Tips Memilih Sabun Kewanitaan serta Kegunaannya bagi Kesehatan

Kebersihan organ vagina penting untuk dijaga. Bahkan, tak sedikit wanita yang kerap membersihkannya dengan produk sabun kewanitaan yang diklaim bisa membersihkan area kewanitaan tersebut. 

Meski begitu, Anda tetap perlu berhati-hati dalam memilih produk sabun ataupun cairan pembersih  area kewanitaan. Sebab, pembersihan area organ vagina yang tidak tepat bisa mengakibatkan iritasi hingga infeksi. 

Karena itulah, Anda perlu memahami cara atau tips memilih produk sabun kewanitaan yang banyak beredar di pasaran beserta manfaatnya. 

Cara memilih sabun kewanitaan yang tepat 

1. Hindarilah produk dengan aromanya kuat 

Anda perlu menghindari sabun kewanitaan yang berbau harum ataupun beraroma tajam. Sebab, hal tersebut tidak direkomendasikan karena bisa membuat alat vital Anda bermasalah. 

Sebab, cairan pembersih yang aromanya sangat tajam justru mengandung zat kimia keras yang mana bisa mengakibatkan alergi dan iritasi. Karena itulah, Anda perlu memilih produk yang tidak mengandung pewangi, atau aroma yang lembut. 

Sabun kewanitaan diformulasikan untuk menjaga kebersihan area organ intim

2. Cek kandungan sodium lauryl sulphate

Biasanya zat sodium lauryl sulphate ditemukan di sabun dan sampo, salah satunya di produk sabun kewanitaan . Zat pembersih itu sangat efektif membersihkan bakteri yang mengakibatkan infeksi. Namun, jika digunakan terlalu sering, itu bisa memicu iritasi dan gatal di kulit. 

3. Perhatikan kandungan asam laktat

Cairan sabun kewanitaan yang mengandung asam laktat bisa berguna untuk menjaga tingkat keasaman vagina. Anda perlu memilih cairan dengan pH 3 – 4,5. Cairan pembersih tersebut dinilai aman digunakan berkali-kali. Namun, tetap perhatikan anjuran pemakaiannya. 

4. Cek kandungan gliserin

Gliserin mengandung zat yang disebut humektan. Atau suatu zat yang penting untuk mempertahankan kelembutan sekaligus menghidrasi area vagina Anda. Zat tersebut juga bisa mencegah kekeringan serta kulit kering di sekitar organ kewanitaan Anda. 

5. Mengandung capric glyceride

Sabun kewanitaan yang mengandung capric glyceride bisa membantu melembabkan dan memperbarui kulit. Dengan menggunakan produk sabun kewanitaan yang mengandung capric glyceride dan glyserin, area kewanitaan Anda akan terasa tetap lembab yang menyehatkan. 

Beginilah tingkat pH sabun kewanitaan bagi kesehatan 

Ada beragam produk sabun kewanitaan yang beredar luas di pasaran seperti tisu pembersih, produk sabun kewanitaan, hingga gel pencukur. Fungsinya utamanya adalah untuk membersihkan area organ intim, membunuh bakteri, sekaligus menjaga area tersebut agar tidak berbau. 

Lebih lanjut, tingkat pH normal pada vagina sekitar 3,5 sampai 4,5. Tergolong pH yang asam. Namun, jumlah tersebut bergantung pada usia serta kondisi kesehatan Anda. Pada usia yang produktif sekitar 15 hingga 49 tahun, pH vagina berada di bawah atau setara dengan 4,5. Selain itu, saat masuk pada masa menopause, pH normalnya berada di atas 4,5. 

Area vagina tergolong asam, tapi tetap bersifat melindungi. Meski begitu, jika pH lebih tinggi dari 4,5 akan membuat bakteri tidak sehat tumbuh lebih cepat pada area vagina Anda. Bahkan, memiliki pH vagina yang tinggi membuat Anda lebih berisiko terkena infeksi. 

Jumlah pH pada sabun pembersih kewanitaan 

Senyawa basa sangat dibutuhkan untuk menetralisir pH vagina Anda. Pada umumnya, pH sabun kewanitaan berkisar 4,5 hingga 9. Meski begitu, Anda tetap direkomendasikan untuk memakai sabun kewanitaan dengan pH 7-9 atau bersifat basa. 

Sebab, itu dapat mencegah perkembangan jamur yang bisa bereproduksi dengan cepat di lingkungan yang asam. Lebih kanjut, produk di luar pH tersebut umumnya bersifat keras pada kulit dan akan mengacaukan pH alami vagina. 

Karena itulah penggunaan sabun kewanitaan harus sesuai aturan agar tidak menimbulkan penyakit yang membahayakan. Anda perlu memahami berbagai cara membersihkan organ kewanitaan Anda sebagai berikut untuk keseimbangan pH dan bakteri baik pada vagina tetap terjaga baik. 

1. Membilas setelah buang air dengan benar 

Membersihkan vagina dengan benar penting untuk diperhatikan. Apalagi setelah Anda buang air kecil ataupun buang air besar dengan menggunakan air bersih. Cara sederhana yang perlu Anda lakukan ialah membasuh area kewanitaan tersebut dengan menggunakan air bersih. 

Bersihkan dari depan ke belakang untuk mencegah vagina atau uretra kemasukan bakteri dari anus. Bahkan, tersebut bisa mencegah terjadinya infeksi saluran kemih, infeksi bakteri pada vagina, serta ginjal. 

2. Hindari penggunaan sabun kewanitaan yang mengandung parfum 

Anda perlu menghindari pembersih vagina yang mengandung parfum. Sebab, kandungan tersebut bisa memengaruhi keseimbangan bakteri normal pada vagina, pH vagina. Bahkan, hal itu dapat mengakibatkan iritasi. 

Pilihlah sabun yang berbahan lembut serta memiliki pH seimbang yang seimbang. Penggunaan sabun, hanya untuk pemakaian luar. 

3. Keringkan Ms V dengan handuk 

Jangan lupa mengeringkannya dengan handuk bersih atau tisu  berbahan lembut setelah Anda membersihkan vagina. Sebab, bakteri dan jamur sangat mudah berkembangbiak pada area yang lembab. Karena itulah, saat menggunakan tisu, pastikan bahwa tidak ada serat tisu yang tertinggal dan menempel, karena tisu yang lembab dapat menjadi sarana bakteri berkembang biak. 

4. Memilih pakaian dalam yang nyaman 

Pilihlah pakaian yang nyaman dengan bahan yang menyerap keringat dengan baik. Sebab, hal itu bisa membantu mengurangi kelembaban berlebih pada organ kewanitaan Anda. Jangan lupa untuk mengganti pakaian dalam, terutamanya setelah beraktivitas. 

Itulah tips memilih produk kewanitaan mulai kandungan dalam produk hingga kegunaan produk sabun kewanitaan yang perlu Anda ketahui. Untuk menghindari iritasi maupun infeksi lainnya, lakukanlah pencegahan dini dengan tetap menjaga kebersihan pada area tersebut.