Penyebab dan Cara Mengatasi Sakit Perut pada Anak

Keluhan sakit perut pada anak sudah semestinya diberikan perhatian khusus. Sebagian besar sering menilai jika sakit perut yang dialami anak diakibatkan jajan sembarangan atau mengonsumsi makanan pedas. Di samping itu, masalah sakit perut juga  sering menimpa anak berusia di bawah 11 tahun. Gejala yang muncul tentu saja mengganggu sistem pencernaan dan aktivitasnya. Itulah sebabnya, perhatian khusus harus diberikan karena sakit perut bisa jadi pertanda penyakit serius lainnya.

Penyebab sakit perut pada anak

Sebagai orangtua, ada baiknya untuk peka saat anak mengalami keluhan pada tubuhnya.. Karena sakit perut tidak selalu jadi pertanda adanya masalah pada sistem pencernaan atau akibat alergi makanan tertentu. Contoh penyakit dengan gejala sakit perut, misalnya: penyakit usus buntu, infeksi, hingga keracunan makanan. Selain itu, berikut penyakit lainnya yang menyebabkan sakit perut.

  1. Sembelit

Sembelit adalah gangguan pada sistem pencernaan dan menyebabkan susah BAB. Bahkan anak yang mengalami susah BAB bisa mengalami sembelit hingga beberapa hari. Hal tersebut menyebabkan perut terasa penuh dan timbul rasa sakit. Jadi, orangtua dianjurkan untuk segera melakukan penanganan apabila anak mulai susah BAB.

  1. Diare

Diare menjadi penyebab yang umum terjadinya sakit perut pada anak-anak dan juga orang dewasa. Diare sendiri disebabkan karena mengonsumsi makanan yang tidak cocok dengan kondisi lambung. Sehingga menyebabkan BAB berlangsung dalam intensitas yang sering dan bentuknya cair, tidak padat.

  1. Stress

Stres dapat menimpa anak-anak maupun orang dewasa. Ketika otak sedang tidak tenang, maka otot pada perut ikut menegang dan menimbulkan rasa sakit. Itulah sebabnya, hindari stres yang berlebihan supaya tubuh tetap tenang.

  1. Konsumsi makanan tertentu

Anak-anak alami sakit perut karena makan dalam porsi banyak, terlalu pedas, berminyak dan tidak higienis. Dorong anak untuk membiasakan diri mencuci tangan sebelum makan dan selektif dengan makanan yang dikonsumsi di luar rumah.

  1. Intoleransi atau alergi makanan

Penyebab selanjutnya adalah perut anak tidak toleran dengan makanan tertentu. Contohnya adalah intoleran dengan laktosa, sakit perut dapat muncul apabila anak mengonsumsi susu dengan kandungan laktosa. Alergi makan tertentu biasanya juga ditanggapi oleh tubuh dengan mengeluarkan gejala sakit perut.

  1. Keracunan

Sistem tubuh memiliki perlindungan yang maksimal dari berbagai benda asing seperti racun. Saat anak sakit perut, bisa juga disebabkan keracunan zat kimia, bahan makanan beracun, obat atau makanan yang basi. Sakit perut dapat digolongkan menjadi kategori ringan hingga berat serta membutuhkan penanganan dokter.

  1. Infeksi di bagian tubuh lain

Jika terjadi infeksi pada tubuh yang lain, bisa juga memancing adanya respon pada perut dengan adanya rasa sakit. Infeksi bisa seperti sakit tenggorokan, infeksi telinga, radang paru-paru yang semuanya bisa merembet ke masalah sakit perut yang terjadi pada anak.

Cara atasi sakit perut pada anak

  • Pertama, usahakan anak istirahat yang cukup dan kurangi bermain agar sistem imun dibangun kembali.
  • Berikan kompres air hangat ke perut untuk mengurangi rasa sakit.
  • Cukupi kebutuhan air putih karena banyak yang keluar jika mengalami diare.
  • Berikan pijatan lembut agar bisa mengurangi rasa sakit perut.
  • Berikan obat sakit perut, bisa dari apotek atau resep dokter.
  • Jauhkan anak dari makanan pedas.

Meski banyak yang menilai sakit perut pada anak itu wajar, Anda harus tetap waspada supaya mengantisipasi kemungkinan terburuk. Jika kondisi tidak membaik dan semakin parah, bisa membawa anak ke dokter untuk melakukan pemeriksaan.