Ketahui Gejala dan Penyebab dari Pipi Bengkak

Ketahui Gejala dan Penyebab dari Pipi Bengkak

Pipi bengkak bisa terjadi karena sejumlah alasan, mulai dari karena cedera ringan pada wajah, hingga infeksi atau masalah kesehatan mendasar yang justru lebih serius. Pipi bengkak juga bisa disebabkan karena cedera pada wajah, abses gigi, batu ludah, infeksi, dan tumor kelenjar ludah. 

Penyebab Pipi Bengkak

Ada berbagai masalah yang bisa menjadi penyebab satu atau kedua pipi bengkak. Berikut penyebab pipi bengkak yang perlu Anda ketahui, ada penyebab yang serius ada juga yang ringan.

Cedera Wajah

Cedera akibat jatuh atau terkena pukulan atau terbentur benda tumpul juga dapat merusak jaringan lunak dan tulang di wajah, yang dapat mengakibatkan pembengkakan dan nyeri pada wajah dan pipi. Cedera ringan sering sembuh dengan sendirinya, tetapi jika Anda khawatir cedera akan bisa menjadi parah, maka harus segera mencari pertolongan dari petugas medis.

Abses Gigi

Kerusakan gigi adalah suatu gangguan kesehatan mulut yang dapat terjadi ketika asam memecah lapisan email gigi. Pembusukan yang tidak diobati dapat menyebabkan infeksi di sekitar akar gigi. Jika infeksi gigi menjadi lebih parah dan menimbulkan kantung berisi nanah, yang disebut abses juga menyebabkan pipi bengkak.

Infeksi pada Kelenjar Ludah

Infeksi pada kelenjar ludah biasa disebut dengan nama gondongan. Pada umumnya, gondongan menimbulkan gejala seperti pipi bengkak, sakit kepala, demam, lelah, nyeri otot atau kedinginan, kehilangan nafsu makan

Muncul Batu Air Liur atau Sialolithiasis

Batu air liur atau ludah adalah endapan kalsium yang terbentuk di kelenjar ludah. Batu ludah paling sering terjadi pada orang yang berusia 30 hingga 60 tahun dan lebih sering terjadi pada laki-laki. Penyebab pasti dari batu saliva masih belum diketahui. Namun, batu air ludah juga dapat terbentuk ketika bakteri dan partikel makanan memasuki kelenjar ludah.

Jika seseorang tidak menerima pengobatan, batu saliva dapat menyumbat saluran saliva dan menyebabkan infeksi. Gejala kelenjar ludah yang terinfeksi dapat meliputi:

  • bengkak di satu pipi, yang terkadang terasa hangat
  • sensitivitas atau rasa sakit di daerah tersebut
  • kesulitan atau rasa sakit saat mengunyah atau berbicara
  • keluarnya cairan berbau busuk dari kelenjar yang terinfeksi
  • demam

Limfadenitis

Limfadenitis merupakan pembengkakan kelenjar getah bening yang merupakan respons terhada infeksi. Jika infeksi terjadi di kepala atau leher, dapat menyebabkan pipi bengkak, baik di salah satu atau kedua pipi sekaligus. 

Selulitis

Selulitis terjadi ketika lemak atau jaringan lunak di bawah kulit yang terkena infeksi bakteri. Selain menimbulkan pembengkakan wajah, gejala lain dari selulitis termasuk:

  • kulit terasa hangat
  • rasa sakit atau nyeri di daerah yang terkena infeksi
  • demam
  • panas dingin.

Perikoronitis

Perikoronitis adalah peradangan pada gusi di sekitar gigi yang baru muncul sebagian. Tumbuhnya geraham ketiga, atau gigi bungsu merupakan penyebab paling umum terjadinya pipi bengkak. Perikoronitis juga terkadang dapat menyebabkan rasa sakit yang hebat.

Hipotiroidisme

Hipotiroidisme mengacu pada kelenjar tiroid yang tidak mampu menghasilkan hormon secara cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Kenaikan berat badan dan bengkak di wajah adalah gejala umum dari hipotiroidisme. Gejala hipotiroidisme yang lain termasuk:

  • kelelahan
  • nyeri otot dan sendi
  • sensitivitas terhadap suhu dingin
  • Kurang berkeringat
  • periode menstruasi menjadi tidak teratur
  • sembelit
  • denyut jantung jadi lambat.

Sindrom Cushing

Sindrom Cushing terjadi karena kelenjar adrenal memproduksi hormon kortisol dalam jumlah yang terlalu banyak. Orang dengan sindrom Cushing mungkin mengalami kenaikan berat badan dan bengkak di wajah seperti pipi bengkak. Gejala dari sindrom Cushing yang lain termasuk:

  • peningkatan lemak di atau dekat pangkal leher
  • timbul massa lemak, atau punuk, di antara bahu
  • muncul stretch mark ungu di perut, payudara, pinggul, atau ketiak
  • kelemahan otot atau tulang.

Sindrom Sjogren

Sindrom Sjogren adalah penyakit autoimun kronis kondisi di mana sel darah putih menyerang kelenjar ludah dan air mata. Orang dengan sindrom Sjogren dapat mengalami pembengkakan pada kelenjar ludah, yang dapat membuat pipi bengkak. Gejala lain dari sindrom Sjogren meliputi :

  • kekeringan berlebihan pada mulut dan hidung
  • batuk kronis
  • kekeringan pada vagina
  • mata kering, gatal, atau terasa terbakar
  • mati rasa atau kesemutan di tangan dan kaki
  • kelelahan
  • pandangan menjadi kabur
  • kesulitan menelan atau berbicara.

Pipi bengkak baik di salah satu pipi atau keduanya sekaligus bisa mengubah penampilan Anda dan terkadang menimbulkan kekhawatiran. Akan tetapi, pipi bengkak tidak selalu menunjukkan masalah yang serius. Jika pipi bengkak mulai mengkhawatirkan, maka segeralah berkonsultasi kepada dokter agar bisa mendapatkan penanganan dan pengobatan yang tepat dan cepat.