncul dalam bentuk bintik-bintik merah yang terlihat jelas pada kulit mereka. Biang keringat ini biasanya muncul saat cuaca panas dan lembap. 

Biang keringat atau miliaria merupakan ruam berwarna merah dan menonjol yang terasa gatal dan dapat menyebabkan sensasi menyengat atau perih pada bagian kulit. Kondisi ini bisa terjadi pada orang dewasa namun umumnya terjadi pada bayi dan anak-anak.

Biang keringat atau miliaria pada bayi biasanya muncul pada bagian wajah, leher, dan lipatan kulit, seperti ketiak atau bagian dalam siku. Terkadang biang keringat dapat menyebabkan gatal pada bayi. Berdasarkan jenisnya, terdapat tiga macam miliaria pada bayi, di antaranya

  • Miliaria ruba, biang keringat pada bayi yang paling umum terjadi dan berupa benjolan-benjolan kecil berwarna merah yang gatal.
  • Miliaria crystallina, biang keringat  yang lebih parah dari miliaria ruba dan dapat 

berupa lepuhan-lepuhan kecil yang berwarna putih atau transparan.

  • Miliaria profunda, biang keringat yang paling jarang terjadi, bayi yang mengalami ini akan memiliki kulit yang memerah dan terbakar, serta terdapat lepuhan-lepuhan yang terlihat seperti jerawat. Pada jenis biang keringat ini, biang keringat dapat terinfeksi.
  • Miliaria pustulosa, biang keringat pada tubuh bayi yang berupa lepuhan-lepuhan yang mungkin dapat menjadi luka yang mengering. Saat luka tersebut terbuka, maka kulit akan berdarah.

Biang keringat atau ruam panas tidak hanya terjadi pada bayi, orang dewasa juga dapat mengalami biang keringat. Biang keringat pada orang dewasa umumnya dapat hilang dengan sendirinya.

Berikut adalah cara menghilangkan biang keringat di wajah orang dewasa yang bisa dilakukan agar kulit kembali sehat seperti semula.

  1. Mandi dengan air dingin

Salah satu cara menghilangkan biang keringat di wajah adalah dengan mandi air dingin. Anda bisa mandi menggunakan air dingin dan sabun berbahan lembut. Setelah mandi, hindari mengeringkan kulit dengan handuk. Lalu, biarkan kulit kering dengan sendirinya.  Cara menghilangkan bintik di wajah seperti biang keringat ini dipercaya dapat membantu menurunkan suhu tubuh.

  1. Gunakan salep atau obat

Anda bisa menggunakan obat biang keringat berupa salep yang mengandung hidrokortison atau triamcinolone.  Obat antihistamin juga dapat digunakan sebagai cara menghilangkan bintik-bintik di wajah seperti biang keringat.  Obat biang keringat ini berguna untuk meredakan biang keringat yang terasa gatal.

  1. Oleskan lidah buaya

Cara menghilangkan biang keringat di wajah secara alami adalah dengan mengoleskan lidah buaya. Lidah buaya adalah bahan alami yang memiliki sifat anti peradangan dan antiseptik atau antibakteri.  Jadi, selain dapat digunakan sebagai cara menghilangkan bintik-bintik di wajah seperti biang keringat, manfaat lidah buaya untuk kulit juga mampu mencegah terjadinya infeksi. Cara menghilangkan bintik di wajah seperti biang keringat dengan lidah buaya juga dapat membantu mengurangi bintil-bintil dan rasa gatal atau nyeri yang timbul di kulit. 

  1. Memakai bedak tabur yang tidak mengandung pewangi

Bedak tabur juga dapat digunakan sebagai cara menghilangkan biang keringat di wajah.  Bedak tabur dapat mengurangi produksi keringat di kulit seraya memastikan tidak ada pori-pori yang tersumbat. Anda bisa menggunakan bedak tabur tanpa kandungan parfum atau pewangi buatan.  Sebab, bahan-bahan tersebut tidak berisiko membuat kulit mengalami iritasi. 

  1. Gunakan baking soda

Baking soda bisa digunakan sebagai cara menghilangkan biang kering di wajah secara alami. Gunakan 3-5 sendok makan baking soda. Cara menghilangkan biang keringat di wajah secara alami lainnya adalah menggunakan baking soda. Caranya, cukup campurkan 3-5 sendok makan baking soda ke dalam bak mandi berisi air hangat.  Kemudian, Anda bisa berendam di dalam campuran air tersebut kurang lebih 20 menit. 

Nah itulah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi biang keringat yang terjadi pada orang dewasa. Anda pun bisa melakukan konsultasi dengan dokter untuk menghilangkan bekas yang ditinggalkan oleh biang keringat.

Daftar Gejala Covid pada Bayi

Pandemi Covid-19 saat ini masih berlangsung hampir di seluruh negara. Di Indonesia pun virus tersebut masih ada. Meski saat ini pandemi Covid-19 sudah lebih terkendali karena adanya vaksin dan hasil penelitian ilmiah lainnya, akan tetapi bukan berarti kita bisa mengabaikan protokol kesehatan, sebab virus tersebut dapat menyerang siapa saja, termasuk bayi. Dengan fakta itu, menjadi wajar apabila para orang tua khawatir, sebab gejala covid pada bayi pun sangat bisa muncul jika si buah hati terinfeksi virus tersebut.

Ihwal gejala covid pada bayi, para orang tua memang harus ekstra hati-hati karena tanda awal yang sering muncul bisa dikatakan mirip dengan penyakit flu. Oleh sebab itulah disarankan agar para orang tua tetap tidak meremehkan setiap gejala yang dialami si buah hati. Adapun gejala pertama covid pada bayi yang kerap kali muncul adalah demam.

Terkait demam ini, biasanya hanya dianggap sebagai kondisi yang biasa saja. Akan tetapi, menyikapi demam dengan sikap tersebut sangat tidak dianjurkan. Pasalnya, selain menjadi gejala covid pada bayi, demam bisa juga menjadi tanda akan penyakit tertentu lainnya. Oleh karena itulah apabila demam pada si buah hati berlangsung lama atau lebih dari dua hari, maka sebagai orang tua anda selayaknya membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat.

Sebagaimana yang telah dikemukakan, gejala covid pada bayi ini umumnya memang mirip sama penyakit flu. Hal tersebut disampaikan karena tanda awal bayi terinfeksi Covid-19 adalah bersin, batuk, dan pilek. Ketiga gejala tersebut tentu yang paling kerap diabaikan karena sering dianggap sebagai flu biasa. Padahal, jika tiga gejala tersebut dialami oleh buah hati anda, maka terdapat kemungkinan anak anda tertular Covid-19.

Selain tiga hal tersebut, yang masih berkaitan dengan saluran pernapasan adalah bahwa gejala covid pada bayi lainnya adalah sakit tenggorokan. Meski tidak semua sumber mengatakan sakit tenggorokan sebagai gejala corona pada bayi, akan tetapi hal ini tetap patut diwaspadai. Adapun gejala lainnya jika bayi terinfeksi Covid-19 adalah mengalami masalah pada bagian pencernaannya.

Oleh berbagai sumber, gejala covid pada bayi yang terkait dengan pencernaan adalah si buah hati mengalami diare, mual, sakit perut, dan muntah. Nah, apabila anak anda mengalami masalah tersebut, maka anda perlu waspada karena bukan tidak mungkin si kecil terinfeksi virus corona. 

Sementara untuk gejala covid pada bayi yang selanjutnya bisa diamati dari perilakunya. Jika si kecil menjadi kerap menangis, kesulitan untuk tidur atau sebaliknya, rewel, dan gelisah, maka bisa jadi anak anda sedang terinfeksi virus corona. Sehingga, ketika si kecil sedang seperti itu ada baiknya anda mengingat kembali apa-apa saja aktivitas di hari-hari sebelumnya. Jika anda menemukan adanya indikasi kontak dengan banyak orang atau lainnya yang menjurus pada kemungkinan terpapar virus corona, maka sangat disarankan untuk segera melakukan tes covid.

Dari apa yang sudah disampaikan di atas, kita sudah tahu bahwasannya gejala yang sering terjadi pada bayi yang terpapar virus corona mirip dengan gejala sakit flu biasanya. Namun demikian, mengingat sekarang pandemi masih berlangsung, sangat dianjurkan bagi anda untuk tidak lagi meremehkan setiap gejala flu yang muncul pada si kecil.

Demikianlah penjelasan yang bisa disampaikan ihwal daftar gejala covid pada bayi yang sering kali muncul. Tentunya para pembaca disarankan untuk mencari referensi lain atau langsung bertanya kepada dokter anak agar informasi terkait gejala covid pada bayi bisa lebih komprehensif. Akhir kata, semoga artikel ini bisa membantu pembaca dan tentunya diharapkan buah hati anda sekalian bisa selalu dalam keadaan sehat.

Cara Menghindari Bahaya Makan Mie Instan

Bahaya makan mie instan memang tidak bisa diremehkan. Pasalnya, makanan yang bisa dengan mudah disajikan itu bisa membuat orang yang mengonsumsinya mengalami berbagai masalah kesehatan. Selain bisa menyebabkan obesitas atau kelebihan berat badan, mie instan diketahui juga bisa menyebabkan munculnya diabetes, stroke, bahkan meningkatkan risiko terserang penyakit jantung. 

Adapun bahaya makan mie instan tersebut bisa mengintai orang yang sering mengonsumsinya tidak lepas dari kandungan yang ada di dalam mie instan. Ambil contoh diabetes. Terlalu sering atau banyak makan mie instan bisa memicu diabetes karena mie instan mengandung karbohidrat yang tinggi. Sementara kita tahu bahwa karbohidrat merupakan nutrisi yang diubah menjadi glukosa. Nah, orang dengan kondisi terlalu tinggi karbohidratnya rentan mengalami sindrom metabolik, yang mana lambat laun bisa menyebabkan munculnya diabetes tipe 2.

Sementara risiko terkena stroke karena mie instan memiliki kandungan natrium yang tinggi. Jika kondisi itu yang terjadi, maka risikonya adalah mengalami hipertensi. Adapun hipertensi ini kita ketahui merupakan salah satu penyebab terjadi stroke. Sedangkan bahaya makan mie instan yang bisa meningkatkan risiko terkena penyakit jantung tidak lepas dari sindrom metabolik itu sendiri nan sebelumnya sudah dikemukakan di atas.

Tentu saja apa yang sudah disampaikan di atas merupakan kabar buruk, terlebih bagi mereka yang sudah kecanduan sama mie instan. Akan tetapi, bahaya makan mie instan sebagaimana telah dikemukakan di atas masih bisa dihindari. Adapun cara terbaik agar terbebas dari bahaya makanan cepat saji tersebut adalah dengan berhenti mengonsumsi mie instan.

Sangat wajar apabila anda mengeluh disarankan berhenti makan mie instan, terlebih jika anda termasuk golongan yang kecanduan. Namun demikian, tetap saja apa yang anda alami tersebut bisa diatasi dengan berbagai cara. Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan mengganti mie instan dengan jenis makanan sehat lainnya. Anda tidak perlu khawatir, sebab makanan sehat tidak melulu harus mahal, seperti buah atau sayur yang mengandung banyak serat.

Adapun bila anda tidak bisa berhenti secara langsung mengonsumsi mie instan, agar tetap bisa meminimalisir bahaya makan mie instan, anda bisa mengganti bumbu makanan cepat saji itu sama rempah-rempah. Untuk rempah yang bisa digunakan sebagai pengganti bumbu mie instan adalah kaldu ayam asli, kunyit, bawang putih, dan lain sebagainya. Tentu saja cara ini patut anda coba di masa-masa berhenti mengonsumsi makan mie instan.

Sementara cara lain agar terhindar dari bahaya makan mie instan adalah belajar memasak. Sebagai informasi, sebetulnya memasak bukanlah kegiatan yang sulit. Terlebih, aktivitas itu bisa dengan mudah kita pelajari karena kini sudah banyak video yang menyuguhkan tips belajar memasak. Selain bisa menghindari bahaya makan mie instan, dengan terampil memasak kita bisa juga berhemat dan tentunya makanan nan dikonsumsi jauh lebih sehat.

Sedangkan cara terakhir yang bisa ditempuh supaya terhindar dari bahaya makan mie instan ialah mengumpulkan tekad untuk tidak lagi membeli makanan cepat saji tersebut. Tentu cara ini memang bukan langkah yang mudah diterapkan, terlebih jika anda sudah kecanduan sama mie instan. Akan tetapi, mau tidak mau cara ini harus dilakukan apabila anda ingin hidup sehat. Ingat-ingatlah, makan mie instan terlalu sering bisa meningkatkan risiko terkena stroke, penyakit jantung, diabetes, dan lain-lain.

Demikianlah cara menghindari bahaya makan mie instan yang bisa disampaikan. Sesungguhnya artikel ini ditulis semata-mata untuk membantu anda semua yang kecanduan makan mie instan. Di sisi lain, tentu saja yang diharapkan apa yang telah dikemukakan di atas bisa bermanfaat bagi pembaca sekalian.

Ketahui 7 Penyebab Kulit Bersisik dari Kondisi Medis

Apakah kulit bersisik membuat Anda gatal dan tidak nyaman? Pada dasarnya, ada berbagai faktor penyebab kulit bersisik, mulai dari faktor usia, genetik, lingkungan, gaya hidup yang tidak sehat, dan kondisi medis tertentu. ntuk mengatasi kulit bersisik, Anda perlu mengetahui penyebab utamanya. 

Penyebab Kulit Bersisik

Pada umumnya, tubuh Anda akan melepaskan sekitar 30.000 hingga 40.000 sel kulit mati setiap hari dan menggantinya dengan sel kulit yang baru. Perlu Anda ketahui bahwa lapisan luar kulit Anda mengandung campuran sel kulit mati dan minyak alami, yang membantunya menahan air. Jika lapisan ini rusak dan kelembapannya hilang akan mengakibatkan kulit terkelupas atau bersisik.

Selain itu, ada beberapa faktor lainnya yang dapat menyebabkan kulit bersisik, meliputi:

  • faktor usia (penuaan)
  • paparan sinar matahari
  • paparan bahan kimia keras
  • mengonsumsi atau menggunakan obat topikal tertentu
  • kondisi medis atau penyakit tertentu 
  • gaya hidup yang kurang sehat

Kondisi Medis yang Menyebabkan Kulit Bersisik

  1. Eksim (Dermatitis Atopik)

Jika Anda memiliki bercak merah bersisik yang sangat gatal, itu menandakan Anda mengalami eksim. Kondisi umum ini sering disalahartikan sebagai kulit kering dan sensitif. Eksim menyebabkan kulit di telapak tangan dan jari menjadi tebal, kering, dan pecah-pecah. Bahkan Anda akan merasakan kulit terasa perih, terbakar, bahkan berdarah akibat terkelupas. 

Belum diketahui pasti apa penyebab eksim. Namun diperkirakan genetik dan faktor lingkungan meningkatkan kemungkinan eksim. Selain itu, menggunakan beberapa produk yang dapat mengangkat minyak alami tubuh juga dapat memicu eksim, seperti: 

  • Sabun mandi
  • Parfum
  • Dandan
  • Klorin
  • Asap rokok
  1. Psoriasis

Sisik putih keperakan yang menutupi bercak merah dan terlihat tebal adalah ciri-ciri psoriasis. Kondisi ini disebabkan akibat pertumbuhan sel-sel kulit baru yang tumbuh lebih cepat daripada biasanya. Akibatnya, sel-sel kulit lama gagal rontok dan menggumpal, menyatu dengan sel-sel kulit baru. Hal inilah yang menyebabkan bercak-bercak tebal, gatal, luka, dan bersisik. Psoriasis dapat diturunkan melalui keluarga. Selain itu, faktor lain seperti infeksi kulit, stres, obesitas, dan merokok dapat meningkatkan risiko psoriasis. 

  1. Dermatitis Popok

Kulit merah, iritasi, atau bersisik di pantat bayi disebabkan oleh dermatitis popok atau yang dikenal sebagai ruam popok. Kondisi ini biasa terjadi pada bayi usia 9-12 bulan. Kondisi ini umumnya muncul di sekitar lipatan paha dan alat kelamin yang merupakan tempat-tempat yang tertutup popok.

  1. Dermatitis seboroik

Dermatitis seboroik merupakan penyebab paling umum dari ketombe. Serpihan putih berminyak dari kulit mati di rambut membuat kulit terasa gatal. Pada penderita dermatitis seboroik, kulit kepala dan kulit di sekitarnya akan terasa berminyak dan dipenuhi sisik berwarna kuning atau putih. Anda bahkan mungkin menemukan serpihan sisik di alis Anda. Perlu Anda ketahui bahwa ketombe jenis ini dapat memengaruhi kulit di belakang telinga dan di sisi hidung.

  1. Keratosis aktinik

Bercak bersisik yang datang dan pergi dapat menandakan jika Anda menderita actinic keratosis (AK). Jika tidak segera diobati, kondisi ini dapat berpotensi menjadi kanker kulit sel skuamosa. Gejala keratosis aktinik yang dapat Anda kenali adalah kulit yang tebal, bersisik, dan berubah warna. Bahkan dalam beberapa kasus kulit akan terasa kasar seperti amplas tapi terlihat biasa saja dan terasa menyakitkan untuk disentuh. 

  1. Lichen Planus

Selanjutnya adalah lichen planus yang ditandai adanya benjolan mengkilap berwarna ungu kemerahan. Semakin banyak tumbuh, benjolan ini membuat gumpalan tebal kulit kasar dan bersisik yang biasanya muncul di pergelangan kaki dan tulang kering. Benjolan lichen planus dapat muncul di pergelangan tangan, punggung bawah, dan alat kelamin. Kondisi ini menyebabkan rasa gatal dan mungkin melepuh. 

  1. Iktiosis

Iktiosis adalah dapat diturunkan melalui keluarga atau genetik. Kondisi ini tidak dapat disembuhkan. Ciri-ciri yang terlihat pada penderita iktiosis adalah adanya sel-sel kulit yang menumpuk, menciptakan area tebal dan kering yang terlihat seperti sisik ikan. Selain itu, obat-obatan atau penyakit tertentu, termasuk gagal ginjal, beberapa jenis kanker, dan HIV, dapat memicu kondisi ini.

Pencegahan

Menerapkan emolien dan pelembab secara teratur setelah mandi membantu mencegah kulit kering. Orang juga dapat mencegah kulit kering dengan menghindari hal-hal yang dapat memicu kekeringan atau iritasi, antara lain:

-menggaruk kulit mereka

-AC yang berlebihan

-mencukur menggunakan pisau cukur tumpul atau tanpa gel cukur

-mandi atau mandi terlalu sering

-menggosok kulit terlalu keras saat mengeringkan handuk

-mandi atau mandi di air yang terlalu panas

-menggunakan losion yang mengandung alkohol

-memakai pakaian yang menggosok kulit

-sering kontak dengan deterjen

-duduk di bawah panas langsung dari pemanas atau api

-tinggal di luar dalam kondisi berangin tanpa menutupi kulit

Kapan harus ke dokter?

Jika faktor lingkungan atau penuaan bukan penyebab kulit kering, seseorang mungkin memiliki kondisi kulit yang mendasarinya. Jika seseorang mencurigai hal ini, maka mereka harus berbicara dengan dokter.

Jika pengobatan rumahan dan pelembab yang dibeli di toko tidak meringankan gejala kulit kering, seseorang mungkin juga ingin berbicara dengan apoteker tentang perawatan yang dijual bebas.

Penting untuk menjaga kelembapan kulit dan merawat kulit kering sesegera mungkin. Jika tidak diobati, kulit kering dapat menyebabkan:

-bercak merah

-berdarah

-infeksi bakteri

-Kemerahan, bengkak, atau nanah dapat mengindikasikan infeksi bakteri. Jika seseorang mencurigai kulitnya telah terinfeksi, mereka harus menemui dokter sesegera mungkin.

Kapan Harus ke Dokter

Jika Anda memiliki kulit kering dan bersisik yang tidak kunjung hilang, catat gejala lain yang Anda alami dan kapan gejala tersebut terjadi. Buat janji bertemu dengan dokter kulit. Pelembab dapat membantu menenangkan beberapa jenis kulit bersisik, tetapi tidak semuanya. Tanyakan kepada dokter Anda tentang perawatan untuk kondisi spesifik Anda.

KENALI DIET GM, MANFAAT HINGGA RISIKONYA BAGI KESEHATAN

Bagi banyak orang yang bereksperimen dengan segala metode diet, pasti mereka tidak asing dengan diet GM. Apalagi, cara Diet GM diklaim bisa membantu orang menurunkan berat badan. Caranya, metode diet yang dilakukan berfokus pada makanan atau kelompok makanan tertentu setiap hari selama seminggu. 

Menariknya, diet tersebut juga bisa membantu seseorang itu bisa menurunkan berat badan setidaknya 10-17 pon dalam 1 minggu. Bahkan,  selain bisa menurunkan berat badan, diet ini juga dinilai tetap bisa membakar kalori tanpa mengeluarkan banyak energi.

Meski begitu, rencana tersebut mungkin mengecualikan nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh Anda. Bahkan, di lain sisi, diet GM mungkin bukan strategi penurunan berat badan jangka panjang yang berkelanjutan. Lebih lanjut, Anda perlu menyimak ulasan berikut ini terkait cara pengaplikasian metode diet GM yang benar beserta risikonya. 

APA ITU DIET GM? 

Diet GM terdiri dari rencana makan 7 hari. Setiap hari, Anda berfokus pada makanan atau kelompok makanan tertentu. 

GM adalah singkatan dari General Motors. Bahkan, sumber mengklaim bahwa perusahaan General Motors yang mengembangkan dan mendukung rencana diet tersebut agar membantu pegawainya untuk menurunkan berat badan.  

Kinerja diet tersebut juga dinilai efektif bagi sebagian orang. Diet GM mempromosikan penurunan berat badan dalam beberapa cara, termasuk berikut ini. 

– diet GM bisa mendorong orang untuk makan lebih banyak buah dan sayuran, yang mana hal itu merupakan makanan sehat dan rendah kalori. 

– diet GM  tidak mengizinkan Anda untuk mengonsumsi tambahan gula atau makanan olahan.

– Anda juga tidak diizinkan untuk mengonsumsi karbohidrat olahan.

– Bertujuan menurunkan asupan kalori harian orang. 

Biasanya, orang yang mengikuti diet GM cenderung menurunkan berat badan karena melibatkan asupan kalori lebih sedikit daripada yang digunakan seseorang. Namun, hal itu tidak mungkin menjadi cara yang paling sehat untuk menurunkan berat badan Anda. Sebab, tubuh setiap orang berbeda sehingga orang mungkin mengalami hasil yang berbeda pula. 

INILAH MANFAAT DIET GM 

Bagi Anda yang melakukan diet GM secara rutin pasti tidak akan menyesal. Sebab, diet GM memberikan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh Anda. Berikut ini manfaat diet GM bagi tubuh. 

– Konsumsi buah dan sayuran meningkat 

Salah satu manfaat kesehatan dari diet GM adalah bisa meningkatkan pola makan untuk mengonsumsi buah-buahan dan sayuran. Sebab, bahan-bahan tersebut merupakan makanan utama dalam melakukan diet GM. Buah dan sayuran menekan akumulasi lemak dalam tubuh karena rendah kalori dan tinggi serat, yang membuat orang merasa kenyang lebih lama. 

– Mengonsumsi gula tambahan lebih sedikit 

Bagi Anda yang menjalani Diet GM tidak diizinkan untuk mengonsumsi tambahan gula dalam makanan ataupun minuman. Itu termasuk alkohol.

Berdasar Research Trusted Source, diet GM bisa mengurangi berbagai kondisi kesehatan, termasuk obesitas, penyakit jantung, dan diabetes tipe 2. 

Bahkan, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) merekomendasikan agar orang membatasi asupan harian gula tambahan hingga kurang dari 10 persen dari total kalori harian mereka. 

– Manfaat lain dari diet GM 

Manfaat lain yang didapat dari diet GM ialah Anda bisa mendapatkan hasil yang mengesankan serta manfaat sehat bagi tubuh seperti berikut. 

  • meningkatkan kualitas dan penampilan kulit
  • suasana hati yang ditingkatkan
  • pencernaan dan metabolisme yang lebih baik
  • detoksifikasi
  • menyembuhkan sindrom iritasi usus dan sembelit

APA KEMUNGKINAN RISIKO DIET GM? 

Meski diet GM dinilai efektif pada sebagian orang. Diet tersebut juga bisa menimbulkan risiko tertentu sebagai berikut ini. 

– Kurang nutrisi penting 

Orang yang mengikuti diet GM mungkin tidak mendapatkan cukup kelompok makanan penting tertentu, seperti lemak dan protein yang sehat.  Makanan mereka mungkin juga kekurangan vitamin dan mineral esensial yang menyertai makan berbagai macam makanan sehat. 

Sementara itu, lemak trans yang terdapat dalam banyak makanan yang digoreng dan dipanggang dapat meningkatkan kolesterol dan menyebabkan masalah kesehatan, tubuh seseorang membutuhkan lemak tak jenuh yang sehat untuk berfungsi. Selain itu, lemak tak jenuh yang terkandung di salmon dan alpukat mampu membantu meningkatkan kolesterol dan juga menawarkan manfaat kesehatan lainnya. 

Lebih lanjut, Research Trusted Source menyarankan bahwa diet tinggi protein mendorong penurunan berat badan dan menurunkan kadar kolesterol dan glukosa darah. Bahkan, orang yang melakukan diet GM kemungkinan tidak mendapatkan asupan protein yang cukup. 

– Penurunan berat badan jangka pendek 

Diet GM tidak cocok sebagai strategi diet jangka panjang, yang berarti bahwa seseorang dapat memperoleh kembali berat badan setelah mereka berhenti mengikuti diet. 

Salah satu alasannya adalah bahwa diet tidak selalu mengajarkan teknik memasak atau makan yang sehat, dan teknik ini penting untuk pemeliharaan berat badan jangka panjang. 

Rencana diet jangka pendek kurang efektif untuk pemeliharaan penurunan berat badan daripada mengadopsi perubahan gaya hidup jangka panjang, seperti meningkatkan tingkat olahraga dan memasak dengan berbagai bahan yang sehat. 

– Risiko lainnya 

Risiko lain yang didaftarkan oleh salah satu situs web diet GM adalah sebagai berikut.

  • dehidrasi
  • kelemahan otot
  • kelelahan
  • sakit kepala
  • kinerja fisik yang buruk selama latihan

Itulah pengertian diet GM, manfaat, serta risiko yang dialami. Bagi sebagian orang, diet GM memang dirasa efektif karena bisa menurunkan berat badan hanya dengan memodifikasi makanan sedemikian rupa, namun tetap dalam nutrisi yang seimbang. 

Karena itulah, penting bagi Anda untuk melakukan konsultasi terlebih dulu kepada dokter untuk menentukan metode diet yang tepat sesuai kebutuhan Anda. Sebab, setiap orang memiliki ketahanan serta tubuh yang berbeda sehingga hasilnya pun akan berbeda. 

MULAILAH YOGA DAN COBALAH BERAGAM JENISNYA YANG COCOK UNTUKMU

MULAILAH YOGA DAN COBALAH BERAGAM JENISNYA YANG COCOK UNTUKMU

Yoga dianggap banyak orang sebagai bentuk aktivitas fisik yang aman untuk individu yang sehat. Hal itu juga didukung dengan bimbingan dari instruktur yang profesional. Meski mengalami cedera parah saat berlatih yoga jarang terjadi, beberapa orang memang mengalami keseleo dan tegang. 

Ada banyak gaya yoga, mulai dari yang santai hingga yang penuh semangat. Di antaranya, yoga hatha, Vinyasa yoga, Bikram yoga, Yoga Ashtanga, yoga Iyengar, dan yoga restoratif. 

Orang yang memulai yoga kemungkinan ingin bergabung dengan kelas pemula sehingga instruktur dapat mengajarkan pose serta teknik yang benar. Belajar dari video atau aplikasi online juga dapat mengakibatkan penyelarasan pose yang tidak tepat hingga bisa saja mengakibatkan cedera seiring waktu. Berikut ini jenis-jenis yoga yang perlu Anda ketahui. 

APA SAJA JENIS-JENIS YOGA? 

Yoga modern berfokus pada olahraga, kekuatan, kelincahan, dan pernapasan yang mana bisa meningkatkan kesehatan fisik dan kesehatan mental. Ada banyak gaya yoga. Seseorang harus memilih gaya berdasarkan tujuan dan tingkat kebugaran mereka. 

Jenis dan gaya yoga meliputi berikut ini. 

1. Yoga Ashtanga 

Jenis latihan yoga ini menggunakan ajaran yoga kuno. Namun, itu menjadi populer selama tahun 1970-an. Ashtanga menerapkan pose dan urutan yang sama yang dengan cepat menghubungkan setiap gerakan dengan napas. 

2. Yoga Hatha 

Yoga Hatha meruapakan istilah umum untuk semua jenis yoga yang mengajarkan pose fisik. Biasanya, kelas hatha difungsikan sebagai pengantar lembut untuk pose dasar yoga. 

3. Yoga Iyengar 

Jenis latihan yoga ini berfokus pada menemukan keselarasan yang benar di setiap pose dengan bantuan berbagai alat peraga, seperti balok, selimut, tali pengikat, kursi, dan guling. 

4. Kripalu yoga 

Tipe ini mengajarkan praktisi untuk mengetahui, menerima, dan belajar dari tubuh.  Seorang siswa yoga Kripalu belajar menemukan tingkat latihan mereka sendiri dengan melihat ke dalam. Biasanya, kelas dimulai dengan latihan pernapasan serta peregangan lembut. Hal itu diikuti dengan serangkaian pose individu serta relaksasi terakhir. 

5. Bikram yoga 

Orang-orang berlatih yoga Bikram, juga dikenal sebagai yoga panas, di ruangan yang dipanaskan secara artifisial pada suhu hampir 105 oF dan kelembapan 40%. Hal tersebut terdiri atas 26 pose serta urutan dua latihan pernapasan. 

6. Sivananda 

Sistem ini menggunakan filosofi lima poin sebagai landasannya. Filosofi ini mempertahankan bahwa pernapasan yang tepat, relaksasi, diet, olahraga, dan pemikiran positif bekerja sama untuk menciptakan gaya hidup yoga yang sehat. Orang yang berlatih Sivananda menggunakan 12 asana dasar, yang mereka awali dengan Salam Matahari dan diikuti dengan Savasana. 

7. Yoga Kundalini 

Sistem meditasi yang satu ini bertujuan untuk melepaskan energi yang terpendam. Kelas yoga Kundalini biasanya dimulai dengan nyanyian dan diakhiri dengan nyanyian. Di antaranya, fitur asana, pranayama, dan meditasi yang bertujuan untuk menciptakan hasil tertentu. 

8. Yoga kekuatan 

Pada akhir 1980-an, para praktisi mengembangkan jenis yoga yang aktif dan atletis ini berdasarkan sistem Ashtanga tradisional. 

9. Yoga Yin

Yoga Yin menempatkan fokusnya pada pose pasif untuk waktu yang lama. Gaya yoga ini beetujuan untuk memperlancar sendi, ligamen,  tulang, serta menargetkan jaringan dalam.

10. Yoga Sebelum Melahirkan 

Yoga prenatal biasanya kerap digunakan oleh praktisi yang diperuntukkan orang hamil. Gaya yoga ini dapat membantu orang kembali ke bentuk semula setelah melahirkan, dan mendukung kesehatan selama kehamilan. 

11. Viniyoga 

Viniyoga berfokus pada bentuk daripada fungsi, pernapasan dan adaptasi, pengulangan dan penahanan, serta seni dan ilmu pengurutan.

RISIKO DAN EFEK SAMPING YOGA 

Banyak jenis yoga yang relatif ringan dan oleh karena itu aman bagi orang-orang ketika seorang instruktur terlatih sedang membimbing latihan. Sangat jarang terjadi cedera serius saat melakukan yoga. 

Cedera yang paling umum di antara orang-orang yang berlatih yoga adalah keseleo dan tegang. Namun, orang mungkin ingin mempertimbangkan beberapa faktor risiko sebelum memulai latihan yoga. 

Seseorang yang sedang hamil atau memiliki kondisi medis yang sedang berlangsung, seperti keropos tulang, glaukoma, atau linu panggul, harus berkonsultasi dengan profesional kesehatan, jika mungkin, sebelum melakukan yoga. 

Beberapa orang mungkin perlu memodifikasi atau menghindari beberapa pose yoga yang dapat berisiko mengingat kondisi spesifik mereka. Pemula harus menghindari pose tingkat lanjut dan teknik yang sulit, seperti Headstand, Lotus Pose, dan pernapasan yang kuat. 

Saat mengelola suatu kondisi, orang tidak boleh mengganti perawatan medis konvensional dengan yoga atau menunda menemui profesional kesehatan tentang rasa sakit atau masalah medis lainnya. 

5 Rekomendasi Vitamin untuk Otak Dewasa dan Anak-anak

Otak merupakan salah satu bagian tubuh yang sangat penting guna mendukung semua fungsi tubuh. Jika sistem saraf pada otak mengalami bermasalah, sudah pasti segala fungsi tubuh akan mengalami gangguan. Karena itu, penting untuk menjaga agar otak tetap sehat. Salah satu caranya adalah dengan mengonsumsi vitamin untuk otak.

Rekomendasi Vitamin untuk Otak

Dengan menjaga kesehatan otak maka Anda dapat meminimalisir penyakit yang berdampak pada fungsi otak seperti alzheimer atau demensia. Dokter dan para peneliti menemukan jika meningkatkan kesehatan otak mampu mengurangi risiko demensia dan penurunan kognitif terkait usia.

Vitamin bukan hanya bekerja untuk menjaga kesehatan otak, namun untuk beberapa kasus seperti anak-anak, vitamin dibutuhkan untuk meningkatkan fungsi kognitifnya. Berikut beberapa rekomendasi vitamin untuk otak yang bisa orang dewasa atau anak-anak konsumsi.

  1. Youvit Omega-3 Anak

Vitamin untuk anak-anak biasanya hadir dalam bentuk hisap dengan beraneka rasa. Berbeda dari vitamin lainnya, Youvit menghadirkan vitamin dalam bentuk jelly dengan rasa buah-buahan yang tentunya disukai anak-anak.

Sesuai namanya, vitamin dari Youvit ini memiliki kandungan omega-3 atau minyak ikan yang di dalam terdapat tiga jenis omega-3 yaitu DHA, ALA dan EPA. Kandungan tersebut mampu memaksimalkan memori dan kinerja otak serta mendukung tumbuh kembang anak. DHA yang ada pada Youvit Omega-3 berperan untuk meningkatkan kesehatan otak dan mata, EPA berperan untuk mencegah peradangan sedangkan ALA menjaga kesehatan saraf.

Harga: Rp 19.900/ 7 gummy.

  1. Youvit Omega-3 Dewasa

Selain memiliki suplemen omega-3 untuk anak-anak, Youvit juga menghadirkan suplemen omega-3 untuk dewasa. Sama-sama hadir dengan rasa gummy yang tentu membuat Anda serasa seperti mengunyah permen. Namun tenang, vitamin dari Youvit ini rendah gula sehingga aman dikonsumsi oleh penderita diabetes.

Kandungan omega-3 di dalamnya mampu memaksimalkan memori dan kerja otak, menjaga kesehatan jantung dan membantu agar tekanan darah tetap normal. Ada tiga jenis omega-3 yang ada di dalamnya. Pertama DHA, berperan untuk mengurangi risiko penyakit jantung. Kedua EPA berperan untuk mengurangi stres dan melancarkan peredaran darah. Terakhir ALA yang berperan untuk menjaga kesehatan saraf dan menguatkan kinerja otak.

Harga: Rp 19.900/ 7 gummy.

  1. Blackmores Ginkgo Action

Produk kesehatan asal Australia ini memiliki vitamin untuk otak dengan kandungan ginkgo biloba. Ginkgo biloba merupakan salah satu tanaman asal Cina yang daun dan bijinya sering digunakan untuk ramuan pengobatan tradisional.

Kandungan ginkgo biloba bermanfaat untuk meningkatkan sirkulasi darah ke otak. Bahkan ramuan tradisional ini juga mampu mengobati alzheimer atau penyakit lain yang berhubungan dengan demensia. Serta juga mampu meningkatkan darah ingat dan konsentrasi. Ekstrak ginkgo biloba juga mampu melindungi jaringan di otak. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ginkgo biloba juga dapat meningkatkan kinerja mental pada orang sehat.

Harga: Rp 187.000/ 40 tablet.

  1. Scott’s Emulsion

Merupakan vitamin untuk anak-anak dalam bentuk sirup dengan rasa jeruk. Memiliki kandungan minyak hati ikan cod yang kaya akan asam lemak-omega-3. Scott’s Emulsion mampu memenuhi kebutuhan harian anak akan vitamin A, vitamin D, DHA dan EPA.

Dalam sebuah penelitian menunjukkan jika asam lemak omega-3 mampu meningkatkan fungsi otak khususnya dalam hal pembelajaran, memori dan perkembangan otak. Terbukti dalam penelitian yang dilakukan pada 183 anak selama 6 bulan, mengonsumsi tinggi asam lemak omega-3 mampu meningkatkan kemampuan belajar verbal dan memori.

Harga: Rp 47.000/ botol.

Selain mengonsumsi vitamin untuk otak, Anda juga harus menjalankan gaya hidup sehat dengan tidur yang cukup, berolahraga dan konsumsi makanan bergizi untuk menjaga kesehatan otak.

Ketahui Penyebab Demam Kelenjar atau Kissing Disease

Kissing disease adalah suatu gangguan kesehatan yang juga kerap disebut sebagai demam kelenjar. Kissing disease atau demam kelenjar merupakan suatu infeksi yang terjadi akibat virus. Infeksi tersebut juga kerap disebut sebagai infeksi mononukleosis.

Sebelumnya, infeksi ini dikenal dengan nama kissing disease atau mono. Infeksi ini disebabkan karena virus Epstein-Barr yang kerap dialami oleh remaja. 

Gejala Kissing Disease atau Demam Kelenjar

Kissing disease dapat diketahui lewat pertandanya yaitu penderita mengalami demam dan sakit tenggorokan yang disertai dengan adanya eksudat atau endapan cairan di sekitar amandel dan faring. Selain itu, gejala yang ditimbulkan seperti:

  • Pembesaran pada kelenjar getah bening (limfadenopati)
  • Pembesaran pada limpa atau splenomegali, hal ini terjadi pada 50 persen kasus
  • Mengalami penyakit kuning, yang ditandai dengan perubahan kulit dan mata yang menjadi berwarna kuning.

Gejala kissing disease dapat berkembang selama empat sampai enam minggu setelah terpapar virus. Pada anak kecil, demam kelenjar dapat menyebabkan gejala ringan atau bahkan tanpa gejala apapun. 

Namun, pada umumnya banyak orang yang terinfeksi virus Epstein-Barr di beberapa waktu dalam hidup mereka, tapi tidak semua menunjukkan gejala demam kelenjar.

Penyebab Kissing Disease atau Demam Kelenjar

Sebagian besar demam kelenjar terjadi selama masa kanak-kanak. Jika demam kelenjar terjadi, itu artinya sistem kekebalan menghasilkan antibodi untuk melawan virus.

Namun, virus Epstein-Barr penyebab demam kelenjar bisa tetap berada di dalam tubuh selama seumur hidup. Virus tersebut bisa tidak aktif di tenggorokan dan sel darah. Hal ini karena antibodi di tubuh memberikan kekebalan seumur hidup sehingga demam kelenjar atau kissing disease jarang datang kembali untuk kedua kalinya.

Akan tetapi, bisa saja virus Epstein-Barr aktif lagi. Hal ini terkadang dapat menimbulkan gejala, terutama bagi tubuh seseorang yang memiliki sistem kekebalan yang lemah. Namun, infeksi virus ini tidak selalu menimbulkan demam kelenjar atau gejala apapun.

Jika seseorang tertular infeksi akibat virus Epstein-Barr ini saat remaja atau dewasa muda, maka akan lebih mungkin untuk mengalami demam kelenjar. Gejala ini akan muncul saat berusia 15 sampai 24 tahun. Paling tidak ada 1 tiap 4 orang remaja dengan infeksi virus Epstein-Barr yang mengalami demam kelenjar. Penyakit ini juga jarang mempengaruhi orang-orang dari kelompok usia lain.

Virus Epstein-Barr dapat ditularkan melalui air liur, dan dapat ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui beberapa hal sebagai berikut.

  • Berciuman
  • Batuk dan bersin yang tidak ditutup kemudian menyebarkan virus melalui droplet atau tetesan udara
  • Berbagi peralatan dan wadah minum.

Seseorang dengan demam kelenjar masih bisa menularkan kondisinya selama berbulan-bulan usai terinfeksi. Oleh karena itu, penting bagi orang yang terkena infeksi virus ini untuk mengikuti petunjuk kebersihan yang baik agar orang lain tidak ikut terinfeksi.

Selain karena virus Epstein-Barr, demam kelenjar juga bisa disebabkan karena kondisi kesehatan tertentu seperti terkena cytomegalovirus dan rubella yang terkadang disebut dengan campak Jerman. Seseorang juga dapat mengembangkan gejala yang mirip seperti demam kelenjar saat mereka terkena toksoplasmosis, atau infeksi parasit.

Anda perlu berhati-hati apalagi sedang hamil jika mengalami sitomegalovirus, rubella, dan toksoplasmosis. Jika Anda mengalami salah satu gejala dari infeksi ini, Anda bisa mendapatkan pengobatan menggunakan antibiotik dan antibodi.

Komplikasi Demam Kelenjar atau Kissing Disease

Demam kelenjar dapat menimbulkan komplikasi. Meski jarang terjadi komplikasi, tetapi jika terjadi bisa menimbulkan bahaya yang serius, seperti:

  • Kerusakan pada limpa
  • Terjadi infeksi sekunder seperti pneumonia, meningitis, atau radang jantung
  • Anemia
  • Kondisi gangguan neurologis seperti sindrom Guillain-Barre atau Bell’s Palsy
  • Obstruksi jalan napas atas atau gangguan yang membuat saluran pernapasan bagian atas menjadi tersumbat

Biasanya infeksi sekunder jarang terjadi, tetapi hal ini bisa terjadi pada pasien dengan kondisi sistem kekebalan tubuh yang lemah. Selain itu, infeksi ini bisa menimbulkan kerusakan limpa, oleh karena itu sebaiknya hindari melakukan olahraga yang melibatkan kontak fisik seperti sepak bola setidaknya selama 8 minggu setelah mengalami demam kelenjar atau kissing disease.

Ini Dia Gejala Penyakit Tardive Dyskinesia yang Sebaiknya Anda Tahu

Pernah melihat wajah seseorang berkedut atau bergerak dengan sendirinya atau mungkin anda sendiri sering mengalaminya? Gerakan tidak terkendali itu disebut juga gejala penyakit atau gangguan tardive dyskinesia.

Tardive Dyskinesia adalah suatu kondisi atau gangguan yang menyebabkan gerakan  tidak disadari atau tidak terkendali (gerakan involunter) terjadi pada seseorang. Gerakan ini biasanya terjadi di bagian wajah atau bagian tubuh lainnya, seperti gerakan meringis, berkedut atau menghentak pada seseorang. Biasanya tardive dyskinesia ini disebabkan oleh efek samping suatu obat, seperti obat antipsikotik dan obat neuroleptik. Obat ini merupakan obat yang digunakan untuk mengobati atau mengatasi penyakit gangguan mental atau gangguan pada sistem saraf.

Gejala disebabkan oleh tardive dyskinesia ini lama kelamaan akan sangat mengganggu penderitanya. Penanganan yang dapat dilakukan oleh dokter untuk mengatasi hal tersebut biasanya adalah dengan cara menghentikan atau mengganti obat yang diduga sebagai pemicunya, atau dapat dengan memberikan obat untuk menghentikan gerakan-gerakan yang tidak disadari tersebut atau gejala lainnya yang ditimbulkan oleh tardive dyskinesia.

Selain itu, orang yang mengalami tardive dyskinesia juga dapat menjalani terapi khusus yang dilakukan untuk meningkatkan daya stimulus pada otak agar dapat mengatur pergerakan otot dan saraf pada tubuh.

Ada beberapa gejala tardive dyskinesia yang sering terjadi pada seseorang seperti gerakan tidak terkendali pada daerah mata, mulut, lidah, atau pada bagian wajah dan tubuh lainnya. Lebih jelasnya berikut gejala tardive dyskinesia yang perlu anda tahu.

  1. Gerakan mengedipkan mata tanpa disadari yang berulang intens
  2. Gerakan menjulurkan lidah secara tiba-tiba
  3. Gerakan mengecap bibir
  4. Gerakan mengunyah atau menghisap
  5. Gerakan memutar-mutarkan leher
  6. Gerakan menggoyang-goyangkan bahu
  7. Gerakan mengetuk seperti gerakan bermain piano
  8. Gerakan menyeringai atau meringis 
  9. Gerakan menggerakkan panggul

Gerakan-gerakan di atas mungkin awalnya merupakan gerakan yang wajar, namun menjadi tidak wajar apabila gerakan-gerakan tersebut terjadi secara lebih intens, tidak disadari dan tidak bisa dikendalikan. Gejala di atas dapat hilang saat penderitanya tidur dan akan memburuk ketika penderitanya mengalami stress. Pada kasus berat, penderita tardive dyskinesia dapat mengalami sulit bicara, sulit menelan dan sulit untuk makan.

Anda perlu memeriksakan diri ke dokter ketika mengalami gejala-gejala di atas, terutama jika gejala muncul setelah mengonsumsi obat antipsikotik atau obat neuroleptik. Bisa jadi itu merupakan efek samping dari konsumsi obat tersebut. Dengan berobat ke dokter, dokter dapat memantau perkembangan gejala yang anda alami serta menyarankan pengurangan dosis obat antipsikotik atau obat neuroleptik, penghentian obat yang didiagnosis merupakan pemicu, penggantian obat penanganan atau melakukan tindakan terapi untuk meredakan dan menghilangkan gejala tardive dyskinesia. 

Anda juga disarankan untuk melakukan kontrol rutin, terutama bagi penderita yang memang memiliki riwayat penyakit gangguan saraf atau gangguan mental yang mengharuskan untuk mengonsumsi obat neuroleptik dan antipsikotik secara rutin. Hal ini dilakukan untuk menghindari gejala tardive dyskinesia menjadi lebih berat.

6 Penyakit dari Infeksi Virus yang Cukup Berbahaya

Kehidupan manusia tidak akan dapat lepas dari penyakit apalagi jika penyakit itu merupakan infeksi virus. Contohnya adalah Covid-19 yang sampai sekarang masih mewabah. 

Penyakit karena virus ini kebanyakan merupakan penyakit yang tidak bisa disembuhkan karsna belum ada obatnya sehingga cara satu-satunya untuk bisa menanganinya adalah dengan melalukan vaksinasi yang umumnya melalui penyuntikan, dan melakukan pola hidup bersih.

Selain Covid-19, ternyata terdapat banyak sekali penyakit yang ditularkan oleh virus, dan bahkan beberapa di antaranya sudah sangat akrab di telinga. Apa saja itu? Simak di bawah ini!

1. Flu

Anda tentu sudah tidak asing dengan penyakit yang satu ini, yang merupakan kependekan dari influenza.

Ini adalah penyakit yang seperti namanya disebabkan oleh virus flu atau influenza, yang biasanya menyerang hidung, tenggorokan, dan paru-paru yang merupakan saluran pernapasan.

Adapun gejala-gejalanya adalah penderitanya akan mengalami batuk, sakit, demam kepala, pilek, dan hidung tersumbat. Beberapa gejala ini hampir mirip dengan gejala Covid-19 sehingga penderita flu rentan terkena virus tersebut.

Jika Anda mengalami flu ringan, Anda bisa mengatasinya dengan banyak beristirahat, mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin C, dan tetap terhidrasi dengan minum bayak air mineral. Untuk pencegahan terbaik disarankan melakukan vaksinasi setahun sekali.

2. Demam berdarah

Penyakit ini juga tentunya Anda sudah tidak asing lagi. Ini adalah penyakit mematikan yang muncul di kala musim hujan seperti halnya flu.

Ini merupakan penyakit yang diakibatkan oleh virus Dengue melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti, dan juga Aedes albopictus.

Orang yang menderita penyakit demam berdarah biasanya akan mengalami gejala sakit kepala, mengigil, dan bercak merah pada kulit selama 24 hingga 72 jam. Bahkan, dalam beberapa kasus penderita bisa mengalami muntah darah.

Demam berdarah akan menyebabkan penderitanya mengalami penurunan kadar trombosit dan pendarahan yang berujung pada kematian.

Cara mengatasi penyakit ini adalah dengan melakukan pencegahan melalui 3M serta menjaga pola hidup sehat serta melakukan pengobatan, baik modern maupun tradisional.

3. Polio

Polio merupakan salah satu penyakit dari infeksi virus polio yang menyebabkan gangguan pada fisik berupa kelumpuhan pada kaki dan terinfeksinya selaput otak dan sumsum tulang belakang.

Gejala yang dirasakan dari penyakit ini adalah demam, sakit kepala, radang tenggorokan, muntah, otot terasa lemah, leher kaku, nyeri, dan mati rasa pada beberapa bagian tubuh.

Biasanya virus ini menyerang anak-anak sehihgga mengganggu tumbuh-kembang mereka. Cara terbaik adalah dengan vaksinasi polio dengan meneteskan cairan ke mulut.

4. Hepatitis

Hepatitis terbagi 2, yaitu Hepatitis B dan C yang kerap menyerang organ penting dalam tubuh seperti hati, dan menyebar melalui darah dan sperma.

Adapun mereka yang mengalami penyakit yang disebabkan oleh virus Hepatitis ini umumnya tidak menyadari kondisi ini karena tidak adanya gejala yang ditunjukkan sehingga harus melalui tes darah untuk mendiagnosis.

Adapun pencegahan dapat dilakukan dengan vaksinasi Hepatitis pada kelompok yang rentan terkena seperti ibu hamil dan bayi yang baru dilahirkan.

5. AIDS

AIDS merupakan penyakit paling mematikan yang disebabkan oleh virus HIV yang merusak kekebalan tubuh dengan menghancurkan sel CD4 dan menginfeksinya.

Cairan HIV ini ada pada darah, sperma, cairan vagina, dan cairan lain yang dari tubuh penderita. Gejala yang dirasakan adalah demam tinggi, ruam kulit, muntah, nyeri sendi, nyeri otot, dan sakit kepala.

Cara mengatasi penyakit ini adalah dengan melalukan hubungan seksual memakai kondom, tidak berbagi jarum suntik, dan hindari kontak langsung dengan penderita.

Penyakit ini juga belum ada vaksinnya sehingga yang bisa dilakukan untuk mengaturnya adalah dengan pengobatan retroviral.

6. Rabies

Ini adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Lyssavirus yang ditularkan melalui gigitan binatang seperti anjing, kucing, dan kelelawar.

Gejala yang muncul adalah demam, kelelahan, sakit kepala, kebingungan, halusinasi, dan bahkan kelumpuhan. Untuk mengatasi infeksi virus dari penyakit ini adalah dengan penyuntikan serum dan vaksinasi.