Jadi Alat Kontrasepsi Pria, Ini Fungsi Kondom Durex

Dalam pernikahan, pasangan suami istri bisa merencanakan program kehamilan sesuai dengan kesepakatan bersama. Apabila Anda dan pasangan membutuhkan alat kontrasepsi untuk pria, maka Anda bisa mencoba kondom Durex.

Alat kontrasepsi digunakan untuk mengontrol kehamilan. Ini dipakai apabila Anda dan pasangan belum ingin memiliki momongan, atau ingin membatasi jumlah kehamilan tanpa mengikuti program KB.

Kondom Durex, alat kontrasepsi andalan untuk pria

Berbicara mengenai kontrasepsi, seringkali orang-orang beranggapan bahwa kontrasepsi hanya terbatas dalam bentuk pil KB untuk wanita. Padahal, ada banyak alat kontrasepsi yang bisa dimanfaatkan untuk mengontrol kehamilan, baik untuk wanita maupun untuk pria. 

Kondom merupakan salah satu alat kontrasepsi yang bisa digunakan oleh pria. Di antara sejumlah kondom yang dijual secara legal di Indonesia, salah satu yang bisa Anda jadikan rekomendasi adalah kondom Durex.

Penggunaan kondom sebagai alat kontrasepsi pria tentu memiliki efek positif dan efek negatif. Dampak positif yang akan Anda dan pasangan dapatkan dengan menggunakan alat kontrasepsi ini adalah: 

  • Harga terjangkau, apalagi bila dibandingkan dengan beberapa jenis alat kontrasepsi lainnya
  • Efektif untuk mencegah kehamilan bila digunakan dengan benar
  • Mencegah ejakulasi dini pada pria
  • Mencegah penularan penyakit menular seksual apabila dipakai dengan benar
  • Mudah diakses

Tapi, di satu sisi, penggunaan kondom juga bisa memberikan dampak negatif. Efek negatif tersebut meliputi:

  • Tingkat kegagalan yang cukup tinggi bila tidak digunakan dengan benar dan teratur
  • Reaksi alergi terhadap bahan kimia yang ada pada kondom
  • Iritasi kulit seperti dermatitis kontak akibat sensitivitas terhadap latex pada kondom
  • Potensi penurunan sensasi ketika berhubungan seksual

Perhatian saat akan memakai kondom

Ketika akan menggunakan kondom sebagai alat kontrasepsi pria, sebaiknya Anda dan pasangan terlebih dahulu memperhatikan beberapa hal, seperti:

  • Kadaluwarsa

Jangan dikira kondom tidak memiliki masa kadaluwarsa. Sama seperti alat-alat kesehatan lainnya, kondom pun juga memiliki usia atau batas waktu untuk digunakan.

Umumnya, produk kondom memiliki masa kadaluwarsa sekitar 3-5 tahun. Sebelum menggunakan kondom, selalu ingat untuk memperhatikan tanggal kadaluwarsanya agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

  • Reaksi alergi

Kondom umumnya terbuat dari bahan utama latex. Kondom Durex pun juga demikian. Bagi sebagian orang, latex mungkin bisa memicu reaksi alergi pada kulit. 

Karena itu, cobalah cari tahu terlebih dahulu apakah Anda memiliki alergi terhadap latex atau tidak. Selain perhatikan juga daftar kandungan bahan kimia pada kondom yang tertera pada kemasan. Pastikan seluruh bahan kimia yang digunakan tidak memicu reaksi alergi Anda. 

  • Jenis kondom 

Sadar atau tidak, tidak semua kondom yang dijual memiliki jenis yang sama. Ada berbagai jenis kondom yang terbuat dari bahan yang beragam serta memiliki tekstur yang berbeda. 

Jenis kondom berbahan latex atau plastik adalah jenis yang paling umum. Selain itu, ada juga kondom dengan jenis yang bertekstur. Kondom jenis ini dipakai guna memaksimalkan tingkat kepuasaan pasangan ketika berhubungan seksual. 

Selalu ingat untuk memperhatikan hal-hal di atas ketika Anda akan menggunakan kondom. Selain itu, pastikan juga Anda memakainya dengan benar dan teratur supaya bisa mencegah kehamilan dengan maksimal.Anda bisa mendapatkan kondom Durex secara bebas di apotek atau di toko obat, baik secara online maupun offline. Biasanya, untuk membeli kondom ini, Anda harus membuktikan bahwa usia Anda sudah cukup umur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *