Minum Obat Setelah Minum Kopi Bolehkah Dilakukan?

Minum kopi telah menjadi bagian dari tradisi masyarakat dunia. Kopi menjadi bagian penting dan disukai menemani rutinitas pagi bagi jutaan manusia. Bukan menjadi hal yang mengherankan apabila banyak orang mengonsumsinya sehari-hari. Bahkan, Lembaga Kopi Nasional menemukan bahwa 63% penduduk Amerika meminum kopi setiap hari. Di waktu yang sama, penelitian juga menunjukkan bahwa lebih dari 40% rakyat Amerika minum obat resep. Anda mungkin pernah mendengar bahwa kafein di dalam kopi dapat berinteraksi dengan obat-obatan dan mengubah efek yang dimilikinya. Artikel ini akan membahas mengapa minum obat setelah minum kopi tidak disarankan.

Interaksi obat dan kopi

Tidak hanya kopi saja yang mengandung kafein. Teh hijau, minuman berenergi, dan soda semuanya mengandung kafein dan dapat menstimulasi reaksi tertentu di dalam tubuh. Berikut ini adalah interaksi yang dapat terjadi apabila Anda minum obat setelah minum kopi atau minuman berkafein lainnya.

  • Sebuah studi menemukan bahwa kopi dapat mengurangi tingkat penyerapan obat hingga 60 persen, terutama untuk obat-obatan thyroid dan osteoporosis, seperti Levothyroxine dan Fosamax.
  • Salah satu efek paling ditakuti dari meminum kopi bersamaan dengan obat-obatan resep adalah kerusakan organ tubuh. Ketakutan ini dapat dipahami, faktanya mencampur obat seperti acetaminophen dengan kopi dapat menyebabkan kerusakan hati.
  • Kebanyakan jenis pil diformulasikan dengan kapsul kimia yang akan melepaskan zat dalam pil secara perlahan. Keasaman relatif kafein dapat memengaruhi tingkat pelepasan zat tersebut, sehingga dapat mengganggu keefektivan obat-obatan yang Anda konsumsi.
  • Kafein merupakan sebuah diuretic dan stimulant. Beberapa obat-obatan juga memiliki sifat yang sama. Mengkombinasikan keduanya dapat memperkuat efek satu sama lain. Misalnya, apabila Anda meminum obat untuk migraine, yang secara alami dapat meningkatkan detak jantung (begitu pula efek kopi), Anda akan memiliki percepatan detak jantung yang lebih kuat.
  • Apabila Anda meminum Anagrelide bersamaan dengan kopi, Anda akan mengalami pembengkakan, tekanan darah rendah, peningkatan detak jantung, dan detak jantung yang tidak teratur.
  • Apabila Anda minum ciprofloxacin dan kopi, Anda akan menderita sakit kepala, insomnia, dan tekanan darah tinggi.
  • Minum enoxacin dan kopi dapat menyebabkan gejala overdosis
  • Regadenoson merupakan obat yang diminum untuk mengatasi kondisi koroner, yang membuat obat ini sangat penting. Kafein dapat mengurangi tingkat keefektifan obat dan mengganggu perawatan Anda.
  • Obat yang biasanya digunakan untuk terapi penyakit pernapasan, seperti Theophylline, juga berpotensi menyebabkan efek samping. Kafein dapat berinteraksi dengan zat yang terkandung di dalam obat dan meningkatkan risiko menderita efek samping seperti mual, tremor, muntah, insomnia, dan kejang.

Minum obat yang diresepkan oleh dokter sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh atau untuk merawat beberapa kondisi medis tertentu. Dan berdasarkan poin di atas, kita tahu bagaimana minum obat setelah minum kopi dapat mengganggu keefektifan obat-obatan tersebut. Namun, tidak semua obat memiliki interaksi terhadap kafein. Saat ini dipercaya ada 49 jeni obat yang dapat berinteraksi dengan kafein, dengan 4 di antaranya memiliki konsekuensi interaksi yang parah.

Kopi memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Namun, apabila di saat yang bersamaan Anda perlu meminum obat resep, hindari sepenuhnya. Ada banyak risiko yang dihubungkan dengan minum obat setelah minum kopi. Konsekuensi yang ditimbulkan dapat bersifat ringan, namun tidak jarang efek samping yang ditimbulkan parah. Untuk itulah, selalu konsultasi dan bertanya dengan dokter Anda seputar efek samping, dosis, dan rekomendasi apapun setiap kali Anda perlu meminum obat.