Penyebab Sembelit yang Perlu Diwaspadai

penyebab sembelit

Frekuensi normal buang air besar (BAB) manusia memang tidak seragam. Kondisi tubuh dan apa yang mereka makan menjadi faktor pembeda. Namun, jika berpatokan dengan hasil studi ilmiah, normalnya orang BAB tiga kali setiap harinya. Artinya, bila frekuensi BAB seseorang di bawah itu, mereka dapat disebut mengalami sembelit. Menarik mengetahui berbagai kemungkinan penyebab sembelit.

Sembelit atau konstipasi merupakan sebuah gangguan atau masalah pada sistem pencernaan seseorang. Sebenarnya, sembelit tidak melulu soal jumlah atau frekuensi. Secara lebih luas, sembelit dapat dipahami sebagai kondisi di mana seseorang sulit untuk buang air besar. Seperti misalnya kondisi feses (kotoran) yang keras, juga dapat disebut sebagai salah satu manifestasi dari sembelit.

Biasanya, dunia medis mengkategorikan seseorang mengalami sembelit jika dalam satu pekan, dia hanya buang air besar kurang dari tiga kali. Umumnya, penyebab sembelit terjadi karena usus besar atau kolon menyerap terlalu banyak air dari feses. 

Ada banyak sekali hal yang menimbulkan kondisi tersebut. Akan tetapi, pola makan jadi salah satu penyebab utama. Tapi, Anda perlu mengetahui penyebab sembelit lain, yang mungkin, sering kali tak terdeteksi. Pasalnya, kondisi-kondisi yang akan disebut di bawah ini kerap tak disadari—makanya, kemungkinannya jadi semakin besar.

Kondisi yang dimaksud adalah kebiasaan seseorang sehari-hari, antara lain:

  • Terlalu lama dalam posisi duduk

Gaya hidup modern memungkinkan seseorang kurang bergerak. Kondisi ini disebut-sebut lebih buruk akibatnya dari penyebab sembelit lain, seperti misalnya kelebihan berat badan. Posisi duduk dalam waktu lama akan mengangkat usus besar seseorang. Lama kelamaan, kondisi ini akan menghambat BAB, dan akhirnya menyebabkan sembelit. 

Untuk menghindarinya, seseorang bisa beristirahat secara teratur untuk berdiri atau melakukan pergerakan lain. Anda bisa berjalan dan berjongkok agar kondisi pencernaan Anda tetap sehat. Sebab dua Gerakan tersebut sangat efektif untuk melancarkan buang air besar.

  • Makan dengan cepat

Banyak narasi yang menganjurkan seseorang untuk makan secara perlahan. Pasalnya, cara makan seperti itu punya banyak keuntungan, salah satunya terhindar dari sembelit. Makan terlalu cepat jadi kebiasaan yang bisa jadi penyebab sembelit karena mekanisme kerja pencernaan seseorang tak dapat mengimbangi intensitas makanan yang dimasukkan ke perut.

Mudahnya, jika seseorang makan dengan cepat, potongan makanan yang lebih besar tidak akan terurai atau diserap seluruhnya sebelum pindah ke usus besar. Selain itu, kebiasaan ini juga memicu sistem fight-or-flight Anda. Ketika Anda terburu-buru untuk menghabiskan makanan, tubuh Anda dapat mengartikannya sebagai tekanan.

  • Kerap menahan BAB

Kebelet atau perasaan ingin BAB di waktu dan situasi yang tidak tepat memang menjengkelkan. Kita kadang dipaksa untuk menunda atau menahan “panggilan alam” itu hingga mendapat kesempatan yang ideal. 

Masalahnya, kebiasaan seperti ini perlahan akan menimbulkan efek tertentu bagi kondisi pencernaan seseorang, salah satunya adalah sembelit. Pasalnya, apabila seseorang sering menahan BAB, usus besar dapat meregang sehingga seseorang tidak lagi mendapat dorongan teratur untuk buang air besar. Inilah yang pada akhirnya akan menyebabkan sembelit.

  • Mengonsumsi obat penghilang rasa sakit

Obat penghilang rasa sakit, apapun jenis atau bentuknya termasuk obat-obatan yang dijual bebas seperti Tylenol dan ibuprofen, serta obat resep seperti hidrokodon dan oxycontin, berpotensi besar menjadi penyebab sembelit. Pasalnya, obat-obatan ini mengikat reseptor yang sama di perut, mengumpulkan seluruh sistem pencernaan serta rasa sakit Anda.

Obat penghilang rasa sakit sebaiknya tidak digunakan lebih dari 30 hari jika memungkinkan. Selama waktu itu, Anda harus melakukan segala upaya untuk menyelesaikan cedera yang mendasarinya atau menemukan cara lain untuk mengobati rasa sakit. Sementara itu, gunakan pelunak feses setiap hari bersama dengan obat penghilang sakit.

***

Beberapa kebiasaan tersebut bisa dihindari atau setidak-tidaknya dikurangi. Sedikit upaya dari Anda untuk mengubah kebiasaan tersebut, bisa memiliki dampak besar bagi kondisi pencernaan Anda nantinya. Ada baiknya seseorang mulai memerhatikan kebiasaan-kebiasaan penyebab sembelit di atas secara serius jika tak ingin repot dengan urusan yang sebenarnya dapat dihindari ini. Perlu diingat pula bahwa sembelit memang terkesan sepele, tetapi andai dibiarkan berlarut-larut, bukan tidak mungkin ia akan berkembang menjadi penyakit yang lebih serius.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *