Tanya Dokter Paru, Mulai dari Asma Hingga Pneumonia

Dokter spesialis paru merupakan salah satu spesialisasi dokter yang berfokus pada kesehatan sistem pernapasan. Ahli paru merawat segala sesuatu mulai dari asma hingga tuberkulosis. Jadi, kira-kira tanya dokter paru apa saja yang terkait dengan spesialisasinya? Simak terus artikel berikut ya, untuk mengetahui apa saja kita-kira hal yang terkait dengan dokter paru. 

Apa itu ahli paru?

Dokter spesialis paru adalah dokter yang mendiagnosa dan memperlakukan penyakit pada sistem pernapasan, paru-paru, dan organ lain yang membantu Anda bernapas. Untuk beberapa penyakit jangka pendek yang memengaruhi paru-paru Anda, seperti flu atau pneumonia, Anda mungkin bisa mendapatkan semua perawatan yang Anda butuhkan dari dokter biasa. Tetapi jika batuk, sesak napas, atau gejala lainnya tidak kunjung membaik, Anda mungkin perlu menemui ahli paru. 

Sistem pernapasan

Sistem pernapasan termasuk organ yang membantu Anda bernapas. Tiga bagian utama dari sistem ini adalah saluran napas, paru-paru, dan otot pernapasan. Jalan napas meliputi:

  • Hidung 
  • Mulut
  • Tekak
  • Pangkal tenggorokan
  • Batang tenggorokan
  • Bronkus
  • Bronkiolus
  • Alveoli

Anda mengunakan beberapa otot selama pernapasan. Yang paling menonjol adalah diagfragma. Otot-otot lain dikategorikan dalam kelompok, termasuk:

  • Otot intercostal, yang membantu menghirup
  • Otot aksesori, yang membantu pernapasan tetapi tidak memainkan peran utama
  • Otot pernapasan, yang membatu pernapasan yang kuat atau aktif

Kondisi seperti apakah yang ditangani dokter paru?

Seorang ahli atau spesialis paru dapat mengobati berbagai macam masalah paru-paru diantaranya:

  • Asma. Penyakit yang meradang dan menyempitkan saluran udara Anda dan membuat Anda sulit bernapas. 
  • Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Sekelompok penyakit paru-paru yang mencakup emfisema dan bronkitis kronis. 
  • Custic fibrosis. Penyakit yang disebabkan oleh perubahan pada gen Anda yang membuat lendir lengket menumpuk di paru-paru Anda. 
  • Emfisema. Yang merusak kantung udara di paru-paru Anda. 
  • Penyakit paru-paru interstisial. Sekelompok kondisi yang melukai dan membuat paru-paru Anda kaku. 
  • Kanker paru-paru. Sejenis kanker yang dimulai di paru-paru. 
  • Apnea tidur obstruktif. Yang menyebabkan jeda berulang dalam pernapasan saat Anda tidur.
  • Hipertensi pulmonal. Atau tekanan darah tinggi di arteri paru-paru Anda. 
  • Tuberkolosis. Infeksi bakteri pada paru-paru. 
  • Bronkiektasis. Yang merusak saluran udara Anda sehingga melebar dan menjadi lembek atau bekas luka. 
  • Bronkitis. Yaitu saluran udara Anda meradang, dengan batuk dan lendir berlebih. Ini dapat menyebabkan infeksi. 
  • Pneumonia. Infeksi yang membuat kantung udara (alveoli) di paru-paru meradang dan berisi nanah. 
  • Pneumonia Covid-19. Yang dapat menyebabkan masalah pernapasan parah dan gagal napas. 

Prosedur apa yang digunakan dokter paru?

Umumnya, sebelum melakukan tindakan Anda dapat tanya dokter paru apa prosedur yang perlu Anda lakukan untuk menentukan sebuah diagnosis paru-paru. Nah, dokter paru biasanya akan melakukan uji dan tes beberapa hal berikut untuk mendiagnosis terkait penyakit atau masalah pada paru-paru. Ini mungkin termasuk:

  • CT scan untuk mendapatkan gambaran detail dari tulang, otot, organ lemak, dan pembuluh darah di dada Anda. 
  • Fluoroskopi dada, tes sinar X untuk melihat seberapa baik paru-paru Anda dapat berfungsi
  • USG dada untuk memeriksa organ dan struktur dada lainnya
  • Biopsy pleura untuk mengambil sampel jaringan kecil dari pleura, yang merupakan membrane yang mengelilingi paru-paru Anda
  • Tes fungsi paru, tes pernapasan untuk melihat seberapa baik paru-paru Anda bekerja
  • Tes oksimetri nadi untuk menentukan tingkat saturasi oksigen dalam darah Anda
  • Thoracentesis untuk mengeluarkan dan mengambil sampel cairan dari sekitar paru-paru Anda 
  • Tabung dada untuk mengeluarkan udara atau cairan dari sekitar paru-paru Anda
  • Bronkoskopi untuk memeriksa jalan napas Anda dan menentukan apakah Anda memiliki masalah pada trakea, saluran udara bagian bawah, tenggorokan atau laring
  • Studi tidur untuk membantu mendiagnosis gangguan tidur, seperti sleep apnea

Namun, dalam kasus penyakit dan kondisi paru-paru yang lebih serius, dokter paru dapat merujuk Anda ke ahli bedah thorax untuk prosedur seperti lobektomi untuk mengangkat sebagian dari paru-paru yang sakit atau transplantasi paru-paru. Sebelum itu, biasanya dokter paru akan membicarakan hal tersebut dengan keluarga pasien terlebih dahulu. Anda dapat tanya dokter paru tentang apa pun, mulai dari risiko, prosedur pelaksanaan, hingga pemulihan. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *