Jangan Panik, Begini Cara Atasi Tali Pusar Bayi Bernanah

Normalnya tali pusar bayi yang baru lahir akan kering dan lepas dengan sendirinya. Namun, pada beberapa kasus, tali pusar bayi bernanah dan menimbulkan rasa nyeri. Apabila mengalami hal ini, sebaiknya kamu jangan panik dan tetap tenang, ya.

Tali pusar bayi yang bernanah bisa disebabkan karena infeksi. Infeksi muncul bisa jadi karena area tali pusar yang lembab, sehingga memancing bakteri muncul pada tali pusar dan menyebabkan peradangan hinge bernanah.

Kamu tak perlu khawatir karena hal ini tidak berbahaya asalkan ditangani dengan benar. Berikut ini penyebab tali pusar bayi bernanah dan cara mengatasinya.

Gejala tali pusar mengalami infeksi

Setelah bayi lahir, biasanya tali pusar akan langsung dijepit. Gunanya adalah agar tali pusar mudah kering dan mudah lepas.

Saat dilakukan pemotongan tali pusar, mungkin akan keluar darah. Namun, pendarahan yang normal biasanya ringan dan cepat berhenti apabila diusap dan ditekan menggunakan kasa bersih.

Tapi, pada beberapa kasus, pendarahan yang keluar bisa menyebabkan infeksi. Berikut ini beberapa tanda tali pusar mengalami infeksi hingga bernanah yang wajib diwaspadai.

  • Kulit merah
  • Area pusar bengkak dan hangat
  • Area pusar terasa lembut apabila disentuh
  • Muncul nanah disertai cairan kuning kehijauan
  • Cairan kuning mengeluarkan bau tidak sedap
  • Bayi rewel dan tidak nyaman

Apabila mengalami gejala di atas, sebaiknya segera minta pertolongan medis. Sebab, tali pusar memiliki akses langsung ke aliran darah, sehingga apabila terjadi infeksi meski sifatnya ringan bisa menjadi serius dan cepat menyebar. Hal ini tentu berbahaya untuk kondisi bayi dan bisa mengancam nyawa.

Perawatan tali pusar yang bernanah

Setelah berkonsultasi dengan dokter, biasanya dokter pun akan memberikan resep sesuai dengan gejala yang muncul.

Selain memberikan obat agar tali pusar cepat kering, kamu juga perlu tahu perawatan yang benar selama di rumah agar infeksi pada tali pusar cepat membaik. Berikut ini penjelasannya.

  • Bersihkan area tali pusar sesuai anjuran dokter menggunakan kain bersih atau kapas yang sudah dicelupkan pada alkohol.
  • Bersihkan sekitar tali pusar yang bernanah termasuk cairan kehijauan yang masih keluar.
  • Apabila sudah bersih, oleskan salep antibiotik yang sudah diresepkan oleh dokter, kemudian tepuk perlahan area tersebut menggunakan kain bersih dan biarkan hingga kering.
  • Gunakan popok di bawah tali pusar hingga infeksi sembuh dan tali pusar mengering. Hal ini dilakukan agar bagian tali pusar tetap kering dan tidak terkena rembesan urine.
  • Hindari menggunakan pakaian yang terlalu ketat dan menutupi tali pusar.
  • Hindari memandikan bayi ke dalam air hingga infeksi hilang. Mandikan bayi menggunakan waslap saja dan biarkan tali pusar dalam keadaan kering.
  • Hindari menggunakan bedak karena akan memperparah infeksi dan memperlama proses penyembuhan.
  • Jangan mencoba untuk melepas tali pusar, karena tali pusar akan lepas dengan sendirinya saat sudah kering.
  • Pantau kondisi tali pusar, apabila masih merah dan membengkak, segera hubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Kapan harus menemui dokter lagi?

Berikut ini tanda-tanda di mana kamu harus menemui dokter lagi apabila tali pusar tak kunjung membaik.

  • Anak mengalami demam
  • Tanda infeksi pada tali pusar makin buruk dan tidak membaik dalam waktu 2 hari setelah pengobatan
  • Anak tampak kesakitan dan tidak berhenti menangis
  • Ada pendarahan pada bagian tali pusar
  • Anak mengalami ruam di sekitar tali pusar
  • Anak menolak untuk makan
  • Anak sering mengantuk dan tidak bergerak aktif
  • Anak tampak sakit dan muncul gejala lain yang mengkhawatirkan

Apabila muncul gejala seperti di atas, segera bawa anak ke dokter terdekat untuk perawatan medis terbaik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *