Cara Atasi Ambeien Tanpa Konsumsi Anadium

Cara Atasi Ambeien Tanpa Konsumsi Anadium

Sungguh tidak menyenangkan mengalami ambeien di anus karena membuat tidak nyaman terutama duduk. Untuk bisa mengatasinya secara cepat, Anadium adalah solusinya.

Namun mengkonsumsi obat tersebut terus-menerus juga tidak baik karena malah mendapatkan beberapa efek samping yang berkaitan dengan pencernaan seperti diare dan mual.

Karena itu, untuk menghindarinya, dan supaya lebih aman, Anda sebaiknya konsumsi saja bahan-bahan alami berikut untuk mengatasi gangguan anus tersebut.

Urang-aring

Kebanyakan orang termasuk Anda lebih mengetahui bahan alami yang satu ini sebagai penyubur rambut, membuat rambut hitam berkilau, dan kerap ada dalam kandungan pada sampo-sampo yang dijual di pasaran.

Ternyata urang-aring juga bisa dijadikan sebagai bahan alami untuk mengatasi ambeien karena kandungan-kandungannya seperti ekliptin dan Alfa tertienilmetanol.

Untuk dapat merasakan manfaat bahan alami ini secara langsung Anda bisa meminumnya degam cara merebus urang-aring terlebih dahulu.

Atau Anda bisa mengoleskan pada anus yang terkena ambeien dengan ditumbuk hingga halus terlebih dahulu.

Akar kangkung

Apabila biasanya Anda sering mengonsumsi kankung terutama pada daunnya sebagai sayuran yang ditumis saat makan siang karena kelezatan dan kandungan gizinya, Anda ternyata juga dapat memanfaatkan tanaman air ini pada akarnya untuk mengatasi ambeien.

Caranya adalah meminum air dari akar kangkung tersebut setiap hari yang sebelumnya direbus terlebih dahulu dengan air mineral sebanyak 2 gelas. 

Bunga pagoda

Bahan alami yang satu ini tentunya tidak akan asing bagi Anda yang ingin mengatasi ambeien tanpa harus konsumsi Anadium.

Dinamakan pagoda karena bentuknya seperti pagoda serta berwarna merah, dengan rasa manis yang ternyata rasa tersebut dapat mengatasi ambeien.

Ini karena dalam rasa manis yang dikandung bunga pagoda terdapat saponindan polifenol, alkaloid, dan flavonoida yang mempunyai sifat anti-inflamasi.

Untuk bisa mendapatkan khasiat dari bunga ini, Anda hanya perlu meminum rebusan dari beberapa bunga pagoda yang dipetik.

Daun ungu

Ini adalah salah satu tanaman herbal yang juga dapat mengatasi wasir yang Anda derita karena bersifat sebagai antiperadangan melalui alkaloid yang dikandungnya. Untuk bisa memanfaatkan Anda hanya perlu meminum rebusan daun ungu setiap hari.

Cocor bebek

Bagi Anda yang gemar akan tanaman hias tentu sudah tidak asing lagi akan cocor bebek. Selain memperindah halaman, ternyata tanaman ini juga dapat mengatasi ambeien secara efektif.

Diketahui cocor bebek mengandung zat-zat yang bermanfaat bagi tubuh seperti glikosida, damar, biofilin, magnesium malat, kalsium, asam formiat, dan tanin.

Kesemua bahan di atas tersebut mengandung zat antiperadangan yang bisa digunakan untuk mengatasi ambeien.

Anda bisa mendapatkan manfaat daun ini dengan cara meminum dari rebusan daun yang sebelumnya dijemur dan ditumbuk halus.

Lidah buaya

Tanaman bernama latin aloe vera ini akrab sebagai tanaman untuk mempercantik kulit dan menyuburkan rambut.

Selain itu, lidah buaya bisa Anda manfaatkan untuk mengatasi wasir melalui kandungan zat-zatnya yang bersifat antioksidan dan anti-inflamasi.

Anda hanya perlu membuat jus lidah buaya untuk bisa mendapatkan manfaat kesehatan dari tanaman ini.

Daun sirsak

Daun ini mengandung senyawa yang bersifat antibakteri sehingga bisa Anda jadikan sebagai salah satu bahan alami yang tepat untuk mengatasi ambeien dengan cara meminum air rebusan daun.

Kulit manggis

Kulit manggis diketahui mengandung xanthone, anti-oksidan yang ampuh, dan memiliki turunan berupa alfa-mangistin dan gamma-mangostin yang mampu mengobati peradangan penyebab ambeien. Untuk bisa mendapatkan khasiat kulit manggis, minumlah air rebusannya setiap hari.

Bawang putih

Bumbu dapur yang satu ini mengandung allicin yang mempunyai sifat antiperadangan sehingga bisa digunakan untuk mengatasi ambeien secara alami.

Untuk bisa merasakan manfaatnya, oleskan bawang putih yang sudah ditumbuk halus pada bagian benjolan atau cara membuat jus bawang putih untuk diminum.

Pencegahan

Selain mengobati dengan bahan alami, sebaiknya Anda juga harus mengetahui cara mencegah ambeien atau wasir sehingga Anda tidak terkena lagi atau terhindar sama sekali karena bagaimanapun mencegah lebih baik daripada mengobati.

Adapun pencegahan yang bisa dilakukan sehingga tidak perlu repot dengan bermacam pengobatan termasuk dengan Anadium adalah perbanyak minum air putih dan gerak serta hindari terlalu lama duduk.

Kandungan Obat Asam Lambung Promag

Penulis: Agnes Sarila Wiridhani

Penyakit asam lambung (mag) merupakan nyeri yang berasal dari lambung atau usus halus. Ada berbagai penyebab yang dapat menyebabkan mag. Kebanyakan orang dengan sakit maag merasakan nyeri dan sensasi terbakar di perut. Untuk mengurangi rasa nyeri dan mengobati asam lambung, Anda dapat menggunakan obat asam lambung. Ada berbagai jenis merek obat asam lambung yang dapat Anda gunakan, salah satunya adalah Promag.

Gejala Asam Lambung

  • Sakit perut (gejala pertama yang mungkin Anda rasakan adalah sakit perut dan ada sensasi terbakar).
  • Gangguan pencernaan (merasa kembung atau sering bersendawa).
  • Mual
  • Kehilangan selera makan

Kapan harus ke dokter 

Anda harus menemui dokter Anda sesegera mungkin jika Anda mulai muntah darah atau melihat perubahan pada tinja Anda. Jika tinja Anda berwarna gelap, lengket, atau seperti tar, ini adalah tanda komplikasi serius. Anda juga harus menemui dokter jika sakit perut Anda terus memburuk tanpa ada kelegaan.

Obat Asam Lambung Promag

Promag merupakan obat untuk meredakan asam lambung yang terbuat dari kombinasi antara antasida dengan simetikon. Kombinasi ini digunakan untuk terapi dyspepsia (maag), sehingga mampu mengurangi gejala maag seperti kembung, mual, dan bersendawa. Promag mengandung dua bahan utama yaitu antasida Kalsium karbonat, Magnesium (Mg(OH)), dan Famotidine yang dapat menetralkan asam lambung secara efektif dan mengurangi gas yang berlebihan di saluran pencernaan Anda.

Kandungan Promag

  1. Kalsium karbonat

Kalsium merupakan salah satu jenis mineral yang ditemukan secara alami dalam makanan. Kalsium sangat dibutuhkan tubuh untuk memelihara kesehatan. Kalsium karbonat mampu mengatasi gejala asam lambung yaitu nyeri ulu hati (heartburn). Hal ini karena kalsium karbonat bersifat antasida yang dapat menurunkan tingkat keasaman lambung. Selain itu, obat ini mampu mencegah dan mengobati kekurangan kalsium.

  1. Magnesium Hidroksida

Magnesium adalah mineral alami. Mineral ini dapat membantu mengurangi gejala asam lambung dan meningkatkan air di usus sehingga menyebabkan buang air besar lancar. Magnesium hidroksida merupakan antasida yang mampu meredakan gangguan pencernaan seperti asam lambung dan mulas.

Selain sebagai obat asam lambung, magnesium hidroksida juga digunakan sebagai pencahar untuk meredakan sembelit. Hal ini karena magnesium hidroksida bersifat laksatif dan bekerja dengan melunakkan feses, sehingga buang air besar Anda menjadi lancar. Namun, tetap saja penggunaan obat ini tidak disarankan dalam jangka waktu yang lama.

  1. Famotidine 

Famotidine sering ditemukan dalam berbagai merek obat asam lambung. Hal ini karena famotidine mampu mengatasi sakit maag, penyakit asam lambung atau GERD secara efektif. Selain itu, famotidine juga efektif meredakan nyeri pada ulu hati atau meredakan heartburn.

Cara kerja famotidine adalah dengan menghambat zat histamin pada reseptor H2 di lambung. Dengan begitu, gejala nyeri dapat teratasi. Selain itu, Famotidine bisa tersedia dalam bentuk tunggal atau kombinasi dengan obat antasida.

Namun, Anda tidak disarankan menggunakan obat yang mengandung famotidine jika Anda alergi terhadap famotidine dan obat-obatan lainnya serupa seperti ranitidine (Zantac), cimetidine (Tagamet), atau nizatidine (Axid).

Dosis dan Aturan Pakai Promag

Dosis Promag dapat berbeda-beda, tergantung jenis Promag yang Anda pilih dan usia pasien. Namun, pada umumnya dosis penggunaan Promag yang tertera pada label kemasan yaitu:

Promag Tablet dan Promag Fruity

  • Dosis dewasa: 1–2 tablet kunyah, dikonsumsi 3–4 kali sehari.
  • Dosis anak-anak 6–12 tahun: ½–1 tablet kunyah, dikonsumsi 3–4 kali sehari.

Promag Cair

  • Dosis dewasa: 1–2 sachet, diminum 3–4 kali sehari.
  • Dosis anak-anak 6–12 tahun: ½–1 sachet, diminum 3–4 kali sehari

Promag Double Action

  • Dosis dewasa dan anak usia 12 tahun: 1 tablet kunyah, 2 kali sehari. Tidak diperbolehkan mengosnumsi lebih dari 2 tablet per hari.

Promag Gazero Herbal

  • Dewasa: 1 sachet, 3 kali sehari
  • Dosis anak-anak: tidak disarankan untuk anak-anak

Interaksi Promag dengan Obat Lain

Promag mengandung bahan-bahan aktif antasida yang dapat menimbulkan interaksi obat jika digunakan dengan obat-obatan tertentu. Berikut obat-obatan yang sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan dengan Promag:

Efek Samping dan Bahaya Promag

Efek samping yang dapat ditimbulkan oleh kandungan magnesium hidroksida, hydrotalcite, simethicone, kalsium karbonat, dan famotidine di dalam Promag meliputi:

  • Diare atau sembelit
  • Mual
  • Sakit kepala atau pusing

Konsultasikan dengan dokter jika efek samping di atas tidak kunjung membaik. Segera temui dokter jika mengalami reaksi alergi obat dan efek samping serius yang jarang terjadi, seperti feses atau muntah berwarna kehitaman, artimia, rasa sakit ketika buang air kecil, dan perubahan mental atau suasana hati.

Apa Saja Efek Samping Lasal Expectorant?

Lasal expectorant merupakan obat dalam bentuk sediaan sirup yang berfungsi untuk mengatasi masalah pernapasan dan juga sebagai terapi asma. Sirup ini mengandung bahan aktif salbutamol dan guaifenesin.

Sama seperti obat-obatan lainnya, Lasal juga memiliki sejumlah efek samping yang mungkin tidak diinginkan. Apa saja efek samping tersebut, dan apakah membahayakan tubuh?

Kandungan Lasal expectorant

Pertama-tama kenali terlebih dahulu kedua bahan aktif yang menjadi kandungan dari Lasal expectorant ini. Tiap 5 ml sirup Lasal mengandung salbutamol 2 mg dan guaifenesin 75 mg.

Kombinasi ini berfungsi untuk melegakan pernapasan dan membantu mengencerkan dahak pada kondisi asma yang disertai batuk. Selain itu juga bisa digunakan untuk mengobati asma bronkial dan bronkitis kronis.

Salbutamol merupakan obat yang termasuk golongan bronkodilator, sehingga cara kerja merangsang reseptor beta-2 adrenergik secara selektif terutama pada otot bronkus. Kemudian menyebabkan bronkodilatasi yang disebabkan oleh otot bronkus yang mengendur atau rileks. 

Sementara guaifenesin bersifat ekspektoran, yang berfungsi meningkatkan volume dan mengurangi kekentalan mukus dari trakea dan bronkus, sehingga dahak mudah dikeluarkan dari saluran pernapasan melalui batuk.

Efek samping dan risiko yang bisa terjadi

Kedua bahan aktif kandungan Lasal expectorant tergolong obat keras. Sehingga kemungkinan dapat menyebabkan sejumlah efek samping yang tidak diinginkan, seperti:

  • Gemetar atau tremor
  • Sakit kepala
  • Hiperaktivitas 
  • Keram otot
  • Gangguan pada jantung (takikardia, palpitasi)
  • Reaksi hipersensitivitas termasuk angioedema, urtikaria, bronkospasme, hipotensi, dan pingsan
  • Gangguan pada nutrisi dan metabolisme
  • Aritmia, termasuk fibrilasi atrium dan extrasystoles

Salbutamol bisa menyebabkan reaksi alergi serius, termasuk anafilaksis yang bisa membahayakan nyawa dan membutuhkan penanganan medis segera. Gejala yang timbul antara lain ruam, gatal-gatal, sesak napas, sulit menelan, bengkak di tangan, wajah, dan mulut.

Selain itu hipokalemia atau rendahnya kadar potasium di dalam darah juga bisa terjadi setelah Anda mengonsumsi Lasal expectorant. Gejala yang dapat timbul adalah kejang, mulut kering, sering haus, detak jantung tidak beraturan, hilang nafsu makan, mual dan muntah, sesak napas, dan lesu.

Hindari penggunaan obat ini pada pasien yang memiliki alergi atau hipersensitif terhadap kandungan obat. Selain itu, konsultasikan kepada dokter terlebih dahulu sebelum memberikan obat kepada:

  • Ibu hamil dan menyusui
  • Pasien dengan kelebihan hormon tiroid di dalam tubuh (tirotoksikosis)
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi
  • Pasien penderita gangguan jantung
  • Pasien penderita kencing manis

Cara mengatasi efek samping setelah konsumsi Lasal expectorant

Jika Anda merasa kesulitan untuk menoleransi efek samping setelah mengonsumsi obat ini, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi gejalanya.

Namun sebelum Anda melakukan hal-hal berikut ini, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda.

1. Mengubah cara konsumsi

Efek samping yang timbul bisa diminimalisir dengan mengubah metode konsumsi salbutamol, terutama jika dalam bentuk inhaler. Pertimbangkan mengganti cara konsumsinya dengan dokter Anda.

2. Kelola asma

Secara umum, keparahan efek samping tergantung dari seberapa banyak obat yang Anda konsumsi dan salbutamol seperti Lasal expectorant bertujuan untuk mengatasi gejala asma yang terlihat dan tidak bisa digunakan untuk jangka panjang. Dengan mengelola asma Anda lebih baik dapat mengurangi keharusan Anda mengonsumsi obat tersebut dan mengurangi efek samping.

3. Mengurangi dosis

Mengurangi dosis diketahui dapat mengatasi sejumlah gejala dan juga meminimalisir efek samping. Diskusikan dengan dokter Anda terkait kemungkinan pengurangan dosis. 

Anda bisa mengurangi beberapa efek samping setelah konsumsi Lasal expectorant dengan cara- cara di atas. Jika efek samping terus berlanjut, pertimbangkan untuk menggantinya dengan obat asma yang berbeda dengan efek samping yang lebih sedikit. 

Cegah Gejala Meningitis Bayi dengan Vaksin Meningitis

Vaksinasi merupakan cara yang ampuh untuk mencegah kefatalan suatu penyakit. Karena itu, tidak heran jika bayi dari usia 0—24 bulan direkomendasikan banyak memperoleh vaksinasi. Meskipun tidak ada dalam daftar imunisasi wajib di Indonesia, memberikan vaksinasi meningitis untuk bayi sebaiknya tidak dilewatkan, khususnya pada bayi-bayi yang memiliki masalah terkait penyakit sistem imun, kerusakan limpa, ataupun tinggal di daerah yang sempat atau mengalami wabah meningitis. 

Meningitis merupakan radang selaput otak. Jika dibiarkan, penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, maupun jamur ini bisa membuat bayi mengalami keterlambatan tumbuh kembang, kecacatan, bahkan kematian. Karena itu, pemberian vaksin meningitis pada bayi penting untuk menjaga agar bayi tidak terinfeksi meningitis karena sistem daya tahan tubuhnya yang masih lemah. 

Memahami meningitis pun perlu Anda lakukan supaya ketika melihat sang buah hati memiliki gejala ke arah penyakit tersebut, tindakan pengobatan tepat dapat segera diberikan. Soalnya, semakin lama ditangani, kemungkinan untuk sembuhnya semakin tipis. Berikut ini adalah beberapa gejala meningitis yang mesti Anda waspadai. 

Ubun-ubun Menonjol 

Radang selaput otak pada bayi akan sangat tampak pada bagian ubun-ubun yang berada di puncak kepala. Umumnya, bayi yang mengalami meningitis akan ditandai oleh ubun-ubun yang menonjol. Penonjolan ini merupakan imbas dari adanya tekanan atau cairan di otak yang disebabkan oleh peradangan selaput.

Sulit Dibangunkan 

Jangan merasa senang jika bayi Anda yang baru lahir tertidur terus dan sulit dibangunkan. Ini merupakan tanda-tanda ia senang mengalami suatu masalah kesehatan. Salah satu gejala dari meningitis sendiri adalah sulitnya bayi untuk dibangunkan saat sedang tidur. Hal ini mengarah pada kesadaran bayi yang berkurang akibat peradangan selaput otak yang dialaminya.

Napas Cepat 

Normalnya bayi baru lahir bernapas 40—60 kali per menit dalam kondisi santai. Perhatikan saat ia tidur, bagaimana napasnya, apakah lebih cepat daripada waktu rata-rata bayi normal? Pernapasan cepat pada bayi merupakan salah satu tanda kegawatdaruratan. Di mana salah satunya menunjukkan adanya peradangan di selaput otak. 

Nyeri Leher 

Bayi sebaiknya diberikan vaksin meningitis pada usia 2 bulan ke atas. Jangan sampai Anda menemukan gejala leher kaki dan nyeri pada si kecil terlebih dahulu, baru berpikir untuk memberikan vaksin meningitis. Pasalnya, saat si kecil sudah sering mengalami nyeri dan kekakuan leher, hal tersebut menunjukkan peradangan sudah mulai terjadi di bagian selaput otaknya. Salah satu tanda kekakuan leher pada si kecil umumnya mereka sering memiringkan kepala ke arah belakang. 

Tangisan Merintih 

Tangisan bayi memiliki banyak makna. Namun, umumnya tangisan yang merintih merupakan tanda ketidaknyamanan. Pada bayi-bayi yang mengalami meningitis, tangisan merintih yang bernada tinggi akan sangat sering terjadi. Bahkan ketika Anda berusaha mengangkat dan menggendongnya, rintihannya bisa semakin kencang karena nyeri yang mereka rasakan. 

Demam 

Demam atau suhu tinggi tidak lain merupakan tanda infeksi. Bayi-bayi dengan kasus meningitis pun kerap mengalami demam pada awal infeksi memasuk selaput otaknya. Tidak jarang, demam yang dialami diikuti oleh kondisi menggigil. Jika menemukan bayi pada kondisi panas tinggi seperti itu, lekaslah membawanya ke dokter. 

Tangan Kaki Dingin 

Tubuh bayi Anda terkesan hangat dan normal. Namun, ada sesuatu yang cukup mencurigakan karena tangan dan kakinya cenderung dingin. Coba konsultasikan hal ini kepada dokter Anda. Soalnya, salah satu gejala meningitis pada bayi tidak lain adalah tangan dan kaki yang selalu dingin. 

Terus-Menerus Muntah 

Bayi yang belum berusia 1 tahun memang mudah untuk muntah apabila kekenyangan ataupun masuk angin. Tapi, hati-hati jika bayi Anda terus-menerus muntah karena bisa jadi itu merupakan gejala meningitis. Gejala meningitis tidak hanya berupa muntah pada si kecil, melainkan juga diikuti oleh diare yang berkepanjangan. 

Ruam Merah 

Ruam merah pada bayi yang menderita meningitis sering kali timbul bersamaan dengan suhu tubuh yang meninggi. Tidak jarang pula, ruam bisa menggelap dan membuat bayi tampak kesakitan. Segera bawa bayi ke rumah sakit dan temukan perawatan medis yang tepat untuk mencegah fatalitas yang tidak diharapkan. 

*** 

Jangan tunggu gejala meningitis menyerang buah hati Anda. Berilah perisai kepada si kecil dengan vaksin meningitis sedini mungkin agar risiko radang selaput otak dapat diminimalkan. 

Ketahui Obat Anti Nyeri untuk Mengatasi Nyeri Neuropatik

obat anti nyeri

Nyeri neuropatik sering digambarkan sebagai suatu kondisi di mana terasa nyeri seperti tertembak atau terbakar. Nyeri neuropatik pada umumnya bisa hilang dengan sendirinya, tetapi sering kali bisa menjadi kondisi yang kronis. Nyeri neuropatik bisa diobati dengan obat anti nyeri dan terapi. 

Nyeri neuropatik bisa merupakan akibat dari kerusakan saraf atau sistem saraf yang tidak berfungsi. Dampak kerusakan saraf ini adalah terjadi perubahan fungsi saraf baik di lokasi cedera atau area di sekitarnya.

Salah satu contoh nyeri neuropatik yaitu yang disebut sebagai phantom limb syndrome. Kondisi nyeri neuropatik ini merupakan langka dan terjadi ketika lengan atau kaki telah diangkat karena sakit atau cedera, tetapi otak masih mendapatkan pesan rasa sakit dari saraf yang awalnya membawa impuls sakit dari anggota tubuh yang hilang. Saraf tersebut menjadi macet dan menyebabkan rasa sakit.

Penyebab Nyeri Neuropatik

Nyeri neuropatik tampaknya tidak memiliki penyebab yang jelas. Akan tetapi, pada umumnya nyeri neuropatik bisa diakibatkan karena hal sebagai berikut.

  • Konsumsi alkohol
  • Amputasi
  • Kemoterapi
  • Diabetes
  • Masalah saraf pada wajah
  • Infeksi HIV atau AIDS
  • Mieloma multipel
  • Sklerosis ganda
  • Herpes zoster
  • Operasi tulang belakang
  • Sipilis
  • Masalah tiroid

Gejala Nyeri Neuropatik

Gejala nyeri neuropatik yaitu:

  • timbul rasa sakit seperti tertembak atau terbakar
  • kesemutan dan mati rasa
  • timbul rasa sakit secara spontan tanpa pemicu
  • kesulitan tidur atau istirahat
  • timbul masalah emosional sebagai akibat dari rasa sakit kronis, kurang tidur, dan kesulitan mengungkapkan perasaan

Pengobatan Nyeri Neuropatik

Pengobatan Nyeri Neuropatik bertujuan untuk mengidentifikasi penyakit atau kondisi yang mendasari atas timbulnya rasa sakit. Dokter bisa memberikan obat anti nyeri yang dapat membantu Anda tetap bertahan dan meningkatkan kualitas hidup Anda.

Obat untuk nyeri neuropatik meliputi:

Obat Pereda Nyeri

Obat anti nyeri yang dijual bebas seperti obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) dapat digunakan untuk meredakan nyeri neuropatik. Namun, banyak orang yang merasa bahwa obat ini tidak efektif untuk nyeri neuropatik karena obat-obat ini tidak menargetkan pada sumber rasa sakit. 

Obat Resep

Obat anti nyeri opioid pada umumnya tidak mengurangi nyeri neuropatik serta mengurangi jenis lainnya. Selain itu, dokter juga bisa menjadi ragu ketika memberikan resep obat karena takut jika menjadi ketergantungan. Pereda nyeri topikal juga bisa digunakan, seperti patch lidocaine, patch capsaicin, dan salep serta krim dengan resep dokter.

Obat Antidepresan

Obat antidepresan diketahui dapat mengobati gejala nyeri neuropatik. Jenis obat antidepresan yang biasanya diresepkan yaitu antidepresan trisiklik dan inhibitor reuptake serotonin-norepinefrin.

Antikonvulsan

Obat anti-kejang dan antikonvulsan juga sering digunakan untuk mengobati nyeri neuropatik. Gabapentinoid paling sering diresepkan untuk nyeri neuropatik.

Blok Saraf

Dokter dapat menyuntikkan steroid, anestesi lokal, atau obat pereda nyeri lainnya ke dalam saraf yang dianggap bertanggung jawab atas sinyal nyeri yang menyimpang. Blok saraf ini bersifat sementara, sehingga bisa diulang untuk tetap mendapatkan efeknya.

Perubahan Gaya Hidup

Terapi fisik, relaksasi, dan pijat bisa digunakan untuk meredakan gejala nyeri neuropatik. Bentuk perawatan tersebut dapat membantu melemaskan otot. Anda bisa menghubungi pusat pelayanan kesehatan untuk mendapatkan terapi, salah satunya adalah Paket Terapi Anti Nyeri ASIK 2 di RS Panti Waluyo YAKKUM Surakarta dengan biaya yang terjangkau.

Obat anti nyeri untuk meredakan nyeri neuropatik juga bisa dilakukan dengan kombinasi obat-obatan, terapi fisik, perawatan psikologis, dan bahkan pembedahan atau implan untuk memberikan hasil pengobatan yang terbaik. Menemukan pilihan pengobatan yang tepat memang memakan waktu, tetapi Anda dan dokter tetap bisa bekerja sama untuk menemukan obat anti nyeri yang sesuai untuk kondisi Anda.