Vitiligo Adalah Kelainan Autoimun, Hati-Hati dengan Makanan Berikut!

Vitiligo Adalah Kelainan Autoimun, Hati-Hati dengan Makanan Berikut!

Pernahkah Anda melihat seseorang yang di kulitnya ada bercak-bercak berwarna putih yang melebar? Itu merupakan kondisi dari sejenis penyakit bernama vitiligo. Pada dasarnya, meskipun penderitanya kebanyakan berada pada kelompok usia 20 tahun, vitiligo adalah penyakit yang bisa terjadi pada siapa pun.

Kelainan kulit vitiligo adalah sebuah kondisi yang membuat penderitanya mengalami gangguan pigmentasi. Awalnya, pada kulit akan ada bercak yang memiliki warna lebih muda. Lama kelamaan, bercak tersebut akan berubah menjadi putih. Umumnya ini terjadi pada area wajah, yaitu sekitar bibir dan mata, bisa juga terjadi pada tangan.

Penyebab Vitiligo 

Vitiligo merupakan keadaan ketika terjadi kerusakan melanosit, yaitu sel yang mengatur warna kulit. Oleh karena sel terganggu, akibatnya pada bagian tubuh tertentu, terutama yang terkena sinar matahari, akan mengalami perubahan warna. Penyebab vitiligo adalah sebagai berikut:

  • Faktor genetik, yaitu jika ada seseorang dalam keluarga menderita penyakit ini.
  • Vitiligo merupakan autoimun yang membuat kekebalan tubuh menyerang melanosit.
  • Terpapar sinar matahari secara berlebihan tanpa perlindungan.
  • Berada di lingkungan yang tercemar zat kimia tertentu.
  • Kekurangan nutrisi yang baik bagi melanosit.

Makanan Penyebab Vitiligo 

Sebagaimana Anda baca pada bagian sebelumnya, salah satu dugaan penyebab terjadinya kerusakan melanosit yang mengakibatkan vitiligo yaitu malnutrisi. Meskipun belum ada uji klinis khusus mengenai hal ini, sebaiknya penderita menghindari beberapa makanan berikut, karena bisa menimbulkan reaksi negatif.

1. Beberapa Jenis Buah Beri

Stroberi, blueberry, cherry, dan buah sejenis sebenarnya memiliki kandungan baik untuk kulit. Namun, beberapa orang memiliki reaksi alergi terhadapnya, apalagi jika konsumsinya terlalu banyak. Oleh karena penderita vitiligo sering mengalami gatal di area yang pigmennya rusak, sebaiknya memilih menghindari buah jenis ini.

2. Produk Susu dan Turunannya

Ternyata, jika Anda menderita vitiligo ringan maupun berat, sebaiknya menghindari produk susu atau turunannya, seperti keju, mentega, dan sebagainya. Susu dapat menimbulkan peradangan pada kulit berupa ruam, hingga gatal. Hal ini bisa membuat penderita gangguan pigmen ini lebih merasa terganggu atas kondisi kulitnya.

3. Makanan Olahan dan Cepat Saji

Anda pasti tahu bahwa keunggulan makanan olahan yang umumnya berupa produk beku adalah praktis, enak, dan anak-anak menyukainya. Namun, bagi penderita vitiligo, sebaiknya menghindari makanan jenis ini, termasuk jenis fast food. Penyebabnya adalah adanya bahan pengawet dan tambahan lainnya, juga minim nutrisi.

4. Minuman Bersoda

Selanjutnya, minuman yang tidak baik bagi penderita vitiligo adalah jenis bersoda atau berkarbonasi. Hal ini karena adanya kandungan gula super tinggi yang akan membuat kulit menjadi keriput, kusam, bahkan bisa terasa gatal. Kondisi tersebut dapat memperparah penderita penyakit gangguan pigmentasi kulit tersebut.

Para penderita gangguan kulit ini memiliki sensitivitas tinggi terhadap paparan sinar matahari. Selain itu, tak jarang bercak putih pada kulitnya terasa gatal. Oleh sebab itu, sebaiknya menghindari mengonsumsi apa pun yang memiliki pengaruh buruk bagi kulitnya, seperti minuman bersoda tersebut.

5. Gorengan dan Pedas

Makanan pedas berminyak, seperti gorengan yang sering tersaji sebagai camilan, ternyata juga tidak baik bagi penderita vitiligo. Jenis kudapan tersebut dapat memicu ketidak seimbangan hormon yang mengganggu kulit, contohnya muncul jerawat. Selain itu juga meningkatkan risiko diabetes yang bisa memperparah kondisinya.

Agar tidak semakin parah, cara mengobati vitiligo, yaitu melalui beberapa terapi. Di antaranya terapi cahaya dan laser. Penderita juga perlu menjaga kulitnya dari paparan sinar matahari dengan selalu menggunakan tabir surya SPF 30. Ada juga beberapa jenis obat yang bisa menolong kondisinya, selain melakukan diet sehat seimbang.

Meskipun tidak menular, vitiligo adalah penyakit yang bisa menurunkan rasa percaya diri penderitanya. Namun, ada juga penderita yang justru mampu tampil percaya diri atas penyakitnya, yaitu model Winnie Harlow. Jadi, hindari minder dan tetap semangat dengan menjaga kesehatan kulit Anda.

7 Produk Skincare Nivea Ini Hilangkan Masalah Kulit Belang

Problem kulit belang jadi masalah bagi sebagian orang. Kepercayaan diri menjadi berkurang, kesempatan pun jadi hilang! Apalagi, kalau kulit belang muncul bersamaan dengan tanggal penting seperti interview kerja, wisuda, atau kondangan. Walau sudah ditutup pakai Foundation, namun warna kulit belang tetap saja muncul? Coba perbaiki dengan rangkaian skincare Nivea berikut ini untuk atasi masalah kulit belang, ya!

1. Nivea Extra White Care Protect SPF15 Serum

Masalah kulit belang disebabkan karena tidak adanya pelindung kulit saat keluar rumah. Anda yang sering bepergian dengan motor sangat wajib menggunakan sarung pelindung tangan. Sebagai perlindungan ekstra, gunakan tambahan perawatan seperti menggunakan Skincare Nivea. Dengan produk Nivea Extra White Care Protect, anda akan terlindungi dari serangan sinar UV. Kombinasi 3x bahan aktif yang terdapat pada produk ini menutrisi dan melindungi kulit dari 10 efek negatif sinar matahari.

2. Nivea Body Intensive Lotion 

Bagi anda yang ingin mendapatkan kulit mulus dengan warna kulit rata, perlu mengonsumsi makanan dengan kandungan vitamin E. Namun, cara ini relatif memakan waktu yang lumayan lama. Bila anda ingin prosesnya lebih cepat, gunakan produk skincare mengandung jenis vitamin ini seperti Skincare Nivea Body Intensive Lotion. Di dalam produk ini ada teknologi Hydra IQ untuk membuat kulit jadi makin lembab dalam waktu yang lumayan lama.  

3. Nivea Body Lotion Instant Glow

Produk Nivea Body Lotion Instant Glow tak hanya mengembalikan warna kulit tangan, namun juga mencerahkan kulit. Bila anda ingin hasil yang lebih cepat, jangan lupa Re-Apply produk ini setiap 5 jam sekali. Pemakaian rutin akan memberikan hasil dalam waktu 1-2 bulan. Barengi dengan scrub untuk mengangkat sel kulit mati lebih cepat. 

4. Nivea Extra White Night Nourish 

Sesuai dengan namanya, produk Nivea yang satu ini memberikan kelembaban extra bagi anda pemilik kulit kering. Hal ini dikarenakan limpahan kandungan Goji Berry didalamnya, mampu membuat kulit jadi makin bercahaya. Pakai secara teratur, gunakan sebelum keluar rumah, jangan lupa gunakan sarung tangan tebal untuk menutupi kulit dari serangan sinar UV.

5. Nivea Sun Kids Swim and Play SPF 50

Kulit anak rentan terhadap gangguan sinar matahari. Anda sebagai orang tua tak cukup memberikan sarung tangan dan jaket tebal untuk melindungi si kecil. Coba perawatan ekstra dengan Nivea Sun Kids Swim and Play. Tentu saja, SPF 50 di dalamnya sudah lumayan tinggi untuk menutupi kulit dari radiasi sinar UV. 

6. Nivea Extra White Body Serum Hijab Cooling

Diformulasikan dengan produk-produk yang halal seperti ekstra lotus, varian Skincare Nivea yang satu ini mengandung vitamin C yang sangat melimpah. Tak hanya itu, bagi anda yang mendambakan produk dengan wangi alami, sangat cocok menggunakan produk yang mengandung Peppermint dan Menthol ini. 

7. Nivea Sun Spray SPF 50 + 200 ml

Nah, khusus anda pemilik kulit belang yang sudah sangat parah, coba Nivea Sun Spray SPF 50 untuk memberikan perlindungan dari UV seketika. Produk ini mencegah kulit dari kebakaran dan juga penuaan dini, cocok dibawa dan digunakan anda yang sedang berlibur ke pantai. Saat memakai produk, hindari terlalu lama di bawah sinar matahari untuk menghindari efek yang ditimbulkan. 

Sangat jarang produk perawatan yang mampu mengembalikan warna kulit belang ke warna kulit yang asli. Namun, dengan 7 rekomendasi Skincare Nivea ini, kulit belang anda pun akan segera pulih dalam beberapa kali pemakaian.

Krim Pencerah Wajah ElsheSkin Brightening Cream

Krim Pencerah Wajah ElsheSkin Brightening Cream

Kulit wajah kusam dan warna yang tidak merata bisa disebabkan oleh berbagai faktor internal dan eksternal. Salah satu faktor internal dapat dipengaruhi oleh hormon yang menyebabkan timbulnya melasma. Namun, pada umumnya, faktor eksternal seperti polusi dan sinar matahari lebih meningkatkan risiko masalah kulit, seperti jerawat, komedo, kulit bersisik, keriput, dan penuaan dini.

Hal itu karena polusi dapat menembus ke lapisan kulit, sehingga menyumbat pori-pori wajah Anda. Selain itu, menumpuknya partikel debu dan kotoran lainnya dapat membuat kulit sulit beregenerasi, sehingga kulit tampak lebih kusam. 

Sementara itu, sinar matahari mengandung radiasi ultraviolet (UVA dan UVB). Radiasi ini dapat menembus dan mengubah struktur sel kulit. Terlalu lama terpapar UVA dan UVB dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan ikat sehingga meningkatkan risiko kulit keriput, dan terbakar (sunburn), bahkan kanker kulit. Selain itu, paparan sinar matahari yang terlalu lama juga membuat kulit meningkatkan produksi melanin untuk melindungi kulit dari radiasi.

Cara Merawat Kulit agar Tampak Cerah dan Bersih

Ada beberapa cara untuk mendapatkan warna kulit merata dan cerah berseri, mulai dari perawatan yang murah hingga mahal. Berikut adalah cara untuk mencerahkan kulit secara aman untuk mengembalikan warna kulit rata Anda:

  • Rajin membersihkan wajah menggunakan produk perawatan kulit, seperti susu pembersih, toner, lalu sabun wajah
  • Gunakan serum yang mengandung bahan-bahan alami pencerah wajah seperti vitamin C, niacinamide, vitamin E, dan asam hialuronat
  • Jaga kelembapan kulit wajah menggunakan krim pencerah wajah yang mengandung niacinamide, asam hialuronat, dan antioksidan
  • Gunakan sunscreen dengan SPF minimal 30 setiap hari, baik itu saat beraktivitas di dalam maupun di luar ruangan untuk mencegah radiasi UVA dan UVB
  • Lakukan eksfoliasi 1-2 kali dalam seminggu untuk mengangkat sel-sel kulit mati
  • Aplikasikan masker wajah yang sesuai dengan jenis kulit, lakukan minimal 1-3 kali dalam seminggu.

Amankan Menggunakan Krim Wajah?

Pilihlah krim wajah yang telah memiliki izin BPOM. Selain itu, pastikan kandungan dalam krim yang Anda gunakan aman. ElsheSkin Brightening Cream adalah salah satu produk perawatan wajah yang aman digunakan, telah memiliki izin BPOM, dan terbuat dari bahan-bahan alami.

Kandungan ElsheSkin Brightening Cream

ElsheSkin Brightening Cream mengandung ekstrak bahan-bahan alami yang terbukti secara klinis mampu merawat kulit wajah dan mengatasi kulit kusam. Berikut bahan-bahan alami yang terkandung dalam ElsheSkin Brightening Cream.

  1. Arbutin bekerja sebagai lightening agent untuk membantu menyamarkan noda hitam, warna kulit tidak merata, bintik-bintik, bahkan melasma. Cara kerja arbutin adalah dengan menghambat aktivitas tirosinase sel melanosit, sehingga mampu menekan produksi pigmen melanin pada kulit. 
  2. Vitis Vinifera Seed Extract bersifat sebagai antiinflamasi dan mudah diserap kulit. Selain itu, ekstrak biji anggur juga kaya akan antioksidan yang terbukti membantu menjaga kulit tetap terhidrasi dan lembut.
  3. Lechitin yang terbukti mampu menjaga kelembapan dan merawat kulit agar tetap halus
  4. Asam Linoleat memiliki peran untuk menjaga kelembapan kulit dan mencegah air pada kulit menguap, sehingga meningkatkan hidrasi kulit. Selain itu, asam linoleat juga membantu proses penyembuhan luka pada kulit, mengurangi peradangan, dan membantu menyembuhkan jerawat. 
  5. Glutathione adalah antioksidan mampu membantu mencerahkan kulit. 
  6. Centella Asiatica bagus untuk mencegah penuaan dini, menjaga keremajaan kulit, dan memperbaiki sel-sel kulit yang rusak akibat radikal bebas.
  7. Niacinamide mampu mengatasi hiperpigmentasi dan memudarkan bintik-bintik hitam bekas jerawat. Selain itu, niacinamide juga mampu meminimalkan garis-garis halus dan kerutan akibat paparan sinar matahari. 

Sebelum menggunakan produk ini, sebaiknya perhatikan petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan. Selain itu, Anda dapat menggunakan rangkaian produk ElsheSkin Brightening untuk hasil yang optimal.

Kandungan Mineral Botanica Acne Spot Treatment yang Baik untuk Wajah

Kandungan Mineral Botanica Acne Spot Treatment yang Baik untuk Wajah

Merawat kulit wajah yang berjerawat tidak mudah dan perlu ketekunan serta kesabaran sebelum akhirnya Anda akan mendapatkan hasil yang maksimal. Selalu gunakan produk yang aman dan sesuai dengan keadaan kulit wajah Anda sehingga tidak akan memperburuk keadaan.

Jerawat biasanya terjadi selama masa pubertas, ketika kelenjar sebaceous aktif. Keadaan ini tidak berbahaya, namun bisa memberikan rasa tidak nyaman karena biasanya akan meninggalkan bekas berupa spot hitam di wajah.

Jangan khawatir, Mineral Botanica Reduces Acne And Spots Treatment Perawatan Wajah hadir sebagai solusi untuk merawat kulit berjerawat dengan maksimal.

Acne Spot Treatment dari Mineral Botanica berfungsi membantu menyamarkan flek yang di sebabkan oleh sinar matahari atau pengaruh usia dan bekas jerawat pada wajah.

Jenis-jenis jerawat yang sering muncul di wajah

Sebelum mencari tahu cara mengatasinya, Anda sebaiknya lebih mengenal tipe jerawat yang mungkin hadir di wajah. Ternyata, jerawat memiliki banyak jenis yang jarang diketahui oleh orang banyak. Inilah jenis-jenis jerawat yang perlu diwaspadai:

  • Whiteheads / Komedo Putih
  • Jerawat Pustula
  • Blackheads / Komedo Hitam
  • Jerawat Conglobata
  • Jerawat Batu
  • Acne Fulminans
  • Fungal Acne
  • Jerawat Papula

Kandungan Mineral Botanica Acne Spot Treatment untuk atasi jerawat dan flek hitam

Berbeda dengan spot treatment pada umumnya, Mineral Botanica Reduces Acne Spot Treatment tidak hanya berfokus untuk mengempeskan dan menghilangkan bekas jerawat saja, tetapi produk ini juga mampu menghilangkan spot hitam akibat paparan sinar matahari dan mengembalikan warna kulit dengan merata.

Hal ini terjadi karena Mineral Botanica Reduces Acne Spot Treatment mengandung komposisi yang dapat merawat wajah dengan maksimal. Kandungan dan komposisi yang ada di dalam Mineral Botanica Reduces Acne Spot Treatment, yaitu:

  1. Salicylic Acid

Salicylic acid atau asam salisilat merupakan kandungan alami yang ditemukan dari kulit pohon willow. Kandungan ini merupakan asam beta hidroksi (BHA) yang mana akan larut dalam minyak dan mampu menembus kulit lebih dalam.

Asam salisilat mengandung bahan anti-inflamasi yang mana dapat memberikan efek antibakteri dan dapat mengobati jerawat. Asam salisilat dapat dengan mudahnya menembus ke dalam pori-pori untuk membersihkan bakteri dan juga sel kulit mati yang ada dalam sebum.

Selain mengatasi masalah jerawat, kandungan ini juga dapat digunakan untuk segala kondisi yang berkaitan dengan penumpukan sel kulit mati.

  1. Allantoin

Allantoin adalah senyawa alami yang diperoleh dari organisme, baik bakteri, hewan, dan juga tanaman. Fungsi allantoin adalah mempercepat pertumbuhan sel dan jaringan baru pada kulit.

Untuk wajah, Allantoin memiliki manfaat seperti berikut:

  • Mempercepat proses pertumbuhan sel dan jaringan kulit baru yang lebih sehat, sehingga sel kulit mati dapat tergantikan dalam waktu yang lebih singkat.
  • Menghidrasi dan melembapkan kulit.
  • Mengecilkan pori-pori kulit.
  • Menyamarkan bekas luka, kemerahan, dan bekas jerawat.
  • Zat pendingin kulit dan pencegah iritasi.
  1. Vibrio Alginolyticus Ferment Filtrate

Kandungan lainnya yang dimiliki oleh Mineral Botanica Acne Spot Treatment yang mampu menyamarkan hingga menghilangkan spot hitam di wajah dengan lebih cepat dan mengembalikan warna kulit.

  1. Tocopheryl Acetate

Tocopheryl Acetate adalah salah satu bentuk vitamin E yang umumnya tersedia dalam bentuk suplemen atau produk kosmetik. Tocopheryl Acetate dikenal memiliki manfaat untuk mencegah atau mengatasi kekurangan vitamin E pada tubuh. Vitamin E sendiri yang kaya antioksidan berfungsi untuk melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

Tocopheryl acetate sendiri memiliki banyak fungsi. Di antaranya adalah meningkatkan aktivitas antioksidan pada kulit serta memiliki sifat melembabkan, menyejukkan, dan menenangkan di kulit.

Jerawat dapat diatasi dengan mudah jika Anda telah menemukan produk dengan kandungan yang tepat untuk kulit Anda. Jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter jika Anda memiliki masalah jerawat yang cukup serius hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

Dapatkan Mineral Botanica Acne Spot Treatment di toko SehatQ yang tersedia di website atau aplikasi SehatQ secara online dengan mudah.

Cakaran Kucing & “Serangan” Hewan Lain yang Harus Diwaspadai

Ada tiga jenis hewan mamalia yang kerap hidup berdampingan dengan manusia, yakni kucing, anjing, dan tikus. Jika kucing dan anjing merupakan hewan peliharaan yang populer, tikus ada di sekitar kita lantaran lingkungan hidup tersebut ideal bagi mereka. Ketiganya bisa jadi “musuh dalam selimut” bagi kita. Contohnya kucing, meski lucu, cakaran kucing bisa jadi masalah, lho.

Terlebih jika kucing itu dikategorikan liar, dalam artian bukan hewan yang dipelihara manusia. Kemungkinannya untuk menularkan penyakit semakin besar. Jadi, kita tetap harus waspada terhadap kucing. Begitu pula dengan anjing dan tikus.

Berikut beberapa bahaya di balik tiga hewan yang ada di sekitar manusia tersebut:

  • Gigitan Anjing

Sudah bukan rahasia umum jika gigitan anjing harus selalu dihindari lantaran kemungkinan buruk yang bisa dialami oleh orang yang malang tersebut. Ya, hal itu lantaran anjing berpotensi besar menularkan virus rabies kepada manusia melalui gigitannya.

Rabis dan anjing ini sudah begitu melekat. Bahkan, rabies disebut pula sebagai penyakit anjing gila. Rabies merupakan virus akut yang menyerang sistem saraf pusat manusia atau mamalia.

Ketika seseorang tergigit anjing yang telah terinfeksi rabies, virus akan masuk ke pembuluh darah dan menyebar di dalam tubuh. Saat sudah mencapai otak, virus rabies akan menggandakan diri dengan cepat. Hal ini kemudian dapat menyebabkan peradangan berat pada otak dan saraf tulang belakang yang membahayakan kondisi pasien dan berpotensi besar menyebabkan kematian.

Penyebaran akan terjadi lebih cepat apabila pasien mengalami gigitan atau cakaran pada area leher atau kepala. Setelah virus rabies ini masuk melalui luka gigitan, maka selama 2 minggu virus tersebut tetap tinggal di tempat masuk dan di dekatnya, yang kemudian bergerak mencapai ujung-ujung serabut saraf posterior tanpa menunjukkan adanya perubahan fungsi saraf.

Umumnya, masa inkubasi virus rabies adalah sekitar 4 hingga 12 minggu setelah gigitan anjing yang terinfeksi virus. Ada beberapa faktor yang menyebabkan waktu munculnya gejala berlangsung lebih cepat atau lebih lambat. Orang yang terinfeksi virus rabies biasanya akan mengalami gejala berupa: linu dan kesemutan; gelisah; linglung; dan gejala umum seperti flu.

  • Cakaran Kucing

Meskipun terlihat sederhana, jika tidak ditangani dengan baik, cakaran kucing dapat menyebabkan infeksi yang disebabkan bakteri Bartonella henselae, Staphylococcus, Streptococcus, dan Pasteurella. Perawatan luka cakaran kucing harus dilakukan dengan benar untuk meminimalisir risikonya.

Di dalam dunia medis, penyakit akibat cakaran kucing dikenal sebagai “demam cakaran kucing”. Orang yang baru saja tercakar kucing, apalagi kucing liar, harus segera datang ke rumah sakit. Kalau bisa, sebelum cakaran kucing itu “berumur” 8 jam. Langkah ini diperlukan untuk mencegah datangnya infeksi.

Sama seperti penyakit pada umumnya, cakaran kucing akan menimbulkan berbagai macam gejala pada tubuh sang penderita. Beberapa gejala itu bahkan membutuhkan penanganan medis yang serius dan segera.

Tanda paling mudah untuk mendeteksi adanya infeksi setelah menerima cakaran kucing adalah demam. Kondisi itu memang sebuah mekanisme alami tubuh untuk mempertahankan diri dari serangan bakteri. Selain itu, gejala-gejala seperti pusing atau sakit kepala, kelelahan, benjolan merah, dan menurunnya nafsu makan juga mungkin dirasakan.

Untuk memperkecil risiko munculnya infeksi, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah menekan bagian luka cakaran kucing, hingga darahnya keluar. Hal ini dilakukan agar bakteri bisa dikeluarkan lewat darah.

Kemudian, bersihkan luka cakaran kucing dengan air bersih yang mengalir. Hentikan perdarahannya dengan kain bersih dan oleskan salep untuk luka, jika ada. Setelah itu, tutuplah luka dengan perban sampai Anda datang ke dokter untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

  • Kencing Tikus

Hampir semua orang sepakat bahwa tikus adalah hewan kotor dan menjijikan. Dia bisa membawa berbagai penyakit bagi manusia. Air kencingnya bahkan diklasifikasikan sebagai penyakit tersendiri. Kencing tikus atau dalam istlah medis disebut leptospirosis tidak bisa disepelekan, pada tahap atau kondisi tertentu, penyakit itu bisa mematikan.

Gejala awal dari leptospirosis ini menyerupai flu, yaitu demam tinggi, sakit kepala, menggigil, dan nyeri. Pada tahap lebih lanjut, muncul gejala berupa muntah, sakit kuning, nyeri perut, diare, dan ruam.

Gejala umumnya terjadi selama sepekan. Jika tidak diobati, infeksi dapat menyebabkan kerusakan ginjal, hati, meningitis, gangguan pernapasan hingga kematian. Kuman penyebab leptospira dapat hidup di air tawar selama lebih kurang 1 bulan. Bahkan leptospira juga bisa bertahan di tanah yang lembap, tanaman, maupun lumpur dalam waktu lama.

Kuman leptospira ini dapat ‘berenang’ di air sehingga bisa menginfeksi kaki manusia yang sedang terluka. Leptospira juga bisa menginfeksi seseorang melalui makanan atau minuman. Umumnya laporan orang yang terkena leptospirosis terjadi setelah banjir.

***

Itulah beberapa bahaya yang bisa diterima manusia jika tidak waspada terhadap hewan-hewan yang ada di sekitar kita. Menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat, serta memastikan hewan peliharaan seperti kucing dan anjing dalam kondisi baik menjadi suatu keharusan.

Jangan sampai anggota keluarga harus menderita lantaran cakaran kucing, gigitan anjing, maupun kencing tikus yang sebenarnya dapat dihindari jika kita peduli dengan lingkungan kita.