Jangan Panik, Lakukan Ini ketika Kepala Bayi Terbentur!

Kepala bayi usia di bawah satu tahun masih sangat rentan. Tentunya ketika kepala bayi terbentur, Anda akan sangat khawatir karena hal tersebut bisa memengaruhi kondisi kesehatan si kecil secara signifikan. Namun, panik saja tidak akan menyelesaikan masalah. Perlu langkah pertolongan yang tepat guna bisa membuat kondisi bayi tetap baik-baik saja, walaupun kepalanya terbentur.

Kepanikan yang berlebihan justru akan mempersulit Anda melakukan pertolongan pada kepala bayi yan terbentur. Ini karena bayi cenderung menanggapi reaksi orang yang dilihatnya dengan reaksi yang sama. Karena itu ketika kepala bayi terbentur, tetap tenang dan lakukan langkah-langkah pertolongan ini dengan saksama.

Tenangkan Bayi

Bayi akan sangat kaget ketika mendapat benturan di kepalanya yang masih ringkih. Mungkin ia akan menangis kencang karena kejadian terbentur. Cobalah untuk menenangkannya. Karena ketika ia terus menangis, Anda akan sulit memeriksa kondisinya secara lebih teliti.

Anda bisa menenangkan bayi dengan memberinya sedikit air minum. Tepuk-tepuk bagian punggungnya secara perlahan dan katakan bahwa semua baik-baik saja. Kuncinya ada di sikap Anda. Selama Anda mencoba tenang, tangis bayi akan lebih cepat mereda.

Cek Kondisi

Ketika kepala bayi terbentur, besar kemungkinan dia akan mengalami cedera. Setidaknya ada tiga jenis cedera yang akan dirasakan bayi ketika mengalami benturan di kepalanya. Dengan mengetahui cedera tersebut, Anda bisa mengambil langkah yang lebih tepat. Berikut ini adalah tiga cedera yang kerap menimpa kepala bayi yang terbentur.

  • Benjolan

Benjolan merupakan tanda lumrah ketika bagian tubuh terlibat benturan, tidak terkecuali untuk kepala bayi. Benjolan muncul sebagai buah pembengkakan. Benjolan ini akan membuat bayi merasa tidak nyaman dan cenderung rewel karena sakit. Benjolan sendiri dapat mengempis dengan begitu saja ataupun sampai menimbulkan gejala lebih lanjut.

  • Pendarahan

Apabila kepala bayi terbentur dengan cukup keras, ada risiko ia mengalami pendarahan akibat luka dari kejadian tersebut. Tidak perlu khawatir berlebihan ketika ada pendarahan kecil, Anda bisa membersihkannya dengan hati-hati untuk kemudian melakukan evaluasi guna memutuskan perlu perawatan medis atau tidak.

  • Masalah Fraktur

Selain benjolan dan pendarahan, perhatikan juga apakah ada masalah fraktur di tengkorak kepala bayi atau tidak. Jika Anda, jangan ragu untuk segera membawa si kecil menjumpai dokter. Ini karena masalah fraktur menandakan cedera yang dialami bayi cukup berat.

Kompres Air Dingin

Jika Anda melihat kondisi bayi tidak terlalu mengkhawatirkan setelah terbentur, lakukan penanganan darurat menggunakan kompres air dingin. Tujuan pengompresan ini guna mengurangi rasa nyeri yang dirasakan si kecil.

Karena baik ringan hingga berat, kepala bayi terbentur akan menimbulkan rasa tidak nyaman yang membuat bayi rewel. Lakukan pengompresan air dingin tiap 3—4 jam sekali. Durasi masing-masing waktu pengompresan sekitar 20 menit.

Biarkan Bayi Istirahat

Jika bayi sudah agak tenang, Anda bisa bernapas lebih lega. Artinya, rasa nyeri yang ia rasakan sudah mulai berkurang. Biarkan ia beristirahat untuk memulihkan kondisinya setelah terbentur.

Namun ingat, selalu cek kondisi bayi Anda secara berkala ketika ia sedang beristirahat. Pastikan ia tetap responsif dan tidak mengalami perubahan gejala yang mengkhawatirkan.

Tetap Pantau Gejala

Walau bayi sudah tidak menangis dan lebih tenang setelah berisitrahat, tetap pantau gejala si kecil guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Pemantauan secara intensif mesti Anda lakukan setidaknya 2×24 jam dari kejadian kepala bayi terbentur.

Kalau tidak ada gejala aneh selama pemantauan, Anda bisa berlega karena kondisi si kecil berarti baik-baik saja. Akan tetapi, apabila ia justru menampilkan gejala-gejala yang tidak wajar, seperti semakin rewel, sulit bernapas ketika tidur, sampai keluar cairan bening dari telinga, hidung, atau mulut; Anda harus tanggap dan membawanya langsung ke rumah sakit.

***

Kepala bayi yang terbentur parah akan membuat risiko besar di kemudian hari. Jangan sampai hal itu terjadi. Penanganan yang tepat sedari awal sampai pemantauan hingga jangka waktu tertentu menjadi kunci agar kejadian terbenturnya kepala bayi tidak berubah menjadi malapetaka yang besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *