Waspada, Ensefalitis Virus Bisa Sebabkan Kerusakan Otak Permanen!

Ensefalitis atau radang otak adalah peradangan yang terjadi pada jaringan otak, di mana kondisi tersebut dapat menyebabkan gangguan saraf. Sedangkan, ensefalitis virus adalah peradangan otak yang disebabkan oleh virus.

Beberapa penyakit yang disebabkan oleh virus, seperti campak dan rubella juga dapat berkembang hingga menjadi radang otak. Mikro-organisme lain, seperti bakteri, jamur, dan parasit mampu memicu ensefalitis. Tetapi virus, terutama kelompok yang dikenal sebagai enterovirus adalah penyebab utamanya. Namun, apakah virus tersebut dapat menyebabkan kerusakan pada otak secara permanen?

Benarkah ensefalitis virus sebabkan kerusakan otak secara permanen?

Jadi, begitu berada di dalam darah, virus tersebut akan bermigrasi ke otak tempat di mana mereka akan berkembang biak. Tubuh akan memperhatikan invasi dan meningkatkan respon sistem kekebalan tubuh kita. Jika virus berkembang biak di otak, hal ini bisa menyebabkan otak membengkak. Kombinasi infeksi dan respon imun menciptakan gejala khas ensefalitis virus.

Komplikasi yang paling potensial dan paling serius dari kondisi ini adalah kerusakan otak secara permanen. Jadi, benar adanya jika esenfalitis virus bisa sebabkan kerusakan permanen pada otak. Anak-anak berusia di bawah satu tahun dan orang dewasa berusia di atas 55 tahun lebih rentan terhadap komplikasi yang mengancam jiwa ini.

Gejala ensefalitis virus

Beberapa orang yang mengalami ensefalitis virus akan mengalami beberapa gejala sebagai berikut:

  • Suhu tinggi
  • Sakit kepala
  • Kepekaan terhadap cahaya (fotofobia)
  • Malaise umum
  • Leher kaku
  • Punggung kaku
  • Muntah
  • Perubahan kepribadian
  • Kebingungan
  • Kehilangan ingatan
  • Kejang
  • Kelumpuhan
  • Koma

Beberapa jenis virus yang menyebabkan ensefalitis, diantaranya:

  • Enterovirus, seperti coxsackievirus, poliovirus, dan echovirus
  • Virus herpes simpleks
  • Virus varicella zoster
  • Virus Epstein-Barr
  • Sitomegalovirus
  • Adenovirus
  • Rubella
  • Campak
  • Virus Murray Valley encephalitis (MVE) dan virus Kunjin
  • Virus ensefalitis Jepang

Cara penularan virus

Virus tersebut dapat menyebar dengan berbagai cara, dan beberapa lebih menular daripada yang lainnya. Nah, berikut beberapa cara penularan virus, di antaranya:

  • Batuk atau bersin dari orang yang terinfeksi, yang melepaskan virus ke udara, kemudian dihirup oleh orang lain
  • Serangga yang terinfeksi (seperti nyamuk atau kutu) dan hewan, yang dapat mentransfer beberapa virus langsung ke aliran darah melalui gigitannya
  • Makan makanan atau minuman yang terkontaminasi
  • Transfer beberapa virus dapat terjadi melalui sentuhan pada orang yang terinfeksi
  • Terdapat bukti yang menunjukkan bahwa beberapa kasus ensefalitis virus disebabkan oleh infeksi virus yang tidak aktif (seperti virus herpes simpleks) menjadi aktif kembali.

Komplikasi

Bayi, orang tua, dan orang dengan kekebalan tubuh yang berkurang berisiko tinggi mengalami komplikasi ensefalitis virus ini. Beberapa komplikasi tersebut antara lain:

  • Tekanan darah rendah (hipotensi)
  • Kadar oksigen rendah dalam darah (hipoksemia)
  • Perdarahan di dalam otak (perdarahan intraserebral)
  • Kerusakan otak permanen
  • Kematian

Infeksi dan respon sistem kekebalan tubuh

Begitu virus mendapatkan akses ke aliran darah, mereka dapat berkembang biak dan menyebar ke bagian tubuh lain, termasuk ke sumsum tulang belakang dan otak (sistem saraf pusat). Akses ke otak adalah melalui darah atau saraf. Setelah menembus sawar darah-otak, virus akan menyelinap ke dalam sel otak. Kondisi ini tentu akan sangat mengganggu, merusak dan pada akhirnya menghancurkan sel-sel otak yang terinfeksi.

Virus tertentu memiliki preferensi untuk area otak yang berbeda. Misalnya, virus herpes simpleks suka menargetkan lobus temporal yang treletak di dekat setiap telinga. Sel-sel sistem kekebalan bergegas ke otak dan mulai menyerang virus. Hal ini akan menyebabkan pembengkakan otak (celebral edema). Baik infeksi dan upaya tubuh untuk melawan infeksi bertanggung jawab atas gejala ensefalitis virus.

Pengobatan

Tidak seperti bakteri, virus lebih sulit untuk diobati. Obat antivirus hanya bekerja pada beberapa jenis virus saja. Perawatan bertujuan untuk mengurangi keparahan gejala dan berikut beberapa perawatan yang biasanya diberikan pada penderita ensefalitis virus:

  • Obat antivirus, diberikan secara inravena, jika virus diketahui rentan terhadap pengobatan dengan pbat antivirus (seperti virus herpes simpleks)
  • Pemberian obat intravena untuk membantu mengurangi pembengkakan otak
  • Obat pereda nyeri
  • Obat untuk mencegah muntah
  • Obat untuk mencegah kejang (antikonvulsan)
  • Obat untuk menurunkan demam, seperti paracetamol
  • Cairan untuk mencegah dehidrasi, tapi jangan terlalu banyak karena ini bisa memperburuk edema serebral (pembengkakakn otak).

Jadi, jika Anda mengalami beberapa gejala di atas atau bahkan makin memburuk, segera lakukan perawatan terkait dengan ensefalitis virus. Sakit kepala parah, demam, dan kesadaran yang berubah membutuhkan perawatan segera.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *