Ini Perbedaan Antara Polip Rahim dan Polip Serviks

Jangan keliru, polip rahim tidak sama dengan polip serviks. Keduanya sering tertukar atau bahkan dianggap sama. Polip merupakan pertumbuhan jaringan abnormal dan bentuknya seperti benjolan kecil dengan tekstur lunak. Polip bisa tumbuh di mana saja seperti hidung, perut, saluran telinga, usus besar, tenggorokan, rahim, dan juga serviks.

Beda polip rahim dan polip serviks

Polip rahim adalah benjolan lunak yang tumbuh di jaringan yang melapisi rahim (endometrium). Ukurannya juga berbeda-beda, bisa kecil hingga besar. Polip bukanlah kanker, sehingga terkadang penderitanya tidak merasakan apapun. Salah satu hal yang kerap dikaitkan dengan polip rahim adalah hormon. Itulah penyebab mengapa ada yang menyebut bahwa polip rahim bisa hilang dengan sendirinya seiring dengan berubahnya hormon dalam tubuh.

Wanita yang berisiko mengalami polip rahim adalah perempuan yang berada di usia 40-50 tahun dalam masa pra-menopause atau sudah mengalami menopause. Selain itu, penderita diabetes dan hipertensi juga berisiko mengalami polip rahim. Sementara itu, polip serviks tumbuh di saluran penghubung rahim dan vagina. Warnanya kemerahan, keabuan, atau keunguan. Bentuknya juga seperti batang tipis dengan panjang 1-2 cm. polip serviks ini bisa tumbuh tunggal atau berkelompok.

Berbeda dengan polip rahim, polip serviks bisa muncul karena kadar estrogen yang cukup tinggi atau pertumbuhannya tidak normal. Biasanya, polip serviks diderita wanita berusia diatas 20 tahu yang sudah pernah melahirkan. Gejala yang mungkin dirasakan adalah menstruasi dengan darah yang lebih banyak, keputihan berbau, hingga pendarahan usai berhubungan seks.

Apakah polip rahim dan polip serviks berbahaya bagi kehamilan?

Salah satu kekhawatiran bagi wanita ketika ada polip rahim ataupun polip serviks adalah pengaruhnya bagi kehamilan. Polip bisa saja menyebabkan keguguran, sulit hamil, atau perdarahan. Terlebih polip rahim bisa menghalangi sel telur yang telah dibuahi untuk menempel di rahim. Selain itu, polip serviks juga bisa menghalangi leher rahim.

Tidak ada salahnya untuk memeriksakan diri jika merasakan gejala yang tidak normal pada tubuh. Jika memang diketahui ada polip rahim atau polip serviks, dokter akan membantu proses pengobatannya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *