Produk Pembersih Kewanitaan Ini Disukai Gynecologist

Vagina saat ini menjadi pusat perhatian produsen produk kecantikan dan perawatan kulit. Sebuah laporan memprediksi pasar pembersih kewanitaan, yang melibatkan tampon, pantyliner, sanitary padas, cleanser, dan lain-lain, akan tumbuh mencapai US$ 42,7 milyar pada tahun 2022. Sesungguhnya, vagina Anda tidak membutuhkan produk khusus. Namun, vulva bisa mendapatkan manfaat dari penggunaan pembersih kewanitaan tersebut. Ini karena vagina sesungguhnya tidak perlu dibersihkan; mengingat vagina merupakan organ tubuh yang dapat membersihkan dirinya sendiri. Vagina yang sehat memiliki ekologi bakteri yang efektif yang membantu menjaga daerah kewanitaan tersebut dalam pH yang tepat. Yaitu dengan nilai pH sekitar 3,5 hingga 4,5 yang mana sedikit asam. Dalam angka pH tersebut, vagina Anda dapat mencegah bakteri jahat untuk tumbuh tidak terkontrol. 

Mencuci bagian dalam vagina menggunakan produk pembersih kewanitaan apapun malah dapat mengganggu keseimbangan alami tersebut, yang mana dapat menyebabkan iritasi, vaginosis bakteri, dan infeksi jamur. Selain itu, teknik “douching” juga dapat meningkatkan risiko mendorong infeksi menular seksual naik ke atas ke arah tabung falopi dan dapat menyebabkan penyakit peradangan panggul (PID) yang dapat mengakibatkan kemandulan. Lalu yang menjadi pertanyaan berikutnya adalah, apakah vulva perlu dicuci dan dibersihkan? Jawabannya adalah iya. Membersihkan vulva harus menjadi satu bagian rutinitas pembersih kewanitaan harian Anda. Air hangat merupakan satu-satunya yang Anda butuhkan untuk membersihkan vulva. Namun, ada pula produk yang dapat Anda gunakan apabila Anda ingin membersihkan, melembapkan, dan menyegarkan daerah kewanitaan tersebut. 

Produk apapun yang Anda gunakan pada vulva dapat dengan mudah masuk ke dalam vagina yang sangat sensitif. Sehingga, mengetahui apa yang terkandung dalam suatu produk pembersih kewanitaan sangat penting. Sangat penting untuk menghindari bahan seperti pewangi tambahan pada produk pembersih kewanitaan karena dapat menyebabkan vagina kering dan mengubah pH yang ada pada vagina, sehingga mengakibatkan iritasi dan infeksi. Selain itu, Anda tidak perlu menutupi bau alami vagina dengan parfum apapun. Apabila Anda memutuskan untuk menggunakan produk pembersih kewanitaan seperti sabun, wipes, dan produk apapun lainnya, pilihlah jenis produk yang paling ringan, yang telah diuji oleh para dermatology, bersifat hypoallergenic sehingga tidak menyebabkan alergi, dan bebas bahan pewangi apapun. 

Membersihkan vagina dan vulva

Seperti yang ditelah disebutkan sebelumnya, pada dasarnya Anda tidak perlu membersihkan vagina. Namun, Anda masih perlu membersihkan vulva. Membersihkan vagina dapat menyebabkan gangguan kesehatan karena vagina mengandung banyak bakteri baik yang menjaga keseimbangan pH dalam kadar yang ideal. pH yang asam tersebut dapat membuat bakteri jahat kesulitan dalam menginfeksi vagina. Anda juga hanya disarankan menggunakan air hangat saat membersihkan vulva. Sabun atau produk pembersih kewanitaan diperbolehkan, namun pilihlah yang bersifat ringan dan tidak mengandung pewangi tambahan. Lalu bagaimana dengan bau vagina? Vagina Anda akan berbau layaknya vagina normal pada umumnya. Dan itu adalah hal yang wajar dan normal, dan sesuatu yang tidak perlu menjadi sumber kekhawatiran. Tidak ada vagina yang tidak berbau, dan vagina malah tidak boleh tidak berbau. Vagina memiliki banyak bau, mulai dari bau manis hingga bau layaknya tembaga. Bau vagina tersebut dapat berubah tergantung pada diet dan siklus menstruasi Anda. Namun, apabila vagina berbau tidak sedap, hubungi dokter segera. Kondisi tertentu, seperti vaginosis bakteri, dapat membuat vagina berbau sangat menyengat. Diagnosis yang dini dan perawatan yang tepat dapat mencegah komplikasi akan kondisi tersebut.