Xanthoma Akibat Kolesterol Tinggi, Kenali Penyebab dan Gejalanya

Xanthelasma atau nama lainnya Xanthoma merupakan penyakit pada kulit yang ditandai dengan adanya plak berwarna kekuningan, yang umumnya timbul di sudut mata bagian tengah kelopak mata. Plak tersebut muncul akibat penumpukan lemak di bawah kulit. Bentuknya seperti gumpalan lembut dan agak padat. Sedangkan ukurannya bervariasi, mulai dari kecil hingga besar dan bisa tersebar maupun berkelompok.

Selain di area kelopak mata, Xanthoma juga bisa muncul di siku, kaki, tangan, lutut, dan pantat. Xanthoma biasanya tidak menimbulkan rasa sakit atau nyeri, namun bisa terasa gatal, tidak nyaman, dan tentunya mengganggu penampilan. Kelainan kulit ini bisa terjadi pada orang yang memiliki kadar kolesterol tinggi. Biasanya terjadi pada usia paruh baya sekitar 30-50 tahun ke atas dan lebih sering terjadi pada wanita dibanding pria.

Xanthoma adalah kelainan kulit yang ditandai dengan plak atau benjolan lemak kekuningan

Penyebab

  • Kolesterol Tinggi. Kolesterol adalah lemak yang berguna untuk tubuh, tetapi bisa membahayakan kesehatan apabila kadarnya terlalu tinggi, termasuk menimbulkan xanthoma. Kolesterol tinggi jika dihitung angkanya mencapai 240 mg/dL atau lebih.
  • Diabetes. Diabetes adalah kondisi dimana kadar gula darah di dalam tubuh terlalu tinggi hingga 200 mg/dL. Pankreas tidak menghasilkan insulin yang digunakan tubuh untuk menyimpan serta menggunakan gula dan lemak.
  • Hipotiroidisme. Hipotiroidisme adalah kondisi di mana rendahnya hormon tiroid dalam tubuh karena kelenjar tiroid tidak bisa memproduksi hormon tiroid yang cukup. Gejalanya berupa penambahan berat badan, sehingga bisa menimbulkan xanthoma.
  • Sirosis Bilier Primer. Ketika saluran empedu mengalami kerusakan secara perlahan, maka proses pencernaan lemak dan pengeluaran zat sisa metabolisme juga terganggu. Penyakit ini termasuk autoimun, yaitu ketika sistem kekebalan tubuh malah balik menyerang sel-sel sehat.
  • Kolestasis. Kolestasis adalah penyakit pada hati yang disebabkan aliran empedu dari hati melambat atau tersumbat. Penyebab lain dari kolestasis yaitu kadar kolesterol yang tinggi sehingga xanthoma juga timbul pada tubuh.
  • Sindrom Nefrotik. Gangguan pada ginjal yang menyebabkan tubuh mengeluarkan terlalu banyak protein (albumin) lewat urine sehingga tubuh memiliki banyak cairan ekstra. Umumnya disebabkan oleh kerusakan pembuluh darah di ginjal yang berfungsi menyaring limbah pada darah.
  • Efek Samping Obat-Obatan. Obat-obatan seperti tamoxifen, prednisone, dan siklosporin dapat menimbulkan efek samping berupa xanthoma atau muncul benjolan lemak berwarna kekuningan pada area tengah kelopak mata atau bagian tubuh tertentu.

Gejala

Xanthoma kutaneus atau xanthoma yang timbul pada kulit biasanya ditemukan di sekitar kelopak mata, terutama pada sudut mata bagian dalam. Plak atau gumpalan tersebut berwarna kekuningan, terlihat berkerut, memiliki tekstur lunak karena bentuk dari kumpulan lemak, dan kadang terdapat bintik-bintik kecil di atasnya. Gumpalan yang timbul lama kelamaan bisa bertambah besar dan menimbulkan rasa tidak nyaman karena akan terasa mengganjal.

Jenis xanthoma lainnya adalah xanthoma diseminata. Tumpukan lemak bukan hanya terjadi di kulit melainkan juga di organ dalam tubuh seperti jantung dan paru-paru. Penderita xanthoma diseminata akan mengalami gejala sesak napas, sulit menelan, dan kehilangan penglihatan tiba-tiba. Jenis ini lebih berbahaya karena jika dibiarkan lama bisa mengganggu kinerja jantung dan paru-paru sehingga bisa menyebabkan kematian.Meski benjolan yang timbul pada kulit tidak berbahaya, xanthoma tetap menjadi pertanda bahwa kadar kolesterol di dalam tubuh Anda tinggi dan bisa menyebabkan penyakit lain yang lebih berat. Kolesterol tinggi menyebabkan akumulasi kolesterol dan endapan lain di dinding arteri dan menghambat aliran darah. Penumpukan tersebut bisa menyebabkan komplikasi seperti sakit dada, serangan jantung, hingga stroke.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *