Efek Samping Ibu Hamil Makan Jengkol

Jiringa atau lebih dikenal dengan sebutan jengkol merupakan salah satu makanan tradisional yang populer di Indonesia. Jengkol sering dijadikan makanan pendamping pokok (lauk) dan memiliki cita rasa yang unik dan khas. Meskipun jengkol memiliki aroma yang kurang sedap, nyatanya masih banyak yang suka mengonsumsinya bahkan ibu hamil makan jengkol.

Mengenal Tanaman Jengkol 

Jengkol memiliki nama ilmiah Archidendron pauciforum yang tumbuh di wilayah Asia Tenggara. Jengkol termasuk dalam golongan polong-polongan (fabaceae). Selain itu, bentuk buah jengkol bulat dan gepeng. 

Secara umum, tanaman jengkol terdiri dari 2 varietas, yaitu varietas kecil dan varietas besar. 

  • Varietas kecil (jengkol emprit): varietas ini memiliki buah yang berbentuk kecil dan bulat. Selain itu, daunnya juga berbentuk bulat menyerupai buah duku. 
  • Varietas besar: varietas ini memiliki bentuk buah yang bulat dan cenderung pipih. Selain itu, daunnya juga lebih lebar dan panjang dibanding varietas jengkol kecil. 

Manfaat Mengonsumsi Jengkol 

Saat hamil, para ibu seringkali merasakan “ngidam”, baik itu makanan manis seperti kue, maupun makanan ngidam makanan rumahan, seperti jengkol. Selain memiliki rasa yang nikmat, jengkol juga memiliki gizi yang tinggi. Dalam 100 gram jengkol menyumbang 140 kalori dengan nutrisi:

  • lemak 0,5 gram
  • sodium : 19 mg
  • fosfor 40 mg
  • kolesterol 0 mg
  • serat 4,2 gram
  • kalsium 47 mg
  • karbohidrat 23,54 gram
  • potasium 437 mg
  • protein 14, 26 gram
  • zat besi 3, 32 gra,
  • gula 2, 7 gram
  • vitamin B6
  • vitamin B1
  • vitamin A 20 IU
  • vitamin C 0,5 mg

Manfaat Mengonsumsi Jengkol untuk Ibu Hamil

Buah jengkol kaya akan nutrisi yang dibutuhkan untuk tubuh. Adapun beberapa manfaat yang akan didapatkan yaitu:

  1. Mencegah anemia karena kaya akan zat besi.
  2. Mencegah pengeroposan tulang, memperkuat tulang dan gigi pada ibu hamil karena kaya akan kalsium  fosfor, protein.
  3. Mampu menangkal radikal bebas karena kaya akan vitamin A dan C yang berfungsi sebagai antioksidan.
  4. Mencegah konstipasi selama kehamilan karena kaya akan serat
  5. Kandungan asam aminonya baik untuk mencegah diabetes
  6. Rendah lemak sehingga baik untuk kesehatan jantung
  7. Mencegah bayi lahir cacat karena kaya akan asam amino, protein, kalsium, dan zat besi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin
  8. Baik untuk perkembangan janin karena kaya akan asam folat (vitamin B6) sehingga mampu mencegah cacat tabung saraf
  9. Menambah energi karena mengandung karbohidrat dan potassium
  10. Baik untuk mempertahankan massa otot selama kehamilan karena kaya akan protein.

Efek Samping Mengonsumsi Jengkol

Selain kaya akan manfaat, ternyata mengonsumsi jengkol berlebihan juga tidak baik untuk kesehatan tubuh. Hal ini karena jengkol mengandung senyawa asam jengkolat yang berisiko dapat menimbulkan keracunan. Asam jengkolat mengandung unsur sulfur sehingga menghasilkan bau yang kurang sedap.

Selain itu, jengkol mentah atau setengah matang juga dapat meningkatkan efek keracunan karena kadar djenkolic acid yang tinggi. Adapun efek samping yang dirasakan yaitu:

  • kaki kram
  • muntah terus-menerus
  • pusing
  • nyeri saat buang air kecil
  • bau mulut
  • air kemih berwarna merah pekat karena senyawa asam jengkolat
  • gangguan ginjal
  • gangguan hati

Untuk mengurangi kadar djenkolic acid, Anda perlu memasak jengkol dengan cara yang benar, yaitu sebagai berikut:

  • Pastikan Anda memasak jengkol hingga benar-benar matang. Anda dapat merebus jengkol terlebih dahulu hingga benar-benar empuk dan bau tidak sedapnya hilang. Setelah itu, Anda dapat mengolah jengkol yang sudah matang menjadi menu makanan yang nikmat yang aman dikonsumsi
  • Hindari mengonsumsi jengkol saat perut kosong
  • Jangan mengonsumsi jengkol mentah karena kandungan djenkolic acid-nya tinggi
  • Membatasi jumlah konsumsi jengkol, terlebih jika Anda memiliki gangguan pada ginjal
  • Konsumsi banyak air putih setelah mengonsumsi jengkol.
Inilah yang Perlu Diperhatikan Melahirkan Normal di Rumah

Inilah yang Perlu Diperhatikan Melahirkan Normal di Rumah

Kehamilan dan persalinan adalah peristiwa kehidupan alami dan sebagian besar wanita akan melahirkan secara alami. Jika Anda memiliki kehamilan langsung dan Anda serta bayinya baik-baik saja, Anda mungkin memilih untuk melahirkan normal di rumah.

Namun, jika ada risiko atau komplikasi selama kehamilan Anda, melahirkan di rumah mungkin bukan pilihan yang aman untuk Anda atau bayi Anda.

Jika Anda melahirkan normal di rumah, Anda harus didukung oleh bidan terdaftar, dokter kandungan yang akan menemani Anda selama proses persalinan. Jika Anda memerlukan bantuan atau persalinan Anda tidak berjalan sebagaimana mestinya, bidan Anda akan mengatur agar Anda dipindahkan ke rumah sakit.

Keamanan dan keselamatan bumil

Wanita sehat yang telah dinilai ‘berisiko rendah’ ​​dapat ditawari pilihan di mana mereka ingin melahirkan, tergantung pada pilihan apa yang tersedia. Jika Anda memilih untuk melahirkan di rumah, penting bagi Anda untuk meminta informasi kepada bidan atau dokter Anda tentang apa yang akan terjadi jika Anda perlu dipindahkan ke rumah sakit selama persalinan, dan berapa lama waktu yang dibutuhkan. Jika ada yang tidak beres selama persalinan Anda, itu bisa lebih buruk bagi Anda atau bayi Anda daripada jika Anda berada di rumah sakit dengan akses ke perawatan khusus.

Ada beberapa kerugian yang harus Anda pikirkan jika Anda mempertimbangkan untuk melahirkan di rumah, termasuk:

  • Anda mungkin perlu dipindahkan ke rumah sakit jika ada komplikasi selama persalinan, kelahiran atau sesudahnya
  • epidural tidak tersedia di rumah
  • Dokter atau bidan Anda mungkin menyarankan Anda melahirkan di rumah sakit. Misalnya, jika Anda mengharapkan anak kembar, jika bayi Anda sungsang atau Anda pernah menjalani operasi caesar sebelumnya – bidan atau dokter Anda akan menjelaskan mengapa menurut mereka melahirkan di rumah sakit  bisa lebih aman bagi Anda serta bayi.

Keuntungan melahirkan di rumah antara lain:

  • Berada di lingkungan yang membuat Anda lebih santai serta dapat mengatasinya.
  • Anda mungkin tidak perlu mengganggu persalinan Anda untuk pergi ke rumah sakit
  • Anda tidak perlu meninggalkan anak-anak Anda yang lain, jika Anda punya
  • Anda tidak harus berpisah dari pasangan Anda setelah melahirkan
  • Anda lebih mungkin dirawat oleh bidan atau dokter yang telah Anda kenal selama kehamilan Anda

Ini adalah kehamilan pertama saya. Bisakah saya melahirkan di rumah?

Jika ini adalah bayi pertama Anda dan Anda mengalami kehamilan berisiko rendah tanpa komplikasi, Anda mungkin disarankan untuk melahirkan dengan bidan. Hal ini karena:

  • Anda cenderung tidak memerlukan intervensi (seperti ventouse atau forsep, operasi caesar atau episiotomi) jika Anda berencana untuk melahirkan di unit yang dipimpin bidan dibandingkan dengan rumah sakit
  • kemungkinan bayi Anda mengalami masalah medis yang serius (yang sangat rendah) sedikit lebih tinggi jika Anda berencana untuk melahirkan di rumah, daripada di unit yang dipimpin bidan atau rumah sakit.

Apakah saya memenuhi syarat untuk melahirkan di rumah?

Semakin banyak informasi kesehatan yang dapat Anda berikan kepada bidan, semakin baik saran yang dapat mereka berikan kepada Anda.

Anda dapat merencanakan melahirkan normal di rumah Anda jika semua hal berikut ini berlaku untuk Anda:

  • Anda tinggal di daerah tangkapan air
  • Rumah Anda memiliki akses yang aman, mudah, dan telekomunikasi yang andal: sambungan telepon rumah atau telepon seluler
  • Anda memenuhi syarat Medicare*
  • Anda sedang mengandung 1 (satu) bayi
  • Anda tidak memiliki alasan medis yang akan menghalangi Anda untuk melahirkan di rumah
  • Anda menghadiri janji perawatan kehamilan reguler dan memulai perawatan dengan bidan sebelum 34 minggu
  • Anda akan melahirkan setelah 37 minggu dan sebelum 42 minggu
  • Bayi Anda tertunduk sebelum persalinan dimulai
  • Anda telah membayar sewa oksigen rumah
  • Anda dan tim pendukung Anda telah diberitahu tentang program dan batasannya, Anda memiliki kesempatan untuk mendiskusikannya dengan bidan Anda dan telah menandatangani formulir persetujuan untuk rencana kelahiran di rumah.
  • Anda dapat berubah pikiran kapan saja dan memilih untuk tidak melahirkan di rumah dan datang ke pusat bersalin atau rumah sakit lain.

Mempersiapkan kelahiran di rumah

Kebanyakan rumah adalah tempat yang cocok untuk melahirkan. Banyak wanita menggunakan air untuk menghilangkan rasa sakit selama persalinan dan Anda dapat memilih untuk menggunakan kolam kelahiran, yang dapat disewa atau dibeli. Anda perlu mempertimbangkan kemudahan akses ke air panas yang mengalir.

Apa yang terjadi setelah lahir?

Setelah bayi Anda lahir, bidan akan menemani Anda sampai plasenta Anda lahir dan mereka yakin Anda dan bayi Anda baik-baik saja. Bidan akan mengunjungi Anda lagi di rumah keesokan harinya dan secara teratur selama beberapa minggu ke depan. Anda perlu membawa bayi Anda ke rumah sakit untuk imunisasi dan pemeriksaan pendengaran bayi baru lahir. Itulah yang perlu diperhatikan melahirkan normal di rumah.

Yang Terjadi Setelah Perkembangan Janin 31 Minggu

Yang Terjadi Setelah Perkembangan Janin 31 Minggu

Selama kehamilan memasuki usia tujuh bulan, maka janin akan mengalami berbagai perkembangan, baik dalam pekan ke-29 sampai minggu ke-32. Sebagai informasi, dari minggu ke-29 sampai ke-32, umumnya perubahan itu terletak pada berat tubuh dan panjang. Selain itu, pada otak dan tulang juga mengalami perkembangan. Praktis, perubahan tiap pekan berbeda-beda. Misalnya, perkembangan janin 31 minggu berat badan sekitar 1,5 kg. Sementara pekan ke-32 beratnya sekitar 1,7 kg.

Perkembangan janin 31 minggu juga terjadi pada ukuran panjangnya. Dalam fase ini, biasanya jabang bayi punya panjang tubuh sekitar 41 cm. Jika dibandingkan dengan pekan sebelumnya, maka janin dapat dikatakan lebih panjang 1 cm karena pada minggu ke-30 panjang si buah hati mencapai 40 cm.

Dalam perkembangan janin 31 minggu, kepala si buah hati juga sudah lebih ideal lantaran ukurannya telah menyesuaikan dengan tubuh. Di samping itu, sumsum tulang juga telah memproduksi sel darah merah. Lebih lanjut, pada minggu ke-31, janin juga sudah lebih stabil geraknya dan otak serta indra perasa telah cukup matang.

Lantas, apa saja perubahan yang terjadi setelah masa perkembangan janin 31 minggu dilewati? Nah pada minggu ke-32, berbagai sumber perihal kehamilan menjelaskan kalau ukuran panjang janin telah berubah. Jika pada pekan ke-31 panjangnya sekitar 41 cm, maka minggu ke-32 diperkirakan memiliki panjang 42,5 cm. 

Untuk berat badannya sendiri juga sudah berkembang sebagaimana dicontohkan di awal tulisan ini. Selain itu, perkembangan janin fase pekan ke-32 juga meliput bagian tubuhnya. Pasalnya, saat janin 32 minggu rambut kepala, bulu mata, dan alis tumbuhnya sudah menyesuaikan dengan perkembangan si jabang bayi. Di sisi lain, rambut halus di tubuh janin juga sudah mulai menipis. 

Setelah perkembangan janin 31 minggu dilewati, ibu hamil kemungkinan juga bakal lebih sedikit merasakan gerak janin. Pasalnya, oleh beberapa sumber dikatakan pada minggu ke-32 durasi tidur janin juga semakin bertambah antara 10 sampai 40 menit daripada pekan sebelumnya. Oleh sebab itu, jika ibu hamil merasa janin lebih sedikit bergerak pada minggu ke-32, maka hal itu tak perlu dikhawatirkan. 

Namun demikian, perkembangan si jabang bayi tidak berhenti sampai di situ. Sebabnya, janin yang memasuki pekan ke-32, posisi kepalanya sudah mulai berpindah ke bawah. Kendati demikian, jika perkembangan itu belum terjadi, maka ibu hamil juga disarankan tidak khawatir karena dalam fase ini posisi janin sejatinya dapat berubah sewaktu-waktu. 

Adapun perkembangan lain setelah minggu ke-31 adalah kondisi si jabang bayi yang sudah bisa menelan, mengisap, dan bernapas. Perkembangan selanjutnya ialah bahwa janin minggu ke-32 sudah bisa pula melakukan gerakan seperti menendang atau memukul, selain dari sistem pencernaan yang jauh lebih baik berkembangnya daripada pekan sebelumnya. 

Demikianlah perubahan yang terjadi usai perkembangan janin 31 minggu. Tentu kita telah mengetahui adanya beberapa hal perbedaan yang dialami si jabang bayi pada pekan ke-31 dan minggu ke-32. Pada intinya, perubahan yang dialami oleh janin ialah lebih maju daripada minggu sebelumnya. 

Namun demikian, masih ada yang perlu diperhatikan oleh ibu hamil saat kandungan memasuki pekan ke-32. Untuk menjaga kesehatan, selama pekan ini diharapkan agar ibu hamil menjaga asupan air mineral dan makanan yang kaya karbohidrat dan protein. Makanan ini tak harus makanan berat karena bisa juga makanan ringan. 

Akhir kata, itulah yang terjadi setelah perkembangan janin 31 minggu. Semoga artikel ringkas ini bisa berguna bagi pembaca. Namun, agar informasi yang anda dapatkan lebih jelas, maka amat disarankan untuk konsultasi langsung dengan dokter kandungan.

Lengkapi Nutrisi Ibu Hamil dengan Konsumsi Makanan Sehat

Lengkapi Nutrisi Ibu Hamil dengan Konsumsi Makanan Sehat

Asupan nutrisi ibu hamil sangat penting untuk menjaga kesehatan janin. Oleh karena itu, ibu hamil wajib mengetahui berbagai makanan bernutrisi tinggi yang penting untuk pertumbuhan dan kesehatan kandungannya. Beberapa makanan berikut ini bisa menjadi sumber nutrisi tinggi di masa kehamilan.

Sama seperti langkah mengobati, makanan kaya zat besi juga bisa disantap untuk menghindarkan Anda dari anemia akibat kekurangan zat besi. Jenis makanannya meliputi daging merah, daging unggas, daging ikan, sayuran hijau seperti brokoli, sereal dan biji-bijian yang kaya akan zat besi, kacang-kacangan, serta telur merupakan nutrisi ibu hamil yang baik untuk mencegah anemia.

  1. Kacang-kacangan

Kacang-kacangan mengandung protein tinggi. Itulah sebabnya, kacang-kacangan menjadi makanan bernutrisi tinggi yang disarankan. Terutama bagi ibu hamil yang membutuhkan lebih banyak energi dari biasanya. Berbagai jenis kacang-kacangan seperti kedelai, polong, dan sejenisnya yang rendah kolesterol, aman dikonsumsi ibu hamil.

  1. Sereal

Sereal merupakan sarapan sehat yang dianjurkan bagi wanita hamil. Mengonsumsi sereal yang kaya akan serat bisa membantu sistem pencernaan calon ibu. Seperti yang kita ketahui, pada masa kehamilan, wanita seringkali mengalami gangguan sistem pencernaan.

  1. Brokoli

Sayuran hijau yang disarankan selain bayam adalah brokoli. Brokoli tidak hanya nikmat disantap, tetapi juga kaya akan kandungan antioksidan dan vitamin C. Mengonsumsi brokoli ketika hamil bisa membantu menjaga kondisi janin tetap aktif.

  1. Susu low fat

Susu tanpa lemak adalah nutrisi yang disarankan bagi wanita hamil. Kandungan kalsium di dalamnya efektif untuk pembentukan tulang pada janin, serta menjaga kondisi ibu hamil dari kelelahan.

  1. Daging

Konsumsi daging secara rutin ketika Anda berada di masa kehamilan. Daging termasuk makanan penting untuk memenuhi kebutuhan protein dalam pembentukan energi bagi ibu hamil. Pilih daging tanpa lemak yang diolah hingga matang, untuk menghindari gangguan pencernaan.

  1. Buah pisang

Pisang merupakan buah kaya manfaat yang disarankan untuk dikonsumsi saat hamil. Pisang kaya akan kandungan magnesium serta fosfor sebagai sumber energi bagi ibu serta janin. Anda bisa mengonsumsi pisang dengan mencampurkannya bersama yogurt atau memakannya langsung. Buah pisang juga memberikan rasa kenyang lebih lama.

  1. Keju

Makanan bernutrisi tinggi selanjutnya yang disarankan bagi ibu hamil adalah keju. Hampir setiap orang menyukai keju karena rasanya yang nikmat. Di samping itu, keju juga mengandung kalsium yang tinggi untuk membantu pembentukan dan penyempurnaan tulang pada ibu dan janin.

  1. Telur

Telur adalah makanan penuh gizi dan kaya protein. Telur bisa memenuhi kebutuhan tubuh akan asam amino selama kehamilan. Anda bisa mengolah telur menjadi menu yang tidak membosankan seperti omelet sayur. Selain itu, Anda dapat mengonsumsinya langsung setelah direbus.

  1. Oatmeal

Oatmeal merupakan makanan praktis yang kaya akan nutrisi. Kandungan karbohidrat kompleks di dalamnya mampu memberikan rasa kenyang cukup lama. Tidak hanya itu, oatmeal juga efektif membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah.
Itulah beberapa jenis makanan yang bisa menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi Anda selama masa kehamilan. Pastikan Anda memenuhi kebutuhan gizi si kecil sejak masih di dalam kandungan agar ia dapat tumbuh sehat sampai lahir. Suplemen dan susu nutrisi ibu hamil bisa Anda beli di toko SehatQ.com.