Lopamid, Pilihan Tepat Atasi Diare Kronis

Diare kronis merupakan penyakit dari gangguan pencernaan yang tidak boleh dianggap remeh dan memerlukan perawatan yang khusus. Diare kronis bisa bertahan hingga lebih dari 2 minggu bila tidak segera diatasi. Maka dari itu, lebih baik segera atasi diare kronis sebelum semakin membahayakan diri Anda. Anda bisa menggunakan Lodia Table yang mengandung lopamid sebagai langkah penanganan awal dari diare kronis.

Lodia tablet sangat ampuh untuk meredakan diare atau buang air besar yang terjadi secara terus menerus sehingga tepat jika dikonsumsi untuk penanganan awal bila mengalami diare. Obat ini mengandung zat aktif loperamide HCL yang bermanfaat untuk mengendalikan diare yang berhubungan dengan radang usus. 

Penyebab dari diare kronis ini beragam sehingga diperlukan juga penanganan yang berbeda berdasarkan dari penyebabnya. Berikut ini beberapa penyebab dari diare kronis yang mungkin saja terjadi pada Anda.

  1. Gaya hidup tidak sehat

Gaya hidup yang tidak sehat sangat memengaruhi kesehatan tubuh Anda termasuk dalam menjadi penyebab dari diare kronis. Berikut ini beberapa gaya hidup tidak sehat yang bisa jadi pemicu gangguan pencernaan kronis.

  • Alkohol atau kafein

Mengonsumsi minuman berkafein secara berlebihan dapat menyebabkan buang air besar menjadi sangat cair. Begitu pun jika Anda mengonsumsi alkohol dalam batas yang tidak wajar.

  • Makanan tinggi gula

Bila Anda terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung gula dan pemanis buatan seperti sorbitol, manitol, fruktosa, serta laktosa dapat menyebabkan diare.

  • Konsumsi obat atau ramuan herbal

Jika Anda sering mengonsumsi teh herbal atau ramuan yang mengandung pencahar alami seperti daun jati cina bisa mengalami diare kronis jika dikonsumsi secara berlebihan.

  1. Efek samping obat-obatan tertentu

Penggunaan obat – obatan tertentu baik dari resep dokter atau pun yang terjual bebas bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya diare konis. Obat – obatan antiobiotik seperti amoxicillin, cefpodoxime, dan ampicillin, obat pencahar buang air besar, antidepresan, antasida, dan obat – obatan kemoterapi bisa jadi pemicu terjadinya diare kronis.

  1. Infeksi

Adanya infeksi parasit, infeksi bakteri sampai infeksi virus bisa jadi penyebab diare kronis. Cyclospora, Entamoeba histolytica atau Giardia, microsporidia, Aeromonas, Campylobacter, Clostridium difficile, E. coli merupakan parasit dan bakteri yang bisa memicu diare dalam jangka panjang.

Pengobatan untuk diare kronis dapat dilakukan dengan beberapa pilihan. Semua pilihan ini disesuaikan dengan penyebab awalnya. Berikut ini beberapa pilihan penanganan dari diare kronis.

  1. Memberikan obat-obatan

Salah satu cara tercepat dalam mengatasi diare kronis adalah dengan mengonsumsi obat – obatan yang diberikan oleh dokter atau pun membelinya secara bebas di apotek. Obat – obatan seperti Loperamide, ondansetron, diosmectite, probiotik, antispasmodik, dan obat antiinflamasi merupakan jenis obat yang biasa diresepkan oleh dokter untuk mengatasi diare kronis.

  1. Mencukupi kebutuhan cairan

Jika Anda mengalami diare kronis, risiko dari dehidrasi sangat mungkin terjadi. Maka dari itu, Anda harus menambah asupan cairan harian lebih dari biasanya. Anda bisa mengonsumsi banyak air putih atau pun mengonsumsi kaldu dan sup hangat. 

  1. Mengubah pola makan

Hal lain yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi diare kronis adalah dengan mengubah pola makan menjadi lebih sehat. Anda bisa menghentikan mengonsumsi alkohol atau pun minuman berkafein dan bersoda. Anda pun bisa mengendalikan porsi makan menjadi lebih sedikit namun sering. 

Itulah beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi diare kronis selain mengonsumsi obat yang mengandung lopamid seperti Lodia tablet. Jika kondisi tidak kunjung membaik, segera periksakan diri ke dokter agar bisa mendapatkan penanganan yang tepat.

Obat Diare Entrostop Anak, Adakah Efek Sampingnya?

entrostop anak

Mengatasi diare dapat menggunakan berbagai macam obat, salah satunya adalah Entrostop Anak. Meskipun mengandung bahan herbal, ternyata obat ini punya efek samping, seperti apa?

Efek samping Entrostop Anak

Entrostop Anak mengandung bahan-bahan herbal pilihan seperti ekstrak daun teh, ekstrak daun jambu biji, jahe, dan kunyit. Daun jambu biji diketahui sebagai obat tradisional paling ampuh untuk mengatasi diare.

Buah jambu biji sendiri merupakan sumber vitamin C, serat, dan senyawa antioksidan lainnya yang cukup kaya. Antioksidan ini juga diketahui terdapat di bagian daunnya.

Selain diare, jambu biji juga kerap digunakan untuk mengatasi hipertensi. Walaupun begitu, sebenarnya belum ada bukti ilmiah yang cukup untuk mendukung manfaat tersebut.

Di sisi lain, terdapat juga efek samping yang bisa timbul dari konsumsi daun jambu biji ataupun Entrostop anak, yaitu sembelit atau konstipasi. Efek samping ini dapat timbul jika dikonsumsi secara berlebihan.

Apabila mengalami reaksi alergi atau efek samping yang tidak biasa, sebaiknya segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan medis. Kemudian sebaiknya Entrostop Anak tidak dikonsumsi oleh orang dengan kondisi kesehatan tertentu.

Alternatif obat diare untuk anak

Terdapat beberapa alternatif obat diare lainnya untuk anak apabila anak Anda tidak dapat mengonsumsi Entrostop Anak, antara lain:

1. Oralit

Oralit merupakan obat dengan larutan gula dan garam yang bertindak sebagai elektrolit pencegah dehidrasi. Dehidrasi muncul karena tubuh kurang cairan dan asupan nutrisi yang masuk ke dalam jaringan tubuh.

Garam membantu memperlambat kehilangan cairan, sementara gula membantu tubuh menyerap garam. Oralit dijual bebas di apotek, atau Anda bisa membuatnya sendiri.

2. Suplemen zinc

Suplemen atau obat zinc dapat diberikan kepada anak-anak yang mengalami diare. Obat zinc tersedia di apotek, puskesmas, maupun rumah sakit.

Anda dapat memberikan obat ini sebanyak sekali sehari selama 10 hari berturut-turut meskipun diare sudah berhenti. Obat zinc dapat membantu mengurangi keparahan gejala diare serta mencegah diare kembali selama 2-3 bulan ke depan. 

3. Probiotik

Satu cara lainnya untuk membantu pencernaan kembali seperti semula setelah diare adalah dengan mengonsumsi probiotik, yakni makanan atau suplemen yang mengandung bakteri baik hidup. Bakteri ini akan menggantikan atau menambah bakteri baik yang terdapat di saluran cerna.

Tidak semua probiotik bisa Anda konsumsi, dokter lebih menyarankan untuk mengonsumsi yogurt atau kefir. Pastikan keduanya tidak mengandung gula yang tinggi karena justru bisa memperburuk gejala diare.

Tips mencegah diare pada anak

  • Mencegah diare pada anak sangat mudah untuk dilakukan, berikut tipsnya:
  • Mencuci tangan secara menyeluruh untuk membunuh kuman dan bakteri
  • Vaksin rotavirus (untuk mencegah diare yang disebabkan oleh rotavirus)
  • Pastikan makanan dan minuman anak bersih saat bepergian ke luar negeri
  • Tidak mengkonsumsi daging atau ikan mentah

Komplikasi terberat dari diare adalah dehidrasi, dan umum terjadi pada anak-anak. Dehidrasi bisa menjadi ringan, sedang, atau bahkan berat atau serius.

Dehidrasi berat dapat menekan jantung dan paru-paru, dan berisiko menyebabkan syok yang dapat membahayakan nyawa. Oleh karena itu sangat penting untuk melakukan langkah-langkah untuk mengatasi sekaligus mencegah diare pada anak maupun orang dewasa.

Mengobati diare bisa menggunakan obat seperti Entrostop Anak atau obat alami lainnya. Namun jangan sembarangan memberikan obat atau perawatan yang berlebihan karena justru bisa berefek terbalik, dan sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

Attapulgite

Attapulgite

Attapulgite merupakan jenis obat yang dapat digunakan untuk mengatasi diare. Obat tersebut dapat bekerja dengan menyerap air sehingga tinja akan tampak padat.

Obat attapulgite dikategorikan sebagai obat bebas dimana obat tersebut tidak membutuhkan resep dokter. Obat attapulgite tersedia dalam

kemasan tablet dan dapat digunakan oleh orang dewasa dan anak-anak yang berusia di atas 6 tahun.

Dosis Obat Attapulgite

Jika Anda ingin menggunakan obat attapulgite untuk mengatasi diare, Anda dapat melakukannya. Namun, dosis yang diberikan harus sesuai anjuran dokter, karena kondisi yang dialami setiap pasien berbeda. Oleh karena itu, Anda disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Berikut adalah dosis yang digunakan pasien yang mengalami diare:

  • Dewasa dan anak yang berusia di atas 12 tahun

Jika pasien berada di usia tersebut, maka dosisnya adalah sebanyak 2 tablet setelah buang air besar. Jumlah maksimal tablet yang dapat digunakan adalah 12 tablet dalam 24 jam.

  • Anak yang berusia di antara 6 hingga 12 tahun

Jika pasien berada di usia tersebut, maka dosisnya adalah sebanyak 1 tablet setelah buang air besar. Jumlah maksimal tablet yang dapat digunakan adalah 6 tablet dalam 24 jam.

Efek Samping Obat Attapulgite

Sama seperti obat lain, obat attapulgite dapat menimbulkan efek samping pada tubuh. Efek samping yang bisa terjadi adalah sebagai berikut: sakit kepala, kembung, nyeri perut, sembelit, dan mual. Jika kondisi pasien memburuk, pasien dihimbau untuk menghubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Hal-hal Lain Tentang Obat Attapulgite

Selain efek samping di atas, jika kondisi Anda memburuk dan ingin bertemu dengan dokter, Anda perlu beritahu dokter jika Anda pernah mengalami kondisi berikut:

  • Asma.
  • Gangguan ginjal.
  • Obstruksi usus.
  • Hipersensitivitas.

Untuk informasi lebih lanjut tentang kondisi apa saja yang tidak dapat diatasi dengan obat attapulgite, Anda dapat melihatnya di kemasan obat tersebut.

Kondisi lain bisa terjadi pada pasien jika mereka mengkonsumsi obat attapulgite dengan obat lain. Jika pasien ingin menggunakan obat attapulgite dengan obat lain, pasien dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Dokter mungkin akan menggantikan dosis obat attapulgite jika pasien perlu menggunakannya secara bersamaan dengan obat lain.

Jika pasien mengkonsumsi obat attapulgite dengan obat lain, pasien bisa mengalami kondisi seperti menimbulkan efek antikolinergik karena menggunakan obat attapulgite dengan obat antihistamin, antipsikotik, antidepresan, dan obat anti Parkinson.

Jika Kondisi Anda Memburuk

Jika kondisi Anda memburuk, Anda sebaiknya hubungi dokter. Sebelum bertemu dengan dokter, Anda dapat mempersiapkan diri dengan beberapa hal sebagai berikut:

  • Daftar pertanyaan yang ingin Anda ajukan ke dokter.
  • Daftar gejala yang Anda alami.
  • Daftar riwayat medis (jika diperlukan).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter dapat menanyakan kondisi Anda seperti:

  • Kapan gejala tersebut terjadi?
  • Berapa lama kondisi tersebut terjadi?
  • Apakah Anda memiliki riwayat medis?

Setelah mengetahui kondisi Anda, dokter dapat menentukan pengobatan yang lebih cocok terhadap kondisi Anda.

Cara-cara untuk Mencegah Diare

Selain menentukan pengobatan yang lebih cocok, Anda juga dianjurkan untuk melakukan hal-hal di bawah untuk mencegah diare:

  • Mencegah dehidrasi

Salah satu cara untuk mengatasi diare adalah mengkonsumsi air putih secara rutin. Dehidrasi tidak hanya menyebabkan kekurangan cairan di dalam tubuh, namun juga dapat menimbulkan risiko yang lebih besar terhadap diare.

  • Mengkonsumsi makanan yang sehat

Anda juga sebaiknya mengkonsumsi makanan yang sehat, namun tidak mengkonsumsi makanan yang dapat membuat Anda mengalami diare seperti makanan pedas. Anda bisa mengkonsumsi makanan-makanan probiotik seperti sup miso, tempe, dan yogurt.

Kesimpulan

Obat attapulgite dapat mengatasi diare. Meskipun demikian, obat tersebut dapat memicu efek samping. Oleh karena itu, jika Anda ingin menggunakan obat attapulgite atau memperoleh informasi lebih lanjut tentang obat tersebut atau diare, Anda bisa tanyakan persoalan tersebut ke dokter.