Fasilitas Pasien Rawat Inap Berdasarkan Kelas BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan merupakan Badan Hukum Publik (BHP) yang bertanggung jawab langsung kepada presiden dan memiliki tugas untuk menyelenggarakan jaminan kesehatan nasional bagi seluruh rakyat Indonesia. Dalam menjalankan kerjanya, BPJS Kesehatan membuat kategori berdasarkan fasilitas atau pelayanan yang nantinya akan didapat oleh pasien rawat inap.

BPJS Kesehatan terus menyesuaikan diri dan melakukan berbagai pembenahan. Hal ini dilakukan untuk memberikan pelayanan yang memadai bagi seluruh masyarakat. Contohnya per 1 Januari 2021 ini, BPJS Kesehatan baru saja menaikkan iuran bulanan tiap-tiap kelas pelayanan.

Kenaikan iuran BPJS Kesehatan 2021 tersebut diatur dalam Perpres Nomor 64 Tahun 2020. Berikut fasilitas yang bisa didapat pasien rawat inap berdasarkan kategori kelas yang dipilihnya:

  • Fasilitas yang didapat pasien rawat inap kelas 1 BPJS Kesehatan

Dalam menjalankan pelayanannya, BPJS Kesehatan menjadikan kelas 1 sebagai tingkat pelayanan paling tinggi. Fasilitas yang didapat pasien rawat inap pun tentu paling baik dibanding kelas-kelas di bawahnya. Hal ini berkaitan dengan jumlah iuran yang harus dibayarkan per bulannya.

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2020, iuran BPJS Kesehatan kelas 1 sebesar 150 ribu rupiah tiap bulannya. Besaran atau angka tersebut naik dari sebelumnya 80 ribu rupiah.

Adapun fasilitas yang didapat pasien rawat inap dengan iuran sebesar itu antara lain, memperoleh ruang perawatan dengan kapasitas 2 hingga 4 pasien saja. Selain itu, mereka juga bisa menaikkan kelas kamar apabila bersedia membayar lebih di luar tanggungan BPJS Kesehatan.

  • Fasilitas yang didapat pasien rawat inap kelas 2 BPJS Kesehatan

Ini adalah pelayanan yang berada di posisi tengah atau standar. Pasien rawat inap kelas 2 BPJS Kesehatan akan mendapat ruang perawatan kelas 2 di rumah sakit rujukan.

Rata-rata ruang perawatan kelas 2 di rumah sakit rujukan menampung 3 sampai 5 orang. Tentu lebih banyak ketimbang kelas di atasnya. Namun, masih lebih baik ketimbang kelas di bawahnya.

Namun, jika di lapangan pasien merasa kurang nyaman dengan fasilitas yang diberikan, mereka dapat minta dipindah ke ruang perawatan kelas atau atau VIP dengan membayar biaya tambahan sendiri. 

Sementara itu BPJS Kesehatan kelas 2 ini punya iuran sekitar 100 ribu rupiah tiap bulan. Naik 100% persen dari iuran sebelum adanya peraturan baru tersebut.

  • Fasilitas yang didapat pasien rawat inap kelas 3 BPJS Kesehatan

Dengan membayar 42 ribu rupiah per bulan, kelas 3 BPJS Kesehatan ini hanya mampu memberi ruang perawatan berkapasitas 4 sampai 6 orang. Sebenarnya, dapat dibilang fasilitas yang didapat oleh pasien rawat inap ini tidak ideal. 

Tentu ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah, utamanya Kementerian Kesehatan dan seluruh stakeholder lain yang berkaitan. Biar bagaimanapun pasien rawat inap, tak peduli dari kelas mana mereka berasal, sama dalam soal hak yang dijamin konstitusi.

Untungnya, wacana untuk menghapuskan perbedaan kelas tersebut sudah pernah dilontarkan oleh mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Jika tidak berubah–karena terjadi perubahan kepemimpinan di Kemenkes–penerapan kelas standar pelayanan rumah sakit akan diterapkan untuk seluruh peserta BPJS.

Penerapan kelas standar ini disebut-sebut sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional. Tepatnya dalam pasal 23 (4), peserta atau pasien rawat inap akan mendapatkan kelas pelayanan standar di rumah sakit.

Semoga wacana penghapusan kelas bagi pasien rawat inap berdasarkan iuran BPJS Kesehatan itu bisa benar-benar diterapkan agar seluruh masyarakat dapat mendapatkan pelayanan kesehatan yang sesuai dengan standar, tak peduli berapa besaran iuran yang mereka bayarkan tiap bulannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *