Mengenal Penyakit Diabetes Melitus Tipe 2

diabetes militus tipe 2 dapat menyebabkan komplikasi kesehatan

Diabetes merupakan salah satu kondisi kesehatan yang banyak dijumpai di seluruh dunia, dengan 8,5 persen populasi manusia hidup dengan kondisi ini. Diabetes melitus tipe 2 merupakan jenis diabetes yang mungkin paling sering Anda dengar. Penelitian yang terus dilakukan selama beberapa tahun belakangan ini telah meningkatkan diagnosa, perawatan, dan pengetahuan tentang diabetes melitus tipe 2. Artikel ini akan membahas hal-hal apa saja tentang kondisi ini yang perlu Anda ketahui. 

Kondisi kronis dan saat ini tidak ada obatnya

Diabetes melitus tipe 2 merupakan sebuah kondisi ketika tubuh memiliki masalah dalam mengatur kadar gula darah. Hal ini disebabkan karena ketidakmampuan tubuh dalam membuat atau menggunakan insulin, sebuah hormon yang mengatur gula darah; baik karena tubuh tidak mampu memproduksi cukup insulin, atau sel-sel tubuh menjadi resisten dan tidak dapat menggunakan insulin untuk metabolisme glukosa. Sebagai hasil dari resistensi selular, banyak sel-sel yang ada di dalam tubuh Anda tidak mampu mendapatkan energi yang mereka butuhkan untuk berfungsi dengan baik, sehingga menyebabkan gangguan kesehatan. Diabetes merupakan sebuah kondisi yang kronis, dan akan terus ada dalam waktu yang sangat lama. Saat ini, penyakit ini tidak memiliki obat. 

Jumlah penderita terus bertambah, terutama pada remaja

Jumlah orang yang menderita diabetes di seluruh dunia terus meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 1980, penderita diabetes mencapai 108 juta. Kini, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) ada lebih dari 422 juta di seluruh dunia, dengan diabetes militus tipe 2 menjadi jenis yang paling banyak dijumpai. Yang lebih mengkhawatirkan adalah kasus diabetes militus tipe 2 dulunya hanya terlihat pada orang-orang dewasa saja. Namun, kini banyak anak muda dan remaja yang didiagnosa menderita penyakit ini. Ini disebabkan karena diabetes militus tipe 2 dihubungkan karena indeks massa tubuh (BMI) yang lebih tinggi dan obesitas, sebuah kondisi yang kini semakin umum dijumpai diderita oleh para remaja saat ini. 

Dapat tidak terdeteksi selama bertahun-tahun

Banyak kasus diabetes militus tipe 2 tidak terdiagnosa karena kurangnya gejala yang timbul serta karena orang tidak menyadari gejala yang dimiliki disebabkan karena diabetes. Penyebab gejala seperti kelelahan, rasa lapar yang meningkat, dan mudah haus terkadang sulit untuk diketahui. Gejala-gejala tersebut juga berkembang setelah beberapa tahun. Oleh karena itu, sangat penting bagi Anda untuk rutin memeriksakan diri. Mereka yang berusia 45 ke atas perlu mendapatkan tes diabetes, terutama apabila memiliki berat badan berlebih. Apabila Anda gemuk dan berusia di bawah 45 tahun, Anda bisa mendapatkan tes yang serupa, mengingat obesitas dan berat badan berlebih merupakan salah satu faktor risiko diabetes tipe 2. 

Dapat menyebabkan komplikasi kesehatan yang serius

Apabila dibiarkan tidak terdiagnosa dan tidak dirawat, diabetes militus tipe 2 dapat menyebabkan komplikasi kesehatan yang dapat mengancam nyawa. Penyakit kardiovaskular, penyakit mata diabetes, penyakit ginjal, kerusakan saraf, gangguan pendengaran, serta meningkatnya risiko stroke dan penyakit Alzheimer merupakan jenis-jenis komplikasi yang bisa Anda miliki apabila

tidak dirawat. Guna mengurangi risiko-risiko tersebut, menjaga kadar gula darah, kolesterol, dan tekanan darah merupakan hal yang sangat penting. Deteksi dan perawatan dini, gaya hidup yang sehat (misalnya tidak mengonsumsi alkohol dan hindari merokok atau berada di dekat orang yang aktif merokok), dan pemeriksaan teratur merupakan kunci penting dalam mencegah komplikasi diabetes militus tipe 2.