Ini Dia Gejala Penyakit Tardive Dyskinesia yang Sebaiknya Anda Tahu

Pernah melihat wajah seseorang berkedut atau bergerak dengan sendirinya atau mungkin anda sendiri sering mengalaminya? Gerakan tidak terkendali itu disebut juga gejala penyakit atau gangguan tardive dyskinesia.

Tardive Dyskinesia adalah suatu kondisi atau gangguan yang menyebabkan gerakanĀ  tidak disadari atau tidak terkendali (gerakan involunter) terjadi pada seseorang. Gerakan ini biasanya terjadi di bagian wajah atau bagian tubuh lainnya, seperti gerakan meringis, berkedut atau menghentak pada seseorang. Biasanya tardive dyskinesia ini disebabkan oleh efek samping suatu obat, seperti obat antipsikotik dan obat neuroleptik. Obat ini merupakan obat yang digunakan untuk mengobati atau mengatasi penyakit gangguan mental atau gangguan pada sistem saraf.

Gejala disebabkan oleh tardive dyskinesia ini lama kelamaan akan sangat mengganggu penderitanya. Penanganan yang dapat dilakukan oleh dokter untuk mengatasi hal tersebut biasanya adalah dengan cara menghentikan atau mengganti obat yang diduga sebagai pemicunya, atau dapat dengan memberikan obat untuk menghentikan gerakan-gerakan yang tidak disadari tersebut atau gejala lainnya yang ditimbulkan oleh tardive dyskinesia.

Selain itu, orang yang mengalami tardive dyskinesia juga dapat menjalani terapi khusus yang dilakukan untuk meningkatkan daya stimulus pada otak agar dapat mengatur pergerakan otot dan saraf pada tubuh.

Ada beberapa gejala tardive dyskinesia yang sering terjadi pada seseorang seperti gerakan tidak terkendali pada daerah mata, mulut, lidah, atau pada bagian wajah dan tubuh lainnya. Lebih jelasnya berikut gejala tardive dyskinesia yang perlu anda tahu.

  1. Gerakan mengedipkan mata tanpa disadari yang berulang intens
  2. Gerakan menjulurkan lidah secara tiba-tiba
  3. Gerakan mengecap bibir
  4. Gerakan mengunyah atau menghisap
  5. Gerakan memutar-mutarkan leher
  6. Gerakan menggoyang-goyangkan bahu
  7. Gerakan mengetuk seperti gerakan bermain piano
  8. Gerakan menyeringai atau meringis 
  9. Gerakan menggerakkan panggul

Gerakan-gerakan di atas mungkin awalnya merupakan gerakan yang wajar, namun menjadi tidak wajar apabila gerakan-gerakan tersebut terjadi secara lebih intens, tidak disadari dan tidak bisa dikendalikan. Gejala di atas dapat hilang saat penderitanya tidur dan akan memburuk ketika penderitanya mengalami stress. Pada kasus berat, penderita tardive dyskinesia dapat mengalami sulit bicara, sulit menelan dan sulit untuk makan.

Anda perlu memeriksakan diri ke dokter ketika mengalami gejala-gejala di atas, terutama jika gejala muncul setelah mengonsumsi obat antipsikotik atau obat neuroleptik. Bisa jadi itu merupakan efek samping dari konsumsi obat tersebut. Dengan berobat ke dokter, dokter dapat memantau perkembangan gejala yang anda alami serta menyarankan pengurangan dosis obat antipsikotik atau obat neuroleptik, penghentian obat yang didiagnosis merupakan pemicu, penggantian obat penanganan atau melakukan tindakan terapi untuk meredakan dan menghilangkan gejala tardive dyskinesia. 

Anda juga disarankan untuk melakukan kontrol rutin, terutama bagi penderita yang memang memiliki riwayat penyakit gangguan saraf atau gangguan mental yang mengharuskan untuk mengonsumsi obat neuroleptik dan antipsikotik secara rutin. Hal ini dilakukan untuk menghindari gejala tardive dyskinesia menjadi lebih berat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *