Diapil 12 Kapsul untuk Diabetes, Bagaimana Efektivitasnya?

Ada banyak cara yang bisa dilakukan guna meringankan gejala diabetes. Salah satunya adalah menggunakan obat herbal tradisional seperti Dami Sariwana Diapil 12 Kapsul.

Anda mungkin bertanya-tanya, bagaimana obat herbal bisa mengatasi diabetes? Karena terbuat dari bahan alami, obat herbal mengobati gejala diabetes secara alami juga. Anda bisa merasakan manfaat signifikan dari menggunakan bahan-bahan herbal untuk diabetes.

Cara kerja obat herbal dalam mengobati diabetes

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, obat herbal bekerja dengan bahan-bahan alami yang ada di dalamnya. Anda bisa memilih untuk menggunakan obat herbal, suplemen, maupun keduanya di saat yang bersamaan.

Akan tetapi, perlu diingat bahwa obat jenis apa pun, termasuk obat herbal sekalipun, tidak bisa menggantikan insulin. Karena itu, bagi Anda yang perlu menjalani terapi insulin untuk mengatasi diabetes, jangan bergantung sepenuhnya hanya kepada obat herbal saja. 

Jika ingin menggunakan obat herbal untuk mengatasi diabetes, perhatikan hal-hal berikut ini:

1. Bukan pengganti obat medis

Perlu diketahui juga bahwa tidak ada suplemen yang mampu memperbaiki pankreas yang berhenti memproduksi insulin. Sebaliknya, suplemen dan obat-obatan herbal seperti Diapil 12 Kapsul dimaksudkan untuk bekerja secara sinergis dengan rencana perawatan lainnya yang lebih komprehensif.

Dengan kata lain, sebagai penderita diabetes, Anda tetap memerlukan pengobatan medis dari dokter. Penggunaan obat herbal akan meningkatkan efektivitas pengobatan menjadi lebih cepat. 

2. Bekerja dengan memberikan nutrisi

Ketika seseorang mengalami diabetes, tubuhnya akan kekurangan berbagai macam nutrisi. Di sinilah obat herbal bisa memberikan bantuan. 

Obat herbal untuk diabetes bisa digunakan untuk menggantikan nutrisi yang hilang, menurunkan kadar glukosa, menurunkan resistensi insulin, serta mengurangi peradangan pada tubuh yang merupakan komplikasi dari diabetes.

Perhatian saat meminum obat herbal Diapil 12 Kapsul

Ketika akan meminum obat apapun, termasuk obat herbal Dami Sariwana Diapil 12 Kapsul, ada beberapa hal yang perlu Anda beri perhatian khusus. Berikut ini hal-hal tersebut:

1. Diminum hanya jika benar-benar menderita diabetes

Obat herbal bukan ditujukan untuk orang-orang yang ingin melakukan upaya pencegahan dari diabetes. Karena itu, Anda tidak boleh meminumnya jika belum benar-benar yakin bahwa Anda adalah penderita diabetes.

Jika Anda sudah didiagnosa oleh dokter sebagai penderita diabetes, barulah Anda boleh menggunakan obat herbal ini sebagai alternatif pengobatan tambahan. 

3. Tidak bisa menggantikan obat

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, obat herbal bekerja dengan sinergis bersamaan dengan perawatan medis. Anda tidak dianjurkan untuk bergantung sepenuhnya pada penggunaan obat herbal untuk mengatasi diabetes Anda. 

Selalu konsultasikan pada dokter sebelum menggunakan obat herbal. Dokter bisa memberikan arahan mengenai cara menggunakan obat herbal untuk diabetes yang baik dan benar. 

4. Efek samping dan risiko

Setiap jenis obat pasti memiliki efek samping. Hal ini juga berlaku pada obat herbal. Hanya saja, efek samping yang kemungkinan akan dialami oleh pengguna tentu berbeda-beda.

Salah satu efek samping yang mungkin timbul adalah reaksi alergi. Selain itu, bisa saja obat herbal melumpuhkan kemampuan obat dari dokter untuk mengobati gejala diabetes Anda. Efek samping dan risiko seperti ini harus selalu Anda waspadai.

Meskipun terbuat dari bahan alami, selalu usahakan untuk menggunakan obat herbal dengan bijak. Jika gejala diabetes yang Anda alami cenderung ringan, Anda mungkin bisa menggunakan Diapil 12 Kapsul untuk salah satu cara penyembuhan. 

Mengenal Penyakit Diabetes Melitus Tipe 2

diabetes militus tipe 2 dapat menyebabkan komplikasi kesehatan

Diabetes merupakan salah satu kondisi kesehatan yang banyak dijumpai di seluruh dunia, dengan 8,5 persen populasi manusia hidup dengan kondisi ini. Diabetes melitus tipe 2 merupakan jenis diabetes yang mungkin paling sering Anda dengar. Penelitian yang terus dilakukan selama beberapa tahun belakangan ini telah meningkatkan diagnosa, perawatan, dan pengetahuan tentang diabetes melitus tipe 2. Artikel ini akan membahas hal-hal apa saja tentang kondisi ini yang perlu Anda ketahui. 

Kondisi kronis dan saat ini tidak ada obatnya

Diabetes melitus tipe 2 merupakan sebuah kondisi ketika tubuh memiliki masalah dalam mengatur kadar gula darah. Hal ini disebabkan karena ketidakmampuan tubuh dalam membuat atau menggunakan insulin, sebuah hormon yang mengatur gula darah; baik karena tubuh tidak mampu memproduksi cukup insulin, atau sel-sel tubuh menjadi resisten dan tidak dapat menggunakan insulin untuk metabolisme glukosa. Sebagai hasil dari resistensi selular, banyak sel-sel yang ada di dalam tubuh Anda tidak mampu mendapatkan energi yang mereka butuhkan untuk berfungsi dengan baik, sehingga menyebabkan gangguan kesehatan. Diabetes merupakan sebuah kondisi yang kronis, dan akan terus ada dalam waktu yang sangat lama. Saat ini, penyakit ini tidak memiliki obat. 

Jumlah penderita terus bertambah, terutama pada remaja

Jumlah orang yang menderita diabetes di seluruh dunia terus meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 1980, penderita diabetes mencapai 108 juta. Kini, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) ada lebih dari 422 juta di seluruh dunia, dengan diabetes militus tipe 2 menjadi jenis yang paling banyak dijumpai. Yang lebih mengkhawatirkan adalah kasus diabetes militus tipe 2 dulunya hanya terlihat pada orang-orang dewasa saja. Namun, kini banyak anak muda dan remaja yang didiagnosa menderita penyakit ini. Ini disebabkan karena diabetes militus tipe 2 dihubungkan karena indeks massa tubuh (BMI) yang lebih tinggi dan obesitas, sebuah kondisi yang kini semakin umum dijumpai diderita oleh para remaja saat ini. 

Dapat tidak terdeteksi selama bertahun-tahun

Banyak kasus diabetes militus tipe 2 tidak terdiagnosa karena kurangnya gejala yang timbul serta karena orang tidak menyadari gejala yang dimiliki disebabkan karena diabetes. Penyebab gejala seperti kelelahan, rasa lapar yang meningkat, dan mudah haus terkadang sulit untuk diketahui. Gejala-gejala tersebut juga berkembang setelah beberapa tahun. Oleh karena itu, sangat penting bagi Anda untuk rutin memeriksakan diri. Mereka yang berusia 45 ke atas perlu mendapatkan tes diabetes, terutama apabila memiliki berat badan berlebih. Apabila Anda gemuk dan berusia di bawah 45 tahun, Anda bisa mendapatkan tes yang serupa, mengingat obesitas dan berat badan berlebih merupakan salah satu faktor risiko diabetes tipe 2. 

Dapat menyebabkan komplikasi kesehatan yang serius

Apabila dibiarkan tidak terdiagnosa dan tidak dirawat, diabetes militus tipe 2 dapat menyebabkan komplikasi kesehatan yang dapat mengancam nyawa. Penyakit kardiovaskular, penyakit mata diabetes, penyakit ginjal, kerusakan saraf, gangguan pendengaran, serta meningkatnya risiko stroke dan penyakit Alzheimer merupakan jenis-jenis komplikasi yang bisa Anda miliki apabila

tidak dirawat. Guna mengurangi risiko-risiko tersebut, menjaga kadar gula darah, kolesterol, dan tekanan darah merupakan hal yang sangat penting. Deteksi dan perawatan dini, gaya hidup yang sehat (misalnya tidak mengonsumsi alkohol dan hindari merokok atau berada di dekat orang yang aktif merokok), dan pemeriksaan teratur merupakan kunci penting dalam mencegah komplikasi diabetes militus tipe 2.