Sering Alami Halusinasi Penciuman? Penyakit Ini Penyebabnya

Pernahkah Anda merasa seperti mencium bau ban terbakar ataupun merokok, tapi sebenarnya tidak ada sumber bau-bau tersebut di sekitar Anda? Jika pernah, artinya Anda tengah mengalami phantosmia. Phantosmia merupakan kondisi saat Anda mengalami halusinasi penciuman yang berakibat pada perasaan mencium beberapa bau tertentu yang sebenarnya tidak ada.

Kondisi halusinasi penciuman umumnya terjadi ketika tubuh Anda hendak memberitahukan kondisi kesehatan yang tengah Anda alami. Pasalnya, sinyal kesehatan beberapa orang memang lemah. Kerap suatu penyakit tidak disadari oleh penderitanya. Pada saat itulah, tubuh seakan memberi alarm lewat berbagai cara. Salah satunya dengan phantosmia.

Karena itulah ketika mengalami halusinasi penciuman, jangan pandang remeh. Bisa jadi penyakit-penyakit di bawah ini yang menjadi penyebabnya!

  1. Sinusitis

Munculnya peradangan atau pembengkakan di area rongga sinus bisa memicu timbulnya halusinasi penciuman bagi Anda. Kondisi ini tidak mengherankan sebab sinusitis akan sangat berpengaruh pada indra penciuman Anda. Melakukan terapi sinusitis, seperti mencuci hidung dengan air garam ataupun minum air putih lebih banyak, sekaligus bisa menghilangkan gejala phantosmia yang Anda alami.

  • Polip Hidung

Masih berhubungan dengan indra penciuman, adanya polip hidung juga dapat menjadi penyebab Anda mengalami halusinasi penciuman. Polip hidup sendiri merupakan kondisi tumbuhan jaringan daging yang menggantung di bagian dalam hidung. Dalam tahap parah, polip hidung sendiri sebenarnya membuat Anda sulit mencium bau dengan baik.

  • Stroke

Penyakit yang disebabkan oleh tersumbat atau pecahnya pembuluh darah di otak ini amat rentan menimbulkan phantosmia. Ini karena otak pada penderita stroke tidak mampu menerima sinyal bau secara baik. Adanya kerusakan di pembuluh darah otak akan mengganggu kinerja otak dalam menganalisis bau yang diterima oleh saluran pernapasan. Karena itu, penderita stroke umumnya kerap tidak mencium bau yang ada atau sebaliknya mengalami halusinasi penciuman terhadap bau-bau yang sebenarnya tidak ada.

  • Epilepsi

Epilepsi merupakan merupakan kondisi saat sistem saraf pusat atau otak mengalami kejang sehingga kinerjanya menjadi terganggu. Penderita epilepsi umumnya akan mengalami gejala tangan yang mendadak lunglai ataupun tatapan yang tiba-tiba kosong. Namun, ditemukan pula gejala munculnya halusinasi penciuman sebelum penderita terserang kejang akibat epilepsi.

  • Alergi

Alergi tidak selalu membuat Anda merasa gatal-gatal atau masalah kulit lainnya. Alergi bahkan bisa tidak disadari, namun langsung berakibat pada timbulnya peradangan di berbagai area tubuh, termasuk pula otak. Jika alergi tersebut menyerang bagian kepala dan juga otak, halusinasi penciuman kerap menjadi gejala awal yang mesti Anda waspadai.

  • Masalah Gigi

Rasanya memang kurang masuk akal ketika phantosmia yang Anda alami merupakan alarm tubuh yang hendak mengisyaratkan adanya masalah pada gigi Anda. Akan tetapi pada kenyataannya, berbagai masalah gigi kerap menghadirkan sensasi bau-bauan yang sebenarnya tidak ada di sekeliling Anda. Jadi ketika tiba-tiba mencium bau yang tidak ada, cobalah lakukan pemeriksaan gigi ke dokter.

  • Skizofrenia

Skizofrenia merupakan salah satu masalah kejiwaan yang membuat penderitanya mengalami berbagai halusinasi dan kekacauan pikiran yang berdampak pada berubahnya perilaku. Halusinasi yang dialami oleh penderita skizofrenia bukan hanya berupa gambaran kegiatan, tetapi juga berupa halusinasi penciuman yang dikenal dengan istilah phantosmia.

Jangan pandang remeh keanehan apapun yang Anda alami, walaupun sekadar halusinasi penciuman. Sebab pada kenyataannya, hal yang diremehkan tersebut bisa menjadi penanda tubuh Anda tengah mencoba memberitahukan adanya penyakit yang Anda idap. Melakukan pengecekan kesehatan secara menyeluruh secara rutin bisa menjadi jalan keluar untuk memahami dengan baik kondisi apa yang sedang dirasakan oleh tubuh Anda.