Mengenal Alpentin 100 Mg, Obat Antiepilepsi untuk Atasi Kejang

Mengenal Alpentin 100 Mg, Obat Antiepilepsi untuk Atasi Kejang

Kejang akibat epilepsi bisa terjadi apabila otak Anda mengirimkan sinyal yang keliru pada tubuh Anda. Ketika Anda menderita epilepsi, salah satu cara mengatasinya adalah penggunaan obat antikonvulsan atau obat antiepilepsi. Di Indonesia, salah satu obat antiepilepsi yang bisa Anda gunakan adalah Alpentin 100 mg.

Obat ini hadir untuk mengatasi kondisi kejang parsial. Obat ini mungkin kurang cocok untuk mengatasi kejang kombinasi. 

Mengenal Alpentin 100 mg

Sebagai obat antikonvulsan atau antiepilesi, Alpentin ditujukan untuk mengatasi gejala kejang pada penderita. Secara khusus, obat ini mampu digunakan sebagai terapi tambahan untuk kondisi kejang parsial atau kejang parsial generalisasi sekunder.

Alpentin bisa diberikan kepada pasien yang kondisinya belum bisa dikontrol dengan obat antikonvulsan standar jenis lainnya, seperti antikonvulsan yang digunakan secara tunggal. Selain itu, Alpentin 100 mg juga bisa diberikan apabila pengobatan lain tidak efektif untuk mengatasi kondisi.

Obat ini memiliki komposisi dari bahan gabapentin 100 mg. Obat ini ditujukan untuk pengguna dewasa serta anak-anak usia 12 tahun ke atas. Konsumsinya dibatasi dengan dosis 900-1800 mg per hari. 

Untuk menggunakan obat ini, Anda tidak harus makan terlebih dahulu. Anda bisa mendapatkan obat ini dengan harga mulai dari Rp17.000 untuk 1 strip kemasan yang berisi 10 tablet. 

Perlu diperhatikan, penggunaan Alpentin tidak bisa dilakukan secara bebas. Anda memerlukan resep dari dokter untuk bisa menggunakan obat ini. 

Obat antikonvulsan jenis lain

Alpentin 100 mg bukanlah satu-satunya obat antiepilesi yang bisa Anda gunakan untuk mengatasi kejang. Ada juga obat-obat antikonvulsan jenis lainnya yang efektif meredakan gejala kejang epilepsi. Obat ini meliputi:

  • Dilantin atau Phenytoin

Obat ini adalah salah satu jenis obat antikonvulsan tertua. Ini digunakan untuk anak-anak dan orang dewasa sebagai pencegahan kejang umum maupun kejang parsial. 

Selain itu, Dilantin juga bisa digunakan untuk mengobati kejang berkepanjangan. Obat ini tersedia dalam bentuk kapsul, larutan oral, pil yang dikunyah, maupun IV. 

  • Valproic Acid

Valproic acid merupakan jenis antikonvulsan lainnya yang juga bisa mengatasi kejang parsial, seperti Alpentin 100 mg. Obat ini bisa digunakan untuk anak-anak maupun orang dewasa. 

Obat jenis ini hadir dalam bentuk tablet dan kapsul. Perlu diperhatikan, obat ini harus dipakai dengan penuh pertimbangan. Karena, interaksi dengan beberapa jenis obat lainnya bisa menimbulkan hambatan pada aktivitas otak Anda. 

  • Ethosuximide

Obat Ethosuximide digunakan untuk mengobati segala jenis kejang parsial. Ini juga termasuk jenis kejang absen atipikal, kejang absen pada masa kanak-kanak, serta kejang remaja. 

Obat jenis ini bekerja dengan cara meningkatkan ambang kejang, membuatnya lebih sulit bagi otak Anda untuk memulai kejang. Ini juga baik digunakan sebagai upaya pencegahan, bukan hanya pengobatan saja. 

  • Gabapentin

Bisa dibilang, Gabapentin tergolong sebagai obat antikonvulsan yang lebih ringan bila dibandingkan dengan obat lainnya. Efek samping yang mungkin ditimbulkan juga cenderung ringan, seperti rasa pusing dan kelelahan. 

Obat gabapentin hadir dalam bentuk tablet dan kapsul. Sama seperti Alpentin 100 mg, obat ini juga ditujukan untuk mengatasi kejang parsial. 

Itulah beberapa jenis obat antikonvulsan atau antiepilepsi yang bisa digunakan untuk meredakan gejala kejang. Masih ada banyak jenis obat lainnya yang bisa Anda gunakan.

Alpentin 100 mg secara khusus digunakan apabila pemakaian obat jenis lainnya ini tidak efektif mengatasi gejala.