Komplikasi Ini Mengintai Penderita Ketoasidosis Alkoholik

Komplikasi Ini Mengintai Penderita Ketoasidosis Alkoholik

Mengonsumsi alkohol secara berlebihan dan dalam jangka waktu yang panjang bisa menyebabkan Anda terkena ketoasidosis alkoholik. Ini merupakan kondisi ketika terjadi penumpukan zat asam atau keton dalam darah sehingga penyerapan glukosa menjadi tidak maksimal. Penyerapan glukosa yang minim akan membuat Anda lemas karena tidak terjadi produksi energi yang memadai bagi tubuh Anda. 

Namun, bahaya mengalami tidak hanya tubuh yang kehilangan energinya. Jika tidak ditangani dengan tepat dan terlalu lama didiamkan, ketoasidosis alkoholik bisa mengancam nyawa Anda. Berbagai komplikasi penyakit serius siap mengancam 

Berikut ini adalah beberapa komplikasi yang umum dialami oleh para penderita ketoasidosis yang mengabaikan penanganan awal. Tentu Anda tidak tertarik mengalami salah satu masalah kesehatan di bawah ini, bukan?

  1. Pendarahan Gastrointestinal 

Pendarahan gastrointestinal dikenal juga sebagai pendarahan saluran cerna. Pendarahan dapat terjadi mulai dari bagian kerongkongan Anda, lambung, usus, sampai dubur. Ketika mengalami pendarahan gastrointestinal, tekanan darah tiba-tiba bisa menurun dengan drastis diikuti dengan kondisi jantung berdebar lebih dari 100 kali per menit. Pada saat itu, Anda sangat rentan mengalami penurunan kesadaran sehingga harus segera ditangani oleh tim medis. 

  1. Psikosis 

Pernahkan Anda mengalami halusinasi sesaat setelah mengonsumsi alkohol terlalu banyak? Orang mengenalnya dengan istilah mabuk. Bahkan efek halusinasi ini sangat mungkin menimpa Anda, meskipun sedang tidak meminum alkohol. Efek alkohol berupa ketoasidosis alkoholik sangat rentan menimbulkan komplikasi masalah mental berupa halusinasi. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai psikosis di mana Anda akan kesulitan membedakan kenyataan dan imajinasi. Ketika mengalami komplikasi ini, Anda tidak membutuhkan terapi obat, melainkan juga psikoterapi dari tenaga medis yang tepat.

  1. Pankreatitis 

Pankreatitis dapat terjadi pada penderita ketoasidosis alkoholik apabila membiarkan masalah kesehatannya tersebut tidak tertangani bertahun-tahun. Pankreatitis merupakan kondisi peradangan dalam pankreas. Peradangan tersebut membuat pankreas tidak mampu memproduksi dan menyalurkan enzim saluran pencernaan maupun hormone insulin. Dampak lanjutannya, penderita pankreatitis akan sangat rentan mengalami gangguan pencernaan maupun diabetes. Gejala awal dari pankreatitis kerap tidak disadari penderitanya karena hanya rasa sakit tiba-tiba di perut bagian tengah sehingga kebanyakan penyakit ini baru tertangani ketika masuk tahap akut. 

  1. Radang Paru-paru 

Kebanyakan penyebab radang paru-paru adalah infeksi bakteri Streptococcus dan Haemophilus influenzae. Namun, ketoasidosis alkoholik ternyata juga dapat menjadi pemicu munculnya masalah ini. Radang paru-paru sendiri merupakan infeksi yang menyerang alveoli atau kantong udara paru-paru, sehingga alveoli dipenuhi cairan. Kondisi tersebut membuat persediaan oksigen menjadi berkurang dan membuat penderitanya mengalami gangguan pernapasan. Batuk yang disertai dahak dan lendir berwarna kuning atau hijau menjadi gejala yang paling sering dijumpai pada penderita radang paru-paru. 

  1. Ensefalopati 

Komplikasi yang tak kalah seriusnya dari ketoasidosis alkoholik adalah kondisi ensefalopati. Ini merupakan kondisi ketika fungsi dan struktur otak mengalami kelainan sehingga berpengaruh pada kondisi mental penderitanya. Tidak jarang pula, penderita ensefalopati akan mengalami gangguan koordinasi gerak serta ketidakmampuan berkonsentrasi. Beberapa kondisi ensefalopati bersifat sementara, namun tidak jarang pula yang bersifat permanen. 

  1. Koma 

Tingkat tidak sadarkan diri ada bermacam-macam, mulai dari pingsan sampai koma. Koma merupakan tingkatan tidak sadarkan diri paling berbahaya karena sangat mudah merenggut nyawa penderitanya. Penderita koma akan mengalami kondisi tidak sadar di mana ia tidak akan mampu mengeluarkan suara, membuat gerakan, bahkan sekadar membuka mata. Umumnya, kondisi koma akan dialami dalam jangka waktu agak lama bagi penderitanya. Meskipun demikian, orang yang mengalami koma masih bisa bernapas dan jantungnya masih berdetak, meskipun kerap mesti diberi alat bantu.

*** 

Supaya tidak mengalami berbagai komplikasi di atas, segera konsultasikan keadaan Anda apabila mendapati gejala ketoasidosis alkoholik. Sebagai upaya pencegahan agar tidak terkena ketoasidosis alkoholik, mulai sekarang kurangi pengonsumsian minuman dan makanan beralkohol Anda, ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *