Hati-hati, 2 Cara Mengatasi Serangan Jantung Berikut Justru Membahayakan

Tahukah Anda, setiap 40 detik terdapat satu orang yang mengalami serangan jantung di Amerika Serikat. Penyakit ini juga merupakan ancaman terbesar di Indonesia bahkan di dunia. 

Fakta lainnya adalah meskipun dijuluki sebagai penyakit mematikan, banyak orang yang masih abai dalam melakukan pencegahan penyakit jantung. Padahal serangan jantung bisa terjadi dengan atau tanpa gejala. 

Lalu bagaimana cara mengatasi serangan jantung yang terjadi secara tiba-tiba?

Dua cara yang harus dihindari

Serangan jantung bisa menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan tepat. Langkah terbaik ketika mengalami serangan jantung adalah menelpon darurat medis dan meminum obat yang telah diresepkan. Duduk di lantai dengan menekuk lutut dan bersandar juga disarankan untuk mengurangi tekanan di dada.

Selain itu, tidak ada cara lain yang terbukti efektif membantu mengatasi serangan jantung. Justru cara cepat bisa membahayakan penderita penyakit jantung. 

Berikut dua cara mengatasi serangan jantung yang tidak direkomendasikan:

  1. Batuk CPR

Batuk CPR melibatkan bernapas dalam-dalam, kemudian batuk dengan kuat. Cara ini diklaim dapat meningkatkan tekanan darah dan membuat jantung kembali normal. 

Batuk CPR sebenarnya salah satu metode dalam tindakan darurat CPR (cardiopulmonary resuscitation) atau yang dikenal juga dengan Resusitasi Jantung Paru (RJP). Metode ini merupakan tindakan sementara dalam pengaturan seperti laboratorium katerisasi jantung dimana pasiennya sadar dan dipantau melalui mesin EKG. 

Pelajaran mengenai batuk CPR tidak diberikan di kursus CPR penyelamat darurat karena teknik ini tidak berguna dalam pengaturan pra-rumah sakit. Di hampir semua kasus darurat, pasien berada dalam keadaan tidak responsif, termasuk pasien serangan jantung.

Selain itu, batuk CPR terbukti tidak efektif dalam meringankan serangan jantung. Jika Anda lebih memilih melakukan batuk CPR dan menunda panggilan darurat, risiko ketidaksadaran dan kematian akan meningkat dengan cepat. 

  1. Air cabai rawit

Meminum segelas air cabai diklaim bertindak sebagai stimulan yang mampu meningkatkan detak jantung, mengalirkan darah ke seluruh tubuh, serta menyeimbangkan sirkulasi. Beberapa orang juga mengklaim air cabai dapat menghentikan pendarahan secara instan. 

Namun, tidak ada bukti ilmiah terkait manfaat tersebut. Ditambah lagi belum diketahui apakah capsaicin dalam cabai aman jika dikombinasikan dengan aspirin yang dikonsumsi selama serangan jantung terjadi.

Interaksi keduanya bisa saja menghasilkan reaksi yang membahayakan. Untuk itu lebih baik meminum obat yang sudah jelas khasiatnya dan diresepkan oleh dokter.

Hidup sehat tanpa penyakit jantung

Agar terhindar dari penyakit kardiovaskular dan kemungkinan serangan jantung, berikut 5 cara mudah yang bisa dicoba:

  1. Berhenti merokok

Rokok dan asap rokok mengandung lebih dari 7.000 bahan kimia yang dapat merusak jantung dan pembuluh darah. 

Semakin banyak dan lama Anda merokok, maka kerusakan jantung semakin parah. Perlu waktu yang sangat lama untuk mengembalikan kerusakan jantung akibat merokok. 

Beberapa kasus membutuhkan waktu 10 tahun atau lebih untuk memulihkan kerusakan, tapi beberapa kerusakan pada jantung mungkin tidak bisa dihilangkan.

  1. Diet kolesterol

Semakin banyak kolesterol jahat “LDL” dan trigliserida menumpuk dalam tubuh, Anda semakin berisiko tinggi terkena penyakit jantung. Mengurangi makanan tinggi kolesterol, seperti gorengan dan makanan cepat saji akan sangat membantu.

  1. Kelola tekanan darah

Tekanan darah tinggi dapat memicu serangan jantung mendadak. Menurunkan berat badan berlebih, rutin berolahraga, dan diet berbasis nabati membantu tekanan darah stabil.

  1. Tidur cukup

Orang dewasa yang tidur kurang dari enam jam per malam memiliki risiko 20 % lebih tinggi terkena serangan jantung. Mereka yang tidur lebih dari sembilan jam per malam juga berisiko tinggi terkena, yaitu 34 %. 

  1. Keloka stres

Stres adalah hal yang umum, namun stres berlebih dapat meningkatkan peradangan dalam tubuh yang akhirnya memicu tekanan darah tinggi, menyebabkan berkembangnya penyakit jantung. 

Meluangkan satu hari dalam seminggu untuk perawatan diri dapat menghilangkan stres dan membuat tubuh menjadi lebih tenang. 

Catatan

Itu tadi cara mengatasi serangan jantung yang tidak boleh dilakukan. Cara tersebut bisa dilakukan jika Anda terkena serangan jantung atau menghadapi seseorang yang mengalami serangan jantung. 

Akan lebih baik melakukan tindakan sesuai yang direkomendasikan oleh medis, karena cara cepat belum tentu tepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *