Keunggulan Herbakof dari Produk Obat Batuk Lain

Keunggulan Herbakof dari Produk Obat Batuk Lain

Obat batuk masuk ke dalam kelompok obat yang dijual secara bebas di pasaran. Artinya, seseorang tak perlu resep dokter untuk bisa mendapatkan dan mengonsumsinya. Kenyataan ini membuat persaingan pasar di lini obat batuk menjadi meriah. Ada banyak sekali produk obat batuk, dengan beragam merek, yang beredar di pasaran. Masing-masing produsen pun mengklaim produknya lebih unggul dari produk lain. Lantas, apa yang “dijual” Herbakof untuk menarik konsumen?

Tak seperti kebanyakan produk obat batuk lain, yang diproduksi dengan bahan baku kimiawi, Herbakof memanfaatkan bahan-bahan herbal sebagai bahan utamanya. Namun, tak sekadar obat herbal, Herbakof percaya diri mendapuk dirinya sebagai obat batuk herbal modern (yang) asli Indonesia. Dasar dari klaimnya tersebut adalah penggunaan tanaman rempah endemik Indonesia yang diproses dengan Advanced Fractionation Technology sehingga menghasilkan fraksi Reconyl TM. 

Tak main-main, dalam proses pembuatannya, Herbakof ini sudah mengantongi hasil penelitian yang menyebut bahwa produknya berkhasiat meredakan batuk secara cepat dan aman. Semua itu diungkapkan oleh Executive Director Dexa Laboratories of Biomolecular Science (DLBS) PT Dexa Medica, Raymond Tjandrawinata, “HerbaKOF merupakan satu-satunya obat herbal yang diproses melalui teknologi Fraksinasi mutakhir.”

Tanaman herbal yang dimanfaatkan Herbakof itu adalah daun legundi, jahe gajah, daun saga, dan mahkota dewa. Proses ekstraksi bahan-bahan tersebut menghasilkan fraksi spesifik dari campuran ekstrak yang setara dengan simplisia 1 gram Vitex trifolia folium (legundi), 0.25 gram Zingiber officinale rhizome (jahe gajah), 0.25 gram Abrus precatorius folium (daun saga), dan 0.25 gram Phaleria macrocarpa (mahkota dewa).

Berdasarkan informasi yang didapat di website resmi Herbakof, obat ini aman digunakan dalam jangka panjang tanpa efek samping apa pun. Pasalnya, penggunaan bahan-bahan alami secara otomatis menghilangkan kemungkinan efek samping yang terdapat dalam obat batuk kimia, seperti mengantuk dan jantung berdebar.

Selain itu, Raymond menambahkan bahwa produknya mampu bekerja dengan cepat dalam meredakan batuk. “HerbaKOF yang telah diteliti khasiat dan keamanan melalui uji Toksikologi, menjadikan HerbaKOF aman, mampu bekerja cepat (rapid action). Survei dan riset membuktikan bahwa HerbaKOF memiliki kecepatan reaksi rata-rata 12.4 menit dan dengan durasi manfaat bertahan dalam tubuh rata-rata 3 jam 5 menit 24 detik,” katanya.

Keunggulan lain Herbakof, kembali merujuk kepada informasi yang tertulis di laman resminya, adalah menjadi satu-satunya obat batuk herbal dengan kandungan buah mahkota dewa, yang memiliki khasiat sebagai anti-inflamasi. Sebenarnya, jika kita mencari informasi tambahan di sumber yang lain, daun saga juga memiliki manfaat sebagai anti-inflamasi alami. Dengan dua bahan herbal yang punya manfaat anti-inflamasi inilah yang berpotensi membuat Herbakof ampuh mengatasi radang tenggorokan.

Keunggulan-keunggulan tersebut mungkin bisa menjadi nilai tambah bagi Herbakof di dalam percaturan pasar obat batuk Indonesia. Harusnya, konsumen mempertimbangkan betul apa yang ditawarkan Herbakof sehingga memutuskan untuk memboyong obat batuk ini ke rumah.

Namun, tak bisa dimungkiri jika Herbakof masih terkesan asing di telinga sebagian besar masyarakat Indonesia. Produknya seakan masih kalah bising dibanding produk-produk obat batuk yang sudah lebih populer sebelumnya. Mungkin, salah satu yang membentuk kondisi ini adalah strategi marketing yang belum maksimal.
Tentu pada akhirnya ini berkaitan dengan kebingungan-kebingungan masyarakat seperti “di mana Herbakof bisa didapatkan?”, “berapa harganya?”, dan lain sebagainya. Artikel ini seharusnya bisa menjawab semua kebingungan itu. Sebab, kamu bisa langsung menemukan Herbakof dan memboyongnya ke rumah hanya dengan mengklik link berikut ini; Toko SehatQ.