Kontraktur Dupuytren Sebabkan Jari Tangan Bengkok Tanpa Nyeri

Meski tidak merasa sakit, namun kontraktur dupuytren bisa membuat jari tangan bengkok dan kurang nyaman. 

Kontraktur dupuytren merupakan kondisi yang dapat memengaruhi lapisan jaringan pada bagian bawah kulit telapak tangan. Hal ini terjadi karena simpul jaringan yang terbentuk di bawah kulit membuat tali tebal dan menarik satu atau lebih hingga membuat posisi jari tangan bengkok atau tertekuk.

Jari yang terkena biasanya tidak dapat diluruskan sepenuhnya, hingga mempersulit aktivitas sehari-hari seperti meletakkan tangan di saku, mengenakan sarung tangan, atau berjabat tangan. Kontraktur dupuytren umumnya menyerang dua jari manis dan kelingking. Penyakit ini juga kerap dialami oleh pria lanjut usia keturunan Eropa Utara. 

Gejala kontraktur dupuytren

Kontraktur dupuytren biasanya tidak dirasakan secara langsung, melainkan memiliki gejala yang timbul secara perlahan selama bertahun-tahun. Kondisi tersebut biasanya dimulai dengan penebalan kulit di telapak tangan. Selanjutnya, kulit di telapak tangan akan tampak lebih berkerut seperti memiliki lesung pipit. Kontraktur dupuytren akan menyebabkan timbulnya gumpalan jaringan di telapak tangan Anda. Benjolan ini mungkin sensitif terhadap sentuhan tetapi biasanya tidak terasa sakit.

Pada tahap selanjutnya kontraktur dupuytren, menyebabkan terbentuknya tali jaringan di bawah kulit telapak tangan dan dapat menjulur hingga ke jari-jari. Saat tali tersebut mulai mengencang, maka jari-jari akan tertarik ke arah telapak tangan dan terasa sangat kuat, hingga menyebabkan dua jari yang terletak paling jauh dari ibu jari terkena. Kontraktur dupuytren dapat terjadi di kedua tangan, namun biasanya kondisi lebih parah berada pada satu tangan saja.

Penyebab kontraktur dupuytren

Umumnya penyakit ini belum diketahui apa penyebabnya, bahkan tidak ada bukti spesifik bahwa cedera tangan atau pekerjaan yang melibatkan getaran pada tangan menyebabkan kondisi tersebut. Namun, beberapa orang dengan faktor risiko seperti ini mungkin lebih rentan terjangkit.

– Kontraktur dupuytren paling sering menyerang pria berusia 50 tahun ke atas.

– Orang-orang keturunan Eropa Utara berisiko lebih tinggi terkena penyakit ini.

– Kontraktur dupuytren bisa terjadi karena faktor genetik.

– Alkohol dan merokok dapat meningkatkan faktor risiko kontraktur dupuytren. Penyebabnya, karena adanya perubahan mikroskopis dalam pembuluh darah yang disebabkan oleh merokok. 

– Orang dengan diabetes memiliki peningkatan risiko kontraktur dupuytren lebih tinggi.

Pengobatan kontraktur dupuytren

Jika kondisi ini berkembang meski tidak menimbulkan rasa sakit dan hanya berdampak kecil pada kemampuan menggunakan tangan untuk tugas sehari-hari, mungkin Anda tidak memerlukan pengobatan. Sebaliknya, jika Anda merasakan ketidaknyamanan yang berlebih hingga memberikan rasa sakit sebaiknya segera lakukan pengobatan yang meliputi: 

Terapi tusuk jarum

Teknik ini menggunakan jarum. Alat tersebut akan dimasukkan melalui kulit, untuk menusuk dan memutuskan tali jaringan yang berkontraksi dengan jari. Keuntungan utama dari teknik tusuk jarum adalah tidak adanya sayatan, dapat dilakukan pada beberapa jari pada waktu yang bersamaan, dan biasanya hanya diperlukan sedikit terapi fisik setelahnya. 

Memperbaiki gaya hidup 

Jika Anda memiliki kontraktur dupuytren ringan, sebaiknya hindari kebiasaan menggenggam terlalu kuat pada perkakas. Selalu gunakan sarung tangan dengan bantalan tebal jika terpaksa harus menggenggam kuat.

Tingkat keparahan kontraktur dupuytren dapat bervariasi dan membuat Anda sulit atau tidak nyaman untuk melakukan fungsi tertentu menggunakan tangan. Jari tangan bengkok biasanya dapat membatasi kemampuan Anda untuk membuka, menggenggam benda besar atau memasukkan tangan ke tempat yang sempit. Oleh karena itu, jika kamu sudah merasa sangat tidak kondusif dengan kondisi ini, sebaiknya segera buat janji dengan dokter sebelum keadaan berlanjut lebih serius.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *