Mengapa Biaya Rapid Test Lebih Murah?

Sekitar 1 dari 3 orang yang terinfeksi COVID-19 tidak menunjukkan gejala apapun namun masih bisa menularkan ke orang lain. Anda perlu melakukan rapid test dua kali per minggu (setiap 3 atau 4 hari) untuk memeriksa apakah Anda memiliki virus ini di dalam tubuh. Untungnya, biaya rapid test terbilang murah, sehingga Anda tidak akan menghabiskan banyak uang ketika harus melakukan tes ini dengan rutin. Jika rapid test Anda memberikan hasil yang positif, lakukan isolasi mandiri. Hal ini akan membantu menghentikan persebaran virus. 

Tes untuk orang-orang yang tidak memiliki gejala COVID-19 disebut dengan tes aliran lateral rapid. Biaya rapid test ini terbilang lebih terjangkau dibandingkan dengan tes PCR yang membutuhkan analisa laboratorium. Dalam rapid test, “cotton bud” panjang akan dimasukkan ke dalam hidung Anda untuk mengambil lendir dan sel. Rapid test dapat memberikan hasil dengan cepat, bahkan kurang dari 30 menit. Petugas medis akan menggunakan alat yang mirip dengan tes kehamilan, dan rapid test tidak perlu dikirim ke laboratorium. Anda bisa melakukan rapid test di rumah, dan jika hasil dari rapid test menunjukkan Anda memiliki infeksi ini, Anda dan orang-orang yang tinggal dengan Anda perlu melakukan isolasi mandiri. 

Positif palsu rapid test

Rapid test jarang memberikan hasil positif palsu. Positif palsu adalah ketika Anda mendapatkan hasil positif menderita COVID-19 ketika kenyataannya Anda tidak memiliki infeksi ini. Pada tinjauan studi bulan Maret 2021, para peneliti menemukan bahwa rapid test dapat dengan benar memberikan hasil positif COVID-19 sebesar 99,6 persen. 

Biaya rapid test yang murah hadir dengan sisi buruk dari tes ini, yaitu tes kurang akurat dibandingkan dengan tes PCR. Namun, meskipun kemungkinan hasil negatif palsu relatif cukup tinggi, rapid test COVID-19 dapat menawarkan beberapa manfaat tertentu dibandingkan dengan tes PCR. Rapid test dapat menyediakan hasil dalam waktu beberapa menit (dan bukan beberapa hari), lebih mudah dilakukan dan akses yang mudah untuk orang banyak (dibandingkan dengan tes laboratorium), lebih murah dibandingkan dengan tes laboratorium, dan tidak membutuhakn ahli atau laboratorium. Banyak bandar udara, arena, taman bermain, dan daerah-daerah yang banyak dikunjungi oleh masyarakat publik menyediakan rapid test COVID-19 untuk memeriksa potensi kasus positif. Penting untuk diingat bahwa rapid test tidak akan menangkap setiap kasus COVID-19, namun tes ini dapat mengetahui beberapa kasus yang mungkin tidak akan ditemukan tanpanya. 

Jika hasil rapid test Anda menunjukkan bahwa Anda tidak memiliki coronavirus, namun Anda memiliki gejala COVID-19, ada kemungkinan Anda mendapatkan hasil negatif palsu. Oleh sebab itu, disarankan bagi Anda untuk mengonfirmasi hasil negatif tersebut dengan tes PCR yang lebih akurat. Tes PCR umumnya lebih akurat dibandingkan dengan rapid test. Biaya tes PCR memang jauh lebih mahal dibandingkan dengan biaya rapid test. Namun, ada biaknya Anda mendapatkan tes ini guna memastikan apakah Anda memiliki infeksi COVID-19 dalam tubuh atau tidak. Ini penting agar Anda bisa mendapatkan perawatan segera, mencegah terjadinya komplikasi, serta mencegah penyebaran virus karena Anda dapat menularkan coronavirus ke orang lain. 

Penelitian menunjukkan bahwa rapid test COVID-19 paling akurat ketika digunakan pada minggu pertama gejala bermula. Risiko mendapatkan hasil negatif palsu relatif lebih tinggi terjadi pada rapid test dibandingkan dengan tes PCR. Untuk informasi seputar prosedur dan biaya rapid test, hubungi klinik terdekat. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *