Manfaat Sehat dan Menyegarkan Jicama

Apakah Anda salah satu penggemar jicama? Di Indonesia, jicama dikenal dengan nama bengkoang. Sering dianggap sebagai buah, sesungguhnya jicama adalah sayuran akar berbentuk bundar yang memiliki kulit cokelat keemasan dengan daging berwarna putih. Jicama adalah akar tanaman yang memproduksi kacang mirip seperti kacang lima. Akan tetapi, kacang dari tanaman jicama beracun dan tidak dapat dikonsumsi. Jicama berasal dari negara Meksiko, yang kemudian menyebar ke Filipina dan negara-negara Asia lainnya. Tanaman jicama dapat tumbuh dengan maksimal di daerah-daerah beriklim tropis. Selain rasanya yang lezat, jicama memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, mulai dari sumber antioksidan yang baik hingga kemampuannya dalam meningkatkan kesehatan jantung. Artikel ini akan membahasnya dengan lebih mendalam. 

Jicama memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh karena kandungan nutrisinya yang lemak. Kebanyakan kalori jicama berasal dari karbohidrat, dengan sisanya berasal dari protein dan lemak. Jicama juga mengandung vitamin dan mineral yang penting, serta sumber serat yang melimpah. Misalnya, dalam 130 gram jicama mengandung nutrisi seperti 49 kalori, 12 gram karbohidrat, 1 gram protein, 0,1 gram lemak, 6,4 grm serat, 44 persen RDI vitamin C, 4 persen RDI folate, 4 persen RDI zat besi, 4 persen RDI magnesium, 6 persen RDI potassium, dan 4 persen RDI mangan. Jicama juga mengandung vitamin E, riboflavin, thiamine, vitamin B6, asam pantothenic, kalsium, fosfor, zinc, dan tembaga dalam jumlah yang sedikit. Sayuran akar ini rendah kalori dan tinggi kandungan serat dan air, menjadikannya makanan yang cocok bagi Anda yang ingin menurunkan berat badan. Hanya dalam 130 gram jicama saja sudah mengandung 17 persen RDI serat untuk pria dan 23 persen RDI serat untuk wanita. Jicama juga merupakan sumber vitamin C yang sangat baik. Vitamin C adalah vitamin larut dalam air esensial yang bertindak sebagai antioksidan di dalam tubuh dan dibutuhkan untuk berbagai reaksi enzim. 

  • Kaya kandungan antioksidan

Jicama mengandung beberapa antioksidan, sebuah senyawa tanaman bermanfaat yang dapat membantu mencegah kerusakan sel. 130 gram jicam mengandung hampir setengah RDI untuk antioksidan vitamin C. Jicama juga mengandung antioksidan vitamin E, selenium, dan beta-carotene. Antioksidan membantu melindungi tubuh dari kerusakan sel  akibat radikal bebas, molekul berbahaya yang dapat menyebabkan stres oksidatif. Stres oksidatif ini telah dihubungkan dengan beberapa penyakit kronis seperti kanker, diabetes, penyakit kardiovaskular, dan penurunan kognitif. Untungnya, diet makanan tinggi antioksidan seperti jicama dapat membantu melawan stres oksidatif dan dapat mengurangi risiko menderita penyakit kronis. Faktanya, studi telah menghubungkan antioksidan di buah dan sayur dapat menurunkan risiko penyakit jantung, diabetes, obesitas, dan Alzheimer. 

  • Menyehatkan pencernaan

Serat dapat membantu meningkatkan massa kotoran. Hal ini dapat membantu menggerakkan kotoran dengan lebih mudah melalui saluran pencernaan. 130 gram jicama mengandung 6,3 gram serat, yang mana dapat membantu memenuhi kebutuhan asupan serat setiap harinya. Jicama juga mengandung serat yang bernama inulin. Penelitian menunjukkan bahwa inulin dapat meningkatkan frekuensi buang air besar hingga 31 persen pada mereka yang menderita konstipasi. 

Jicama merupakan makanan yang sehat yang perlu Anda tambahkan ke dalam diet harian Anda. Jicama kaya akan beberapa kandungan nutrisi, seperti serat dan antioksidan, yang mana dapat memberikan manfaat kesehatan seperti meningkatkan kesehatan pencernaan, membantu menurunkan berat badan dan mengurangi risiko penyakit kronis berbahaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *