Waspadai Efek Samping Jahe pada Kondisi Ini

Perlu kita ketahui bahwa jahe merupakan tanaman herbal yang sangat aman hingga titik di mana ia dikonsumsi secara tidak tepat dan berlebihan. Jika sudah demikian, efek samping jahe mungkin akan hadir.

Mengonsumsi lebih dari 4 gr jahe dalam satu hari dapat menyebabkan mulas, kembung, mual, gangguan perut, hingga diare. Selain itu, jahe juga bisa menyebabkan interaksi obat. Kemudian, perlu diketahui juga bahwa efek samping jahe akan dengan cepat terjadi jika dikonsumsi oleh orang dengan kondisi kesehatan tertentu. 

Efek samping jahe pada kelompok orang tersebut bisa saja berakibat fatal. Berikut adalah kelompok orang yang tidak dianjurkan untuk mengonsumsi jahe sebelum berkonsultasi dengan dokter:

  • Orang dengan gangguan darah

Orang-orang yang menderita berbagai gangguan darah seperti pengenceran dan pembekuan darah, termasuk hemofilia tidak disarankan mengonsumsi jahe. Jahe diketahui bisa merangsang sirkulasi darah. Namun, rangsangan ini bisa berbahaya karena dapat menyebabkan pendarahan yang parah dan kadang mematikan pada penderita gangguan darah. 

Berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi jahe terutama dalam bentuk suplemen. Apabila orang dalam kelompok ini mengonsumsi jahe dan timbul keluhan seperti mudah memar, mudah berdarah, atau perdarahan yang sulit berhenti, segera hentikan.

  • Wanita hamil

Pada trisemester awal kehamilan, jahe dianjurkan dikonsumsi untuk mengilangkan rasa mual dan muntah. Namun, jahe dapat memicu pendarahan dan berisiko menyebabkan keguguran jika dikonsumsi secara berlebihan.

Selain itu, minum jahe saat hamil dapat berdampak pada kondisi janin dalam kandungan. Beberapa penelitian melaporkan adanya kejadian bayi lahir dengan berat badan rendah, lahir cacat, bahkan meninggal dalam kandungan.

Jahe juga dapat menyebabkan kontraksi uterus. Jika sedang hamil, konsultasikan dengan ahli kesehatan sebelum menggunakan jahe. Selain itu, hindari minum teh jahe terutama di trimester terakhir karena bisa menimbulkan peningkatan risiko pendarahan.

  • Orang-orang yang mengonsumsi obat tertentu

Efek samping jahe lainnya adalah bisa menyebabkan interaksi obat dengan obat-obatan tertentu termasuk antikoagulan, barbiturat, beta-blocker, hingga obat insulin atau terapi anti-platelet. Jahe juga terbukti mengganggu efek dari beberapa obat lain termasuk antasida karena merangsang produksi asam di lambung. Orang yang memakai obat untuk jantung, antihistamin, perawatan kanker, dan obat penurun berat badan juga harus menghindari rempah ini.

  • Penderita diabetes

Jahe memiliki efek mengurangi kadar gula darah. Karena itu, penderita diabetes harus memantau gula darah setelah mengonsumsi jahe. Penderita diabetes yang terlalu banyak mengonsumsi jahe dapat merasa lemas atau pusing. Jika Anda mengalami kondisi seperti ini dan tidak kunjung membaik, segeralah cari bantuan medis.

Apabila penderita diabetes memang ingin mengonsumsi jahe secara rutin, mereka harus berkonsultasi dengan dokter tentang obat yang tepat untuk mengurangi kemungkinan penurunan kadar gula darah. 

  • Orang yang memiliki berat badan kurang

Pengobatan dengan ekstrak jahe menghasilkan penurunan berat badan dan lemak yang signifikan. Hal ini bermanfaat bagi orang yang gemuk atau obesitas. Namun, bila Indeks Masa Tubuh seseorang sudah kurang, mengonsumsi jahe justru bisa jadi berbahaya.

Pada orang kurus, jahe bisa menyebabkan kekurangan gizi, menekan nafsu makan. Selain itu, pengangkatan lemak dapat menyebabkan kondisi kesehatan yang berbahaya seperti massa otot yang buruk, rambut rontok, ketidakteraturan menstruasi, dan kekurangan vitamin.

  • Orang yang akan melakukan operasi

Sebuah penelitian pada tahun 2007 menemukan bahwa mengonsumsi jahe sebelum operasi juga meningkatkan risiko pendarahan internal. Para ahli kesehatan menyarankan untuk menghindari konsumsi teh jahe dua minggu sebelum operasi.

***

Pada umumnya, jahe yang dikonsumsi sehari-hari dalam bentuk makanan atau minuman jarang sekali menimbulkan efek samping atau setidaknya hanya menimbulkan efek samping ringan. Efek samping jahe sering kali muncul ketika jahe yang dikonsumsi terlalu banyak. Secara umum, Anda tidak dianjurkan mengonsumsi lebih dari 4 gram jahe per hari. 

Kendati demikian, hingga kini bukti ilmiah mengenai efek samping jahe bagi kesehatan seseorang masih diperdebatkan. Namun, tak ada salahnya kita melakukan konsumsi terhadap tanaman herbal ini secara wajar. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *