Kuku Rapuh dan Kekuningan? Waspada Infeksi Jamur Kuku

Sebenarnya, jamur ada di tubuh bersama beberapa jenis bakteri yang disebut mikroflora normal tubuh. Ketika jamur tumbuh tidak terkendali, saat itulah jamur dapat memicu infeksi.

Jamur dapat menginfeksi bagian tubuh mana pun. Tidak terkecuali kuku. Ochomycosis merupakan jamur yang biasanya dapat menginfeksi kuku tangan atau kaki. Infeksi ini biasanya terjadi dalam waktu yang panjang. Di tahap awal terjadinya infeksi jamur kuku, Anda mungkin tidak akan menyadari perubahannya sama sekali.

Dari waktu ke waktu, Anda mungkin mulai melihat perubahan pada kuku yang terinfeksi. Kuku mulai terangkat dari dasar kuku, menimbulkan bau, serta menjadi lebih rapuh. Kadang, warna kuku pun berubah menjadi putih, kuning, coklat, bahkan hitam.

Infeksi jamur kuku ini dapat terjadi pada sebagian kuku, seluruh kuku, atau beberapa bagian kuku.

Inilah penyebab jamur berkembang di kuku

Terjadinya infeksi jamur kuku karena ada pertumbuhan jamur berlebihan di bawah kuku.  Jenis jamur yang banyak menyebabkan infeksi kuku biasanya dari kelompok dermatofita.

Jamur mudah berkembang di lingkungan yang hangat dan lembab. Jika kondisi kuku Anda demikian, jamur dapat berkembang dengan cepat hingga terjadi kelebihan populasi dan memicu infeksi.

Itulah sebabnya, infeksi jamur kuku lebih banyak terjadi pada kuku kaki daripada jari tangan. Sebab kaki sering berada dalam lingkungan yang hangat dan lembab, seperti saat memakai sepatu.

Infeksi ini juga dapat menular. Bila Anda kontak dengan mereka yang memiliki infeksi jamur kuku, Anda juga dapat mengalaminya. Ini juga alasan Anda perlu berhati-hati saat ingin melakukan manicure dan pedicure di salon. Tanyakanlah bagaimana proses disinfeksi untuk alat-alat yang digunakan.

Kondisi ini membuat Anda lebih berisiko terkena jamur kuku

Ada banyak faktor yang menyebabkan terjadinya infeksi jamur kuku. Setiap penyebab tentu memiliki solusi masing-masing. Meski rata-rata faktor penyebab infeksi tersebut dapat dihindari, namun beberapa faktor meningkatkan risiko seseorang mengalami infeksi jamur kuku.

Ada faktor-faktor risiko yang sulit dihindari, seperti usia. Mereka yang berusia lebih dari 65 tahun cenderung lebih mudah terinfeksi jamur kuku. Begitu juga orang-orang dengan sistem imun yang lemah.

Tapi, ada juga faktor risiko yang sifatnya sebetulnya eksternal dan sangat bisa dihindari. Sebagai contoh, kebiasaan memakai kuku palsu, berenang di kolam renang umum, serta kebiasaan menggunakan sepatu tertutup.

Di samping itu, penyakit atau cedera juga dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena jamur kuku. Penderita diabetes atau penyakit lain yang menyebabkan sirkulasi darah kurang baik misalnya, berisiko lebih tinggi mengalami infeksi ini. Cedera pada kuku atau pada kulit di sekitar kuku juga berisiko.

Jamur ini biasanya lebih banyak menginfeksi orang dewasa dibanding anak-anak. Sebab semakin bertambahnya usia, performa sistem sirkulasi semakin menurun. Kuku juga tumbuh lebih lambat dan cenderung menebal seiring berjalannya waktu.

Riwayat keluarga yang sering mengalami infeksi jamur kuku juga membuat seseorang lebih berisiko mengalami hal serupa. Tidak hanya itu, tampaknya gender juga memegang peranan di sini. Dari banyak kasus yang terjadi, infeksi ini lebih banyak ditemukan pada laki-laki daripada perempuan.

Lalu, bagaimana caranya untuk mengetahui bahwa Anda sedang mengalami infeksi jamur kuku?

Karena reaksinya yang kadang menyerupai infeksi lain, maka untuk memastikan ada atau tidaknya infeksi jamur kuku, Anda perlu memeriksakan diri ke dokter. Dokter biasanya akan mengirim sampel kuku ke laboratorium untuk dilakukan pemeriksaan. Jika terkonfirmasi adanya infeksi jamur pada kuku, maka dokter akan memberikan perawatan yang sesuai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *