Cegah Gejala Meningitis Bayi dengan Vaksin Meningitis

Vaksinasi merupakan cara yang ampuh untuk mencegah kefatalan suatu penyakit. Karena itu, tidak heran jika bayi dari usia 0—24 bulan direkomendasikan banyak memperoleh vaksinasi. Meskipun tidak ada dalam daftar imunisasi wajib di Indonesia, memberikan vaksinasi meningitis untuk bayi sebaiknya tidak dilewatkan, khususnya pada bayi-bayi yang memiliki masalah terkait penyakit sistem imun, kerusakan limpa, ataupun tinggal di daerah yang sempat atau mengalami wabah meningitis. 

Meningitis merupakan radang selaput otak. Jika dibiarkan, penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, maupun jamur ini bisa membuat bayi mengalami keterlambatan tumbuh kembang, kecacatan, bahkan kematian. Karena itu, pemberian vaksin meningitis pada bayi penting untuk menjaga agar bayi tidak terinfeksi meningitis karena sistem daya tahan tubuhnya yang masih lemah. 

Memahami meningitis pun perlu Anda lakukan supaya ketika melihat sang buah hati memiliki gejala ke arah penyakit tersebut, tindakan pengobatan tepat dapat segera diberikan. Soalnya, semakin lama ditangani, kemungkinan untuk sembuhnya semakin tipis. Berikut ini adalah beberapa gejala meningitis yang mesti Anda waspadai. 

Ubun-ubun Menonjol 

Radang selaput otak pada bayi akan sangat tampak pada bagian ubun-ubun yang berada di puncak kepala. Umumnya, bayi yang mengalami meningitis akan ditandai oleh ubun-ubun yang menonjol. Penonjolan ini merupakan imbas dari adanya tekanan atau cairan di otak yang disebabkan oleh peradangan selaput.

Sulit Dibangunkan 

Jangan merasa senang jika bayi Anda yang baru lahir tertidur terus dan sulit dibangunkan. Ini merupakan tanda-tanda ia senang mengalami suatu masalah kesehatan. Salah satu gejala dari meningitis sendiri adalah sulitnya bayi untuk dibangunkan saat sedang tidur. Hal ini mengarah pada kesadaran bayi yang berkurang akibat peradangan selaput otak yang dialaminya.

Napas Cepat 

Normalnya bayi baru lahir bernapas 40—60 kali per menit dalam kondisi santai. Perhatikan saat ia tidur, bagaimana napasnya, apakah lebih cepat daripada waktu rata-rata bayi normal? Pernapasan cepat pada bayi merupakan salah satu tanda kegawatdaruratan. Di mana salah satunya menunjukkan adanya peradangan di selaput otak. 

Nyeri Leher 

Bayi sebaiknya diberikan vaksin meningitis pada usia 2 bulan ke atas. Jangan sampai Anda menemukan gejala leher kaki dan nyeri pada si kecil terlebih dahulu, baru berpikir untuk memberikan vaksin meningitis. Pasalnya, saat si kecil sudah sering mengalami nyeri dan kekakuan leher, hal tersebut menunjukkan peradangan sudah mulai terjadi di bagian selaput otaknya. Salah satu tanda kekakuan leher pada si kecil umumnya mereka sering memiringkan kepala ke arah belakang. 

Tangisan Merintih 

Tangisan bayi memiliki banyak makna. Namun, umumnya tangisan yang merintih merupakan tanda ketidaknyamanan. Pada bayi-bayi yang mengalami meningitis, tangisan merintih yang bernada tinggi akan sangat sering terjadi. Bahkan ketika Anda berusaha mengangkat dan menggendongnya, rintihannya bisa semakin kencang karena nyeri yang mereka rasakan. 

Demam 

Demam atau suhu tinggi tidak lain merupakan tanda infeksi. Bayi-bayi dengan kasus meningitis pun kerap mengalami demam pada awal infeksi memasuk selaput otaknya. Tidak jarang, demam yang dialami diikuti oleh kondisi menggigil. Jika menemukan bayi pada kondisi panas tinggi seperti itu, lekaslah membawanya ke dokter. 

Tangan Kaki Dingin 

Tubuh bayi Anda terkesan hangat dan normal. Namun, ada sesuatu yang cukup mencurigakan karena tangan dan kakinya cenderung dingin. Coba konsultasikan hal ini kepada dokter Anda. Soalnya, salah satu gejala meningitis pada bayi tidak lain adalah tangan dan kaki yang selalu dingin. 

Terus-Menerus Muntah 

Bayi yang belum berusia 1 tahun memang mudah untuk muntah apabila kekenyangan ataupun masuk angin. Tapi, hati-hati jika bayi Anda terus-menerus muntah karena bisa jadi itu merupakan gejala meningitis. Gejala meningitis tidak hanya berupa muntah pada si kecil, melainkan juga diikuti oleh diare yang berkepanjangan. 

Ruam Merah 

Ruam merah pada bayi yang menderita meningitis sering kali timbul bersamaan dengan suhu tubuh yang meninggi. Tidak jarang pula, ruam bisa menggelap dan membuat bayi tampak kesakitan. Segera bawa bayi ke rumah sakit dan temukan perawatan medis yang tepat untuk mencegah fatalitas yang tidak diharapkan. 

*** 

Jangan tunggu gejala meningitis menyerang buah hati Anda. Berilah perisai kepada si kecil dengan vaksin meningitis sedini mungkin agar risiko radang selaput otak dapat diminimalkan. 

Ketahui Obat Anti Nyeri untuk Mengatasi Nyeri Neuropatik

obat anti nyeri

Nyeri neuropatik sering digambarkan sebagai suatu kondisi di mana terasa nyeri seperti tertembak atau terbakar. Nyeri neuropatik pada umumnya bisa hilang dengan sendirinya, tetapi sering kali bisa menjadi kondisi yang kronis. Nyeri neuropatik bisa diobati dengan obat anti nyeri dan terapi. 

Nyeri neuropatik bisa merupakan akibat dari kerusakan saraf atau sistem saraf yang tidak berfungsi. Dampak kerusakan saraf ini adalah terjadi perubahan fungsi saraf baik di lokasi cedera atau area di sekitarnya.

Salah satu contoh nyeri neuropatik yaitu yang disebut sebagai phantom limb syndrome. Kondisi nyeri neuropatik ini merupakan langka dan terjadi ketika lengan atau kaki telah diangkat karena sakit atau cedera, tetapi otak masih mendapatkan pesan rasa sakit dari saraf yang awalnya membawa impuls sakit dari anggota tubuh yang hilang. Saraf tersebut menjadi macet dan menyebabkan rasa sakit.

Penyebab Nyeri Neuropatik

Nyeri neuropatik tampaknya tidak memiliki penyebab yang jelas. Akan tetapi, pada umumnya nyeri neuropatik bisa diakibatkan karena hal sebagai berikut.

  • Konsumsi alkohol
  • Amputasi
  • Kemoterapi
  • Diabetes
  • Masalah saraf pada wajah
  • Infeksi HIV atau AIDS
  • Mieloma multipel
  • Sklerosis ganda
  • Herpes zoster
  • Operasi tulang belakang
  • Sipilis
  • Masalah tiroid

Gejala Nyeri Neuropatik

Gejala nyeri neuropatik yaitu:

  • timbul rasa sakit seperti tertembak atau terbakar
  • kesemutan dan mati rasa
  • timbul rasa sakit secara spontan tanpa pemicu
  • kesulitan tidur atau istirahat
  • timbul masalah emosional sebagai akibat dari rasa sakit kronis, kurang tidur, dan kesulitan mengungkapkan perasaan

Pengobatan Nyeri Neuropatik

Pengobatan Nyeri Neuropatik bertujuan untuk mengidentifikasi penyakit atau kondisi yang mendasari atas timbulnya rasa sakit. Dokter bisa memberikan obat anti nyeri yang dapat membantu Anda tetap bertahan dan meningkatkan kualitas hidup Anda.

Obat untuk nyeri neuropatik meliputi:

Obat Pereda Nyeri

Obat anti nyeri yang dijual bebas seperti obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) dapat digunakan untuk meredakan nyeri neuropatik. Namun, banyak orang yang merasa bahwa obat ini tidak efektif untuk nyeri neuropatik karena obat-obat ini tidak menargetkan pada sumber rasa sakit. 

Obat Resep

Obat anti nyeri opioid pada umumnya tidak mengurangi nyeri neuropatik serta mengurangi jenis lainnya. Selain itu, dokter juga bisa menjadi ragu ketika memberikan resep obat karena takut jika menjadi ketergantungan. Pereda nyeri topikal juga bisa digunakan, seperti patch lidocaine, patch capsaicin, dan salep serta krim dengan resep dokter.

Obat Antidepresan

Obat antidepresan diketahui dapat mengobati gejala nyeri neuropatik. Jenis obat antidepresan yang biasanya diresepkan yaitu antidepresan trisiklik dan inhibitor reuptake serotonin-norepinefrin.

Antikonvulsan

Obat anti-kejang dan antikonvulsan juga sering digunakan untuk mengobati nyeri neuropatik. Gabapentinoid paling sering diresepkan untuk nyeri neuropatik.

Blok Saraf

Dokter dapat menyuntikkan steroid, anestesi lokal, atau obat pereda nyeri lainnya ke dalam saraf yang dianggap bertanggung jawab atas sinyal nyeri yang menyimpang. Blok saraf ini bersifat sementara, sehingga bisa diulang untuk tetap mendapatkan efeknya.

Perubahan Gaya Hidup

Terapi fisik, relaksasi, dan pijat bisa digunakan untuk meredakan gejala nyeri neuropatik. Bentuk perawatan tersebut dapat membantu melemaskan otot. Anda bisa menghubungi pusat pelayanan kesehatan untuk mendapatkan terapi, salah satunya adalah Paket Terapi Anti Nyeri ASIK 2 di RS Panti Waluyo YAKKUM Surakarta dengan biaya yang terjangkau.

Obat anti nyeri untuk meredakan nyeri neuropatik juga bisa dilakukan dengan kombinasi obat-obatan, terapi fisik, perawatan psikologis, dan bahkan pembedahan atau implan untuk memberikan hasil pengobatan yang terbaik. Menemukan pilihan pengobatan yang tepat memang memakan waktu, tetapi Anda dan dokter tetap bisa bekerja sama untuk menemukan obat anti nyeri yang sesuai untuk kondisi Anda.